
Seorang pria bertubuh tambun berdiri di depan pintu joshua,seketika joshua mengenali pria itu.
"mang amin".Dia membuka pintu mobilnya.
"kenapa lama sekali sih mang".komplen joshua sambil melirik arlojinya.
"maaf tuan tadi ada kecelakaan kecil di jalan,apa saya boleh perbaiki mobilnya sekarang?".
"ya udah,cepat selesaikan ya,istri saya di dalam udah kedinginan".suruh joshua.
Orang itu mengangguk"baik tuan".
Ornag itu langsung membuka kap mobil joshua dan mulai menyelesaikan pekerjaanya,sementara joshua kembali masuk kedalam mobil,melihat kerja pria itu dengan baik.
Hanya butuh beberapa menit mobil mang amin mengotak atik mobil joshua.mobil itu sudah kembali normal.memang tidak sia-sia keluarga joshua mempercayai bengkel ini karena kerja mereka sangat bagus dan juga cepat.
Joshua memberikan kertas cek ke tukang bengkel itu"ini mang"
"makasih tuan".
Joshua mengangguk,dia kembali menutup kaca jendelanya dan langsung mengendarai mobilnya mengukur jalanan yang sudah basah karena hujan.
Jesica memainkan embun di jendela,
membentuk hati atau membentuk bulatan-
bulatan kecil seperti seorang bocah yang bosan.joshua melirik jesica,lalu tertawa kecil.tawanaya menarik perhatian jesica.dia mengalihkan pandnaganya pada joshua.
"apa ada yang lucu tuan?".
"kalau tidak ada yang lucu dan aku tertawa memangnya tidak boleh?".balas joshua balik bertanya.
Boleh sih,tapi yang ada dia akan dianggap gila kalau tiba-tiba tertawa sendiri padahal tidak ada yang lucu.tapi jesica tau dia tidak akan menang kalau sudah berdebat dengan joshua,jadi dia hanya diam saja.
Mobil joshua berbelok masuk kedalam sebuah mall.alis jesica berkerut,mau apa joshua masuk kedalam mall,apa ini sudah waktunya belanja bulanan.
Joshua mematikkan mobilnya setelah parkir dengan benar,dia membuka pintu mobilnya"ayo".
Tapi jesica tetap beegeming di tempatnya.
"kenapa diam saja,ayo cepat keluar!".
Lagi-lagi jesica hanya bergeming,dia melirik kakinya yang memar,dan tentu saja darisana joshua mengerti.bagaimana dia lupa kalau kaki jesica luka.
"baiklah kau tunggu disini sebentar".
Sebelum jesica mengangguk mengiyakan,
joshua sudah menutup pintu mobilnya.wanita itu menatap punggung joshua yang berjalan semakin menjauhinya.
"awww"jesica meringis,memijit pelan bagian pinggir kakinya yang memar"kenapa sepatu hak bisa sampai menyiksa seperti ini sih".
Sudah dua puluh menit jesica menunggu joshua,tapi pria itu belum sama sekali menampakkan batang hidungnya,sebenarnya kemana sih joshua.
__ADS_1
apa dia makan ayam goreng dulu di dalam sana,atau main game,pria itu memang senang membuat jesica kesal,walau jesica tidak pernah memperlihatkan kekesalanya.
Pucuk di cinta ulam pun tiba,pintu mobil terbuka,membawa seorang pria masuk kedalam mobil,joshua menutup pintu mobilnya.ada empat,tidak lima totebag beda-beda merek di tanganya.
"sudah ku bilang kan sebentar"ujarnya enteng tidak punya dosa.
'iya sangat sebentar ya,tidak ada satu menit sama sekali ya.SEBENTAR MATAMU PEYANG
AKU HAMPI MATI LUMUTAN DISINI KARNA MENUNGGUMU'.maki jesica dalam hati.
Untung saja dia menelan kata-kata itu sebelum benar-benar keluar dari mulutnya.
bisa-bisa dia di coret dari daftar penghuni rumah joshua.
"tuan beli apa?".tanya jesica penasaran.
Joshua merogoh salah satu totebag berwarna putih dengan logo yang cukup asing untuk jesica.
Dia mengeluarkan lima gaun dengan motif dan warna yang berbeda-beda.untum siapa baju sebanyak itu.apa dia mengadakan give away untuk perusahaanya.
"nih pak".dia menyodorkan gaun putih polos pada jesica.
Alis jesica berkeeut bingung.
"kenapa,kau tidak mau memakainya juga,oh apa kau tidak suka warnanya.kalau begitu"
joshua menyodorkan gaun dengan motif bunga pada jesica.
"pakai cepat".
"lalu untuk siapa lagi,bi uut,mana mungkin bi uut mau pakai gaun seperti ini,kau memang bodoh ya".cibir joshua pedas.
"cepet pakai!".
"kenapa tuan beli banyak sekali".
Joshua mendesah pelan,kenapa dia bisa nihak dengan perempuan banyak tanya kaya jesica bentuknya sih.
"aku tidak tau gaun seperti apa yang kau suka,jadi aku membeli semuanya".
Memang ya ornag kaya bebas,kalau mereka bingung memilih sesuatu,mereka tinggal beli semuanya agar tidak bingung lagi.dulu jesica mati-matian menabung sampai berbulan-
bulan hanya untuk mrmbrli pakaian yang dia inginkan.
"harusnya tuan tidak perlu membelikanku gaun sebanyak ini,kasian kan uang tuan terbuang percuma".
"baiklah"Joshua memasukkan gaun-gaun itu kedalam totebag"kalau kau tidak suka akan ku buang semua gaun-gaun ini".
"bukan begitu maksudku tuan".sepertinya joshua tidak butuh penjelasan,jadi joshua mengambil gaun putih dari dalam totebagnya,
terlihat joshua tersenyum kecil,senyumnya samar tapi masih keliatan.
"lalu aku harus pakai dimana tuan".
__ADS_1
Joshua melirik ke belakang.
"ya?".
"jesica aku tidak punya waktu untuk menunggumu masuk kedalam mall dan menunggumu ganti baju di ruang ganti,cepat ganti bajumu disini!!".
"kalau begitu apa aku boleh meminta tuan menutup mata tuan".
"apa?!"joshua setengah berteriak"kenapa aku harus menutup mataku?!".
"tutup saja mata tuan".
Joshua mendengus sebal,kenapa wanita ini banyak mintanya sih,tidak sekalian saja dia mengusir joshua dari mobilnya agar dia bisa leluasa ganti baju tanpa menghaaatirkan ada yang mengintip.
"pakaian dalamnya ada di totetab warna pink".ucap joshua.
Jesica mengangguk paham.dia melangkahkan kakinya ke belakang.
Ya,namanya juga joshua,semakin di larang semakin menjadi-jadi.diam-diam dia membuka matanya,mengintip jesica dari balik kaca spionnya.
"tuan jangan lihat!!".
"siapa yang lihat daritadi aku terus menutup mataku!!".
Jelas-jelas jesica melihat joshua melihatnya dari balik spion,dasar pria mesum.
Joshua memutar bolamatanya malas,dia membalikkan tubuhnya.
"hey jesica kau kan istriku,kenapa aku harus melakukan semua ini,aku berhak dong melihat tubuhmu,lagipula kan aku juga sudah melihat tubuhmu".
pas jesica benar-benar hanya memakai pakaian dalamnya saja.mereka berdua diam sesaat.Pipi keduanya langsung memerah.
"aakhhhh!!!"teriak jesica,teriakanya bahkan bisa terdengar sampai luar.
Tanganya refleks melemparkan totebag kearah joshua.joshua langsung membalikkan badanya.
"aku minta maaf,anggap saja tadi aku tidak melihat apa-apa".
Beberapa menit kemudian.
"kau sudah selesai jesica?".
Joshua menaruh Sepasang sepatu putih dengan gambar kucing di sebelah kiri sepatu itu ke bawah.
sepatu yang tak kalah imut dengan sendal pemberian rey.
"pakai cepat".
"terimakasih tuan".
"kalau kau tidak bisa pakai sepatu hak ya jangan paksakan,untung saja haya luka memar kalau kakimu harus diamputasi bagaimana.aku tidak suka miliku terluka".katanya keceplosan.
"apa tuan?".
__ADS_1
"apa!.cepat pakai sepatunya!"
Jesica buru-buru memakai sepatunya.