BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
HUJAN


__ADS_3

"ini obatnya"penjaga apotek rumah sakit itu menyodorkan tiga jenis obat dengan ukuran yang berbeda-beda diatas meja.


"obat ini diminum dua kali sehari,ini tiga kali sehari,diminumnya sebelum makan ya,dan yang ini diminum kalau ingin tidur saja,dosis obat tidurnya tinggi".jelas penjaga apotek itu sambil memasukkan obat-obat itu kedalam kantung plastik putih.


Hari ini jadwal jesica untuk mengambil obat untuk ibunya di rumah sakit,karena obat di rumah sudah habis.dia kerumah sakit sendiri,


tadinya ingin diantarkan joshua,tapi tiba-tiba dia ada rapat penting di kantornya,jadi jesica pergi sendiri saja.


"ini nota obatnya,nanti lain kali ibu harus kesini sebelum obat dirumah habis ya".ujar penjaga apotek itu.


"baik,terimakasih".


Penjaga apotek itu mengangguk.


Jesica berbalik,melangkahkan kakinya keluar daei rumah sakit.


'tring,tring,tring'.


Sebuah notif dari ponselnya terus berdenting.


jesica mengambil ponselnya dari dalam tas.


ponsel baru yang di berikan joshua khusus untuknya dan ponsel lamanya entah joshua buang dimana.di dalam ponsel jesica hanya ada nomor joshua dan ibunya saja.selain itu jesica tidak boleh menambah nomor telfon kecuali atas izin joshua.


Di dalam layar sana hanya ada pesan dari joshua.


Joshua :


Jesica


Kau sudah sampai


Hey jawab pesan ku bodoh


Jesica!!


Hey


Beraninya kau


Jesica tertawa kecil,dia bisa membayangkan wajah kesal joshua saat melihat pesan pesan ini.pria lucu,dia bilang tidak memperdulikan jesica tapi mengirim pesan sebanyak ini.


Jesica baru saja ingin mengetikkan sesuatu tapi sesuatu menabrak tubuhnya sangat keras.


"brugghh"


Tubuhnya jatuh ke lantai,obat-obat di dalam plastiknya berhamburan di lantai dan ponselnya terlempar jauh entah dimana.


"kalo jalan pake mata dong!!"tukas pria tambun di depanya.


"maafkan saya pak,saya yang salah,sekali lagi saya minta maaf".


"maaf-maaf kalau tadi saya kenapa-napa gimana,kamu mau tanggung jawab!".maki pria itu.


Padahal jesica sudah minta maaf.


"maaf pak ini ada apa ya?".tanya ssseorang yang tiba-tiba ada di tengah-tengah mereka.


"rey".ucap jesica setelah mengetahui orang itu adalah rey.kenapa dia ada disini.


"dia"pria tambun itu menunjuk rey"dia jalan ga pake mata dan mebarak tubuhku,untung saja aku tidak kenapa-napa,kalau terjadi apa-apa bagaimana".


"pak"rey menepuk bahu pria tambun itu


"maafkan pacar saya ya,akan saya peringatkan lagi dia agar tidak mengulagi hal yang sama lagi".


Dia sedikit mencengkeram bahu pria tambun itu sampai pria itu sedikit meringis.


"oh"pria tambun itu melepaskan tangan rey dari bahunya"lain kali beritahu pada pacarmu jangan main hp sambil jalan,bisa bahaya".


"iya saya akan melakukanya pak".


Lalu pria tambun itu berjalan meinggalkan jesica dan rey.


"kau tidak apa-apa?".


Rey mulai dia memunguti obat-obat yang berserakan di lantai dan memasukkanya kedalam kantung plastik.


"hp ku,dimana hpku".jesica mengedarkan pandnaganya kesekitar.bisa gawat kalau hpnya hilang,joshua pasti akan marah besar,apalagi itu pemberian dari joshua.


"kraakk".


Suara itu mengalihkan pandangan jesica.sebuah kursi roda baru saja menggilas hpnya.


"hpku".


Suster itu mengembalikkan hp jesica"maaf bu saya tidak tau kalau ada hp ibu di jalan tadi".


Jesica menatap hpnya lama,layarnya retak sempurna,dan hpnya benar-benar mati tidak bisa dinyalakan.celaka,dia akan mati kalau joshua tau tentang ini.

__ADS_1


"kau tidak apa-apa?".


"aku tidak apa-apa".


jesica mencoba bangkit berdiri.


"biar ku bantu"rey mengulurkan tanganya.


"tidak perlu....ahhh"tapi tubuhnya hampir jatuh kembali ke lantai,kalau rey tidak cepat memegangi punggungnya.


"aku rasa tidak baik-baik saja".


Akhirnya jesica menerima permintaan bantuan rey.


bagaimanapun dia tidak bisa menolak,kakinya memang tidak bisa di gerakkan,mungkin karena jatuh terkilir tadi.


Mereka duduk di taman rumah sakit.rey baru saja membeli obat merah,dua roti rasa strawberi dan satu kaleng minuman dingin.


"minumlah".


Dia menyodorkan kaleng minuman dinginya ke jesica.


"aku tidak suka penolakan".katanya sebelum jesica menolak minumanya.


Akhirnya jesica menerimanya,dia membuka minumanya dan menenggaknya sedikit.


Rey membuka obat merahnya,hendak meneteskan obat merah itu pada jesica.


"tidak perlu rey".


Rey tidak mendengarkan jawaban jesica,dia tetap menetskan obat merah ke luka memar jesica.


Beberapa menit rey berusan dengan luka memar jesica,sedangkan wanita itu hanya melihat bagaimana rey dengan telaten membersihkan lukanya.


"selesai"katanya setelah dia mengelosekan obta merah itu keseluruh luka jesica.


"terimakasih".


Rey mengangguk,kemudian dia menaruh sendal berwarna pink dengan karakter bebek berwarna kuning di sampingnya ke depan jesica.


"pakailah,kakimu akan semakin sakit kalau pakai sepatu hak seperti itu".katanya.


Jesica mendorong sendal itu kearah rey"tidak usah repot-repot,kakiku baik-baik saja kok".


"pakai saja".


"kau terlihat manis".ucap rey keceplosan.


Rey menggeleng-geleng pelan,dia tertawa kecil


"tidak,sandalnya terlihat manis di kakimu".


***


Joshua menatap layar ponselnya.entah berapa kali dia menatap layar ponselnya,


mungkin hampir sepuluh kali dalam dua puluh detik.joshua merasa gusar,beberapa kali dia merubah posisi tempat duduknya lalu kembali menatap ponselnya.


"kita bisa mengembangkan brend ini sampai masuk ke pasar luar negeri".


Dia bahkan tidak mendengar semua isi rapatnya,padahal dia pemimpinya,dia yang punya perusahaanya.tapi yang dia pikirkan hanya balasan dari jesica.


Joshua mengetuk-entuk mejanya"ayolah jesica jawab pesanku".


JGEEERRR


Gelegar guntur berdetum begitu keras mengangetkan seluruh orang disana tidak terkecuali dengan joshua.hujan kemudian turun sangat deras tanpa aba-aba,


kilatan-kilatan petir terlihat jelas di luar sana,sangat menyeramkan.


Lagi-lagi dia kepikiran dengan jesica.jesica tidak bawa payung,kalau jesica sedang ada di tengah jalan dan tiba-tiba hujan bagaimana.


"pak rifki bisa mengatur....."


"brakk".


Joshua menggebrak meja di depanya sangat keras sambil berdiri.semua tatapan langsung tertuju kearahnya.


"apa ada masalah tuan joshua?".


"tidak"


dia menatap layar proyektor di depanya.dan dia sama sekali tidak mengerti semua yang ada di depan sana,iyalah tidak mengerti,orang daritadi dia sibuk memikirkan jesica.


"aku sangat setuju dengan idemu,idemu sangat bagus bagas!".joshua menutup laptopnya"rapat hari ini kita sudahi sampai disini saja,oke".


Joshua mengambil jas yang dia sampirkan ke kursi belakang,memakainya.lalu berjalan cepat keluar dari ruang rapat,meninggalkan karyawan-karyawanya yang kebingungan.


****

__ADS_1


Joshua menginjak remnya,mobil merah itu menembus jalanan dan membabat hujan besar di depanya dengan kecepatan penuh.


menyalip-nyalip mobil-mobil di depanya tanpa rasa takut.


Pria itu melirik kembali ponselnya,tetap tidak ada jawaban dari jesica,sebenarnya kemana wanita itu sampai tidak ada waktu untuk membalas pesan joshua."awas saja kau jesica,tidak akan ada ampun untukmu"


gertaknya.


Tinggal beberapa meter lagi joshua sampai rumah sakit,tiba-tiba hal yang tidak pernah dia inginkan terjadi,mobilnya tiba-tiba beekedut laku berhenti dan mesinya mati.


"apa-apaan ini,kenapa bisa mati sih!!".


gerutunya kesal menendang ka kakinya ke depan.


"sial".


Joshua meraih ponselnya yang dia taruh diatas dasboard,mencoba menelfon seseorang.menelfon tukang bengkel langganan keluarganya.


"halo pak gun".


"iya tuan joshua".


"pak gun bisa kesini,mobil saya tiba-tiba mogok".jelas joshua.


"lokasi dimana tuan?".


"depan rumah sakit medisc centre".


"oke tuan segera melucur".


Joshua mematikan panggilanya,dia menghampaskan tubuhnya ke belakang jok mobil,mendesah.bisa bisanya tiba-tiba ada sesuatu yang menarik perhatianya,sesuatu yang tidak asing.


Di depan halte sana ada seorang pria dan wanita.


joshua menyipitkan matanya melihat kedua orang itu dengan jelas.dan begitu tercengangnya dia melihat kalau orang itu adalah jesica dan"rey".


Tanpa berfikir panjang joshua keluar dari dalam mobil tanpa memakai payung,dia berlari menembus hujan yang deras kearah rey dan jesica.


"jesica!!"teriak joshua dari kejauhan.


Tatapan rey dan jesica langsung tertuju pada sumber suara.


"tuan shua".


Joshua meraih tangan jesica,


menggandengnya.dia memberi tatapan tajam pada rey.rasanya seperti akan terjadi perang dunia diantara mereka.


"ngapain kau disini?"tanyanya dingin.


Rey mengangkat plastik putih di tanganya"ambil obat".


"oh.jesica ayo kita pulang".


"kau tidak bawa payung"rey menyodorkan payungnya kearah joshua"pakailah".


Joshua tidak menggubris.sial,dia sampai lupa kalau tadi dia tidak membawa payung.


sekarang bagaimana,apa dia akan meminjam payung rey dan menginjak-injak harga dirinya sendiri.oh tentu saja tidak.


pria itu melepaskan jasnya,merentangkan jas itu keatas kepala jesica dan dirinya.


"ayo jesica".


mereka berlari menemerobos derasnya hujan,


membiarkan tubuh mereka basah kuyup walau rey sudahmemayungi mereka dengan jasnya.


Sebuah mobil dari arah kanan melaju kencang kearah joshua dan jesica.


"awas".


Dengan cekatan joshua membalikkan posisi jesica,merengkuh tubuh wanita itu dan mengukungnya.


CRASSSHHH!!


Cipratan air di genangan itu menyiprat dan membasahi punggungnya.


Jantung jesica hampir copot karena joshua yang tiba-tiba memeluknya.


"kau tidak apa-apa?".tanya joshua belum melepaskan pelukanya.


"a...aku ba baik-baik saja"jawab jesica terbata-bata.


Joshua langsung melepaskan pelukanya"aku cuma reflek tadi,jangan geer".


Jesica mengangguk,mereka kembali berlari kearah mobil,joshua masih menutupi kepala mereka dengan jasnya,padshal sudah tidak ada gunanya,toh tubuh mereka sudah basah kuyup.mereka masuk kedalam mobil.


Joshua mengambil handuk di jok kursi belakang,handuk yang sering dia bawa untuk mandi kalau lembur di kantor.dia melemparkan handuk itu kewajah jesica.

__ADS_1


"pakai handuknya,kau bisa masuk angin nanti".


Jesica mengangguk.bukanya menyelimuti dirinya dengan handuk dia hanya mengelap wajahnya yang basah.


__ADS_2