
Sebulan telah berlalu begitu cepat,tidak dengan hidup jesica,sebulan itu bagaikan neraka untuknya.joshua selalu menyiksanya tanpa henti,siang,malam,pagi tanpa kenal waktu.tidak banyak yang berubah,joshua masih terus membencinya,dan dia masih terus tersiksa,pria itu juga masih sering mabuk-mabukan,kadang dia tidak pulang seharian membuat seisi rumah cemas.jesica tidak tau apa yang akan dia lakukan,dia hanya ingin keluar dari sarang emas yang menyiksa ini secepatnya,dia sudah tidak kuat lagi.
Jesica menyalakan kran air wastafel,mencuci tanganya dengan sabun.Arum dan sarah tengah menikmati makan malamnya.kedua orang itu menggangkat satu kakinya keatas kursi.mereka selalu melakukanya.
nanti kalau joshua turun kebawah mereka langsung menurunkan kakinya agar terlihat seperti pembantu baik-baik.
Arum dan Sarah langsung menurunkan kakinya saat joshua datang kearah dapurnya.
Joshua sudah sangat rapih.dia memakai Baju hitam lengan
"makan tuan"tawar sarah pada joshua.joshua hanya meliriknya tanpa senyum sama sekali,tidak perduli.
Dia menegadahkan tanganya di depan jesica.
semua tatapan langsung tertuju pada jesica.
"mana kuncinya?".tanya joshua.
"tuan ingin pergi kemana?".
"kenapa aku harus memberi tahumu".
"karena ibu tuan bilang saya tidak boleh memberikan kunci rumah pada tuan kalau tuan tidak memberi tahu tujuan tuan".
Joshua berdecih,dia memutar bola matanya malas."ke bar.sudahkan,sekarang berikan kuncinya padaku".
Jesica menggeleng"tidak bisa".
Dia berani melawan joshua karena dia sudah di beri amanat dari ibu joshua untuk tidak mengizinkan joshua pergi kemana-
mana,kecuali kerja,dan pergi kerumah ibunya,itu juga jesica akan menelfon ibu joshua sampai dia memberikan izin.
Joshua tertawa getir"hey ini rumah ku,kenapa aku harus meminta izin kepada orang lain hanya untuk keluar".
Jesica tidak berekpresi sama sekali,tapi jantungnya berdetak begitu kuat,dia tidak akan tau apa yang akan joshua lakukan lagi padanya.
Joshua mencengkeram lengan tangan jesica cukup kuat"berikan atau aku hujam kepalamu ke dinding".
"aku tidak akan memberikanya tuan".jesica memegangi lenganya sambil meringis.
"kau ini memang....."joshua sudah hampir benar-benar membenturkan kepala jesica ke dinding.
"b...ba...baiklah,baiklah".sebelum jesica memohon.dia merogoh saku celananya dan memberikan kuncinya pada joshua dengan tangan bergetar.
Tanpa basa-basi joshua mengambil kunci rumahnya dari tangan jesica,kemudian pergi.keluar.
***
Joshua dan jhony duduk di sofa merah biasa,tidak ada roby dan dua pria yang sampai sekarang joshua tidak kenal namanya.jangankan kenalan,ingat obrolan yang mereka bicarakan saja tidak ingat.jhony hanya memberitahu kalau joshua hampir beramtem dengan pria besar menyeramkan,
untung saja jhony langsung melerai dan membereskan urusan itu.joshua bahkan tidak ingat siapa yang dia ajak berantem.
Jhony mengambil ponselnya dari dalam saku,dia menempelkan ponselnya di telinga,mencoba menelfon seseorang.
sedangkan joshua hanya melihat sekeliling,mendengarkan musik dj yang membuat telinganya berdengung.
"oh ya mana?".jhony mengangkat kepalanya,
celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.
joshua tidak tau apa yang dia cari.
"oh hey!"
jhony bangkit berdiri.dia melambai-
lambaikan tanganya pada tiga orang yang berjalan kearah mereka.joshua menyipitkan matanya,seorang pria dan dua wanita.itu roby,dia rupanya datang telat.joshua ikut berdiri.
Roby menjabat tangan joshua setalah sampai di depan joshua.
"aku fikir kau tidak akan kembali".ujarnya.lalu dia langsung menyalami jhony.
__ADS_1
"hay shua"seorang wanita dengan rambut cokelat panjang dan celana yang sangat ketat mengangkat tanganya menyapa joshua.
Wanita yang baru menyalaminya adalah kekasih jhony,nina.
"hay"jawab joshua.
Mereka saling menatap untuk beberapa detik.
"baby?"panggil jhony.
"hay baby"wanita itu langsung memeluk jhony sangat erat"apa kau tidak merindukan ku?".
"oh tentu saja aku merindukanmu".jawab jhony sambil membelai lembut rambut panjang nina.dia menampar pantat pacarnya cukup keras,membuat nina mengerang.
"ah baby".
kemudian jhony menatap joshua dengan tatapan yang sulit diartikan.
Joshua sedikit merinding melihatnya.apa gaya pacaran sudah seperti itu.pasalnya dia tidak pernah melakukan hal semacam itu pada ellen.mencium pipi ellen saja sudah membuatnya keringat dingin dan jantungnya berdetak begitu kencang.
Jhony,roby,nina,dan seorang wanita lainya duduk di tempatnya.roby duduk di depan joshua dengan seorang wanita yang tadi bersama kekasih jhony duduk di pegangan sopa.jhony tetap duduk di samping joshua,
dan kekasihnya duduk di paha kanan jhony,dia menyenderkan kepalanya di dada jhony.
Roby menuangkan air di botol ke gelasnya dan gelas jhony.
Roby menatap joshua sebelum menuangkan airnya"kau mau minum?".
"tentu saja".
"tunggu dulu"jhony menghentikan roby.joshua dan roby mengerutkan sebelah alisnya
"tuangkan sedikit saja untuk bocah ini".dia menatap joshua dengan tatapan mengejek.
Joshua mendengus.
"dia bilang dia tidak bisa mabuk,tapi dia habiskan dua botol".ujar roby.
Joshua sedikit terbelalak.apa iya dia menghabiskan alkohol sebanyak itu.rasanya mempercayai dalam mimpi saja sangat sulit untuk di terima.
"aku menghabiskan semua itu?"tanya joshua.
Dia menenggak air di gelasnya sampai habis.
"tuangkan di gelasku lagi"katanya mendorong gelasnya kedepan.
Padahal dia sudah berjanji pada rey dia tidak akan mabuk lagi.pagi tadi rey menelfonya dan mencecarinya smapai kuping joshua terasa panas.
Roby menuangkan alkohonya ke gelas joshua lagi.
"by aku juga mau"ucap kekasih jhony sambil memainkan dasi jhony.
"kau mau,hmmm?".
Kekasihnya mengangguk.
"tolong tuangkan untuk kekasihku".jhony menyodorkan gelas kosongnya pada roby.
Joshua langsung menatap sinis jhony.jhony hanya mengedikan bahunya acuh.
"kau gila?".
"hah?"
"kau memperbolehkanya minum alkohol?".dia menunjuk nina"dia itu seorang wanita,fisiknya lebih lemah,dan minuman tidak baik untuk wanita,kau ingin dia mabuk dan muntah-
muntah,kau tidak kasihan padanya?".komplen joshua.
Jhony terdiam,dia menatap joshua lama,kemudian tertawa terbahak-bahak"kau lucu sekali shua".
Dia memberikan gelas yang sudah dia kasih nina"dia ini sudah biasa minum-minuman begini,dia bahkan lebih hebat daripada kau,dia bisa menghabiskan alkohol sampai lima botol,benarkan sayang?".
__ADS_1
Nina mengangguk-angguk seperti anak anjing.
"tapi karena aku sayang aku tidak memperbolehkanya minum banyak".dia menyentil hidung kekasihnya.
Beberapa menit,setelah menghabiskan lima botol alkohol.joshua,jhony,roby,nina dan dua wanita tambahan di samping roby terkapar.
botol-botol alkohol berserakan di lantai bar.suara musik dj yang begitu keras terdengar seperti lagu pengantar tidur.
Joshua mengentakan gelasnya sudah kosong
"berikan aku satu lagi"katanya.badanya sudah sempoyongan tidak karuan,dia seperti tidak punya tulang belakang.
Jhony tertawa"kau sudah minum banyak hari ini,kau bisa mati!".wajahnya menelusup ke tubuh nina.
"ahahaha,mati karena alkohol itu jantan kau tau.cepat-cepat tuangkan lagi".
Roby baru saja ingin menuangkan alkohol ke gelas jodhua untuk kesekian kalinya,sebelum sebuah tangan menyentuhnya.roby melihat siapa orang yang menyentuh tanganya. Sebuah senyum langsung tercetak di wajahnya.
"hey jhony lihatlah siapa yang datang".
Jhony mengangkat kepalanya berat.matanya langsung terbelalak kaget"oh astaga cintya".
Joshua ikut melihat wanita yang baru di serukan jhony.wanita yang sama dengan wanita lainya.wanita seksi yang memakain pakaian ketat,rambutnya ikal namun terlihat rapih.
"hay semuanya"sapa wanita yang bernama cintya itu"ah kalian sudah pada mabuk ya,padahal aku ingin sekali mengajak kalian menari".
"menari?".jhony langsung menyuruh kekasihnya turun dari pangkuanya"aku bisa menemanimu".ajaknya.
"benarkah,kau memang pria yang sangat baik jhony".
Jhony hanya tersenyum mengubrisnya,dia berjalan sempoyongan kearah cintya,dia langsung merangkul cintya dari belakang.
"ayo kita menari".dia mengangkat tanganya keatas.
"kalian kesana saja,aku akan disini melihat dari jauh"kata roby.
cintya menarik tangan roby"ayolah rob,kapan lagi kita bisa bertemu seperti ini lagi".
"baiklah,baiklah,kalau kau memaksa"roby mencoba untuk bangun.
"mari kita berpesta!".teriaknya.
"kau joshua,kau ingin ikut?".ajak jhony.
Joshua langsung menggeleng,kepalanya sangat pening sekarang,dia bahkan tidak tau apa dia bisa berdiri dengan keadaan seperti ini.
"kau saja,kau saja".
Joshua menenggak habis gelas di tanganya lagi.rasa tenggorokan yang mulanya seperti terbakar lama-lama rasanya jadi hangat di tenggorokan.rasa yang membuatnya candu.
"baiklah.baby aku ke sana sebentar".
Nina mengangguk.tiga orang itu kemudian pergi meninggalkan tempat ini.menyisakan joshua dan nina,kedua wanita yang ada di samping roby juga ikut pergi.
Joshua mencoba menuangkan air dari botol ke gelasnya lagi,tapi bayangan gelasnya jadi banyak,dia tidak tau mana gelas yang sebenarnya.
"biar ku bantu".nina mengambil botol dari tangan joshua.
dia menuangkanya ke gelas joshua.joshua meliriknya.dia sampai lupa kalau nina tidak ikut berpesta.dia malah membiarkan jhony menari dengan orang lain.
"terima kasih".
"sama-sama"dia tersenyum tulus.
"kau tidak ikut menari?".
Dia menggeleng"tidak"
"kenapa?"tanya joshua basa-basi.
"jhony akan marah kalau aku ikut".
__ADS_1
Joshua tertawa getir.dia menghentakan gelasnya ke meja cukup keras.mungkin ini tenggakan terakhir,dia sudah tidak kuat