
"yepaskan mama ku".
Kaki joshua tersandung karpet di bawahnya,
membuat dirinya dan jesica jatuh ke lantai.
Joshua menindih tubuh jesica yang ada di bawahnya,tangan kananya menjadi tumpuan kepala jesica,untung saja joshua sigap,kalau tidak bisa gagar otak jesica karena kepalanya membentul lantai.
"kau tidak apa-apa?".tanya joshua khawatir.
Jesica mengangguk-angguk ragu,sekarang bukan menghawatirkan keadaanya,tapi keadaan jantungnya.
Wajah joshua sangat dekat saat ini,mata hitam lekatnya membuat dia membeku di tempat,kedua hidung mereka saling bersentuhan,bahkan jesica bisa mendengar dengan jelas deru nafas joshua yang terdengar sangat seksi di telinganya.
"ah maafkan aku"joshua mencoba untuk berdiri.
"aku akan menghukum mu".
Tapi leon tiba-tiba saja naik keatas punggungnya,membuat kedua tangan yang menopangnya terpeleset.tubuhnya jatuh menubruk jesica.
Mata mereka berdua terbelalak lebar,jesica menelan ludahnya berat.kedua bibir mereka kini sudah menyatu dengan sempurna,
rasanya seperti ada sengatan listrik tegangan tinggi menjalari tubuh mereka.
Joshua buru-buru bangkit berdiri,dia menurunkan leon dari punggungnya.
"main-mainya susah selesai".katanya dingin,kemudian naik keatas tangga.
"papa kenapa ma?"tanya leon.
Jesica duduk,pipinya terasa begitu panas,
jantungnya masih tidak terkontrol dengan baik,dia menyentuh bibirnya pelan,"apa ini rasanya ciuman pertama,kenapa rasanya aneh seperti ini".
***
"tok,tok,tok".
leon mengetuk pintu kamar joshua.tidak lama berselang pintu kamar terbuka.joshua melirik jesica sekilas,kemudian dia mengalihkan pandanganya pada leon di depan jesica.
"kenapa lagi?".
"papa malah sama leon?".
"ga".
dia bilang tidak marah,tapi jawabanya ketus seperti itu.
"tapi itu malah".
Joshua memutar bola matanya malas"engga leon,sekarang leon maunya apa?".
"leon mau tidul sama papa".
Joshua berfikir sejenak,sebenarnya tidak terlalu masalah untuk joshua berbagi tempat tidur dengan bocah ini,tapi kalau tiba-tiba dia merengek minta pipis tengah malam dan membangunkan joshua,itu membuat jam tidurnya rusak.
"yasudah,masuklah".
Joshua membuka pintunya lebar.
"ayo mama"leon menarik jari jesica masuk kedalan kamar.
"leon tunggu".
Leon berhenti"kenapa mama cica?".
Jesica mengelus lembut rambut leon,dia tidak bisa bilang pada leon kalau dia tidak diizinkan masuk oleh joshua,leon akan mencecarinya dengan banyak pertanyaan nanti.jesica mengedarkan pandanganya mencari sebuah alasan,ah dia tau.
"mamah cica tidak bisa tidur dengan AC,nanti mamah uhuk-uhuk,jadi leon saja ya yang tidur disini,kalau leon butuh mamah,kamar mamah ada di paling ujung".
Leon memberenggutkan mulutnya"ga mau,leon mau tidul cama mama cica juga,papa".leon melihat joshua.
"ya?".
"apa papa bisa matiin acnya,kacian mama cica,ya pa".mohon leon.
"tapi leon nanti kalo ga.......".
"kau boleh tidur disini".potong joshua.
__ADS_1
"tapi hanya untuk hari ini"tambahnya.
"yeyyyy!!"leon mengangkat tanganya keatas kegirangan"mama cica tidul cama leon".
Leon mencoba maik keatas ranjang yang tinggi,dia sedikit kesusahan.jesica membantunya.
"makaci mama cica".
Leon tidur di posisi tengah,dia menarik selimut sampai keatas dada,lalu memejamkan matanya erat,anak pintar yang bisa tidur dengan cepat.
joshua mengambil remot ac di atas nakas.
"kau benar-benar tidak bisa tidur tanpa ac?".tanya joshua.dia ternyata percaya dengan ucapan jesica tadi.
"tidak kok tuan".
"oh".
Joshua melemparkan remot ac ke jesica.
"kecilkan saja kalau nanti malam kau merasa kedinginan".
Setelah mengatakan itu joshua berbaring diatas ranjang,membelakangi jesica.
Jesica juga mulai membaringkan tubuhnya,dia memeluk lembut leon di sampingnya.lalu kemudian memejamkan matanya.
***
Malam semakin larut,leon mengucek-ucek matanya,dia melihat jesica,dia tidur memunggunginya.leon naik keatas tubuh jesica,dia pindah di paling pojok,leon menarik tangan jesica agar memeluknya.setengah sadar mengetahui leon jesica memeluk tubuh leon.mereka kembali tidur setelah itu.
Joshua beringsut,malam ini begitu dingin,
dinginya sampainke tulang rusuk.dia membalikan badanya,menarik selimutnya sampai sebatas dada.tangan panjangnya memeluk tubuh jesica,mungkin dia fikir itu guling.
"kenapa dingin sekali sih".misuhnya dengan mata masih terpejam dan setengah sadar,dia mengeratkan pelukanya pada jesica.
***
Joshua mengerjap-erjapkan matanya pelan,
seseorang sudah membuka gorden kamarnya,membiarkan sinar matahari masuk kedalam kamar besar itu.
"jam berapa ini?".tanyanya masih diambang sadar.
Seorang wanita duduk di sofanya,memangku seorang anak yang sedang dia sisiri.
"jam setengah delapan tuan".
Joshua bangkit duduk diranjangnya,
penampilanya sangat berantakan,
rambut-rambut yang selalu tersusun rapih kini seperti tersengat listrik,mengangkat keatas.
Leon tertawa melihat joshua"hahahahaha lambut papa lucu cekali hahahahaha".
Kekehenya,membuat jesica ikut terkekeh.
"ini itu tren leon,tren,anak kecil kaya kamu ga bakal ngerti tren".kilah joshua beralasan.
"tlen itu apa mama?".
"tren itu apa ya?,ah nanti kalo leon udah gede leon juga bakal tau".
"cih bocah serba ingin tau".desis joshua.
"leon sudah kau mandikan?".tanya joshua mengambil hpnya dari atas nakas.ada beberapa panggilan tidak terjawab dari nina,dia menaruh hpnya di atas nakas lagi.
"cudah dong emangnya papa,beyum mandi,ih joyok,bau".leon menutup hidungnya dengan tangan.
"ambilkan aku handuk itu".joshua menunjuk handuk di kastok.jesica mengangguk.
"sebentar ya leon mama ambil handuk dulu".
Jesica berdiri,berjalan mengambil handuk,lalu memberikanya dan joshua.joshua mengambil handuknya,jesica hendak berbalik tapi tangan Joshua menyentuh tangannya,dia membalikan tubuhnya.
"ya tuan"
"aku juga ingin dimandikan".
Jesica diam,pipinya bersemu merah,apa dia tidak salah dengar.apa joshua sedang bercanda.
__ADS_1
"kenapa,leon saja bisa kau mandikan,masa aku suamimu tidak bisa".
".......".
"yasudah kalau tidak mau,aku bisa mandi sendiri".
Rajuk joshua,berjalan kesal masuk kedalam kamar mandi,dia membanting pintunya pelan.
Satu jam telah berlalu,joshua turun dari kamar,menemui jesica dan leon yang sudah ada di ruang tv,menonton kartun kesukaan leon.
"ibunya belum datang?".tanya joshua,duduk di samping jesica.baru kali ini joshua duduk sedekat ini dengan jesica,rasanya sedikit canggung.
"belum,tapi sepertinya sebentar lagi......".
"ting,tong".
Joshua menggendong leon"ayo kita berikan bayi menyebalkan ini ke ibunya".
"kenapa kau diam disitu,ayo".
Jesica mengangguk,dia berjalan di belakang joshua.
Joshua membuka pintu rumah,benar saja sela sudah ada di luar.
"oh leon sayang,ayo kita pulang".
Sela mengambil leon dari gendongan joshua.
"dimana kau dapatkan leon,aku juga mau yang seperti itu".ujar joshua enteng.jesica mencoba menahan tawanya,bisa-bisanya seorang ceo perusahaan besar sepolos itu.
"kenapa,kenapa kau tertawa,apanya yang lucu".
"kamu yang lucu shua,masa iya aku beli leon di pasar ikan,ga mungkin banget.aku buat sendiri tau".sela mengejek.
"bagaimana,bagaimana cara membuatnya".
Sela melirik jesica"kau bisa tanyakan pada istrimu".
Jesica menunduk malu,kenapa obrolanya tiba-tiba jadi dewasa seperti ini.
"yasudahla itu masalah kalian berdua.leon sayang ayo bilang terimakasih papa dan mama mu".
Leon mengecup pipi jesica.
"leon cayang mama cica".
"mama cica juga".
"hey kau tidak ingin menciumku juga?".protes joshua.
Leon menggeleng cepat"ga mau,papa cua bau".
"oh beraninya kamu"
cup!
Leon mendaratkan bibirnya di pipi joshua"leon juga cayang papa cua".
Joshua mencubit dua pipi leon gemas
"kenapa kau begitu menggemaskan".
"terimakasih ya shua,jesica,sudah merepotkan kalian dengan leon.besok-besok aku akan merepotkan kalian lagi".
Sela berbalik.
"dadah papa,mama,dadah".leon melambai-lambaikan tanganya.
Joshua terus menatap leon sampai anak kecil itu masuk kedalam mobil,dia melambaikan tanganya saat leon melambaikan tanganya ke arah mereka.
Ternyata mengurus anak semenyenangkan itu ya,joshua melirik jesica di sampingnya,dia jadi ingin punya anak.
"hey"joshua menyenggol bahu jesica"ayo kita buat anak"
"......".
"emm,maksudku aku ingin punya anak".
"......".
"punya anak bukan dengan mu".
__ADS_1
Joshua berbalik,berjalan keatas tangga meninggalkan jesica,dnegan pipi yang kini semerah tomat.apa dia tadi tidak salah dengar,joshua bilang dia ingin buat anak,punya anak,dia hampir melayang mendengar itu.