
"begitu saja senang,cih dasar".
Setelah mengatakan itu joshua kembali sibuk menatap laptop yang ada di depanya,dan beberapa lembar kertas yang menumpuk diatas meja.dia terlihat sangat serius mengerjakanya.ketampananya seperti bertambah berkali-kali lipat.jesica sampai tidak sadar mengembangkan senyumnya dan tertawa kecil saking menganggumi wajah tampan suaminya.
Joshua melemparkan lirikan tajam pada jesica"berhenti melihatku,atau ku usir kau darisini".
Duh,harus taro dimana wajah jesica.joshua pasti sudah kegeerana karena di tatapa jesica,padahap jesica tidak ada maksud untuk menatapnya.
Joshua melirik bekal di atas meja sana,
kenapa jesica tidak membukanya.apa dia tidak ingat tujaunya kesini untuk apa.
"hey tujuanmu kesini untuk apasih?".ketus joshua.
Jesica langsung teringat sesuatu,mungkin kalau joshua tidak mengingatkanya dia tidak akan ingat,jesica langsung membuka bekal makananya.
"ah iya iya tuan".
Jesica menyendok nasi gorengnya.tapi joshua sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya.
bagaimana caranya jesica menyuapinya kalau jarak mereka sejauh ini,pakai pesawat?.
Joshua mendesah pelan,mendorong kursinya ke belakang,dia menepuk-nepuk pahanya
"kemarilah,duduk di pahaku,dan suapi aku".
"tapi tuan ini di kantor".jesica menatap kesekitar.
ruangan ini memang tertutup tapi kan dindingnya transparan,orang luar bisa melihat apa yang mereka lakukan di dalam sini.
"memangnya kenapa,aku kan hanya menyuruhmu menyuapiku bukan ingin berbuat mesum padamu".
Apa yang sebenarnya jesica fikirkan,kenapa dia berfikir joshua melakukanya yang iya iya padanya,astaga apa ini karna efek obrolanya dengan bi uut.
"baik tuan".
Jesica berjalan kearah joshua.denga ragu dia mendudukan pantatnya ke paha joshua,
rasanya terasa tidak nyaman,kakinya sedikit bergetar.dan jantungnya berdetak tidak karuan.
"kau tidak perlu khawatir,aku tidak akan melakukan apa-apa padamu.sekarang ayo suapi aku".
Jesica mengangguk kecil,dia mulai menyuapi joshua.baru saja jesica memuji-muji joshua karena dia terlihat sangat dewasa di kantor,eh sekaenag dia malah berubah jadi bayi besar menyebalkan.
Rok putih jesica yang sedikit tersingkap,
memperlihat paha putih mulusnya.joshua menengguk ludanya kasar.kenapa sih dia harus pakai rok se minim itu,dia sengaja ya ingin menggoda joshua dengan ini.dasar wanita ular,dia bilang tidak mau di sentuh joshua,tapi kelakuanya membuat joshua ingin merenggut kesucianya.
Joshua mengunyah makanan yang entah sudah berapa kali sendokan.
"umm semalam aku melihatmu sibuk menelfon orang di balkon rumah,siapa?".
Apa?,jadi semalam joshua tau dia telfonan dengan rey,apa dia mendengar percakapanya?.semoga saja tidak,pasti akan terjadi kesalah pahamanan antara mereka.
"bukan siapa-siapa".
"jangan bohong".
"aku tidak berbohong tuan,semalam aku menelfon hmm i...i...ibu iya ibu".jawab jesica teecekat-cekat.
Sudah pasti bohong.
Tangan joshua melingkar ke pinggang jesica,
kepalanya menelusup ke leher jesica.jesica sedikit tersentak dengan perlakuan joshua.
"ehh...ehh tuan".
"kau tau kan aku tidak suka pembohong".
Tangan besar joshua menyentuh paha jesica,
rasanya seperti terkena getaran tinggi.apalagi dengan bibir nakal joshua yang mulai menciumi leher jenjang jesica,membuat jesica menelan ludahnya berat.
"emmm tuan".
"jadi tolong jangan pernah berbohong padaku".
Tangan nakalnya menyingkap rok jesica sampai celana dalam putih wanita itu terlihat jelas dimata joshua.
__ADS_1
Jesica mencoba menghentikan tangan joshua agar tidak melakukan lebih jauh lagi.tapi tenaganya kalah telak dengan joshua,kini pria itu sudah memegang barang privasi jesica.dia memutar tubuh jesica kearahnya.
"ahhh"lengguhan pelan keluar dari mulut jesica.
jesica membekap mulutnya sendiri,desahan itu akan terdengar sampai keluar.
Joshua tersenyum kecil,tangan kirinya menarik kerah baju jesica,membuat bahu putih wania itu terekspos.
"thhuan,hentikan".
"keluarkan saja ruangan ini kedap suara".
Joshua membalikkan tubuh jesica hingga menghadapa kearahnya,sesuatu yang keras sudah menegang di bawahnya,terasa menggesek paha jesica.joshua menyingkirkan rambut jesica dari lehernya.
"tapi bagaimana dengan orang-orang di luar,
mereka bisa melihat apa yang kita lakukan".
"kaca ini di buat satu arah jesica".
Alis jesica berkerut tidak mengerti,joshua tertawa kecil.
"jadi kita bisa melihat mereka daei luar,tapi mereka tidak bisa melihat kita".
"hah,kok bisa?".
"sudah kau banyak tanya".
Sebelum jesica melontarkan pertanyaanya joshua sudah membekap mulut jesica dengan mulutnya,********** sedikit kasar.
"joshua rapatnya akan segera.....".
Mata joshua dan jesica terbelalak lebar,
mereka langsung melepaskan tauntan ciuman mereka,jesica langsung turun dari paha joshua dan menundukkan kepalanya,wajah merah karena menahan rasa malu.
Orang yang memergoki mereka adalah rey.
pria itu bergeming di tempatnya.dia melirik jesica sekilas,ekspresi wajahnya tidak bisa di gambarkan.
"rapatnya akan segera dimulai".dia hanya mengatakan itu lalu berbalik dan berjalan keluar dari ruangan joshua seperti tidak terjadi apa-apa.
Joshua dia bangkit berdiri dari kursinya,dia menepuk bahu jesica,mengelusnya lembut.
"aku pergi rapat dulu,kau diam disini,jangan snetuh apapun barang-barang disini,dan jangan keluar kemana-mana sebelum aku kembali,aku akan membawakanku camilan,
kau mengerti".ucap joshua yang hanya diangguki pelan oleh jesica.
Joshua mengusak-usak atas rambut jesica sebelum pergi keluar dari ruangan, meninggalkan jesica disana sendirian.
Jesica masih tidak bergeming di tempatnya,
pikiranya masih terus terbayang-bayang oleh ekspresi yang di berikan rey.apa yang akan rey pikirkan tentangnya.'jesica sebenarnya adalah ****** yang berpura-pura polos?'.
mungkin saja,dia pasti akan sangat kecewa.
Jesica berjalan lesu ke sofa,dia mendudukan dirinya senyaman mungkin disana,setelah joshua selesai rapat dia ingin langsung pulang dan menyesali semua perbuatan memalukanya itu.
Namun hamoir satu jam joshua tidak ada tanda-tanda joshua kembali,'memangnya rapat dimana sih,korea?,lama banget'.gerutu jesica sebal.dia sangat bosan menghabiskan setengah jam tanpa melakukan apa.
"krruyyukkk".
Sekarang masalahnya bertambah satu lagi.jesica memegangi perutnyacacing-cacing di dalam sana mungkin sedang berdemo meminta hak makan siangnya.
"cleekk"
Pintu ruangan joshua kembali terbuka,jesica mengangkat kepalanya untuk mengetahui siapa yang masuk.ternyata sekertaris joshua.
Dia membawa nampan dengan isi pancake,jus strawberi,dan satu cup ice cream lumayan besar.
Dia melemparkan senyum pada jesica. senyum yang tidak pernah jesica lihat selama mengantarkan bekal joshua.
Sekertaris itu menaruh nampanya diatas meja
"maaf telat nyonya,tadi kafenya agak rame".
Jesica menatap seluruh makanan diatas mejanya satu persatu.alisnya berkerut"ini untuk saya?".
"iya,tuan joshua yang memesanya".
__ADS_1
"sebanyak ini?".Sekertaris itu mengangguk.
"kenapa joshua sangat suka buang-buang uangnya,dasar orang kaya".desis jesica menggerutu.
Bukanya dia tidak senang di belikan makanan oleh joshua,dia kesal karena joshua membuang-buang uangnya untuk membeli makanba sebanyak ini untuk jesica,padahal uangny bisa di gunakan untuk yang lain.
"kalau begitu saya permisi dulu nyonya".
"ah iya,makasih....".sampai sekarang jesica tidak tau nama sekertaris itu.
"elis,nyonya jesica bisa panggil saya elis".
"terimakasih elis".
Elis mengangguk,dia berbalik,lalu berjalan meninggalkan ruangan joshua.jesica fikir wanita menyebalkan dan pemarah itu tidak bisa baik,ternyata dia bisa baik juga,tapi pada orang-orang tertentu.masih ada ya orang yang membedakan satu sama lain dengan takaran harta dan jabatan.tentu saja,orang-orang itu pasti akan terus ada di dunia ini.
****
"senang berbisnis dengan anda".ucpa pria tua di depan joshua.
"terimakasih".
Pria tua itu kemudian masuk kedalam mobil hitamnya.beberapa detik kemudian mobil hitam itu melaju keluar menembus jalanan.
Joshua bernafas lega,akhirnya pria tua itu pergi juga.dia memegangi pipinya,menekuk-
nekuk mulutnya.rahanya pipinya terasa begitu sakit karna daritadi dia terus memaksakan seulas senyum.kalau bukan karna perusahaanya dia tidak akan melakukan ini.
Tunggu dulu,sepertinya joshua melupakan sesuatu.
"jesica".
Joshua langsung berlari cepak masuk ke dalam kantor.kantornya susah sepi karena beberapa menit yang lalu para karyawanya baru saja pulang.hanya menyisakan elsi yang masih beres-beres.
"malam tuan joshua".
"jesica sudah pulang?".
Elis menggeleng"belum tuan,dia masih ada di dalam".
"kenapa kau tidak mengajaknya keluar?!".
"tadi saya sudah mengajaknya tuan,tapi dia menolaknya,katanya dia ingin menunggu sampai tuan datang".jelas elis.
Iya,joshua lupa kalau tadi dia bilang pada jesica tidak boleh kemana-mana sampai dia selesai,dan wanita itu benar-benar menurutinya.'jesica bodoh'.
"jesica".
Panggil joshua seraya membuka pintu ruangan.bibir joshua menyungging saat menyadari sesuatu.
Istrinya sudah tertidur sangat pulas diatas sofa.dia membuat tanganya menjadi bantalan.
Joshua berjalan kearahnya,dia melirik keatas meja.semua makanan yang dia pesan sudah habis tidak bersisa,pasti jesica sangat lapar.
Pria itu membungkukkan tubuhnya.
menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah jesica,dia menatap wajah istrinya yang sendu.
"apa kau menunggu terlalu lama hmm?".
katanya sambil mengelus lembut pipi jesica dengan jari telunjuknya.
Joshua melirik arloji di tanganya.benar saja,ini sudah hampir jam sepuluh malam.
Sebenarnya rapatnya hanya sebentar,yang lama adalah mengobrol dengan kliennya.
joshu diajak ke beberapa tempat untuk melihat proyek yang akan dia mulai kerjasama.sampai dia melupakan kalau jesica sedang menunggunya.
"maafkan aku ya".dia mengusak-usak rambut
jesica pelan,wanita itu mengulet.
"hmm".mengelap sedikit iler yang menetes.
bukanya jijik,joshua malah tersenyum.
Dia mengusak-usak rambut jesica.Joshua kemudian melepaskan jasnya,menyelimuti tubuh jesica dengan itu,di luar dingin,mana mungkin dia membiarkan istrinya merasakan kedinginan dengan pakaian yang minim seperti itu.
Joshua mengambil kunci mobilnya di bawah laci meja.dia lalu menghampiri jesica dan membopong tubuhnya ala brydal style dan membawanya keluar dari kantor
__ADS_1