
Jesica mengerjap-erjapkan matanya,
semuanya terlihat samar-samar.joshua benar-benar tidak membukakan pintu untuknya,dia benar-benar dibiarkan tidur di ruang bawah tanah yang lembab dan sesak ini.
Jesica menengguk salivanya,tenggorokanya terasa begitu kering.semalam dia belum makan apa-apa,hanya minum air putih saja,tadinya setelah menyelesaikan tugasnya dia ingin makan dulu baru tidur,tapi sarah dan arum malah merencanakan sesuatu,pantas saja mereka sangat baik kepadanya semalam.
jesica tidak habis fikir kenapa orang-orang di sekitarnya begitu kejam dan senang sekali melihat nya sengsara.
Segelintir air mata membasahi pipinya,cacing di perutnya sudah meronta-ronta daritadi minta jatah makan,dan jesica tidak tau apa yang harus dia lakukan,tenaganya habis karena berusaha melepaskan ikatan yang semakin ingin di lepas semakin menyakiti kulitnya,kedua tanganya sudah mengeluarkan darah karena gesekan talinya.
Jesica mendongak keatas,dia menutup matanya erat.kenapa semua ini harus menimpa dirinya,kenapa harus dia yang merasakan semua ini,kenapa dunia tidak pernah berpihak padanya.bukanya malah bahagia dengan pernikahanya,hidupnya malah lebih tersakiti.
'aku benci dunia ini,aku benci joshua,benci arum,benci sarah,benci semuanya,dan aku benci diriku sendiri'.batin jesica,dia mulai terisak dalam diam,tangisan memilukan.
****
Rey memarkirkan mobilnya di depan garasi mobil joshua,dia membuka sabuk pengamannya,membuka pintu mobil,lalu turun dan berjalan ke pintu depan.
"ding...dong...ding...dong".
Rey memencet bell rumah.
1 menit
2 menit
Tidak ada jawaban dari dalam,sepi.
Tapi joshua tadi bilang ada arimbi,sarah,
arum,dan jesica ada di dalam.pencet bellnya saja orang rumah pasti membukkan pintunya.
Beberapa saat yang lalu joshua menyuruhnya ke rumah untuk mengambil berkas-berkas yang tertinggal.awalnya rey menolak karena jarak gedung jeol jauh dari rumah joshua,
lagipula jalanan kota pagi ini macet,akan sangat menjengkelkan,tapi joshua mengancam membeberkan foto jeleknya pada semua orang,jadi rey hanya menurut mengiyakan.
Rey memutar kedua bola matanya malas,dia memencet bellnya lagi.beberapa detik kemudian pintu rumah terbuka,menampakan seorang gadis muda dengan rambut sedikit acak-acakan.
"tuan rey,silahkan masuk"arum membuka pintunya jauh lebih lebar.
Rey melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Arum menutup pintunya kembali,"sial kenapa dia harus datang saat aku jelek seperti ini sih".dumal arum dalam hati,dia langsung membereskan rambutnya yang acak-acakan.
lalu dia berjalan mengikuti rey dari belakang.
"tuan joshua sedang tidak ada di rumah,
tuan.apa aku harus menelpon dan bilang padanya kalau ada tuan rey dirumah?".
"tidak usah,aku hanya mampir sebentar".
Rey melirik arum di belakangnya sekilas,tentu saja dengan senyum menawanya.
__ADS_1
"baik".arum mengangguk-angguk.
Dia memegangi dadanya yang berdetak begitu kencang"ahh kenapa dia sangat manis".pipinya jadi merah merona sempurna.
Rey mengedarkan pandanganya saat sudah berada di ruang tamu,sebenarnya dia sedang mencari sesuatu,bukan barang yang joshua bilang,tapi jesica.biasanya jesica ada di dapur,tapi sekarang dapur telihat sepi,apa mungkin jesica pergi kepasar?.
Rey menggeleng-geleng pelan,"apa yang sedang kau fikirkan rey,kau tidak harus memikirkan pembatu sombong itu".dia mencoba mengusir pikirinya tentang jesica yang terus berputar di otaknya.
Pria itu melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu.rey membuka ruang kerja joshua.dia langsung mengambil barang-
barang yang di sebutkan joshua,tidak butuh waktu lama untuknya mencari barang-barang tersebut karena dia sudah hafal semua barang-barang yang ada di ruangan joshua.
bahkan dimana joshua menyimpan gunting kukunya yang kecil.
"sudah ku bilang berapa kali,bi uut tidak boleh memberikan makanan pada jesica!!!"teriak seseorang dari bawah,membuat rey menghentikan aktivitasnya.
"kalau tuan joshua tau siapa yang akan kena marah,kita juga kan!!!"itu suara arum.
Rey langsung bergegas keluar dari ruang kerja joshua,semua barangnya juga sudah dia masukkan kedalam tas jingjing.
"ada ribut-ribut apa ini?".tanya rey setelah sampai di bawah.
Mereka tengah ribut di depan ruang bawah tanah.
"eh tuan rey"sarah menggeleng"tidak ada apa-apa tuan,kita hanya sedang berdiskusi untuk makan malam".kilahnya.
"oh"
Tentu saja rey tidak percaya begitu saja,
"makan untuk siapa itu?".
"ini untuk.....".
"untuk tuan rey,ini untuk tuan rey".sarah menyambar piring di tangan arimbi.
"tadi tuan joshua bilang kalau tuan rey suka sekali dengan nasi kepal,ya,suka,iya kan arum?".
Arum mengangguk-angguk.
"saya tanya ke arimbi bukan kamu".
"nona jesica ada di dalam ruangan bawah tanah".
"apa?".
"dia di kurung oleh tuan joshua".
"bagaimana bisa"tanpa basa-basi rey langsung meraih gagang pintu ruangan bawah tanah,menaik turunkan gagangnya,tapi pintunya terkunci.
"dimana kuncinya?".
Sarah dan arum menggeleng secara bersamaan.
__ADS_1
"arimbi?".
"kuncinya disimpan tuan joshua".
Rey berdecih,wajahnya terlihat kesal,dia merogoh saku celana belakangnya,
mengambil ponsel dari dalamnya.dia menempelkan ponselnya di telinga.
"ya halo".sapa orang di seberang sana.
"dimana kuncinya?".
"rey kunci apa?,kau ada dimana kenapa lama sekali klienya....."
"kubilang dimana kuncinya".bentak rey membuat arimbi,sarah dan arum berjengit.
"kunci apa?".
"ruang bawah tanah,kau menyimpanya dimana?".
Tidak ada balasan dari joshua.
"shua".
"diatas lemari pakaian,aku.....".
Rey menutup panggilanya,dia langsung bergegas ke kamar joshua.
Sarah dan arum melirik arimbi tajam,sarah mencengkeram tangan arimbi kuat-kuat membuat wanita itu meringis kesakitan.
"kalau sampai tuan joshua memecat kami,kita akan membuat hidup keluargamu sengsara!"
ancam sarah geram.
arimbi hanya menunduk takut,dia seharusnya tidak melakukan ini,tapi semua ini harus di lakukan karena ini salah,memperlakukan orang sekejam itu bukan hal yang benar.entah apa yang terjadi setelah ini,arimbi sudah pasrahkan semuanya,walaupun di pecat sebagai balasanya.
"drap,drap,drap"
rey turun dari tangga dengan tergesa-gesa.
Sarah langsung melepaskan cengkeraman tanganya.
Pria itu memasukan kuncinya kedalam gembok besar,dia membuka pintu bawah tanah.dia bisa melihat seseorang di bawah mendongak kearahnya.
"jesica"pria itu langsung turun menemui jesica,di ikuti oleh arimbi.
Mata rey terbelalak lebar.melihat wajah jesica dengan tangan dan kaki di tali seperti seekor hewan dan wajahnya yang sudah pucat.
Rey duduk di depan jesica.dia membuka selotip yang membebat mulut jesica dengan sangat hati-hati.
Jesica terbatuk-batuk kecil.bibirnya benar-benar pucat.
Rey membuka ikatan di tangan jesica.
__ADS_1
"kenapa kau jadi seperti ini,kenapa joshua melakukan semua ini padamu,apa yang telah kau perbuat padanya"cecar rey,ada banyak sekali kekhawatiran di nada bicaranya.