
Joshua menguap lebar,merenggangkan tanganya keatas,mengulet.semua badanya terasa sakit dan kepalanya jadi sangat pening.apa dia semalam minum terlalu banyak lagi,ah joshua selalu lupa setiap kali dia mabuk.
Joshua membuka matanya perlahan,samar-
samar dia melihat kesekitar,dia tidak ada di kamarnya,ada sebuah tv besar di depanya dan tempat tidurnya menyempit,dia tidur di ruang tamu.bagaimana dia bisa sampai tidur disini,perasaan semalam dia ada di kamarnya.
Sebuah benda terasa menganggu di atas keningnya,benda dingin sedikit basah.joshua mengambil benda itu.hanya kain putih sedikit basah.
Di atas mejanya ada ember kecil berisi air dan segelas minuman.Dia mengalihkan pandanganya ke bawah,tubuhnya sudah di gulung selimut,sepatu yang dia pakai sudah terlepas dari kakinya dan di taruh di bawah meja.
"hmm"
Suara dari bawah mengalihkan pusat perhatian joshua,dia melirik ke sumber suara.seorang wanita meringkuk diatas lantai tepat di bawahnya,bibirnya sedikit membiru dan wajahnya sedikit pucat.jesica terlihat sangat menyedihkan.apalagi dengan luka lebam yang menutupi wajahnya yang tirus.bibir yang sobek karena pukulan joshua tadi malam dan pipi-pipinya yang membiru.manusia kejam macam apa yang bisa memperlakukan istrinya sendiri seperti ini,joshua memang iblis,iblis tanpa hati.
Tanpa sadar tangan joshua menyentuh luka diujung bibir jesica,wanita itu sedikit bergumam,namun matanya tetap terpejam.
joshua menarik selimutnya,dia berdiri,
melangkahi tubuh jesica.
apa dia pindahkan saja ya jesica ke atas sofa,tapi kalau jesica bangun dan berfikir macam-macam padanya bagaimana,secara joshua sudah bilang padanya tidak akan pernah menyentuh tubuh jesica sedikitpun,
kecuali untuk menyiksanya.
joshua menghela nafas pelan,setelah berfikir lama akhirnya dia hanya menyelimuti tubuh jesica yang kedinginan dengan selimut tebalnya,juga menaruh bantal pelan-pelan di bawah kepala jesica.lalu dia berjalan naik keatas.
Joshua turun dari atas tangga dengan pakaian yang sudah rapih dan wangi.dia berjalan menuju dapur,saat melewati ruang tamu jesica masih meringkuk di bawah sofanya,tidurnya sangat nyenyak.joshua masih tidak ingin membangunkanya.
Joshua mendorong kursi di depanya kebelakang,dia duduk kursinya.bi uut sudah menyiapkan roti dan selai cokelat kesukaanya,ada sup kesukaanya juga,tapi hari ini joshua sedang tidak minat makan-
makanan yang berat-berat.
Joshua mengoles selainya ke bagian atas roti,kemudian menumpuknya dengan roti lain diatasnya.
arimbi menyodorkanya teh hangat.tumben-
tumbenan biasanya joshua hanya minum air putih untuk sarapan.
"tumben kau buat teh".celetuk joshua menyeruput tehnya.
"iya,nona jesica yang meminta saya membuat teh,katanya teh baik untuk menurunkan demam tuan".tutur arimbi.
"apa yang terjadi semalam?".tanya joshua sambil mengigit ujung rotinya.
"semalam tuan shua jatuh pingsan karena mabuk".mulai arimbi.
Benarkan semalam joshua mabuk,padahal dia hanya minum sedikit saja,tapi kenapa bisa mabuk.
"waktu itu nona jesica mau membawa tuan shua ke kamar atas tapi dia ingat kalau tuan shua benci setiap kali nona jesica masuk ke kamar tuan,jadi nona jesica memapah tuan dan membaringkan tubuh tuan di sofa".jelas arimbi.
Joshua mengangguk-angguk mengerti.
tenryata jesica wanita penurut,semua peraturan joshua tidak pernah dia langgar satu pun.
"lalu siapa yang mengompres kepala ku?".
"nona jesica juga.kata nona jesica tubuh tuan tadi malam sangat panas,tadinya dia ingin membawa tuan ke dokter,tapi sudah tengah malam jadi dia berinisiatif untuk mengompres tuan saja,dia wanita yang telaten".arimbi melirik jesica di depan sana.
Joshua menghela nafas panjang,benar juga kata arimbi,kalau di perhatikan lagi jesica memang tidak pernah mengeluh tentang joshua.walau dia sudah disakiti berkali-kali wanita itu tetap memperlakukan joshua dengan sangat baik.dia sangat berperan baik sebagai istri.
Joshua menaruh rotinya yang sudah setengah habis ke piring,dia berdiri lalu berjalan naik keatas kamarnya.Pria itu turun dari kamarnya dengan membawa sebuah kotak transparan berisi obat-obatan di tangan kananya,dia berjalan kearah jesica.
"hey jesica bangun".joshua menendang-
__ADS_1
nendang pelan kaki jesica membangunkan.
"jesica ku bilang bangun!".teriaknya.
Jesica terperanjat,setentah sadar dia langsung bangkit duduk.dia mengerjap-
erjapkan matanya perlahan.wanita itu langsung berdiri saat menyadari bahwa joshua sudah berdiri di depanya dengan tatapan tajam.dia melirik jam sekilas,sudah jam setengah setengah sembilan pagi,berarti dia telat setengah jam.jesica menunduk,
menelan ludahnya berat.
"ma..maafkan aku tuan,aku janji tidak akan mengulangi ini lagi"cicitnya sedikit tercekat.
Tidak ada jawaban dari joshua,dia pasti sangat marah besar,dan jesica pasti akan mendapatkan pukulan lagi,luka yang semalam saja belum sempat kering sekarang sudah di tambah luka baru lagi.
"duduk di sofa".suruh joshua.
Alis jesica berkerut,dia mengangkat kepalanya"y..ya?".
"ku bilang duduk disofa".ulang joshua lagi.
Jesica mengangguk kecil,tanpa suruhan lagi dia duduk di sofa.kemudian joshua duduk di sampingnya,dia membuka kota transparan itu.
"hadap sini".
Joshua membalikkan tubuh jesica hingga menghadap kearahnya,jesica masih tetap menundukkan wajahnya ngeri.
Tangan joshua baru saja ingin menyentuh wajah jesica,tapi wanita itu langsung memundurkan dirinya dan menyilangkan tanganya di depan wajah.
Memang semenakutkan itu ya joshua dimata jesica,sampai-sampai dia berfikir kalau joshua hanya ingin memukulnya saja.
"aku tidak akan memukulmu".
Dia menyingkirkan kedua tangan jesica dari wajahnya,menarik rahang jesica agar menghadap kearahnya.dia mulai membersihkan luka jesica di ujung bibir dengan kapas dan air pembersih.
Jesica meringis kesakitan"awww".
Jesica tidak memperdulikan cibiran joshua,dia melirik jam sudah jam sembilan,
sudah telat untuk masuk kantor.
"hmmm,tuan tidak bekerja?".tanya jesica.
"kau lupa siapa aku?.aku yang punya perusahaan jadi aku bebas mau masuk jam berapapun".katanya sombong.
Selain kasar jiwa sombong joshua sangat besar juga.apa semua ceo memiliki sifat jelek sepertinya.tidak,sepertinya hanya joshua yang memiliki sifat menyebalkan itu.
Joshua mengangkat anak rambut yang menghalangi kening jesica.dia mulai membersihkan luka di kening jesica.seberapa kuat dia menghantamkan kepala jesica ke dinding semalam,kenapa lukanya sampai separah ini.
"hey bodoh,kalau aku sedang mabuk jangan pernah dekati aku,kalau kau tetap kekeh kau akan mati di tanganku".
"baik tuan".
Mereka berdua diam,joshua sibuk membershikan luka jesica,memberinya perban dan mengoleskan obat penghilang luka lebam,sedangkan jesica hanya diam sambil menatap kemana saja,asal tidak menatap mata joshua.
"selesai".
Kata joshua setelah luka terakhir tertutup.
"tunggu disini sebentar".
Dia berdiri dan menuju kearah dapur.beberapa menit kemudian dia kembali dengan semangkuk sup,nasi,dan teh hangat di nampan.
"nih"dia menyodorkan supnya ke jesica.
__ADS_1
Jesica mengambil supnya,dia sedikit tersentak karena supnya yang masih panas,asapnya masih membumbung.
"ayo dimakan,kau belum makan kan?".
Jesica mengangguk.sebenarnya apa yang salah dengan otak joshua,kenapa dia jadi sebaik ini.apa karena semalam dia jatuh pingsan sampai otaknya bergeser.tapi tidak masalah jesica suka joshua yang seperti ini
Jesica menyendok supnya.
"ahhh".
Tapi entah kenapa sendoknya terbalik hingga sup diatas sendoknya jatuh mengotori bajunya.Joshua mengambil paksa sup di tangan jesica.
"kau ini ceroboh sekali sih,makan sup saja tidak bisa,sini biar aku saja".
Dia menaruh supnya di atas meja.meraih tangan jesica.meniup jari jesica yang terkena kuah sup.
"apa kau baik-baik saja?".
Jesica mengangguk-angguk kecil.
"bukan cuma bodoh ya,ternyata kau juga sangat payah dalam makan sup.akan ku ajarkan cara makan sup yang baik dan benar".cibir joshua pedas.
"lihat baik-baik,pertama kau harus meniupnya seperti ini".
Joshua meniup sup diatas sendoknya,jesica terkekeh kecil melihat mulut joshua yang mengerucut sempurna hampir menyerupai bebek.dan satu lagi dia menjelaskan seakan-akan dirinya youtuber.
"kenapa ketawa apanya yang lucu?".
"tuan lucu hehehe".jesica terkekeh kecil.
Ternyata kalau dilihat-lihat jesica sangat manis juga ya kalau sedang tersenyum.
matanya menghilang dan lesung pipinya begitu menggemaskan.tanpa sadar bibir bawah joshua terangkat,ikut tersenyum.
"manis"kata joshua keceplosan.
"apa,tuan bilang apa?".
"apa,memangnya aku tadi bilang apa?".tanya joshua balik.
Jesica mengeleng.dia tidak begitu mendengarnya dengan jelas.tapi dia yakin tadi joshua bilang manis,apa itu untuknya.
"sudah cepat buka mulutmu".
Jesica menurut dia membuka mulutnya.
joshua.
Ada sisa nasi di ujung bibir jesica.joshua terkekeh kecil.
"kau umur berapa sih,makan saja masih blepotan seperti ini".
Dia mencoba mengambil nasi diujung bibir jesica.
Jesica mencoba menahan nafasnya,
jantungnya berdegup begitu kencang karena wajah joshua yang tiba-tiba mendekat kearahnya sangat dekat.saking dekatnya dia bisa merasakan deru nafas dan wangi parfum joshua.
Mereka saling menatap satu sama lain, membeku di sepersekian detik,membisu dalam keheningan.membiarkan nafas mereka menderu menjadi satu.
"brakk"
Joshua menaruh supnya diatas meja,dia buru-buru bangun"kau kan sudah besar,
__ADS_1
harusnya bisa makan sendiri dong,jangan manja".
Katanya lalu pergi meninggalkan jesica dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan.jesica menyentuh pipinya yang memanas,pasti pipinya sudah memerah sempurna.