BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
KHAWATIR


__ADS_3

Jesica bangkit berdiri,dia tiba-tiba saja kebelet buang air kecil.


"kau mau kemana?".tanya joshua.


"ke kamar kecil sebentar".


Joshua mengangguk"jangan lama-lama".


Jesica berjalan ke belakang,tapi baru dua langkah tiba-tiba tubuhnya tersandung sesuatu yang membuat dirinya jatuh terjembab ke lantai.semua tatapan langsung teralihkan padanya.


"kau tidak apa-apa kakak ipar?".tanya cindy.


Dia menyodorkan tanganya kedepan,hendak menolong jesica.wanita itu meraih tangan cindy.tapi dengan sengaja kaki kanan cindy menginjak gaun jesica,membuat jesica kembali jatuh tersungkur untuk kedua kalinya,


juga membuat minuman di tangan cindy tumpah membasahi kepala jesica.


Cindy hampir mencuatkan tawanya,tapi dia terus menahannya"maafkan aku kakak ipar,aku benar-benar tidak sengaja".


Semua orang yang ada di meja itu mencuatkan tawanya,mereka tidak bisa menahan tawa mereka lagi.


Rey sudah hampir bangun untuk membantu jesica,tapi cindy menginjak sepatunya dan melirik tajam kepadanya.


"duduklah dan diam".tukasnya berbisik.


membuat rey harus terpaksa kembali duduk.


Joshua langsung berjalan kearah jesica"kau tidak apa-apa sayang?".


Joshua mencoba membangunkan jesica.


"kenapa harus jatuh segala sih,membuat malu saja".cibirnya sangat pelan tepat di telinga jesica.


"pelan-pelan".joshua mencoba memapah jesica,pria itu menyuruh jesica untuk merangkulnya,dengan sangat hati-hati dia menuntun jesica keluar dari sana.setelah sedikit jauh dari pesta,joshua menggeret lengan jesica kasar kearah mobilnya.


"aww"racau jesica kesakitan,ujung tumitnya mengeluarkan darah karena bergesekan dengan highell,ini pertama kalinya jesica menggunakan higheell.rasanya sangat menyiksa dan menyakitkan.apalagi karena joshua menyeretnya secepat ini,membuat lukanya semakin parah.


Joshua membuka pintu mobilnya"masuk".


dia mendorong paksa tubuh jesica masuk kedalam,membuat jesca tersungkur.dia membanting pintu mobil hingga orang-orang yang tengah ada di sekitar memperhatikanya,


tapi dia sudah tidak peduli lagi.lalu joshua masuk kedalam mobilnya.


"zidan jalankan mobilnya".suruh joshua.


zidan mengangguk tanpa bertanya banyak.dia menyalakan mesin mobilnya.


Joshua melirik tajam pada jesica,yang dilirik hanya menundukkan krlepalanya dalam-dalam sambil meringis kesakitan.


"kau memang bisanya hanya mempermalukan saja ya,masa pake highell saja tidak bisa!".komplen joshua.


"ta...di kaki cindy menyandungku".cicit jesica.


"oh sekarang kau menyalahkan cindy,iya,jadi semuanya salah cindy?".

__ADS_1


Tapi tadi itu kebenaranya,cindy menyandung jesica dengan kakinya,itu bukan salah jesica atau highellnya.


"aku minta maaf tuan".


"cih,enak sekali kau minta maaf".


Joshua mencengkeram dagu jesica,gadis itu meringis karena jari-jari joshua melukai kulitnya"kau tau apa yang kau lakukan?,kau telah mempermalukan aku di depan teman-


temanku,apa yang akan mereka katakan setelah ini,istri joshua tidak bisa pake highell?"joshua tertawa getir"gadis seperti mu memang sangat merepotkan".dia menghempaskan dagu jesica kasar.


Setelah keheningan panjang menyelimuti mereka.namun tidak begitu lama akhirnya keheingan itu terpecahkan,mereka sampai di rumah,joshua turun dari mobil duluan,dia memencet bellnya,bahkan di rumahnya sendiri dia harus menjadi seperti seorang tamu.ya,karena gadis itu juga,gadis yang hanya membawa derita.


Pintu rumah terbuka,arimbi yang membukakan.


"tuan shua sudah pulang".


Joshua tidak menjawab,dia berlalu begitu saja naik keatas kamarnya.


Jesica turun dari mobil di bantu pak yanto dengan jalan terpincang-pincang,kakinya terasa linu.dia turun dari mobil dengan higheel dicangking.


"nona jesica tidak apa-apa?".tanya arimbi menatap tumit jesica khawatir.


Jesica menyunggingkan senyumnya,dia mengangguk kecil"tidak apa-apa kok".


arimbi memapah jesica menggantikan zidan masuk kedalam.


****


Joshua mengambil botol air di kulkas,dia menuangkanya ke gelas di meja,dia meneggak minumanya sampi habis.joshua mengedarkan pandanganya.


"dimana gadis kampung itu?".tanyanya pada arimbi.


"dia sudah tidur tuan,tadi badanya panas sekali,maaf kalau aku lancang mengizinkan dia tidur tuan,tapi kondisinya sangat menghawatirkan".tutur arimbi.


Joshua menelan air ludahnya berat.apa ini kesalahanya.tapi dia tadi hanya mendorong dan menyeret jesica ke dalam mobil.tidak,


mungkin karena jesica saja yang alay,di perlakukan begitu saja sudah sakit,lemah.


Joshua menaruh kembali botol air kedalam kulkas.dia berjalan keluar dari dapur.


Saat melangkah ke tangga pertama tatapanya tiba-tiba tertuju pada kamar jesica diujung sana'apa aku harus mengecek kondisinya,tapi untuk apa,besok gua dia akan sembuh'.


batinya dalam hati.dia berfikir cukup lama sampai akhirnya kakinya melenggang ke kamar jesica.


Joshua berdiri di depan pintu kamar jesica,


tanganya memegang ragu knop pintu.antara ingin masuk atau tidak usah.logikanya bilang tidak,tapi perasaanya bilang masuk.dia berfikir cukup lama,sebelum


"ckleekk".


Pintu kamar jesica tidak di kunci,apa jesica tidak pernah mengunci pintunya,atau dia lupa menguncinya,jesica benar-benar gadis yang ceroboh.


Joshua membuka pintunya tidak terlalu lebar.

__ADS_1


menampakan jesica yang tidur meringkuk diatas karpet tipis usang tanpa selimut sama sekali.dia terlihat mengenaskan,seperti seorang pengemis di pinggir jalan.


Joshua mendekati jesica,dia duduk berjongkok di depan jesica.bibir jesica membiru dan bergetar,badanya juga bergetar kedinginan.perlahan joshua menyentuh kening jesica.


"astaga,demamnya tinggi sekali".


Sekarang kesalah seperti menyeruak di dadanya.apa dia sudah sangat kelewatan,dia memang membenci jesica,tapi bukan berarti dia bisa memperlakukanya seperti seekor hewan.


Joshua bangkit berdiri,dia langsung meninggalkan kamar jesica dan pergi ke kamarnya.


"tuan joshua mau kemana?".tanya bi uut melihat joshua memakai mantelnya dan berjalan terburu-buru.joshua tidak menjawab dia berjalan keluar dari rumah.


Dia pergi meninggalkan rumah untuk membeli obat penurun panas untuk jesica.


***


Joshua keluar dari minimarket dengan wajah kecewa,dia sudah mendatangi beberapa minimarket di kota,tapi tidak ada yang menjual obat penurun panas,beberapa apotik besar juga sudah tutup,ini sudah hampir jam satu dini hari,jarang sekali menemukan apotik yang buka 24 jam.


Joshua kembali kedalam mobilnya,siapa tau saja di perjalan dia menemukan apotik lagi.tidak cukup lama ada sebuah minimarket lagi,mungkin dia akn mencoba lagi,semoga saja minimarket menjual obat penurun panas.


"apa ada obat penurun panas?".tanya joshua langsung pada kasir.


"ada,di rak paling ujung".


Joshua mengangguk,dia berjalan ke rak yang di tunjuk kasir,dia mengambil obat penurun panas,dua plaster penurun panas,dan sebuah lolipop,dia ingat ibu jesica bilang kalau jesica sakit berikan saja lolipop padanya agar lebih cepat sembuh.


***


Joshua duduk di depan jesica.dia menggoyang-goyangkan tubuh jesica pelan.


"jesica,jesica bangunlah".


Jesica mengerjap-erjapkan matanya pelan,dia tersentak saat tau joshua ada di depanya,


gadis itu langsung duduk dan menunduk.


"ma...maaf tuan,saya tadi ketiduran,saya akan kembali kedapur....."


"ssttt".joshua menaruh jari telunjuk di depan bibir"aku tidak menyuruhmu kedapur,ulurkan tanganmu".


Jesica menurut,dia mengulurkan tanganya.joshua memberikanya dua obat kapsul ada jesica.dahi jesica berkerut.


"telan,itu obat penurun panas".


Jesica menelan obat itu langsung,joshua menyodorkan air pada jesica yang sudah dia siapkan.jesica menegguk gelasnya setengah habis.


"sekarang tidurlah".


Jesica menurut,dia kembali membaringkan tubuhnya,lagipula dia tidak bisa membohongi dirinya untuk menolak perintah joshua,tubuh jesica saat ini memang benar-benar lemas,


rasanya dia hanya butuh tidur.tidak lama jesica terlelap.


Joshua menyelimuti tubuh jesica dengan selimut di kamarnya.kemudian dia menyingkap rambut jesica yang menghalangi dahinya,dia menempelkan plaster penurun panas di dahi jesica.lalu setelah tugasnya selesai dia melangkah pergi keluar dari kamar jesica.

__ADS_1


__ADS_2