BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
MANJA


__ADS_3

Seorang suster masuk kedalam ruangan membawa sebuah nampan sarapan.


"pagi tuan joshua"sapa suster itu hangat,


menaruh nampannya diatas nakas.


"bagaimana hari ini sudah mendingan?,apa masih pusing-pusing?".


Suster mengambil impusan yang sudah habis,hendak menggantinya dengan impusan baru.


"sedikit".jawab joshua memegangi kepalanya.


"besok juga pusingnya akan hilang,itu hanya efek obat bius saja".


Suster mencantol impusan baru.


"oh ya sus apa aku boleh mandi?".


 


Joshua itu orang yang sangat higienis,dia tidak bisa tidur kalau belum mandi,atau badanya bisa gatal-gatal kalau tidak mandi sama sekali,kulitnya sangat sensitif.


"untuk saat ini tuan tidak di perbolehkan untuk mandi dahulu,tapi kita sudah menyiapkan pakaian ganti agar tuan nyaman walau tidak mandi".


"tapi saya tidak bisa tidru kalau belum mandi".


Suster itu tertawa kecil"tuan bisa membersihkan tubuh tuan dengan handuk dan air hangat nanti di bantu dengan suster".


"tidak perlu"joshua melirik jesica"istriku bisa melakukanya dengan baik".


Merasa mengerti suster itu tersenyum penuh arti"ah baiklah,kalau begitu saya permisi dulu ya".


Joshua dan jesica mengangguk mengiyakan,


suster tadi berjalan keluar dari ruangan.


Jesica berjalan kesebarang,untuk mengambil nampan makanan tadi.


"kau dengar tadi,aku tidak bisa mandi,jadi kau harus memandikanku".ulang joshua.


"baik tuan".


Jesica menaruh nampan diatas pangkuan joshua.


dia membuka plastik yang membungkus makananya satu persatu.


"sekarang tuan makan ya".


Joshua menatap makanan di bawahnya,lalu menatap jesica dengan alis terangkat satu.


"kau ingin aku makan sendiri?".


Jesica mengangguk.bukanya kemarin dia yang bilang dia bisa makan sendiri tanpa di suapi?,jadi jesica menurut.


"kau tidak lihat tanganku di gips seperti ini,


bagaimana aku bisa makan dengan tangan seperti ini,pegang sendok saja tidak bisa,kau memang istri yang kejam ya".


"tapi tuan sendiri yang bilang'aku bisa makan sendiri tanpa bantuan mu,kau hanya akan membuat nafsu makanku berkurang saja',


kemarin'".ulang jesica meniru ucapan joshua.


Joshua mengusap wajahnya kasar,kenapa gadis itu hafal semua ucapan yang dia lontarkan,dia jadi menyesal bilang begitu pada jesica.


"kau sedang mengejekku?".


"tidak tuan aku hanya mengulangi ucapan tuan saja".


Joshua menarik tangan jesica hingga duduk di sampingnya"aku tidak mau tau kau harus menyuapi ku,harus,aku maksa!".

__ADS_1


***


Jesica menaruh bak berisi air diatas kursi.joshua sudah telanjang bulat tanpa menggunakan sehelai benangpun diatas ranjang,hanya pinggang sampai lututnya di di tutupi selimut,kalau tidak jesica sudah pingsang melihatnya.


Jesica menyelupkan kain bersih kedalam air,lalu memerasnya.sedikit ragu dia mengusap punggung brlakang joshua dengan sangat lembut.mengusap punggungnya saja sudah membuat tanganya bergetar.


"gosok yang benar nsampai bersih,jangan lembek".perintah joshua.


Walau lagi sakit sifat bosnya tidak pernah hilang,suka menyuruh-nyuruh memang jadi hobinya.


"kenapa sih tidak boleh mandi,menyusahkan saja.padahal kalau mandi juga ga bisa bikin mati ko,peraturan menyebalkan".dumal joshua.


Jesica hanya tertawa kecil melihat joshua yang terus mendumal tanpa henti.


Setelah punggung joshua dirasa sudah bersih jesica berpindah tempat,dia duduk di depan joshua.


wajahnya langsung memerah saat melihat dada bidang joshua,dada yang diliki semua model,dada yang sangat ingin dia jamah.


Jesica menengguk ludahnya kasar sebelum menempelkan kainya ke dada joshua.dia menutup matanya,tidak mau mengotori matanya yang maish polos.


Alis joshua berkerut"kenapa tutup mata?".


"tidak apa-apa tuan".


"kalau kau tutup matamu,kau tidak akan tau perkerjaanmu benar atau tidak,tubuhku tidak akan bersih kalau kau melakukan itu,buka matamu".


Jesica tidak menggubris,dia kukuh tidak mau membuka matanya.


"buka matamu!".


"tidak tuan saya malah tidak akan bisa membersihkan tubuh tuan kalau saya buka mata saya".jelas jesica.


"kenapa bisa begitu?".


"jantung saya tidak bisa terkontrol".secera bersamaan pipi jesica jadi merah merona.


Tidak bisa terkontrol,apa dengan melihat dada bidang joshua yang membuat jantungnya tidak bisa terkontrol.


"kemari".joshua meraih tangan jesica.


Jesica tersentak tapi masih tidak mau membuka matanya.


"mau apa tuan?".


"kau juga harus membersihkan bagian yang ini juga".


Joshua mengarahkan tangan jesica masuk kedalam selimut,meraba bawah perutnya.


Sesuatu yang aneh dapat jesica rasakan,


sesuatu yang tidak pernah dia sentuh sebelumnya"tuan ini ap....."


Mata jesica terbelalak melihat apa yang dia sentuh saat ini.


"bersihkan juga bagian itu".


Seorang suster sudah berdiri di depan pintu ruangan,jesica langsung mengeluarkan tanganya dari balik selimut.


"tok,tok,tok".


Susuter itu mengetuk pintu,tertawa canggung.


"maaf menganggu,saya ingin menaruh baju ini".suster itu masuk,menaruh baju rumah sakit diatas nakas,menunduk.


"saya permisi".lalu meninggalkan ruangan dengan cepat.


"apa yang akan di fikirkan suster itu?".


"apalagi,kau yang mencoba memperkosa ku di rumah sakit,dia pasti akan berfikir kalau kau istri yang agresif,ckk,ckk,ckk".jawab joshua tanpa dosa.

__ADS_1


Refleks jesica memukul lengan joshua sangat keras.joshua mengerang,mendelik jesica tajam.


"kenapa kau memukul ku?".racaunya.


"bagaimana kalau dia memang berfikir seperti itu?mau ditaruh dimana mukaku?".


"ember".saran joshua.


"saya sedang tidak ingin bercanda"


"memangnya kenapa kalau dia berfikir seperti itu,toh bukanya suami istri memang sering melakukan itu".


Jesica diam.apa tadi dia tidak salah dengar,joshua baru saja menyebutkan kalau mereka adalah suami istri,dengan artian berarti joshua sudah menganggapnya sebagai istri.


"maksudku ya,ya tentu saja kau istriku,istri kontrak".tambah joshua cepat-cepat.


"sudah cepat pakaikan aku baju,kau mau aku mati kedinginan?!".


Jesica mengangguk,dia mengambil embernya dan berjalan ke kamar mandi untuk membuang air itu dan mengambil baju ganti untuk joshua.


***


Matahari sudah ada diatas kepala saat aron turun dari mobil merahnya,tidak seperti biasanya tidak ada bodyguard yang menjaganya,dia hanya ingin kunjungan menjenguknya jadi kacau karena ada orang yang mengetahui identitasnya,dan itu akan menganggu pasien yang lainya.


aron menaikan maskernya sampai batas di bawah kelopak mata.dia melangkah masuk kedalam rumah sakit,dengan sebuah bucket bunga di tanganya.dia berhenti di depan tempat informasi.


"ruangan tuan joshua".


"sebentar ya".kata penjaga pusat informasi.


"ruang tuan joshua ada di lantai empat nomor 3A".jelas penjaga itu.


"terimakasih".aron berjalan menuju lift untuk naik keatas lantai.


"kayaknya aku tidak asing dengan orang itu".kata si penjaga itu.


"memang siapa dia".


"aku tidak tau,tapi suaranya mirip artis kesukaanku, aron namanya".


"ngarang,mana mungkin aron datang kesini".


"iya juga sih".


Aro keluar dari lift,dua orang masuk kedalam lift.dia menyusuri lorong rumah sakit yang terlihat cukup lenggang.


"brukk".


Seorang wanita menyenggolnya hingga jatuh ke lantai.membuat kacamata yang dia pakai juga jatuh.


"ah aku minta maaf tuan".dia tidak bisa melihat dengan jelas wanita di depanya,


wajahnya blur karena tidak pakai kacamata.


"oh kau mencari ini tuan?"wanita itu memberikan kacamatanya pada aron.


"terimakasih".


Aron memakai kacamatanya lagi,dan dia bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.dia bangkit berdiri.wanita itu mengambilkan bunganya.


"ini tuan.....".


"kau!"kata aron dan wanita itu bersamaan aaling menunjuk.


"kau yang menuduhku maling di pasar waktu itu kan?!".


arimbi langsung menudukkan kepalanya


"maafkan saya tuan"setelah itu segera berlari terbirit-birit menjauh dari aron.

__ADS_1


alis aron berkerut"di cewek aneh".katanya lalu berjalan kembali mencari ruangan joshua.


__ADS_2