BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
GADIS BODOH


__ADS_3

Jesica tidak tau harus menjawab apa,dia hanya memperhatikan mantan kekasihnya yang sibuk membuka tali.walau sudah berselang satu tahun rey tidak pernah berubah sedikit pun,pria itu masih selalu mencecar jesica dengan banyak pertanyaan jika sedang khawatir,jesica jadi merasa bersalah telah memutusinya tanpa memberikan dia pejelasan.


Ikatanya sudah terlepas semua,rey menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah jesica,dia menyentuh kening jesica.


"suhu tubuh mu panas sekali.bajumu juga basah"katanya saat memegang lengan baju jesica.


Jesica tersentak saat rey tiba-tiba menggendongnya ala bridal style,sarah dan arum juga sama kagetnya.


"a..pa...yang kau lakukan?"tanya jesica terkecat-cekat.


Rey tidak menjawab,dia membawa jesica keluar dari ruang bawah tanah.


Rey menurunkan tubuh jesica diatas sofa,dia membuka jasnya dan memakaikannya pada jesica.


"kenapa kalian diam disitu,cepat ambilkan handuk dan teh hangat untuknya".


"b..baik tuan"


Arum,sarah dan arimbi langsung pergi.


Rey melihat luka di tangan dan kaki jesica.


"sekalian obat merahnya".


"ini tuan"sarah memberikan handuk pada rey.


Rey mengambilnya,dia menaruh handuknya diatas kepala jesica,rambut jesica juga kelihatan basah tadi.


Arum datang dengan sekotak obat di tanganya.


"taruh saja di meja".


Arum sedikit menggertakan kotaknya diatas meja.


kekesalan sudah membumbung di kepalanya.


Beberapa detik kemudian arimbi berlari tergesa-gesa dengan teh hangat di tanganya.


dia menaruh teh hangatnya di meja.


"sekarang kalian boleh pergi".


"baik tuan"


Mereka bertiga pergi meninggalkan rey dan jesica di ruang tamu.


Rey mengambil teh hangat diatas meja"minumlah".


dia menyodorkanya pada jesica.


Jesica memgambil gelasnya"aww,aww".


"tiup dulu,masa begini saja kau tidak mengerti".

__ADS_1


Rey meniup teh yang masih mengeluarkan asap di tanganya.


"nah sekarang kau bisa minum".dia menyodorkan kembali pada jesica.


Pria itu membuka kotak obat-obatan milik joshua.dia mengambil betadin dan kapas.juga obat yang jesica tidak tau namanya.rey memang jago dalam urusan obat-


mengobati,dulu waktu sekolah menengah dia sering mengobati anak-anak yang kelelah dan pingsan saat upacara,atau anak-anak basket yang terluka,jesica juga pernah beberapa kali di obati olehnya,perlakuan lembutnya membuat siapa saja nyaman di dekatnya.


Dia mulai membersihkan luka di tangan jesica dengan sangat hati-hati.jesica buru-


buru menepisnya,membuat kapasnya jatuh kelantai.


"terimakasih atas perhatianmu tuan,tapi aku bisa melakukanya sendiri.tuan sebaiknya pulang,apa yang akan dikatakan nona cindy kalau tau tuan ada disini".


Rey menatap jesica sekilas,tanpa berkata dia mengambil lagi kapas yang baru dan kembali mencoba membersihkan luka di tangan jesica.


"bahkan dengan kondisimu seperti ini kau masih memikirkan orang lain,gadis bodoh".


ujar rey tanpa menatap lawan bicaranya.


"aku tidak ingin terjadi kesalah pahaman lagi diantara kita".


"lalu kau ingin aku hanya diam melihat kau terluka seperti ini?".tanya rey dingin.


"aku bisa mengobatinya sendiri".


Rey tidak menjawab,berdebat dengan orang keras kepala hanya akan membuat kepalanya sakit saja.


Arum tersenyum melihat gambar yang dia tangkap.dia mengirimkanya ke kontak cindy.


'dia semakin menjadi-jadi,dia mencoba merayu tuan rey'.ketik arum di bawah fotonya.


"kau akan mendapatkan balasanya ******"ujar arum tersenyum puas.


****


Sudah satu jam rey di rumah joshua.dia baru selesai membersihkan luka jesica dan memberinya makan.dia juga sudah mendengar dari penjelasan bi uut apa yang sebenarnya terjadi.


Rey melirik gadis yang tidur meringkuk dengan selimut tebal menutupi hampir seluruh tubuhnya.gadis yang memilih tidur di tumpuan sofa daripada di pahanya.


Dia tidak habis fikir dengan joshua,bisa-


bisanya pria itu melakukan hal setega itu pada seorang wanita.dan bukanya jesica adalah istrinya,kenapa dia melakukan itu pada orang yang dia sayang,apa itu juga termasuk bentuk cinta?.rey tidak mengerti,dia benar-


benar tidak mengerti.


Suara bell rumah berbunyi.sarah bergegas membuka pintu.seorang pria masuk kedalam rumah,siapa lagi kalau bukan joshua.


Joshua berjalan kearah rey.


"kau ini bagaimana,kenapa kau masih ada disini,aku khawatir terjadi apa-apa dengan mu,tapi kau malah".tatapan joshua beralih pada jesica,Rey bangkit berdiri.


"kau membawanya kemari?".

__ADS_1


BUGHH


Sebuah pukulan telak mendarat tepat di pipi kanan joshua cukup keras.


Joshua sedikit terhuyung-huyung karena pukulan yang tiba-tiba itu,joshua menatap rey bingung,hidungnya sudah mengeluarkan darah"apa,kenapa,kau.....".


Joshua belum menyelesaikan ucapanya tapi rey sudah melayangkan pukulan kedua.tubuh joshua ambruk ke lantai.


Rey mencengkeram leher joshua kuat-kuat.


kemarahan terlihat jelas di wajahnya"bagun!".


Nafas joshua memburu,dia terkekeh"oh rey tenanglah,apa yang terjadi,kenapa kau memukulku?".


Pertanyaan joshua yang seperti tidak punya salah membuat kemarahan rey semakin membungbung.


"********"dia melayangkan tinjunya kuat-kuat tepat di rahang joshua.dan detik selanjutnya tanpa ampun dia menghantam wajah joshua lagi,bertubi-tubi.


"rey hentikan".seseorang menyentuh tangan rey lembut.


Rey melihat siapa yang menyentuh tanganya.


ternyata jesica sudah berdiri di belakangnya.


"kumohon,jangan sakiti suamiku".dia melirik joshua sekilas yang sudah babak belur di lantai.


"tapi dia pantas mendapatkan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan padamu,aku harus memberinya pelajaran".


Rey sudah hampir meninju joshua untuk kesekian kalinya.


"kau seharusnya tidak mencampuri urusan rumah tanggaku".ujar jesica menundukan kepalanya.


"apa?".


"aku sudah bilang ini urusan rumah tanggaku,


kau seharusnya tidak mencampuri rumah tanggaku sampai sejauh ini,kau tidak berhak atas semua itu.sekarang aku memintamu pergi dari rumah ini".


Butuh beberapa detik untuk rey mencerna semua ucapan jesica.sebelum dia berjalan kearah sofa,mengambil jasnya dan pergi begitu saja dengan tatapan kecewa tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Untuk beberapa detik jesica terpaku di tempatnya,memikirkan apa yang baru saja dia ucapkan.apa kata-kata tadi keteraluan,apa itu terlalu menyakitan bagi rey,dia tidak tau kata-kata itu muncul begitu saja.setelah ini rey pasti akan benar-benar membencinya.


"aduh"ringis joshua mengelap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.


"kau tidak papa-papa tuan,biar ku bantu".


Joshua menepis tangan jesica yang mdncoba untuk membantunya kasar.


"sarah,arum,kenapa kalian diam disitu saja cepat bantu aku bangun!!".


Sarah dan arum mengangguk,mereka buru-buru memapah joshua.


Padahal disana ada jesica.dia bisa menyuruh jesica yang jelas-jelas istrinya untuk memapahnya,tapi joshua malah menyuruh orang lain untuk melakukanya.

__ADS_1


__ADS_2