BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PENGGODA


__ADS_3

Joshua menjatuhkan tubuhnya diatas sofa putih empuk,dia mendongak,memejamkan matanya rapat dan menghela nafas panjang"akhirnya".


nina hanya terkekeh meilihat joshua yang agakanya kelelahan,dia menutup pintu apartemenya dnegan kaki,karena kedua tanganya penuh dengan paper bag,paper bag warna warni berisi alat-alat make up,baju-baju baru,dan semua hal yang dia inginkan.


Beberapa jam yang lalu,joshua mengajak nina ke mall untuk makan malam dan belanja apapun yang nina mau sebagai tanda terimakasih karena mau menjadi temanya.


dan sekarang mereka berdua berada di apartemen nina,apartemen yang tidak terlalu mewah tapi sangat nyaman.


 


Rencananya joshua ingin menginap dua sampai tiga hari disini,dia hanya muak pulang kerumah,wajah jesica selalu saja membuat tekanan darah tingginya naik.dia tidak peduli apa yang akan jesica adukan pada mamahnya,yang penting dia bisa terhindar dari wanita itu beberapa hari ini,selamanya kalau perlu.


"kau ingin minum apa?".tanya nina menaruh paper bag,paper bag itu diatas kasur.


"aku tidak ingin minum apapun,aku hanya ingin cepat-cepat tidur.tidak ku sangka jalan-jalan di mall sekecil itu bisa membuat lelah".gerutu joshua.


Pantas saja lelah,nina mengunjungi hampir semua toko di dalam mall,belum lagi mereka harus terus berputar-putar di dalam mall hanya untuk mencari baju yang pas untuk nina.dan joshua juga bertugas membawa semua belanjaan haejin yang sudah seperti gunung.


nina terkekeh kecil,dia berjalan kearah joshua,berdiri di belakangnya"baiklah,baiklah aku minta maaf.sini biar ku pijit bahumu biar tidak pegal".


nina memijit pelan bahu joshua,membuat joshua tersenyum senang karena merasa di perhatikan.


"kau memang gadis berhati malaikat ya".


"kau terlalu berlebihan".pipi nina merah seketika.


"entah sejak kapan aku tidak mendapatkan pujian seperti itu,sudah lama sekali".


"apa jhony tidak pernah memujimu,hah?".


kekeh joshua bercanda.


Mana mungkin orang se romantis jhony tidak pernah melakukan hal romantis pada pasanganya.waktu elis,mantanya saja di perlakukan seperti seorang bidadari olehnya,


mangkanya banyak gadis yang ingin menjadi pacarnya dulu,itu semua karena sifat manis jhony.


nina menggeleng pelan,wajahnya jadi telihat kecewa"tidak,dia terlalu serius".


Joshua meneggakan tubuhnya,dia mengalihkan pandanganya pada nina.


"oh ya tadi kau tadi belanja apa saja di mall,coba biar ku lihat".joshua mencoba mengalihkan pembicaraan.


Dia sama sekali tidak ingin mencampuri urusan jhony dengan nina.dia hanya ingin dekat dengan haejin untuk melupakan masalah hidupnya,tidak ada yang lain.


Joshua mengambil salah satu totebag pink polakdot,totebag yang paling mencolok dari yang lainya.


Dia mengeluarkan pakaian-pakaian yang ada di dalam.isinya hanya pakaian ketat dan beberapa pakaian dalam,aja juga ligeria putih di bagian paling bawah.


"ini untuk apa?".joshua menenteng lingeria di depan nina,membuat nina malu dan langsung merampasnya dari tangan joshua.


Joshua memang terkenal kejam dan brutal,


tapi sebenarnya dia adalah pria yang polos,


sangat polos sampai di ciuman pertamanya dengan ellen saja dia hampir pingsan dan tidka bisa tidur semalaman,sedangkan ellen malah tidur dengan nyenyak disana.


"itu pakaian tidur,jhony sering memaksa ku memakai itu saat kita bersama".nina menunduk malu.


"apa kau bisa pakai itu juga untukku?".tanya joshua polos.


Toh itu hanya baju tidur,joshua juga ingin di perlakukan sama dengan jhony.


"kau ingin aku memakainya?".


"ya,memangnya kenapa,tidak boleh?".


nina menggeleng cepat"tidak,tidak,aku membeli pakaian ini dengan uangmu,masa aku menolak permintaanmu,aku tidak sekejam itu".nina bangkit berdiri"aku akan pergi untuk berganti pakaian".


"jangan lama ya".


Dia mengangguk,lalu berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


"tik,tok,tik,tok".


Entah berapa kali joshua melirik arloji di tanganya,mungkin hampir sepuluh kali.


sekarang sudah jam setengah sepuluh malam,tadi dia sampai ke apartemen jam sembilan,sudah setengah jam sendiri


nina di kamar mandi.


"apa kau sudah selesai?!"teriak joshua.


"ya,aku sudah selesai".


Pintu kamar mandi terbuka,joshua membalika badanya.matanya terbelalak lebar saat nina keluar darisana.


nina menutupi dada dan bagian bawahnya dengan tangan,dia menunduk malu"jangan melihat ku seperti itu".


nina hanya memakai gaun selutut dengan rumbai-rumbah di bawahnya,yang membuat joshua tercengang adalah gaunya yang transparan membuatnya bisa melihat pakaian dalam nina yang telihat sangat jelas di matanya.


"maafkan aku kalau ini menganggumu,aku akan menganti.....".


"tidak usah"ujar joshua masih melamun"oh maksudku aku haus,tolong ambilkan minum".


"joshua aku tidak bisa pergi kemana-mana untuk membeli minum dengan pakaian seperti ini".


"lalu bagaimana dengan itu?".joshua menunjuk deretan botol bir di bawah televisi nina.mungkin nina sering mabuk dnegan jhony di kamar ini,dan joshua juga menginginkanya.


"kau mau minum?"


"tentu saja".


Joshua berdiri,dia berjalan dan mengambil dua botol bir"mari kita buat pesta".dia mengangkat botol itu keatas.


"baiklah,baiklah,tapi jangan terlalu banyak ya".


"siap nona nina".joshua menempelkan tanganya di pelipis,gerkaan hormat.


nina terkekeh kecil,dia duduk di samping joshua,membuka tutup botol,lalu menuangkanya di dalam gelas kecil diatas meja,gelas yang sellau dia siapkan setiap kali minum dengan jhony.


nina memberikan gelasnya pada joshua.


"apa kau sering mabuk-mabukan dengan jhony diapartemen mu?".


nina mengangguk,menuangkan bir di gelas joshua.


"dia itu gadis yang menyebalkan,dia berperilaku seakan-akan dia majikan disana,aku membencinya,aku sangat membencinya".ujar joshua kesal".tolong tuangkan ke gelasku lagi".


joshua terkekeh,dia menuangkan bir kedalam gelas joshua untuk kesekian kalinya"kenapa kau tidak menceraikanya saja?".


"apa?,menceraikanya?.kau serius bertanya seperti itu?".joshua mulai melantur."kalau aku bisa menceraikanya aku sudah melakukanya sebelum takdirku di bentuk.dia bermain curang,aku tidak menceraikanya karena kalau aku melakukanya aku tidak akan mendapatkan harta sepeserpun dari si tua bangka jeol grup".


"berikan aku lagi,cepat!".dia menyodorkan gelasnya.pria ini ternyata cukup kuat minum alkohol.


Joshua menenggak birnya lagi,dia menggertak gelasnya diatas meja,lalu pria itu terkulai lemas.dia benar-benar mabuk.


Sekarang nina tau apa yang harus dia lakukan.nina bangkit berdiri,dia duduk di pangkuan joshua dnegan menghadap kearah joshua.nina menjentuh pipi joshua lembut.


"apa yang kau lakukan,hah?".


nina tersenyum kecil"kau akan tau sayang".


dia mencium bibir joshua ganas,joshua sedikit tersentak,tapi karena mabuk dia seperti menghiraukanya.


nina melingkarkan tangan joshua ke pinggulnya,dia mencium joshua secara brutal,pria di bawahnya juga tak kalah brutal.


"kau wanita yang ganas juga ya".


Joshua tersernyum smirk.dia tidak dapat menahan hasratnya,pria itu mengangkat tubuh nina,menggendongnya seperti seekor koala,berjalan ke kasur.


Joshua menjatuhkan tubuh nina ke kasur.dia melepaskan satu persatu kemejanya.


nina mengulas senyum nakal"kau juga pria yang ganas juga ya".

__ADS_1


***


"drrtt,drrtt,drrttt".


Suara ponsel nina bergetar diatas nakas,


setengah sadar dia menggerayangi nakas"siapa sih malem-malem begini".


nina mengucek-ucek matanya,tidak ada sedikitpun niatan untuk bangun.dia menatap layar ponselnya.sebuah panggilan dari"baby jhony".


Dia berdecih,padahal baru jam tiga subuh,tapi pria itu sudah menganggu tidurnya.nina mengangkat panggilanya,dia menaruh hpnya di telinga.


"ya....."


"kau ini tuli atau apa,aku sudah menelfonmu puluhan kali bodoh kenapa kau baru mengangkatnya sekarang kau ingin mati ****** sialan!!".


nina menjauhkan ponselnya dari telinga.


kupingnya bisa berdarah kalau terus begini.


"aku menaruh ponselnya di laci,jadi tidak kedengaran".kelekar haejin bohong.


"yasudah bukakan pintu sekarang,aku sudah ada di depan apartemen mu".


nina mendengus,walau malas dia tetap berjalan untuk membukakan pintu.nina mengambil piama di kastok dan memakainya.


nina membuka pintu,dua orang sudah berdiri di depan pintunya,pria tinggi berkulit eksotik,


siapalagi kalau bukan jhony,dan seorang pria kecil berwajah dingin membawa tas slempangan.


"masuk".nina membuka pintu lebih lebar.


Jhony dan pria kecil itu masuk kedalam apartemen nina.


"kenapa kau la.....".


"sssttt"nina menaruh tanganya di depan bibir"kau bisa mengecilkan suaramu,joshua bisa bangun bodoh".


Jhony mendelik tajam,tapi dia tidak melakukan apapun di situasi seperti ini.


"kau sudah memberikannya obat tidur?".tanya jhony.


"ya".


Tadi saat joshua mabuk berat dan sudah kehliangan separuh kesadarnya dia diam-


diam memasukan obat tidur di gelasnya.


"bagus"jhony menyalakan lampu apartemen,


dan dia bisa melihat seorang pria di balut selimut tidur diatas kasur"kau memang gadisku yang pintar".


Dia mencium kening haejin.


Haejin mencoba menyembunyikan senyumanya,dia melepaskan piyama.lalu naik keatas kasur.


"cepat selesaikan urusanmu aku ngatuk ingin tidur".


"kau tidak boleh tidur sayang,kau harus memuaskan ku terlebih dahulu".goda jhony.


Jhony menepuk pundak pria kecil di sampingnya,pria yang sudah siap dengan kamera di tanganya"dio lakukan tugasmu dengan baik".


Pria itu mengangguk.


nina memakai selimutnya,dia memeluk tubuh joshua.


"ckrek".


Wanita itu mengganti posenya,dia membua joshua seolah-olah memeluknya.


"ckrek".

__ADS_1


nina mendekatkan keningnya hingga bibir joshua menyentuh keningnya.dia melakukan berbagai pose sampai jhony bilang kalau itu susah cukup.


nina kembali memakai piyama.dia membukakan pintu apartemenya"cepat keluar".suruhnya.


__ADS_2