
"jesica ibu kangen banget sama kamu".
Jesica menenggakkan tubuhnya kembali,dia terkekeh.
"apalagi si tiyo,dia nanyain kamu terus".
Gadis itu mengalihkan pandanganya pada anak laki-laki yang memegangi tangan bu astrid,itu tiyo,adik laki-laki rey yang katanya sangat merindukkan jesica,usianya sekitar enam tahunan.
Jesica menepuk-nepuk kepala tiyo"oh rupanya ada yang kangen sama kak jesica ya".
"kak jejes kok baru keliatan,padahal tiyo mau main masak-masakan sama kak jejes sama kak rey".
"nanti kita main ya".
"beneran ka?".
"iya"jesica mengangguk-angguk.
"siapa jes?"tanya ibu menyipitkan matanya.
"oh ini bu,ada ibu astrid sama angga mau jenguk ibu,silahkan masuk bu".
Bu astrid dan angga masuk duluan,jesica menutup pintu,lalu berjalan di belakang mereka.
"duduk bu"jesica menepuk-nepuk bangku yang tadi dia gunakan.
Bu astrid duduk,juga memangku angga.
"eh astrid kapan kamu kesini,kok ga ngabarin dulu".cecar ibu.
Bu astrid tertawa renyah"semalem,kita nginep di rumah rey".
Ibu mengerling penuh arti pada jesica.jesica tau apa maksud ibunya.sayangnya jesica sudah tau dimana keberadaan rey beberapa hari yang lalu.
"reynya sekarang dimana?".mata ibu mencari-cari keberadaan rey.
"dia ada di luar,lagi cari udara segar katanya".
Oh ternyata rey juga ikut ke rumah sakit ini,dia pasti tidak ingin masuk karena ada jesica disini,mereka pasti akan sangat canggung setelah putus.
Bu astrid meraih tangan ibu,dia mengelus punggung tangan ibu lembut"maaf bu saya baru bisa jenguk kesini,tidak ada yang bilang kalau ibu sedang di rawat di rumah sakit".
"ah tidak papa,yang pentingkan ibu bawa banyak makanan".canda ibu membuat mereka berdua tertawa.
Sudah sejak lama ibunya dan ibu rey akrab seperti ini,mereka bahkan sudah akrab sebelum dia dan rey pacaran,jadi untuk soal persetujuan restu orang tua tidak menjadi kendala bagi hubungan mereka.
"maksud kedatang saya kesini juga untuk membahas pernikahan rey dan jesica,
bagaimana kalau di percepat saja,lebih cepat lebih baik kan".
Jesica hampir tersedat air liurnya sendiri saking kagetnya.apa membahas pernikahan?bagaimana dia bisa membahasnya sedangkan hubungan mereka sudah kandas.
rey pasti memberitahu semua ini dan bilang pada ibunya untuk mempercepat pernikahan mereka,seegois itu dirinya?.
"saya terserah anak-anak saja,tapi lebih cepat lebih baik,benarkan jesica?".
Jesica tidak menggubris ucapan ibu,tatapanya kosong"jesica?"
"y..ya?"jesica tersentak"ibu bilang apa tadi?".
"kau sedang memikirkan sesuatu?".
Jesica menggeleng,dia terkekeh"ibu ada urusan yang harus jesica selesaikan,jesica pergi keluar sebentar".
"oh ya sudah".
Jesica berbalik,dia keluar dari ruangan untuk menghampiri rey dan meminta penjelasanya.
Langkah kaki jesica berhenti di belakang kursi panjang di tengah-tengah taman.seorang pria memakai jas hitam rapih dengan sepatu mengkilat duduk di kursi tersebut,dari potongan bagian belakang tubuhnya jesica sangat mengenal orang tersebut,siapalagi kalau bukan rey.
"aku kira kau bukan orang yang egois!!"
Mendengar suara itu rey melengos kebelakang.
"jesica"dia buru-buru berdiri.
Jesica menghampirinya,menatapnya tajam.
"duduklah"rey menepuk-nepuk kursi di sampingnya.
"tidak usah basa-basi.apa saja yang kau bilang pada ibumu?".
Rey mengerutkan dahinya tidak mengerti maksud jesica.
"apa maksudmu?"
__ADS_1
"tidak usah pura-pura tidak mengerti,kau bilang pada ibu mu untuk mempercepat pernikahan kita bukan?!!".
Rey menunjukan ekspresi terkejut,dia juga tidak tau kalau ibunya akan bicara soal itu,ibunya hanya bilang ingin menjenguk bu mirah itu saja.
Rey menghela nafas"apa kau tidak suka?".
"bu...bukan begitu".
"kau tidak suka?".ulang rey.
"ya aku tidak suka,sekarang kau puas?"
Lagi-lagi hati jesica teriris oleh kata-katanya sendiri.apalagi dengan rey,dia tidak bisa membayangkan betapa kecewanya pria itu dengan dirinya.
"kenapa?,bukanya kau sangat menginginkan pernikahan ini?".
Jesica ingin sekali memeluk rey saat ini,
menepuk pundaknya dan bilang'aku masih sangat menginginkan pernikahan ini'.tapi realita kembali menamparnya.
Jesica menunduk"itu dulu rey,dulu sebelum kau tinggalkan aku tanpa kabar,aku kecewa padamu".
"bukan".
Jesica meneggakan kepalanya.
"kau bukan kecewa padaku,hanya saja kau sudah mempunyai pengganti ku"tuduh rey.
"kau menuduh ku?".jesica menunjuk dirinya sendiri.
Rey menggeleng"akui saja".
"apa yang harus ku akui,semua tuduhan mu itu tidak benar".
"akui saja".
Jesica jengah"ya tebakan mu memang benar aku sudah mempunyai kekasih dan kekasih ku adalah boss mu,sekarang kau puas?!".
Jesica menutup mulutnya,apa yang dia bicarakan tadi.
Jesica fikir han akan marah padanya dan memaki-makinya,tapi dia menunjukan ekspresi yang sebaliknya ekspresi datar se datar-datarnya.
"aku minta maaf rey".
"cindy sudah memberitahuku semuanya".
cindy,gadis baik dan manis yang memanggilnya kakak ipar,gadis yang juga mempunyai kekasih bernama rey yang juga memberinya kucing.tiba-tiba nama kucing cindy terngiang di kepala jesica.
"reci,reci,reci"apa itu singkatan dari nama rey cindy?.jesica hampir kehilangan pijakanya.
"cindy,ada hubungan apa kau denganya?"
"aku dan cindy hanya berteman"jawab rey bohong.
"oh,tapi yang aku lihat sepertinya kau sangat dekat denganya".
Api kecemburuan membumbung di atas kepala jesica,dia masih mencintai rey,dia tidak mau rey dimiliki wanita lain selai dirinya.
"kau cemburu?"
"siapa yang cemburu?".tanya jesica sinis.
'jelas aku cemburu rey'batinya.
"apa kau akan marah saat aku bilang cindy adalah kekasihku?".
'tentu saja,tentu saja aku marah'.batin jesica lagi,dia rasa mereka memang benar-benar sepasang kekasih.
"ya,dia kekasih ku".
Jesica hampir kehilangan pijakanya,padahal dia sudah tau itu,tapi kenapa dadanya masih saja sesak,dia seakan-akan tidak ingin menerima apa yang dia dengar tadi.
"brengsek".
Jesica mengepalkan kedua tanganya.dia memukul dada rey sangat keras.
"kita sama-sama brengsek,kau menikahi kakaknya,dan aku memacari adiknya,kita impas".
Jesica kecewa,sangat amat kecewa,bukan ini yang dia inginkan.
Dia mencopot kalung dari lehernya,dia meneggadahkan tangan rey,memberikan kalung itu pada rey.
"terimakasih untuk semuanya,aku rasa aku tidak membutuhkan ini lagi".dia menyeka air matanya,lalu dia pergi meninggalkan rey,
namun tangan rey merah tangan jesica.
__ADS_1
"kita bisa bicarakan baik-baik".
"tidak ada yang perlu di bicarakan lagi,kita sudah selesai,sekaeang lepaskan tangaku".
"tidak".
"lepaskan tangan ku rey!!"teriak jesica jengah.
bersamaan dengan itu air matanya keluar tidak tertahankan.
BUGGHH
sebuah tinju mendadak mendarat kewajah rey sangat keras,tubuh pria itu terhuyung-
huyung.siapa lagi yang melakukanya kalau bukan zidan.
rey terbatu-batuk,ujung bibirnya mengeluarkan setitik darah.
"siapa kau?".tanya rey penasaran.
rey tidak pernah melihat pria ini sebelumnya,
apa mungkin dia pacar jesica yang lain,kalau benar rey akan benar-benar sangat kecewa.
zidan tidak menggubris ucapan rey,dia berjalan kearah jesica
"nona tidak apa-apa?".tanyanya masih dengan wajah yang dingin.mungkin zidan hanya memliki satu ekspresi saja.
jesica mengangguk"hmm,aku baik-baik saja".
"apa perlu ku antarakan ke rumah sakit?".
jesica menggeleng"tidak usah berlebihan,
ayo".dia menggeret tangan zidan pergi meninggalkan rey.
"aku bertanya padamu,siapa kau?".tanya rey sekali lagi.
namun lagi-lagi zidan tidka menggubrisnya,
dia menggandeng tangan jesica pergi meninggalkan rey.
****
suasana di mobil menjadi sangat hening.
rasnaya zidan memang tidak tertarik mengobrol dengan jesica.dia hanya ingin menjalankan tugasnya saja.tidak peduli jesica suka atau tidak suka.
"zidan"panggil jesica.
zidan tidak menjawab,tatapanya tertuju penuh pada jalanan lenggang di depan sana.
"terimakasih ya,tapi tolong jangan bertindak seperti tadi lagi.memkul orang yang tidak kau kenal tiba-tiba begitu malah akan membuatku merasa tidak nyaman,kau mengerti".
"dia tuan rey,manager tuan joshua dan kekasih adik tuan joshua,cindy"ujar zidan snagat lengkap.
bagaimana dia tau tentang rey sampai sedetail itu,padahal tadi rey bahkan sama sekali tidak mengenalinya.apa dia disuruh joshua untuk menguntit rey,jangan-jangan dia juga tau kalau jesica kekasih rey.
"bagaimana kau tau semua itu?".
"karna aku bodyguard nona".
jawaban itu benar-benar membuat jesica jengkel,dia bertanya serius pada zidan,tapi peia itu malah mempermainkanya.jesica tidak terlalu menyukai zidan.
"lalu apa saja yang kau tau lagi tentang rey?"
desak jesica.
"semuanya".
"aku serius"
"aku serius nona".
sepertinya zidan memang tidak berbohong,
apa dia langsung to the point saja apda zidan,apa dia mengetahui hubungan jesica dengan rey,kalau dia tau,jesica tinggal bilang saja padanya agar tidak memberitahu ini pada joshua,dia yakin bodyguard itu akan menuruti kemauanya.
"apa kau juga tau soal......."
mobil zidan tiba-tiba berhenti.
"kita sudah sampai".
"apa?"jesica melongok keluar.
__ADS_1
ternyata benar,dia sudah sampai di depan pelataran rumah joshua.saking tidak fokusnya dia sampai tidak memperhatikan jalan.
kalau begitu dia akan menanyakan soal zidan lain kali,semoga saja dia tidak memberitahu joshua apa-apa tentangnya dan rey.