
Joshua memeluk tubuh jesica.mata jesica terbelalak lebar.Pipi jesica memerah,
jantungnya berdetak begitu kencang di bawah pelukan dada bidang joshua.
"apa sekarang sudah tidak dingin?".tanya joshua memastikan.
jesica bisa merasakan dagu joshua mengusak rambutnya.
Jesica mengangguk malu,membenamkan wajahnya di dada bidang joshua.
Keheningan langsung menyeruak diantara mereka berdua,hanya ada dedauan yang terkena angin yang semakin dingin.mereka saling diam di dalam pelukan hangat yang bahkan angin saja tidak bisa masuk ke sela-selanya.jesica mulai bersenandung kecil,menunggu matahari mucul dari ufuk timur sambil menikmati bau parfum joshua
yang membuatnya gila.
"brugg!!"semak-semak di depan mereka bergoyang,ada sesuatu dari atas yang terjatuh.
Joshua terperanjat,refleks memeluk tubuh jesica lebih erat"suara apa itu?".tanyanya bergidig ngeri.
"tenang jesica jangan khawatir,aku ada disini,semua akan baik-baik saja,jangan panik".
Padahal sendirinya yang panik,Seekor burung kecil muncul dari balik semak-semak,
burung itu berjalan terpincang-pincang tak tentu arah,sayap kirinya terlihat robek.
sepertinya burung itu baru jatuh dari atas.
"i...itu hanya seekor burung tuan".
Joshua bernafas lega"burung sialan"
umpatnya masih tidak melepaskan dekapanya dari jesica.
"a..anu tuan".
"anu anu apasih yang jelas kalo ngomong".
"apa tuan bisa melepaskan dekepan tuan?"
tanyanya ragu"aku tidak bisa bernafas"
Joshua langsung melepaskan dekapannya,
wajahnya merah padam.
Jesica berdiri,dia berjalan kearah burung pincang itu,dia mengambilnya dengan sangat hati-hati.
"kasihan sekali kamu burung kecil".dia mengelus burung itu lembut.jesica kembali ketempatnya.
"mau kau apakan burung itu?".
"apa kita bisa memeliharanya dirumah tuan?".
"tidak!"jawab joshua lugas"tidak boleh ada satu hewan pun masuk kedalam rumah ku,tidak akan ku izinkan!".
Dari dulu joshua memang tidak menyukai hewan,apapun apalagi dengan serangga,dia tidak membiarkan satu serangga saja berdiam di rumahnya,hewan-hewan bisanya hanya mengotori rumah,mereka membuang kotoran di sembarang tempat,itu sangat menjijikan.
"tapi apa kita bisa merawatnya sampai dia sembuh?".bujuknya.
"ku bilang tidak ya tidak".joshua menghempaskan tubuhnya di dinding pohon.
Jesica mengelus lembut sayap burung itu.
"kenapa kau bisa jatuh burung kecil,apa kau kedinginan?".
Joshua memutar bola matanya,menatap aneh jesica yang mengobrol dengan burung seperti orang gila,padahal ada manusia asli disini kenapa dia malah lebih memilih mengobrol dengan seekor burung yang bahkan tidak dia mengerti ucapanya.
Jesica hendak menyentuh leher burung itu,tapi dengan cepat burung itu mematuk jari telunjuk jesica.
"aww"ringis jesica.
"kau tidak papa?".joshua memegangi jari telunjuk jesica yang berdarah.
Dia menampis burung di tangan jesica"dasar burung tidak tau diri sudah di selamatkan malah menyakiti,pergi sana,husss,husss".
Joshua mengibas-ibaskan tanganya agar burung itu agar dia pergi.
"kau tidak papa?".
"sudah ku bilangkan jangan main-main dengan burung sialan itu,lihat sekarang jarimu berdarah".cerocos joshua.
Jesica terkekeh kecil melihat ekspresi joshua yang seperti ibu-ibu sedang memarahi anaknya.dia sangat lucu.
__ADS_1
"apanya yang lucu?"
jesica menggeleng
"dih aneh".desis joshua,dia kembali tubuhnya di belakang pohon.
"hey,bagaimana kalau kita bagi sift saja.satu orang tidur,dan satu orang lai berjaga,kita tidak bisa tidur sama-sama,kalau ada sesuatu yang tidak kita inginkan bagaimana?".usul
joshua.
Jesica sangat setuju dengan usul joshua"tentu".
"kau jaga pertama,tiga jam setelah itu kita akan ganti jaga".
Jesica mengangguk mengiyakan.padahal matanya sudah tidak kuat lagi menahan kantuk,karena semalam dia hanya tidur tiga jam.tapi kalau itu yang joshua mau dia tidak bisa menolaknya.
Joshua menyenderkan tubuhnya,melipat kedua tanganya di depan dada,dia mulai memejamkan matanya rapat.
Jesica terus berjaga,dia beberapa kali memejamkan matanya erat lalu kembali terjaga.
matanya sudah sangat berat,dia beberapa kali menguap tapi dia tahan,dia tidak boleh tidur.jesica kembali memejamkan matanya,
hanya untuk beberapa detik tidak akan jadi masalah.
"hey miskin".
Sontak jesica berjengit kaget,joshua menenggakan tubuhnya.
"tugas berjagamu sudah selesai,sekarang kau boleh tidur".
Perasaan baru beberapa menit jesica berjaga,
bahkan belum sampai satu jam.
"t..tapi tuan".
"kau ingin tidur sendiri apa aku tidurkan?".
Pipi jesica kembali merah,dia mengangguk malu.dia langsung memejamkan matanya.
Malam semakin larut,suara kicauan burung bagaikan alunan lagu di telinga joshua,angin dingin menyeruak masuk menusuk tulangnya,
semakin malam udaranya semakin dingin saja.joshua tidak suka hutan ini.
"kena kau".joshua menepuk nyamuk yang hinggap di tanganya,dan dia berhasil,
nyamuknya mati terkapar."kau memang hebat park joshua,kau memang hebat".pujinya.dia bisa gila kalau disini terus.
Joshua melirik gadis di sampingnya.jesica sudah snagat lelap menikmati mimpinya,dia bahkan tidak terganggu oleh nyamuk-nyamuk yang menempel di tubuhnya.seekor nyamuk hingga diatas hidung jesica,joshua mengibas-ibaskan tanganya di depan wajah jesica"huss,huss".
'Kalau di fikir-fikir jesica cantik juga ya'.batinya.
kemana saja joshua selama ini sampai tidak sadar dengan kenyataan itu,selama ini dia selalu menganggap jesica hanya sampah,
gadis jelek yang harus segera di musnakan dari hidupnya,padahal jesica tidak pernah menyakitinya,dia hanya gadis biasa yang di paksa menikah dengan joshua.bahkan jesica saja tidak mencintainya.joshua jadi merasa bersalah padanya.
Kepala jesica terhantuk kedepan,diaterkesiap,
menyerbet ilernya,lalu kemudian melanjutkan tidurnya lagi.
Joshua terkekeh kecil,sedikit ragu menyandarkan kepala jesica ke bahunya yang bidang.tanpa dia sadari kalau jesica juga belum tertidur.
****
"joshua!!!"
"jesica!!!"
"kalian mendengar kami!!!"
Joshua mengerjap-erjapkan matanya,dia melirik gadis yang masih ada di dekapanya,
jesica meringkuk dengan bibir yang sudah sangat pucat.
"joshua!!!".
apa dia tidak salah dengar,tadi itu suara nina,dia sangat hafal suara gadis itu.
"teman-teman kita disini!!"teriak joshua memelung menggema diseisi hutam,semoga saja teman-temanya mendengar suaranya.
joshua mengguncang-guncangkan tubuh jesica.
__ADS_1
"jesica,jesica,bangunlah,kita sudah selamat".
Tapi tidak ada respon dari jesica,senyumnya memudar dan di gantikan rasa kekhawatiran.
"jesica,hey bangunlah,jesica!".joshua mengguncang tubuh jesica lebih keras,dia menampar pelan pipi jesica bolak balik,tapi tetap saja jesica tidak meresponya aama sekali.
Joshua meraih kedua tangan jesica yang sudah sedingin es,dia menggosok-gosok tangan jesica,meniupnya"jesica bangunlah,
aku tidak akan kasar lagi padamu,aku akan membiarkanmu masak setiap hari,kau boleh tidur di kamarku,jesica tolong bangunlah".
Dia merengkuh tubuh jesica"aku tidak ingin kehilanganmu,aku menyanyangi mu".
Setitik air mata membasahi pipi jesica,dia bukan ornag yang gampang menangis,tapi entah kenapa ada rasa bersalah menghantuinya sekarang.
Seseorang keluar dari balik semak-semak.
"joshua".
Lima orang menyusul di belakangnya.
Rey langsung berlari kearah joshua dan jesica
"dia kenapa?".rey mencoba menyentuh jesica,tapi joshua menampis tangan rey.dia menggendong jesica.
"kita harus cepat-cepat bawa dia keluar dari sini".
***
Joshua menjambak rambunya keras-keras.
"siapasih yang nyiptain permainan ini,aku akan membunuh orang itu kalau terjadi pada jesica!".tukas jesica.
Setelah keluar dari hutan joshua langsung bergegas memanggil dokter di wilayah sekitar,untung ada dokter di dekat sini.sekarang dia sedang menunggu di depan kamarnya,bersama jhony dan roby.dan membiarkan rey menemani jesica di dalam dengan dokter.
"maafkan aku shua,aku tidak tau kalau smeuanya akan jadi seperti ini,aku bahkan tidak tau kalau jesica punya ti....akhh".
Roby belum menyelsaikan ucapanya namu joshua sudah meremas kerah baju roby kuat.
"shua kita bisa menyelasaikan ini baik-baik".jhony mencoba menenangkan joshua.
"kau bilang maaf hah,karena kau jesica jadi begini ********!.kalau sampai terjadi apa-apa jesica aku akan membuat hidup mu sengsara".joshua menghempaskan roby hingga pria itu terhuyung.
Beberapa detik kemudian dokter keluar.
"dokter bagaimana kondisi jesica?".
"dia baik-baik saja pak,dia hanya kedinginan,
sebentar lagi juga akan sadar,kau tenang saja".dokter menyentuh bahu joshua"saya pergi dulu.
Joshua melirik jesica sekilas dari balik pintu yang sedikit terbuka,rey tengah menjaganya,
joshua duduk di kursinya lagi.dia menyeruput kopi di atas meja.
"ada hubungan apa rey dengan jesica?.
mereka terlihat seperti orang pacaran".
Joshua menyemburkan air kopi di dalam mulutnya.
"kau ini kenapa sih?".
"kau bilang apa,pacaran?.cih,mana mau rey pacaran dengan pembantu seperti jesica bentuknya,aneh-aneh aja".
"tapi aku rasa mereka benar-benar pacaran,
semalam aku melihat mereka terlihat bertengkar di tepian pantai,aku tidak tau apa yang mereka bicarakan,tapi gayanya seperti orang oacaran yang tengah bertengkar".jelas roby.
"tapi kalau memang benar pacaran,mereka terlihat sangat cocok".
"apa kau bilang?".sewot joshua tiba-tiba.
"kenapa,kau tidak terima?".
"tentu saja aku tidak terima".joshua keceplosan.
"ah sudahlah lupakan itu"Joshua masuk kedalam kamar.dia berjalan kearah rey,menyentuh bahu rey"kau bisa keluar sekarang".
"tidak,aku akan menunggu jesica sampai sadar".
"aku suaminya,harusnya aku yang menjaganya bukan orang lain sepertimu,pergilah".
__ADS_1
Rey bangkit dari kursi,kemudian keluar dari kamar,membiarkan joshua dan jesica di dalam kamar berdua.lagian joshua benar,rey hanya orang asing,sedangkan joshua suaminya,seharusnya dia tidak sekhawatir itu dengan istri orang lain.