
Joshua menggebrakan gelasnya diatas meja membuat rey sedikit tersentak.
Rey melirik arloji di tanganya,alibi untuk mengalihkan pembicaraan yang terus menyudutkanya.
"sudah malam,aku harus pulang".
Rey bangkit berdiri.joshua ikut berdiri.
"akan ku antarkan sampai depan".
"tidak usah.besok kau harus berangkat pagi,aku tidak mau tau".
"hey aku disini yang bosnya kenapa kau yang seenak jidat mengatur ku?".joshua terkekeh kecil.
Rey berjalan keluar dari rumah joshua.joshua kembali ketas kamarnya.
Jesica masih terlelap,wajahnya terlihat sangat damai.joshua menutup pintu kamarnya,tidak lupa pula mengunci pintunya,dia berjalan kearah jesica.
Sebuah dengkuran kecil keluar dari mulut jesica.
joshua tersenyum kecil,dia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah jesica.
menempelkan punggung tanganya ke kening jesica.benar kata rey panas jesica sedikit turun dan bibirnya juga sudha tidak bergetar lagi.
Joshua mengambil kantung putih diatas laci,
kantung milik rey dan membawanya ke tong sampah.
dia menbuang kantung itu.
***
jesica menyipitkan matanya saat joshua membuka gordenya,mengundang matahari pagi masuk kedalam kamarnya yang gelap.
"bangun sudah pagi".
dia menarik selimut yang menutupi tubuh jesica.jesica langsung bangkit duduk di ranjang,matanya masih sedikit terpejam.dia diam,masih mengumpulkan nyamwanya yang belum genap.
Joshua ingin sekali tertawa melihat wajah jesica yang sangat kacau pagi ini.rambut acak-acakan seperti singa,mata hutam mirip panda,dan wajahnya yang di penuhi iler.
Jesica mengusap iler di pipinya dengan tangan,itu menjijikkan.
"ayo jesica mandi kau bekum mandi dari kemarin".
celoteh joshua yang mirip sepeti ibu-ibu yang memarahi anak perawanya yang tidak mau mandi.
Jesica rasanya masih tidak mau bergerak dari kasurnya,bahkan untuk bergerak hanya satu centimeter saja.
Joshua berdecih,dia menarik tangan jesica paksa"ayo cepat mandi!".dia menariknya sampai menuju kamar mandi.
Barulah jesica sadar,sadar sepenuhnya.dia menyingkirkan rambutnya yang menghalangi wajahnya.
Sebuah bathub dengan air yang sedikit berasap sudah siap untuk jesica mandi.apa joshua menyiapkan air panas untuk jesica,
kalau itu benar jesica akan mandi di tujuh sumur selama tujuh haru berturut-turut.
"apa tuan yang menyiapkan ini semua?".tanya jesica.
"aku,menyiapkan semua ini untukmu?,kau bermimpi?".
Sudah jesica duga jawaban yang dia terima pasti begitu.mungkin benar karena demam jesica jadi banyak bermimpi.
"sudah cepat lepas bajumu dan masuklah ke bathub"perintah joshua.
Mengambil handuk kecil,shampo,dan sabun mandi.
"melepas bajuku dihadapan tuan?".
Joshua mengangguk mantap"iya cepat".
"aku rasa aku tidak bisa tuan,aku tidak bisa melakukan itu,apa itu tidak terlalu intim".
Joshua berdecih,apanya yang intim sih ketimbang buka baju dan masuk kedalam bathub,kalau joshua ada niatan untuk berbuat mesum baru jesica harus panik,memandang tubuh jesica saja joshua sudah jijik bagaimana dia bisa terangsang.
"kalau kau tidak mau melepas bajumu biar aku saja melepaskanya".
Tangan-tangan besar joshua menyentuh kancing atas baju tidur jesica.jedica mencoba memberontak dia mencoba melepaskan tangan joshua dari bajunya.
"tuan hentikan tuan,jangan tuan,kumohon jangan!".
__ADS_1
"kau bisa diam aku tidak akan memperkosamu bodoh".tukas joshua geram.
Jesica masih memberontak,sampai joshua mengangkat tubuh jesic diatas watafel.
"diam".dia menyatukan kedua tangan jesica keatas kepala jesica.karena kekuatan tangan joshua yang empat kali lipat lebih besar dari jesica dia tidak bisa melawanya.
Tiga kancing berhasil lepas dari lubang bajunya.kini hanya tersisa empat kancing,
joshua bisa melihat dada mulus milik jesica.
"jangan tuan".
Joshua tidak peduli sampai semua kancing di baju tidur jesica terlepas.dia melepaskan baju jesica dan melepaskan paksa celana jesica hingga yang tersisa dari wanita itu hanyalah bra dan celana dalamnya.
Jesica langsung menutupi bagian pentingnya,
semburat warna pink terlihat di pipinya,jesica menunduk.
"jangan menatapku seperti itu,tuan membuatku malu".cicit jesica.
"hey kalau kau tidak percaya padaku bagaimana kalau kita buat perjanjian?".
Dengan perasaan takut jesica mencoba memberanikan diri untuk menatap joshua di depanya"maksud tuan?".
"sebentar"joshua keluar dari kamar mandi.
Beberapa menit kemudian joshua kembali kedalam kamar mandi dengan membawa sebilah pisau di tanganya.
"nih".dia menyodorkan pisaunya pada jesica.
Alis jesica berkerut"ini untuk apa tuan?".
"kalau aku mencoba memperkosamu kau boleh tusuk aku pakai ini".
Jesica menengguk ludahnya pelan.sekarang dia merasa bersalah karena mengira kalau joshua memang ingin melakukan hal seperti yang dia lakukan di villa,padahal wajah saja kalau joshua ingin melakukanya,dia berhak.
toh,dia sudah jadi suami jesica,wanita itu harusnya memberinya nafkah batin bukanya malah menolak seperti ini.
"tidak usah tuan,maafkan aku telah berburuk sangka pada tuan".
Jesica meraba bagian punggunya, melepaskan tali branya,dia langsung menutup bagian itu dengan tanganya.jesica juga membuka celana dalamnya,hingga sekarang dia tidak menggunakan sehelai benang pun.tapi dia menutupi semua bagian itu.
Joshua duduk di belakang jesica"kalau sakit bilang".
dia mulai menggosokkan sabun menggunakan jaring-jari ke punggung jesica secara perlahan dan sangat lembut.kulit putih jesica membuat sesuatu aneh menggeliat di tubuhnya.suasanya jadi terlihat aneh dan canggung.
jesica hanya ingin berteriak sekuat tenaga dan menutupi wajahnya yang sudah semerah tomat.dia bahkan tida bisa mengontrol detak jantungnya berdetak begitu kencang.
Setelah selesai dengan punggung joshua berpindah kedepan,dia duduk di samping bathub.
"kau boleh mengangkat tanganmu,aku tidak akan memaksamu".
Jesica mengangguk,perlahan dia mengangkat kedua tangan yang daritadi menutupi bagian intimnya.sekarang joshua bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh jesica,tidak terlalu buruk,tapi sesuai janjinya joshua tidak akan melakukan apa-apa selain memandikan jesica.
"uggghh...."lengguh jesica saat joshua tidak sengaja menyentuh dadanya.
Sepertinya joshua akan kemakan janjinya sendiri.
Hey coba berpikir pria mana yang kuat memandikan wanita tanpa menyentuh tubuhnya sedikit pun,pria normal tidak akan bisa melakukanya,dan joshua adalah pria normal.
Tanpa sadar tangan joshua menyusuri kebawah,meraba hal yang harusnya tidak dia raba.
"uggghhh....thu...anhhh".desah jesica.
Joshua menghentikan aktifitasnya,wajah jesica begitu menggoda.dia bilang jangan menyentuhnya tapi saat disentuh jesica malah membuat joshua ingin memperdalam lagi.
Joshua bangkit berdiri,dia membuang jaring-
jaringnya ke tubuh jesica"kau kan sudah besar,mandi sendiri sana!".tukas joshua lalu berbalik dan keluar dari kamar mandi.
Joshua mengusap wajahnya kasar,pipinya sudah memerah dan panas,dia fikir dia tidak akan tergoda,tapi ternyata imanya tidak kuat.
Dia menatap kebawah,sesuatu terasa mengeras disana,dia menampar sesuatu di balik celananya.
"anak bodoh,tidak akan ku biarkan kau merenggut kesucian gadis polos itu lagi".makinya.
***
"selamat pagi".sapa cindy hangat pada rey.
__ADS_1
"pagi"
Rey mencium kening cindy.tanpa basa basi dia duduk di meja makan.disana sudah disiapkan roti dan selai cokelat kesukaan rey.
Setiap pagi rey harus datang keruamh cindy dansarapan dengan kekasihnya.itu permintaan dari bram agar mereka tiga kaget kalau sudah nikah,atau setidaknya agar mereka semakin lebih dekat satu sama lain sebelum pernikahan mereka.
Cindy duduk di depan rey,hanya di sekat oleh meja makan.
"semalam habis kemana?".tanyanya sambil mengoleskan selai ke roti miliknya.
"kantor".
"kau tidak berbohong padaku kan rey?".
Rey menggeleng.roti selainya lebih menggoda daripada obrolan cindy.
"selamam kau tidak bertemu jesica kan?".
"uhukk".
Pertanyaan cindy membuat rey tersedak roti di mulutnya,untung saja dia langsung buru-buru meraih iar di dekatnya.
"kau menuduhku lagi?".
"bukan seperti itu rey,hanya saja aku sedikit khawatir.mungkin karena dulu kau adalah kekasihnya,aku hanya takut kau kembali mencintainya".cindy mengakhiri ucapanya dengan desahan gelisah.
"kita sudah membahas ini kan?".
"iya tapi kau tidak pernah mengerti.....".
"cindy cukup"rey bangkit berdiri,mengambil jasnya dari kuris di sebelahnya"aku harus berangkat".
Rey berjalan begitu saja meninggalkan cindy tanpa mengucapkan sepatah katapun.bahkan dengan ciuman kening yang sering dia dapatkan,sejak ada wanuta itu perlakukan rey berubah dia jadi lebih dingin dan suka berbohong.
cindy tidak bisa membiarkan ini terjadi,dia harus cepat-cepat menyingkirkan jesica dari hidup rey,atau bisa-bisa rey kembali pada si jalan sialan itu.
Cindy mengambil ponsel dari saku celananya.
menghubungi seseorang yang bisa menyingkirkan jesica dengan baik.
"halo nona cindy ada apa?".ucap seseorang dari seberang sana.itu arum.
"kau ingin uang?".
"uang?,hahahaha nona bercanda siapa yang tidak yang tidak menginginkan uang bahkan orang gila pun kalo waras pasti suka uang".
"aku akan memberikan uang berapapun yang kau mau asalah kau bisa melakukan hal ini".
"apa nona?".tanya arum tidak sabaran.
"buat jesica terusir dari rumah joshua".kata cindy.
Tidak ada jawaban dari arum,dia diam cukup lama.
"apa kau tidak sanggup?".
"masalahnya nona akhir-akhir ini tuan joshua terlihat begitu dekat dengan jesica,semalam saja tuan joshua bela-belain beli obat untuk jesica padahal di luar lagi hujan deras".jelas arum.
"aku tidak perduli soal sudah sedekat apa joshua dan jesica,aku hanya ingin ****** itu keluar dari rumah kakakku bagaimanapun
caranya".
"hmmm bagaimana ya?".arum mencoba untuk berfikir"aku bisa saja melakukanya tapi asal nona janji akan memberikanku apa saja yang aku mau?".
Cindy mendengus sebal,memang ya orang-
orang seperti arum itu harus di musnahkan bekum juga bekerja sudah banyak omong.tapi kalau tidak arum dia ingin meminta bantuan pada siapa lagi,bi uut pasti akan menolaknya secara halus.
"iya,iya apa saja".
"baiklah aku terima tawaranya.akan ku pastikan besok nona cindy akan mendapatkan kabar kalau si ****** itu sudah pergi dari rumah tuan joshua".cerocos arum.
"jangan kecewakan aku".
Cindy menutup telfonya sebelum arum menjawab.
Dia mengambil buah apel di keranjang,lalu mengngitnya"selama kau menjadi penghalang di hidupku,aku akan selalu membuat hidupmu menderita jesica".katanya sendiri dengan senyum jahat terpatri di wajahnya.
***
__ADS_1