BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
CEMBURU


__ADS_3

"sebaiknya kau pulang saja,cindy akan menghawatirkanmu"kata jesica tanpa menatap lawan bicaranya.


"lalu membiarkanmu sendirian begitu saja disini?".


"memangnya kenapa,daripada kau tetap disini,apa yang akan orang lain fikirkan.jesica menjaga suaminya dengan di temani mantan pacarnya,aku tidak ingin itu terjadi".


"bukan itu yang sebenarnya kau khawatirkan".


Jesica tau apa yang akan rey ucapkan selanjutnya.


"kau hanya khawatir......".


"drttt...drttt....drttt".


Ucapan rey terputus,ponselnya berdering.


"aku akan mengangkat telfonya".


Jesica mengangguk,dia mengalihkan kembali pandanganya pada joshua.


Rey menutup pintu ruangan joshua rapat-rapat.dia menatap layar ponselnya,


panggilan dari"cindy".dia menutar bola matanya malas.


"ya"katanya saat menempelkan ponsel di telinga.


"kau masih ada rumah sakit?".tanya cindy dari seberang sana.


"iya".


"bagaimana kondisi kakak apa dia baik-baik saja,apa dia harus dioperasi,papah dan mamah sudah kesama belum,siapa saja yang ada disana,apa perlu aku kesana?".cecar cindy membuat telinga rey berdengung.


Rey duduk di kursi tunggu di depan rumah kamar joshua.


"dia baik-baik kau tidak perlu khawatir".


"oh syukurlah kalau begitu".


Rey menatap ke jendela,jesica masih terus setia duduk di samping ranjang joshua.kalau dia pulang mungkin semalam suntuk gadis itu tidak tidur untuk menjaga joshua dan rey tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"malam ini aku tidak akan pulang".


"kau lembur?".


"aku harus menjaga joshua sampai siuman".


"memang istrinya tidak ada disitu"cindy berdecih.


"istri macam apa itu,memang benar ya dia itu hanya mau harta kak shua.lihatkan sekarang dia bahkan tidak melihat kondisi kakak ku sama sekali".


"dia ada disini,menunggu joshua daritadi".


Tidak ada jawaban dari cindy.


"aku akan tutup panggilanya".kata rey sudah ingin menutup paggilanya.


"pulang.sekarang aku mau kau pulang".


"aku harus merawat joshua".


"aku bilang pulang ya pulang!"tukas cindy setengah berteriak"oh apa kau ingin aku melakukan hal gila itu lagi rey?".


Rey mendesah pelan,dia mengusap-usap wajahnya kasar.belum menikah saja gadis itu sudah mengancam-ancam,menyuruhnya ini itu seolah-olah dia bonekanya saja.rey bahkan tidak ingat kapan terakhir kalinya dia melakukan sesuatu tanpa meminta persetujuan cindy.dibandingkan dengan suami dia merasa lebih seperti seorang budak yang harus menuruti perintah tuanya.

__ADS_1


"baik".jawab rey akhirnya.


"sekarang".


"ya".


Rey mematikan panggilanya,dia memasukan ponselnya lagi kedalam saku celana.dia bangkit berdiri lalu kembali keruangan joshua.


"jesica maafkan aku.......".


ucapan rey berhenti saat menyadari ada seorang pria berdiri di samping jesica,sudah pasti itu zidan.


Rey berjalan kearah jesica"kau tidak apa-apa ".


"dia aman bersama ku".zidan yang menjawab.


itu membuat rey semakin geram.


"aku tidak bertanya padamu,aku bertanya pada jesica".sengitnya.


"pulanglah,aku baik-baik saja".ucap jesica tanpa menatap lawan bicaranya.


"baiklah"


Rey mengambil jasnya yang tersampir di sofa,dia memakai jasnya"kalau butuh sesuatu telfon aku".


katanya lalu meninggalkan kamar joshua.


Tanpa rey tau sebuah cairan hangat merembas turun dari pelupuk mata jesica.


entahlah jesica juga tidak tau apa alasanya menangis,hanya mungkin saja orang yang dia cintai sejak kecil akan bersanding dengan orang lain,membina rumah tangga dengan orang lain,jesica masih tidak bisa menerimanya.


"cklek".


"nona belum tidur?"tanya suster itu pada jesica.


tanganya meraih impusan yang tergantung di atas sana.


"saya belum mengantuk sus".


Suster itu tersenyum kecil"pasti pasangan baru ya,tenang saja nona jangan menangis besok suami nona juga akan siuman".


"menangis,saya tidak menangis suster".


"nona tidak bisa berbohong,mata nona sembab begitu".suster itu menunjuk mata jesica yang sedikit sembab.


Memang sejak kedatangan rey jesica terus saja menangis,sampai dia tidak tau bagaimana cara menghentikanya,sampai dia juga tidak sadar matanya jadi sembab.


"ah mata saya memang begini"kilah jesica.


Suster itu hanya tertawa menggubrisnya.


beberapa detik setelah otak-atik impusanya kembali menetes.


Suster itu melirik joshua"pantas saja nona sampai nangis terus begitu,suaminya ganteng banget,kalo saya jadi nona saya juga akan nangis siang dan malam".


"suster bisa saja".


"yasudah saya permisi dulu".


Jesica mengangguk.suster itu keluar dari ruangan joshua.


Jesica kembali duduk dikursinya,dia menatap jam diatas dinding.pantas saja suster itu bilang belum tidur juga,sekarang sudah jam setengah dua belas malam,jesica kira masih jam sepuluh.

__ADS_1


Matanya juga sudah sangat berat,sesuatu seperti bersimpang siur di depan matanya,dia hanya ingin menutup matanya dan tidur,rasa kantu terus menderanya.tapi dia tidak bisa meningggalkan joshua,kalau tiba-tiba impusanya macet lagi bagaimana.


jesica memejamkan matanya sebentar,hanya beberapa detik sebelum kepalanya terhantuk kedepan dan kembali sadar.dia terus-terusan begitu.


memejamkan matanya,terhantuk-hantuk kedepan lagi,lalu kembali tersadar.sampai mungkin satu jam dia bisa tidur dengan nyaman,dengan menaruh kepalanya di ranjang joshua dan menjadikan kedua tanganya sebagai bantalan.


"nona jesica tidurlah di sofa".saran zidan.


"hmm aku tidak mengantuk"jawab jesica.


dia bilang tidak mengantuk,tapi tadi dia sudah tertidur cukup pulas.


zidan menggeleng-geleng pelan.orang seperti jesica memang keras kepala,kalau hanya disuruh sekali dua kali dia tidak akan menurut.jadi dia mengngkat paksa tubuh jesica ala brydal style.


"apa yang kau lakukan zidan?".tanya jesica panik.


zidan tidak menggubris ucapan jesica.dia membawa jesica ke sofa dan menurunkan perlahan di atas sofa.


"berani-beraninya kau mengangkat tubuhku!!".


jesica mencak-mencak.


zidan mengambil kantung plasti putih di atas laci.mengeluarkan roti,sebotol air mineral,dan susu rasa strawberi.dia menyodorkan rotinya pada jesica.


"makanlah".


"aku tidak lapar,kau makan saja sendiri".


'kryuukkk,kryukkk'.


suara perut jesica terdengar begitu nyaring.


bahkan orang di ruangan sebelah mungkin bisa mendengar suara perutnya.


pipi jesica merah menahan malu,zidan nyaris tidak ekspresi.


pria itu menyobek bungkus rotinya,


mengambil sedikit,lalu menyodorkanya pada jesica"buka mulut nona".


"hmm?".


"tidurlah,ini sudah malam,nanti nona sakit".


setelah memastikan jesica benar-benar tertidur,zidan berjalan keluar dari ruangan joshua.tidak mungkin dia tidur satu sofa dengan jesica,dia memilih tidur di mobil saja.


***


'ckleek'


Rey membuka pintu ruangan joshua sangat perlahan.


Rey menaruh plastik putih ditanganya diatas laci.


dia tersenyum kecil melihat wajah jesica yang tertidur pulas.rey menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah perempuan itu,menyelipkanya di balik telinga.


"selamat malam".


Kemudian dia berjalan pergi untuk pulang.


mungkin cindy sudah menunggunya dirumah.


Iya,daritadi rey menunggu jesica tidur di luar,dia juga tau suster keluar dari kamar joshua.dia menunggu untuk memastikan sampai jesica benar-benar tertidur,tidak peduli dengan panggilan ellen yang memenuhi ponselnya.

__ADS_1


***


__ADS_2