
"emm,mas shua mau?".jesica menyodorkan ice cremnya kedepan joshua menggeleng,dia tidak terlalu suka ice cream mungkin karena manis.
"ayo mas makan".jesica mendorong-dorong ice creamnya kedepan wajah joshua."ice cremanya bisa bikin mas jadi tampan tau".
"aku sudah tampan tuh".
"iya juga ya....hmmm".jesica berfikir
"ice creamnya bisa bikin mas kaya".
"kau ingin ku belikan pesawat hari ini?".sarkas joshua sombong.
Benar juga ya,joshua seperti memiliki segalanya.
"kira-kira apa ya yang membuat mas makan ice cream ini".
"apa ice creamnya bisa membuatmu menuruti semua perintahku?".tanya joshua mendekatkan wajahnya ke wajah jesica,hingga jesica tersentak dan mendorong ice creamnya kedepan hingga mengotori hidung joshua.jadi gagal romantis.
Sekarang joshua jadi terlihat seperti badut dengan hidung putih.jesica tergelak geli,
tampang joshua membuatnya tidak bisa berhenti tertawa.
"hahahaha lihat kau jadi terlihat seperti badut".
"kau nakal ya".
Joshua menarik kerah baju lengan tangan jesica,kemudian dia membersihkan hidungnya dengan itu.masalahnya baju yang jesica pakai itu warna putih jadi nodanya akan terlihat jelas.
"kenapa mas melakukan iu pada bajuku?!".
dengusnya sebal.
"sekarang impaskan,kau mengoroti hidungku dan aku mengotori bajumu".
"impas bagaimana kalau hidung di bersihkan saja sudah hilang kalau baju.....mmm".
Sebelum jesica berkata banyak joshua sudah menjejalkan ice cream kemulut wanita itu.
"sudah jangan banyak mengoceh,cepat habiskan ice creamnya".
Setelah makan ice creamnya joshua dan jesica kembali berjalan-jalan melihat-lihat kembali pasar malam.
"mas shua".jesica menarik kain baju joshua.
"apa?".
Dia menunjuk badut yang memegang balon di depanya"ayo kita foto dengan badut itu".
Jesica belum mendengarkan jawaban joshua mau atau tidak dia langsung saja menggeret joshua mendekati badut itu.dia mulai berpose dan membiarkan ponsel canggil joshua mengambil gambarnya.
"sekarang giliran mas".
Jesica mengambil ponsel di tangan joshua,dia mendorong tubuh joshua ke badut itu.
Joshua cuma berdiri di samping badut,
tebatnya berdiri satu meter jauhnya dengan si badut.membuat jesica tertawa kecil.
"coba lebih dekat lagi".
Joshua mendekatkan diirnya ke badut.
sebenarnya dia tidak takut pada badut hanya saja dia tidak terlalu menyukai badut.
"tuan coba rangkul badutnya".pinta jesica lagi.
Kalau bukan karena dia harus menuruti permintaan jesica dia enggan sekali melakukan ini.
__ADS_1
Joshua merangkul badutnya.tapi tanpa sedikit senyumpun di wajahnya.
"coba senyum sedikit".
Joshua memutar bola matanya malas,walau enggan dia tetap menunjukan senyumnya---
senyum paksaan.
"ckreekk!"
Setelah selesai dengan urusan foto dengan badut mereka berjalan menyelusuri pasar malam lagi.
"mas shua".
Jesica menarik-narik jahitan bawah baju joshua lagi.
"apalagi?!".tukas joshua emosinya sudah di ambang batas.
Itu membuat senyum jesica menghilang dan nyalinya menciut.
"ti...tidak mas".cicit jesica menunduk.
Dia pasti takut karena di bentak joshua.
Joshua mendesah pelan,dia lupa dengan janjinya akan menuruti semua permintaan jesica.
"kau mau apa?".
"tidak jadi mas".
"kalau kau tidak bilang apa maumu aku akan marah".
Dengan masih takut-takut jesica menunjuk bianglala besar di depanya.
"kau mau naik itu?".
Jesica mengangguk-angguk kecil.joshua menggert tangan jesica ke tempat tiket.
orang di bawah terlihat begitu sangat kecil.jesica menginjak-injakkan kakinya kegirangan,membuat keranjangnya berayun-
ayun.
"jangan banyak bergerak nanti jatuh".kata joshua sudah seperti ibu-ibu yang mengingatkan anaknya.
"tuan tau,aku tidak pernah naik bianglala seumur hidupku,ini pertama kalinya".
"kenapa?".
"ibuku tidak mengizinkanku naik ini karena takut bianglalanya tiba-tiba macet diatas jadi karena itu aku takut naik bianglala,tapi ternyata bianglala tidak semengerikan itu".
Jesica tersenyum bahagia,rambut panjangnya yang menjuntai terlihat anggun dimainkan oleh angin,wajahnya jadi terlihat manis dengan lesung pipi begitu menggemaskan.
"kriieeeeet".
Bianglalanya berderit.sebuah goncangan hebat mengguncang mereka.
"kenapa ini?".jesica memegang kerah lengan joshua panik.
Sedetik kemudian bianglalanya berhenti,tepat saat kurungan mereka berada di paling ujung.lalu tiba-tiba saja lampu-lampu bianglalanya mati,mesinya juga ikut berhenti.beberapa orang di bawah mereka berteriak ketakutan.
"ada apa ini?".
"ahhh mamah pengen pulang!".
"hikksss....ini kenapa?".
Ujar orang-orang yang sama terjebaknya seperti mereka.
__ADS_1
Jesica menelan ludahnya berat,tanganya bergetar ketakutan dan keringat dingin menetes di keningnya.
Semua ketakutan yang dia takuti waktu kecil akhirnya terjadi.
Merasa tau apa yang harus di lakukan joshua menarik jesica mendekat kearahnya.
"kau tidak perlu takut aku ada disini".
Jesica mengangguk,tapi ucapan itu tidak bertahan lama saat pemilik bianglala mengumumkan bahwa bianglalanya rusak dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya.
Jesica menggigit bibir bawahnya,dia tidak bisa menyembunyikan ketakutanya air mata turun membasahi pipinya.
"kenapa nangis?".joshua mengusap air mata jesica.
Tapi bukanya malah lebih tenang jesica semakin terisak.
Joshua menyenderkan kepala jesica ke bahunya,sedikit ragu merangkul jesica mengelus lembut punggungnya agar sedikit tenang.
"jangan takut,kita akan baik-baik saja".
"hiksss...hiksss"
Hampir satu jam mereka ada diatas sini,suara isakan tangis jesica sudah tidak terdengar.
joshua melongok kebawah orang-orang di bawah tengah sibuk membereskan mesin bianglalanya,dan beberapa orang yang menunggu teman-temanya yang juga terjebak di bianglala.
"jesica".panggil joshua.
"hmmm?".
"apa aku boleh meminta sesuatu padamu?".
"meminta apa?".
Joshua menegakkan tubuh jesica,dia mengarahkan jesica untuk menatapnya.
"apa ******** sepertiku boleh mencintaimu?".
ujar joshua tiba-tiba.
Apa ini pernyataan cinta,kalau iya,apa yang harus jesica jawab.
Jesica mengangguk ragu"te.....tentu saja".
Joshua mengelus pipi jesica lembut,dia mendekatkan wajahnya pada jesica hingga hidung mereka saling bergesakkan.
Nafas jesica menderu kencang,tanganya menggengam besi-besi kurungan erat.
"a....ap...apa yang tuan lakukan?".tanya jesica tergagap.
Kedua tanganya sudah siap-siap dia pasangkan di depan dadanya untuk jadi tameng kalau senadainya joshua melakukan sesuatu yang aneh padanya.
"aku mencintaimu".
Joshua mencium bibir plum jesica.membuat mata gadis itu terbelalak lebar,tapi anehnya jesica tidak bisa menolak ciumanya,
seolah-olah dia juga menikmati ciuman itu.
lamat-lamat jesica menurunkan tanganya dan matanya yang semula terbelalak lebar kini mulai sayu dan tertutup.tidak bisa di pungkiri dia juga menyukai ciuman tanpa nafsu yang semakin lama semakin menuntut.
Joshua mengalungkan tangan jesica ke belakang kepalanya.
"mmm...mmm...mmm".
"mah orang diatas lagi ngapain?".tanya anak kecil yang kurunganya tepat di bawah kurungan joshua dan jesica.
"apasih mamah ga denger apa-apa".kilah ibu anak itu"coba kamu tutup telinga kamu aja nanti juga suaranya ilang".
__ADS_1
Bocah kecil itu mengangguk dan menutup kedua telinganya dengan tangan.
"bocah sekarang lagi kondisi kaya gini aja sempet-sempetnya bikin maksiat".gumam itu menatap keatas.