
Joshua menduduki dirinya di meja kebesaranya.
elis sudah berdiri di depanya dengan setumpuk kertas di tanganya.
"ini berkas-berkas yang harus tuan tanda tangani dan minta persetujuan".Katanya menyerahkan tumpukan kertas itu pada joshua.
Joshua mmebaca salah satu kertas paling atas.kertas berisi kerjasama dengan perusahaan ayah ellen yang akan di perpanjang.
"tuan hendra juga kesini?".tanya joshua.
elis mengangguk.tuan hendra adalah nama ayah ellen.
pria yang memberikan saham terbanyak di perusahaan ini,kalau tidak ada dirinya entah apa jadinya perusahaan ini,itu mungkin sebabnya joshua bisa sangat dekat dan menghargai ellen.
"dia bilang apa?".
"dia hanya menanyakan kabar tuan joshua,lalu pulang lagi".
Joshua mengangguk-angguk"yasudah pergilah".
elis mengangguk,berbalik,lalu meninggalkan ruangan joshua.
Joshua menyeruput kopi panasnya,sebelum menanda tangani kertas kedua.joshua menyanggah dagunya dengan tangan,padahal kerjanya cuma duduk,menyetujui dan menandatangani kertas-kertas saja,tapi kenapa terasa begitu melelahkan dan membosankan.
"mas shua bangun mas".
Joshua tersentak,dia baru saja mendengar suara jesica jelas di telinganya,apa ini efek kopinya.ah sedang apa ya kira-kira jesica sekarang,sudah mandi mandi atau belum,
atau masih beberes rumah,atau masih tidur.
Joshua mengambil hp depanya,memencet nama jesica,kemudian menempelkanya di telinga.
"tutt...tutt..tuttt".tersambung.
"halo mas,kenapa?".suara lembut seorang gadis terdengar,membuat joshua tanpa sadar menyunggingkan senyumnya.
"tidak aku hanya tanya apa kau sudah mematikan kran air kamar mandi atas?".
"sudah".
"oh lalu kau sedang apa?".
"ini baru masak".
Tidak ada jawaban dari joshua,dia bergeming.
"mas?"
"ya?".
"udah dulu ya,aku harus motongin bawang dulu".
"oh oke".
Joshua mematikan panggilanya,dia menaruh hpnya kembali diatas meja.bagaimana bisa suara biasa dari jesica membuat pagi membosankanya menjadi lebih semangat,apa mungkin dia sudah berada di fase sedang tergila-gila dengan jesica,sulit di percaya seorang joshua tergila-gila pada wanita.
Joshua kembali mengerjakan pekerjaanya.dia membaca dengan teliti semua kertas-kertas itu,kalau samlai dia menandatangani dan ada sedikit kesalahan,dia bisa-bisa di pecat dari kantor ini.
Joshua melirik hpnya sekilas,tiba-tiba dia jadi kembali merindukan jesica,padahal baru beberapa menit dia selesai menelfon jesica,tapi sudah seperti satu bulan di tinggalkan.joshua mendengus,mengambil hpnya,apa boleh buat,dia akan melfonya lagi lalu benar-benar mengerjakan semua ini.
"halo,ada apa lagi mas?".
"tidak aku hanya tanya apa kau sudah mematikan kran air kamar mandi atas?".dia mengulangi pertanyaan sebelumnya.
"aku sudah bilang,tadi aku sudah mematikanya mas".
"kapan aku menyuruh mu mematikan kran air kamar mandi?".
"tadi mas bilang sendiri di telfon".
Apa benar?,kapan?,joshua tidak ingat dia bertanya seperti itu,apa dia saja yang sudah pelupa.
"oh,lalu kau sedang apa?".
"masak mas,aku sedang masak".jesica memberi penekanan di atara kalimatnya.
"yasudah hati-hati,jangan lupa tutup pintunya,
kalo ada yang ngetok pintu suruh arimbi aja yang bukain,kalo mau kepasar suruh zidan anterin,jangan jalan capek nanti,ya".
"apa semua suami melakukan ini pada istrinya?".
"ya,aku tutup".
Joshua mengakhiri panggilanya.dia tidak akan menelfon jesica lagi,dia oasti snagat sibuk memasak sekarang,tapi beberapa menit kemudian.
"jesica,matikan kran airnya".
"sudah mas".
"oh,lalu kau......".
"aku sedang masak"poton jesica.padahal joshua belum menyelesaikan ucapanya tapi perempuan itu sudah tau apa yang ingin dia tanyakan.
Alis joshua berkerut"bagaimana kau bisa tau aku ingin menanyakan itu?".
"kan tadi kau sudah menanyakan,aww".
Terdengar suara piring jatuh ke lantai.
"akhhh"ringis jesica.
"jesica apa yang barusan terjadi,kau kenapa,
hey jesica jawab aku,jesica kau baik-baik saja".panik joshua.
Tidak ada jawaban sama sekali,hanya terdengar suara arimbi yang panik.joshua juga ikut panik jadinya.
Dia mengambil jas yang disampirkan kebelakang meja,dia buru-buru memakainya dan sedikit berlari keluar dari ruangan.
__ADS_1
"aku akan kesana".
"lisa kalau ada orang yang ingin menemuiku bilang saja aku ada keperluan mendesak".
"baik tuan".
***
"jesica".
Joshua membuka pintu rumah,sedikit mendobraknya.
"apa kau baik-baik saja".
Orang yang sedang dia khawatirkan ternyata baik-baik saja,sangat amat baik-baik saja di dalam dapur,sibuk memotong tomat dan bawang.
"lah kok mas udah pulang?".tanyanya santai.
padahal joshua bela-belaan pulang hanya karena menghawatirkan jesica.
"kenapa kau tutup telfonya,kenapa kau berteriak,kenapa kau terus menyusahkan ku".komplen joshua.
Jesica terkekeh kecil"oh tadi mau motong ikan eh ternyata ikanya masih hidup saking kagetnya jadi nyenggol piring sampai pecah,
maaf ya mas piringnya aku pecahin".
Joshua mendesah pelan,dia mengusak-usak rambutnya"lain kali hati-hati,bikin orang khawatir saja".
"hahaha maafkan aku.mas mau kopi?".tawar jesica
Dia berbalik,mengaduk kuah sup diatas kompor.
GREB
Dari belakang joshua mendekapnya erat,dia menyelusupkan wajahnya ke rambut jesica,
menumpu kepalanya diatas bahu jesica.
"kau sedang masak apa?".
"sup,mas bilang sup ku enak jadi aku memasakanya untuk mu"
"masakanmu selalu enak ko".
"bahkan racun sekalipun?".
"kalau kau yang buat,akan ku makan".
Jesica terkekeh kecil"yasudah akan ku tambahkan racun di supnya".
"memangnya kau bisa hidup tanpa ku?".
"bisa".
"benarkah?"
"aahhh,mas arimbi masih ada di dalem loh".
jesica mengingatkan,kalau sampai arimbi liat mau di taruh di mana muka jesica.
"mas,gaenak nanti kalo diliat arimbi"
tapi sepertinya joshua tidak peduli,dia terus mencumbu leher jesica,meninggalkan banyak tanda biru di leher jesica.
Tangan nakalnya mulai masuk kedalam kaos putih polos jesica tanpa permisi,meraba apa yang ada di dalam.
"eeuungggg massh hennntikan".
Sebuah lengguhan yang membuat libido joshua naik.
"kau mencoba menggodaku dengan desahan mu hmmm?".
"mas....ahhhhh".
Joshua membalikan tubuh jesica hingga menghadap ke tubuhnya.
"joshua hentikan!".
Jesica mendorong tubuh joshua cukup kuat kebelakang.
"kenapa?".tanya joshua heran.
Jesica hanya bisa menuduk malu,telunjuknya menunjuk ke belakang joshua,hendak menunjuk sesuatu.
"apa?"joshua mendikkan bahunya tidak paham.
Seseorang dari belakang menjitak atas kepala joshua sangat keras.
"dasar pria mesum,apa tidak ada tempat lain sampai harus berbuat kotor seperti itu di dapur,oh tuhan rumah ini sudah tidak suci lagi".cibir aro. yang tau-tau sudah ada di belakang joshua.
"aron,siapa yang mengizinkanmu masuk?".
"memangnya sekarang penting membahas itu".aron menghampiri jesica"kau tidak apa-apa?".tanyanya pada jesica.
Jesica mengangguk,dia langsung turun dari atas wastafel.
"kenapa kau ada disini?".tanya joshua sinis.
"aku ingin menagih perjanjian kita waktu itu".
"perjanjian apa?".tanya jesica penasaran.
wajah joshua langsung panik,kalau jesica tau yang membuat tubuhnya kepanasan dan mudah terangsang waktu itu adalah suruhan joshua,dia pasti akan marah besar pada joshua.
"ah bukan apa-apa,aron kita ngobrol diluar saja".ajak joshua menggeret paksa tangan aron pergi keluar dari dapur.
****
Sebuah mobil merah berhenti tepat di depan kantor joshua.pintu mobil itu terbuka,seorang gadis dengan kaki jenjang dan putih keluar dari dalam mobil.gadis menggunakan gaun merah cantik melilit di tubuhnya dan rambut pirang sedikit ikal membuat penampilanya menjadi sangat cantik.
__ADS_1
Gadis itu melangkahkan kakinya kedalam kantor.melenggak-lenggokan tubuhnya yang sangat menawan memukau semua mata yang memandang.
"siapa wanita itu,dia karyawan baru ya?".tanya salah satu karyawan yang melewatinya.
"aku seperti pernah melihat,tapi aku tidak tau dimana,dia sangat cantik".
"apa aku sudah mati,aku melihat bidadari".
tambah karyawan lain.
Langkah wanita itu berhenti di depan lift,memencet eskalator,beberapa detik kemudian eskalatorterbuka lalu dia masuk kedalamnya.
"joshua bilang apa padamu?".tanya rey pada elis.
Beberapa menit yang lalu joshua menelfonya dan memintanya untuk datang ke kantor,dia tidak tau apa yang terjadi,joshua hanya bilang kalau dia ada keperluan mendesak,tapi dia tidak menjelaskan keperluan mendesak apa itu.
"dia hanya bilang dia ada keperluan mendesak tuan".
"itu saja?".
elis mengangguk.benar-benar pria menyebalkan,mentang-mentang kantornya bisa seenaknya sendiri.
Suara langkah kaki terdengar dari belakang rey.
"rey,kau kah itu?".
Rey berbalik,hendak melihat siapa yang ada di belakangnya.matanya membulat saat tau siapa orang itu.
"ellen".
"oh kau masih mengenalku?".
Bagaimana rey bisa lupa dengan wanita yang membuat joshua tergila-gila.dan hampir gila karena ditinggal olehnya.dan kenapa dia bisa kembali lagi kesini.
Ellen memeluk tubuh rey"aku sangat merindukanmu rey,aku sangat amat merindukanmu".
Rey melepaskan dekapan ellen.dia menatap ellen dari ujung kepala sampai ujung kaki.
penampilan wanita itu sedikit berbeda,
pastinya lebih cantik dan menggoda,rey saja sampai tidak bisa menganalinya.
"bagaimana kabarmu?,kau masih bersama dengan cindy kan,aku dapat kabar katanya kau akan meikah denganya minggu depan,
apa itu benar".cecar ellen bertubi-tubi.
"kenapa kau kembali?"tanya rey dingin.
"memangnya kenapa kalo aku kembali,kau tidak merindukanku?".
"kau kembali setelah menghancurkan hidup joshua,kau masih punya hati?".
"karena itu aku kembali,aku ingin memperbaiki semuanya dengan joshua,
hubungan kita,pernikahan kita,semuanya.aku ingin minta maaf padanya".jelas ellen.
Suaranya terdengar lirih.
"jangan menemuinya lagi,tidak ada gunanya,dia sudah melupakanmu".
Rey berbalik lalu masuk kedalam ruanganya sendiri.dia bahkan tidak memikirkan apa yang di katakanya baru saja melukai hati wanita itu.
Ellen tersenyum miring,kedua tanganya mengepal.
"memangnya joshua bisa melupakanku begitu saja?,kita lihat saja nanti".
***
Joshua kembali kedapur setelah mengantarkan miko ke depan untuk pulang.dia mengusak-usak rambut jesica.
"tuan miko sudah pulang".
"ya"jawab joshua acuh.
dia membuka lemari es,mengeluarkan satu ice cream cone rasa strawbery dari dalam kulkas.jesica sangat menyukai ice cream strawberi,jadi dia membelikannya satu pak untuk persediaan.
"kau mau makan ice cream?".
Jesicamengangguk,tidak ada yang bisa menolak lezatnya ice cream strawberi.
Joshua mengangkat tubuh jesica hingga duduk di samping wastafel,dia membukkan ice creamnya lalu memberikanya pada jesica.
Tanpa basa-basi jesica melahap ice crema tersebut hingga membuat bibirnya kotor karena ice cream.
Joshua terkekeh geli,mengusap bibir jesica dengan tangan"kau ini sudah 20 tahun kenapa makan ice cream saja bisa blepotan begini".
"suka-suka aku lah aku yang makan ice crema ko mas yang repot".
Jesica menjilat bawah bibir dan atas bibirnya menggunakan lidahnya yang panjang,tanpa dia sadari perilakunya membuat joshua terangsang.
"mau ku tunjukan apa yang lebih enak dari ice cream strawberi?".
"memangnya ada?".
Joshua tersenyum miring,dia menempis ice cream di tangan jesica,hingga ice cream itu jatuh kelantai,bibir joshua tiba-tiba menyosor saja tanpa aba-aba.
Untung saja Jesica langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan,hingga joshua hanya mencium punggung tanganya saja.
Alis joshua berkerut"kenapa?".
"aku tidak bisa melakukanya disini".ujar jesica malu-malu.
"yasudah ayo lakukan dikamar".joshua membopong jesica seperti seekor koala,
membawanya naik keatas.
"lalu bagaiman drngan ice cream ku".
"aku akan memberikanmu ice cream yang lebih enak sayang".
__ADS_1