
"ikut aku"arum menggeret tangan jesica kasar ke belakang.
"kau ingin membawaku kemana?".tanya jesica.
"sudah jangan banyak tanya".
Arum membuka pintu ruangan di belakang dapur.disana sudah ada sarah yang sudah membawa seutas tali.
"duduk"perintah arum.
Menyuruh jesica duduk di kursi depan sarah,dia tidak tau apa yang akan arum dan sarah lakukan firasatnya tidak enak.
"ku bilang duduk!!"dia menekan bahu jesica agar mematuhi perintahnya.
"ikat dia".kata arum berjalan ke arah pintu.
sarah mengangguk,dia langsung membelakakangkan kedua tangan jesica,lalu mengikatnya dengan tali yang ada di genggamanya tadi.
"apa yang akan kalian berdua lakukan.lepaskan aku,lepaskan!".jesica memberontak saat tau tujuan arum dan sarah memang tidak baik.
"kau bisa diam,kau sangat berisik!".tukas sarah.
dengan sengaja menekan luka bakar di punggung tangan jesica kuat-kuat,membuat gadis itu mengerang kesakitan.
Semalam dia lupa memerban lukanya,karena saking capeknya,padahal bi uut selalu mengingkatkan.
Arum berdiri di depan jesica,menatap jesica dengan tatapan jijik.
"lepaskan aku,lepaskan atau aku akan memberitahu nyonya besar tentang perlakuan kasar kalian ini".ancam jesica.
Arum dan sarah saling menatap,kemudian tertawa kencang.apanya yang lucu?".
Arum menggeleng-geleng"jesica,jesica"
Arum mencengkeram dagu jesica"kau fikir kita takut dengan ancaman seperti ini?.oh ayolah kita sudah bekerja lama disini,nyonya besar akan lebih percaya dengan penuturan kita daripada orang yang baru saja dia kenal".
"benarkah.baiklah aku benar-benar akan melaporkan kalian kalau dalam hitungan ketiga kalian tidak melepaskan ku".
"sebelum kau melaporkanya,sepertinya kita yang akan melaporkan mu dulu"
"apa maksudmu?".
Arum tersenyum miring,dia merogoh saku roknya.mengambil ponselnya.
"bagaimana dengan ini?,apa kau bisa menjelaskanya pada kami?".
Mata jesica terbelalak lebar,dia keget bukan kepalang karena di dalam ponsel arum terdapat foto dirinya dengan rey yang sedang bepelukan.
"darimana kau dapatkan itu,cepat kembalikan".
Jesica mencoba melepaskan ikatan tali di tanganya.Arum duduk berjongkok di depan jesica
"bagaimana,apa kau tetap ingin mengadukan kami ke nyonya besar nona?".
"cepat adukan nona joshua muda".sarah terkekeh senang melihat wajah panik jesica.
"kau ingin menjelaskanya pada kami,atau ingin langsung menjelaskannya di depan nyonya besar dan tuan joshua?".
Jesica menundukkan kepalanya,dia tidak mau menjelaskan tentang hubunganya dengan rey.
bahkan dengan bi uut yang sudah pasti akan menjaga rahasianya.dia tidak ingin seisi rumah ini tau,tapi kalau dia tidak memberitahunya,kemungkinan besar dia akan diusir dari rumah ini dan semua biaya rumah sakit ibunya akan di cabut.
"dia kekasihku"jawab jesica lirih.
Arum dan sarah tidak menunjukan ekspresi terkejut sama sekali,ekspresinya datar,sangat amat datar.
Arum berdiri,dia menjambak rambut jesica kuat-kuat membuat jesica meringis kesakitan.
dia menatap jesica dengan tatapan ingin membunuh.
"putuskan dia"katanya.
"aku tidak bisa".
"kenapa?"dia mengerutkan sebelah alisnya.
Jesica diam membisu,dia tidak tidak bisa menjabarkan alasanya.alasan yang paling utama adalah dia mencintai rey,sangat amat mencintai,tidak semudah itu memutuskan hubungan yang sudah bertahan begitu lama,lima tahun bukan waktu yang cepat,
walau rey meninggalkanya tanpa kabar dan membuatnya hampir putus asa,tapi tetap saja dia selalu menjadi alasan kenapa jesica masih bertahan hidup sampai sekarang.
"oh kau ku telfon nyonya besar ya"dia mengambil ponsel dari sakunya"baiklah kalau itu yang kau mau".
"tunggu dulu.bukanya aku sudah jujur padamu tentang hubunganku dengan rey,kenapa kau tetap melaporkan ini".
"karena perjanjianya?".arum mengedikkan bahu.
"yang aku dengar katanya kalian tidak boleh selingkuh satu sama lain,kalau salah satu dari kalian selingkuh,kalian bisa menguggat cerai,benarkan?".jelas arum.
dia menguping semua obrolan nyonya besar dan jesica dari balik tangga.
"kau menguping obrolan kami?".
__ADS_1
"apa sekarang membahas itu penting?".arum menekan tombol panggilan.
"tutt...tuttt....tuttt".berdering.
"ups aku tidak sengaja memencetnya".
Jesica kalang kabut.jantungnya berdetak begitu kencang.
"b...baiklah,baiklah aku akan putuskan rey".
ujarnya akhirnya.membuat senyum arum merekah.
"jadi tolong matikan panggilanya".pintanya.
"nah begitu kan enak".arum mematikan panggilanya.
Jesica tadi hanya meyakinkan arum agar dia tidak menelfon nyonya besar,untuk soal putus dengan rey, dia tidak akan melakukan hal sebodoh itu.
"sekarang lepaskan aku akan melepaskanmu kalau kau bisa membuktikan perkataanmu tadi".
"apa yang harus ku buktikan,mengirim pesan aku putus dengan rey?".
Dia tertawa kecil"kenapa harus susah-susah".
dia menyodorkan ponselnya kedepan jesica.
Disana terlihat sebuah kontak bertuliskan
'pangeran rey tampan'.jesica mencoba menahan tawanya,kenapa dia menamai kontak rey se alay itu,jesica saja tidak pernah menamai rey dengan nama seperti itu.
"apa itu nomor rey?".tanya jesica.
"kau pacarnya dan kau tidak tau nomor pacarmu sendiri?".tanya sarah.
Jesica menggeleng.menyedihkan bukan.
entah kenapa rey tiba-tiba mengganti nomornya,dan dia tidak pernah mengabari jesica dengan nomor baru itu,membuat jesica hampir depresi karena setahun tanpa kabar dari rey.
"cih aku jadi tidak yakin kau benar-benar pacarnya,kau sedang mengaku-ngaku ya,dan pasti poto tadi cuma editan saja,wah kita tidak perlu......".
"kau bisa diam sarah"potong arum menatap sarah tajam.
"oh maaf".
Arum tidak peduli,dia mengalihkan perhatianya lagi pada jesica"aku akan menelfonya,dan kau bisa bilang padanya kau ingin bertemu denganya,dan setelah itu putuskan dia,kau mengerti?".
Jesica tidak mau,dia tidak mau putus.
"mengerti jesica?!"
Arum memencet tombol panggilan.
"dan jangan mengatakan apa-apa selain itu".
"ya"suara berat terdengar dari dalam telpon.
Tanpa sadar arum tersenyum lebar,suara serak rey selalu membuat hatinya bergetar.
"h...halo rey".sapa jesica tercekat.
"siapa?".
Jesica melirik arum sebelum menjawab.
"jesica"kata arum tanpa suara.
"ini aku jesica".
Beberapa detik tidak ada balasan dari rey.
"jesica,kenapa?".
seketika bibir jesica kelu,tidak tau apa yang harus dia katakan,Arum menepuk paha jesica,membuat gadis itu tersentak.
"oh ya,darimana kau mendapatkan nomor telfon ku?".tanya rey dari seberang sana.
Jesica melirik arum lagi.
"katakan saja kalau kau memintanya dari arum" .kata arum tanpa suara lagi.
"apa itu sekarang penting bagimu?".
Rey tertawa kecil"tidak,sama sekali tidak penting".
"rey".
"ya?".
"apa kau sibuk hari ini?"
"aku sedikit sibuk".
__ADS_1
"oh maaf menganggu".jesica bernafas lega.
Jawaban yang ingin dia dengar,dengan begini arum tidak mungkin memaksa jesica untuk bertemu dengan rey.
"memangnya kenapa?"tanya rey.
"tadinya aku ingin mengajakmu ke sungai yang sering kita kunjungi,tapi karena kau sibuk mungkin bisa lain kali".
"aku akan kesana,sekarang?".
"tapi bukanya....".
"aku akan kesana sekarang".potong rey cepat.lalu menutup panggilanya.
Jesica mengerutkan sebelah alisnya,bukanya tadi rey bilang sibuk,tapi kenapa dia tiba-tiba mau menerima ajakan jesica.
Arum bangkit berdiri"sekarang kau harus bertemu denganya.sarah cepat buka ikatanya".
Sarah mengangguk,dia membuka ikatan tangan jesica.
Arum menggeret tangan jesica keluar."sarah kalau bi uut tanya kita kemana bilang saja jesica ingin jalan-jalan sebentar".
"iya bos"
Setelah sampai depan rumah arum melepaskan tangan jesica"cepat bilang pada pa yanto untuk mengatarkan mu ke sungai".
"pak yanto!".teriak arum.
Pak yanto langsung berlari bergegas ke arah jesica dan arum.
"iya ada apa nona jesica".
"pak yanto,apa pak yanto bisa mengantarkan kami ke sungai dekat kota?".
"tentu saja,sebentar ya saya ambil mobil dulu".
Jesica mengangguk.
Sebuah mobil hitam mewah milik joshua keluar dari bagasi.mobil ketiga joshua.yang sekarnag jadi milik jesica sementara kata nyonya besar.
Pak yanto membuka pintu belakang"ayo non".
Jesica masuk kedalam mobil,diikuti dengan arum di belakangnya,dia juga tidak tau kalau arum akan ikut denganya.
"loh kok kamu ikut rum?"tanya pak yanto.
"saya yang minta pak".jawab jesica.
"tuh kan denger,udah cepetan jalan".
Pak yanto menutup pintu mobilnya,dia masuk ke pintu depan,lalu kemudian mobil itu menderu di jalanan.
Dalam perjalan tidak ada yang bicara,jesica hanya melihat-lihat gedung tinggi yang dia lewati,arum juga,dan pak yanto yang sibuk memperhatikan jalanan.
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di sungai yang jesica bilang.
"kau bawa hp?".
"ya?.
Jesica mengambil hp dari sakunya.
"catat nomerku".
"untuk apa?".
"catat saja".
Setelah mencatat nomor arum,arum mengambil hp jesica,dia menghubungi nomornya sendiri.
"taruh di saku mu.aku akan mendengarkan semua percakapan kalian dari sini,kalau kau mematikan panggilanya aku akan benar-
benar mengadukan ini semua pada nyonya besar".
Jesica sudah sangat pasrah,dia turun dari mobil,dan berjalan ke pinggiran sungai.
sedangkan arum memantau dari dalam mobil.
"halo nona cindy"sapa arum.balasan dingin yang arum dapatkan dari cindy.
"apa nona sibuk?".
"tidak"
"apa nona bisa datang ke sungai dekat kota,ada yang ingin saya tunjukan pada nona"dia tersenyum licik"ini tentang tuan rey".
"kenapa dengan rey?".
"kalau nona ingin tau nona datang saja ke sungai sekarang,atau nona akan ketinggalan dramanya".
"drama apa?".
__ADS_1
"kesini saja,nona akan melihatnya sendiri".
Arum menutup panggilanya"kau akan hancur gadis kampung".