
Hari sudah sangat siang,jesica baru saja turun dari atas rooftof dengan gunungan pakaian kering milik joshua di tanganya.arum sakit,jadi dia menganggatikan pekerjaanya untuk sementara,tidak apa-apa jesica suka melakukan hal seperti ini.Jesica menaruh pakaian kering itu diatas ranjang,setelah ini harus menyetirkannya.
"ting,tong,ting".
Suara bell menghentikan aktifitas jesica.jesica mengedarkan pandanganya.
tidak ada siapapun disini,bi uut tadi pergi ke pasar,sarah dan arum pasti tidur di kamarnya,
dan joshua juga ada di kamarnya.rumah ini terlihat begitu sepi.
Jesica berjalan ke pintu depan,hendak membukkan pintu,dia membukkakan pintu.
"iya dengan siapa?".
Seorang driver ojek online berdiri di depan pintu masuk,membawa satu kantong plastik besar di tanganya.
"kak jesica?".tanya driver ojek itu.
"ya dengan saya sendiri".
Pria itu menyodorkan plastik ke depan jesica"ini kak semua pesenanya udah ada disini".
Alis jesica berkerut.pesanan?,perasaan dia tidak memesan apa-apa,lalu siapa yang memesan semua ini dengan namanya.
"mungkin bapak salah orang,saya ga mesen apa-apa pak".
Driver ojek itu menatap hpnya,memastikan kalau dia tidak salah alamat"bener kok kak,alamatanya tepat,kakak ini kak jesica kan?".
Jesica mengangguk.
"yasudah ya kak,jangan lupa kasih bintang lima ya kak".
Driver itu berjalan pergi dari rumah joshua.
Alis jesica berkerut sempurna,dia masuk ke dalam rumah,tidak lupa menutup pintunya kembali.
Wanita itu duduk di meja makan.membuka kantong plastik itu.
Di dalamnya ada tiga lolipop,marshmallow,
satu bungkus yupi besar,permen,satu box besar ice cream rasa strawberi,dan minuman rasa permen.semua yang ada di dalam adalah makanan kesukaan jesica,tapi siapa coba yang mau memberikan jesica makanan sebanyak ini,aneh.
Bersamaan dengan itu,di dalam kamar joshua.
"pesananya sudah sampai kak".
"oke".
Joshua mematikan hpnya,senyum kecil tercetak di jelas wajahnya.
****
Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.joshua masih berkutit dengan kertas-kertas menyebalkan di meja kerjanya,di bawah kedua matanya menghitam,jari-jarinya sudah mulai lelah mengetik dan matanya lelah menatap laptop sangat lama.
Joshua merenggangkan tanganya keatas,
mengendurkan semua otot-ototnya yang tegang.
"kruuuyuukk".
Dia memegangi perutnya.para cacing di dalam perutnya pasti sudah demo karena sama sekali belum di beri makan daritadi.joshua berdiri,dia berjalan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"tok,tok,tok".joshua mengetuk pintu kamar jesica.
Rencananya agar wanita itu memasakkannya sesuatu,tapi pas dia pergi ke dapur tidak ada makanan apa-apa disana,kosong.jadi dia pergi ke kamar jesica.
"cklek"
Pintu kamar jesica terbuka.wanita menucek matanya pelan,rambutnya sedikit berantakan,pasti joshua baru saja membangunkanya.
"oh tuan joshua,ada apa tuan?".tanya jesica.
"aku lapar,buatkan aku sesuatu".
Jesica mengangguk,mereka berdua berjalan kearah dapur.
Suasana di rumah ini sangat sepi,semua penghuninya mungkin sudah tidur.cuma joshua yang lapar di tengah malam seperti ini,pria yang menyusakan.
Jesica mengambil wajan,mengambil kaleng kornet,dan minyak.untung saja bi uut membeli kornet tadi pagi,kalau tidak joshua pasti akan marah besar karena tidak bisa makan apa-apa.
"ice strowberi siapa di kulkas?".tanya joshua basa-basi.padahal dia tau ice cream itu pemberian darinya.
"aku tidak tau tuan,tiba-tiba saja ada driver ojek yang mengantarkanya untukku,mungkin salah kirim".jawab jesica.
"pasti dari selingkuhan mu,cih kau ingin ku ceraikan?".
Jesica menggeleng cepat,dia menatap joshua.
"tidak tuan,aku tidak punya selingkuhan,
sungguh.aku berani bersumpah pada tuan".ujarnya panik.
"lalu kalau bukan daei selingkuhanmu dari siapa lagi".
jesica mengetuk-etuk dagunya berfikir.
permen dan semua hal-hal yang terasa manis.
"sebenarnya aku mencurigai seseorang tuan".
mata joshua langsung berkilat liat"siapa?".
sudah jelaslah jesica pasti akan menyebutkan namanya,siapalagi orang yang akan memberikan makanan sebanyak uutu padanya kalau bukan joshua.
"zidan"jawab jesica.
"hey jesica!!".teriak joshua membuat jesica berjengit kaget."kenapa kau malah bilang zidan yang memberikan semua itu padamu!!".
jesica tidak mengerti kenapa joshua marah-marah padahal jesica hanya menebak asal.
"asal ku tau saja ya jesica,semua itu adalah pemberian dari ku!!".joshua keceplosan.
"tuan bilang apa tadi?"
"bukan.maksudku ya bukan akulah,mana mungkin aku memberikanmu semua itu padamu,memberikanmu seratus perak saja tidak sudi".
gara-gara joshua semuanya jadi canggung,coba saja tadi joshua tidak emosi dan keceplosan pasti tidak akan secanggung ini.
"hey jesica kenapa diam saja,ayo masak".
jesica mengangguk"baik tuan"
Jesica memasukkan kornet kedalam wajan,
__ADS_1
tapi karena sedikit canggung merasa di perhatikan oleh joshua dia hampir kecipratan minyak.
"kau bisa sedikit lebih hati-hati".desis joshua.
"maaf tuan saya akan lebih hati-hati.....awww".
Jesica memengangi matanya yang terkena cipratan minyak,sudip di tangan jesica jatuh ke lantai.
"kau tidak apa-apa,coba aku lihat".cecar joshua panik.
Dia menarik tangan jesica keluar dari dapur,pria itu mendudukan tubuh jesica kursi meja makan.dia duduk berlutut di depanya.
mencoba membantu jesica untuk membuka matanya.
"buka mata mu perlahan".
untung saja wanita di bawahnya menurut,
perlahan jesica membuka matanya.rasnaya perih dan sakit.
"sudah ku bilang kan hati-hati kalau masak,
kalau begini siapa yang akan bertanggung jawab,ceroboh sekali sih jadi orang,kalau terjadi apa-apa siapa yang akan repot,dasar menyusahkan saja".cecar joshua.
Dia mengambil hp di saku celananya,
mencoba memanggil dokter pribadinya.
"jangan sentuh matamu,bisa bahaya nanti".
Entahlah,walau joshua terkesan memarahinya,terdapat banyak kekhawatiran di wajahnya.jesica belum pernah mendapatkan perhatian sebanyak ini,kecuali dari ibunya.
Jesica terkekeh kecil"aku tidak apa-apa tuan,tuan tidak perlu sekhawatir itu,dan tuan tidak perlu repot-repot menelfon dokter hehehe".
Joshua mematikan panggilanya,orang yang dia khawatirkan malah bisa sesantai ini,joshua memalingkan wajahnya dari hadapan jesica.
"siapa yang menghawatirkan mu,buang-
buang waktu saja".ucapnya jaim.
Beberapa detik mereka saling diam,lalu sesuatu terasa menganggu pikiran jesica.seperti ada sesuatu yang dia lupakan.bau sesuatu terbakar menyengat hidung jesica.
"astaga tuan ikanya".
"oh iya ikanya".
Mereka berdua buru-buru berlari kearah dapur.asap tebal sudah mengepul membumbung memenuhi dapur.
"uhukk,uhukkkkk".
Joshua menarik tubuh jesica kebelakangnya,
Mengamankan wanita itu.
"awas".
dia mematikan kompornya.Menutup wajah dengan kain basah itu,membuat asapnya tidak lagi mengepul,tapi itu membuat wajan nya hampir bolong dan ikanya hangus tak bersisa.
Mereka saling menatap.saling mengerti apa yang dimaksud,mereka tertawa kencang.
"hahahahaha ikanya jadi cungkring hahahaha"
__ADS_1
"hahahahaha".
Entahlah apa yang terjadi pada hari ini,jesica merasa hari ini adalah hari yang terbaik baginya.setelah melewati hari-hari berat yang tiada berujung,besok dia menginginkan hari seperti ini,bukan,dia menginginkan semua hari-harinya seperti ini.