
Suasana mobil sangat hening,lebih hening dari waktu berangkat tadi,suara deru ac saja bisa di dengar karena saking heningnya.
Joshua melirik jesica di sampingnya,daritadi matanya sellau penasaran dengan apa yang sedang jesica lakukan.
Gadis itu tengah memeluk dirinya erat,
bibirnya terlihat sedikit pucat dan bibir bawahnya bergetar.apa dia kedinginan?.
"zidan tolong kecilkan acnya".pinta joshua.
"baik tuan".tangan zidan mengecilkan ac di depanya.
Jesica melirik joshua.
"apa,aku hanya kedinginan,tidak usah kegeeran".sengit joshua.
Padahal jesica juga tidak mau kegeeran,dia hanya melirik joshua karena ingin.
Walau acnya sudah di matikan tapi jesica masih tetap kedinginan.tatapan joshua teralihkan pada paha jesica yang terbuka,apa karena gaunya ke pendekan dan ketat membuatnya kedinginan?.
Joshua berdecih,dia melepas matelnya dan
mulai menutupi paha jesica"siapa sih yang memilihkan gaunya,pendek banget gitu".
Sekarang jesica benar-benar menatap joshua heran.
"aku hanya gerah karna acnya dimatikan,
bukan peduli"kelekar joshua bohong.
"tuttt...tutt...tutt".
Hp Joshua bergetar,dia mengambil hpnya.melihat siapa yang memanggil,ternyata nina.joshua mengangkat panggilanya.
"ya".
"joshua kau dimana,kenapa lama sekali,kau bilang ini hanya sebentar,disini aku sendirian,
aku takut,apa kau bisa menemaniku lagi untuk malam ini?".tanya nina dengan suara di manja-manjakan.
Joshua melirik jesica yang tengah menatap keluar jendela.kalau dia meninggalkanya di jalan dengan zidan,dia tidak akan setega itu.kalau dia mengantarkan mereka dulu kasihan nina harus menunggu lama.
"halo joshua".ujar nina dari dari dalam telfon.
"ya?"
"kau masih sibuk ya,yasudah tidak apa-apa,selamat malam.....".
"aku akan segera kesana".
"kau serius?".
"iya,tunggu sebentar lagi".
"benar ya aku tunggu,dah shua sayang".nina memberikan kecupan diakhir kalimatnya.dia mematikan panggilanya.
"zidan tolong berhenti disini".
"ya?".zidan melirik joshua dari kaca spion.
"saya bilang berhenti disini".
"baik tuan".
zidan menghentikan mobilnya.jesica dan zidan menatap joshua heran.
__ADS_1
"kenapa tuan.....".
"kalian berdua keluar dari mobil ku sekarang".
zidan dan jesica mengerutkan dahi,tidak mengerti maksud joshua.
"cepat keluar!!"tukas joshua.
zidan dan jesica langsung keluar dari mobil,joshua juga.dia pindah ke kursi depan.joshua menutup pintu mobilnya,dia menyalakan mobilnya.
tapi zidan mengetuk jendela,joshua membuka jendelanya.
"kita pulang bagaimana tuan?".
Joshua memutar bola matanya malas,dia mengambil dompet,mengambil beberapa uang ratusan ribu lalu membuang uang itu"cukupkan?".
zidan mengangguk-angguk"cukup pak"
Joshua menutup kembali jendela,mobil hitamnya kemudian berjalan melesat kejalanan.
pria gila,tiba-tiba menurunkan istrinya begitu saja di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.
padahal baru beberapa detik yang lalu joshua bersikap sangat baik pada jesica,dengan snagat ceoat dia berubah menjadi joshua yang jesica kenal.
"aku akan memesan taksi sebentar".jesica membuka hp di tanganya.memesan taksi online dari aplikasinya."aku sudah memesan,
mobilnya akan datang sebentar lagi".
zidan mengangguk.
Beberapa menit kemudian mobil putih berhenti di depan zidan dan jesica.jesica mengecek plat nomor mobilnya apa sama dengan aplikasi atau tidak.setelah tau itu mobil pesananya jesica dan zidan langsung masuk kedalam.
keheningan menyeruak di dalam mobil,hanya terdengar suara dari radio daei mobil yang sayup-sayup hilang.
jesica menutup mulutnya yang menguap lebar.apa ini sudah malam?,kenapa jesica sudah mengantuk begini?.
usak tubuhnya sendiri.dan kenapa ac mobilnya sangat dingin,tidak acnya standar,
jesica saja yang tidak kuat dingin
"pak bisa kecilkan acnya?".tanya zidan pada sang supir.
"oh bisa pak".jawab sang supir mengecilkan acnya.
jesica melirik zidan,melemparkan senyum kecil.zidan hanya membalasnya dengan tatapan datar menyebalkan tanpa ekspresi.
dia lebih menyebalkan dari joshua.
jesica kembali menutup mulutnya,sudah berapa kali dia menguap,rasanya kantuk sudah menggelayuti matanya.beberapa kali memejamkan matanya,kepalanya sedikit terhantuk-hantuk ke belakang.
dengan ragu-ragu zidan menyenderkan kepala jesica ke bahu bidangnya.jesica membuka matanya,tapi karna rasa kantuk dia kembali menutup matanya dan membiarkan kepalanya bertengger dengan nyaman di bahu zidan.
si supir menghentikan mobilnya di depan pagar rumah joshua.
"berapa?".tanya zidan pada sang supir.
"50 ribu tuan".
zidan mengambil satu lembar uang seratus ribu dari saku jasnya,dia memberikan uang itu pada sang supir.
supir itu baru saja ingin memberikan uang kembalianya,tapi zidan menolaknya.
"buat bapak saja"kata zidan.
"tapi ini banyak banget pak".
__ADS_1
"gapapa".
"terimakasih tuan,semoga hunguan tuan dengan nyonya ini selalu langgeng sampai maut memisahkan".kata supir itu melirik jesica sekilas.
zidan hanya mengangguk,dia sedang malas menjelaskan.pria itu mengalihkan pandanganya pada jesica.mengguncangkan tubuh jesica pelan,membangunkanya.
"nona jesica kita sudah sampai".
"hmm"jesica bergumam.dia mengulet,lalu memeluk tubuh zidan
"aku memakanya nanti".gumamnya.dia mengigau.
zidan membuka pintu mobil.membopong tubuh jesica bridal style keluar dari dalam mobil.lalu dia berjalan masuk kedalam rumah joshua.untung saja pak yanto belum menutup gerbangnya,jadi dia tidak perlu repot-repot berteriak untuk di bukakan gerbang.
zidan mengentuk pintu dengan kakinya,
soalnya tanganya menggendong jesica.
tidak lama pintu itu terbuka,membawa seorang perempuan pendek dengan celemek yang masih menganggantung di badanya.
tatapan arimbi langsung tertuju pada jesica yang ada didalam gendongan zidan.
"nona jesica kenapa?".tanyanya sedikit panik.
zidan tidak menggubris,dia berjalan begitu saja masuk kedalam rumah.zidan menurunkan tubuh jesica perlahan keatas sofa.pria itu melepaskan jasnya dan menyelimuti tubuh jesica dengan itu.
"apa dia mabuk?,dimana tuan joshua?,kenapa nona jesica bisa bersamamu?.oh astaga,apa kau menculik nona jesica dari tangan tuan joshua dan habis memperkosanya,kau gila ya zidan!!".cecar arimbi.
zidan menatap malas perempuan yang mengoceh seperti burung beo di sampingnya.
"aku tidak habis fikir kau bisa melakukan hal se menjijikan......mmm".
sebelum arimbi terus menyerocos zidan susah membekap mulut arimbi dengan tanganya.dia menundukkan tubuhnya mensejajari tinggi arimbi.
"kau bisa diam,atau aku akan mencium mu".
wajah arimbi langsung memerah,jantungnya berdegup begitu kencang,dia bahkan tidak tau bagaimana caranya bernafas dengan normal.
zidan mengulas senyum mengejek,dia melepaskan bekapanya"aku bercanda".
arimbi mendengus sebal.dengan seenak hati pria itu mempermainkan hatinya,arimbi benci zidan.
dia memukul pinggang zidan sangat keras
"bercandanya tidak lucu,sudahlah aku ngantuk mau tidur".
aeimbil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan zidan.
"arimbi"
panggilan itu menghentikan langkah arimbi
"ya?".tanya arimbi membalikkan badanya.
zidan berjalan mendekati arimbi,apa lagi yang akan oria itu lakukan setelah ini.
zidan menundukan tubuhnya,mendektakan bibirnya ke telinga arimbi.
"selamat malam".katanya tepat di telimga arimbi.
tubuh arimbi menegang karna suara zidan yang terdengar seksi di telinganya.lagi-lagi pria itu membuat jantung arimbi berdetak tidak karuan.
"ya,malam juga".
arimbi langsung berlari pergi masuk kedalam kamarnya,daripada jantungnya copot karna zidan.
__ADS_1
zidan kembali mengalihkan pandanganya pada jesica yang sudha tertidur sangat nyenyak di sofa.dia mendesah pelan,duduk di
bawah sofa,sampai joshua pulang dia akan menunggu jesica disini.