BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
BERAKHIR(17)


__ADS_3

"sudah menunggu lama?"tanya seseorang di belakang jesica.dia tau jelas siapa orang di belakangnya.rey berdiri di sampingnya.


"tidak"jawab jesica canggung.


"tiba-tiba sekali,ada apa?".tanya rey penasaran.


Apa jesica bisa mengatakan ini,sepertinya tidak.dia tidak sanggup mengatakanya.dia masih sangat mencintai rey,sangat amat,dan dia tidak ingin berpisah denganya sedetikpun.


"jesica?".


Rey mengibaskan tanganya kedepan,tapi wanita itu masih bergeming,hingga dia menyentuh kening jesica.


"badanmu demam,kau ingin ku antarkan ke dokter?".ucap rey,terdapat banyak nada kekhawatiran di nada bicaranya.


Jesica menepis tangan rey dari keningnya pelan."aku baik-baik saja".


Mereka berdua diam,susananya jadi sangat canggung.sebenarnya jesica ingin mengobrol banyak dengan rey,tapi entah kenapa lidahnya begitu kelu hanya untuk sekedar basa-basi,


rasa bersalah menyeruak di dalam dadanya.


dan memikirikan bahwa arum sedang mendengarkan percakapan mereka.


"rey aku ingin bicara serius padamu".ucap jesica akhinya.


"tunggu sebentar"


rey merogoh saku celananya,mengambil sebuah kalung,kalung dengan bandul seperti tetesan air yang bersinar.


"apa kau menyukainya?".


Dia mengantung-gantukan kalungnya di depan jesica.


"ya".


"mau ku pakaikan?".


"untukku?"jesica menunjuk dirinya sendiri tidak percaya.


"iya".


"kau serius?".


Rey mengangguk mantap.sebenarnya kalung ini awalnya akan dia berikan untuk cindy di ulang tahunya nanti,tapi saat melihat jesica tidak memakai perhiasan apapun di tubuhnya membuatnya merasa bersalah,setidaknya dengan ini dia sudah menepati janjinya untuk menyenangkan jesica.


"tidak perlu rey".


"kenapa?".


Jesica menekuk telapak tangan rey"kau sudah bekerja sangat keras,jadi kau simpan saja kalungnya untuk dirimu,aku tidak papa kok,bertemu denganmu lagi saja sudah cukup membuatku bahagia".


"tapi aku memang berniat memberikanya padamu.berbalik".


Jesica berbalik,rey mengangkat rambut jesica keatas,lalu memakaikan kalung padanya.


"coba berbalik".


Jesica berbalik,rey tersenyum melihat kalung itu bertengger di leher jenjang jesica,itu membuatnya jauh lebih cantik.


Jesica memegang bandul kalungnya.bandul emas mengkilat,pasti ini bukan emas biasa,harganya pasti sangat mahal.


"kau menyukainya?".


Jesica mengangguk-angguk senang.


Tapi dia tiba-tiba saja terdiam.jesica baru ingat kalau arum sedang memata-matainya dan bukanya dia bertemu dengan rey disini untuk menghakhiri hubungan mereka?.jesica tidak mau,dia tidak ingin kehilangan rey,tapi ancaman arum terus mengelilingi fikiranya.


"rey,aku ingin kita putus".


Bagai di sambar petir di siang bolong,rey membeku di tempatnya.apa tadi dia tidak salah dengar,atau mungkin jesica sedang bercanda.jantung rey terasa berhenti selama dua detik.

__ADS_1


Rey tertawa geli"kau lucu sekali,baiklah mari kita putus".


"aku serius"


"aku juga"


"rey".


Rey diam,sepertinya ucapan jesica memang serius.


"kenapa?".tanya rey.


"aku hanya lelah,aku lelah menunggumu selama setahun,aku tidak mau di gantungkan.


setiap hari harus cemas memikirkan bagaimana kalau kau menemukan orang baru,bagaimana kalau kau mencintai orang baru,lalu memilih orang itu karena lebih sempurna dariku,dan kau akan meninggalkan setelah itu semua terjadi".jelas jesica.


"aku sudah menebaknya".rey tersenyum smirk.


Dahi jesica mengerut.dia tidak mengerti apa yang rey katakan.


"cinta seorang pembatu dan majikanya.kisah yang sangat klise,aku fikir aku hanya akan menjumpainya di novel saja,di kehidupan nyata jug ada".


"aku tidak mengerti".


"aku juga tidak mengerti kenapa kau mencintai pria lain".


Rey mulai salah paham.atau mungkin dia salah mengartikan ucapan jesica.dia berfikir kalau jesica dan joshua saling mencintai,dan itu menjadi alasan terbesar jesica minta putus.


"aku rasa kau hanya salah paham rey".


"aku tau jesica aku tau.semua wanita juga akan melakukan apa yang kau lakukan.


memilih joshua adalah keputusan yang tepat".bernarkan dugaanya.


"aku tidak mencintai tuan joshua,ini tidak ada hubunganya sama sekali denganya".


Jesica menelan ludanya berat"aku sudah tidak mencintai mu lagi".entah kenapa kata yang baru dia lontarkan benar-benar baru saja melukai hatinya.


Rey tidak menjawab,dia diam,dia tidak tau harus menjawab apa.seketika dunianya hancur.dia tidak ingin pertemuannya dengan jesica untuk pertama kali setelah setahun lamanya dengan kata putus.tidak semudah itu.


"baiklah kalau itu yang kau mau"jawab rey akhirnya,dia bangkit berdiri"semoga kau bahagia dengan orang yang kau cintai".


rey berbalik,dia sudah melangkahkan kakinya,sebelum suara menghentikanya.


"rey".panggil jesica.


Rey membalikan tubuhnya 30 derajat.


"ya?".jawabnya lirih.


"apa aku bisa meminta satu hal?".


Rey mengangguk.


"bisakah kau berperilakulah seolah-olah kita tidak saling kenal saat bertemu".


Rey fikir jesica akan bilang kalau ini hanya kejutan,atau dia hanya bercanda dengan ucapanya itu.tapi hal yang dia dengar malah semakin menyakitkan.


dia berbalik,lalu meninggalkan jesica sendirian.Tubuh jesica bergetar,dia menggenggam kedua tanganya erat.dia menatap punggung rey yang semakin menjauh darinya.dadanya terasa sakit,ada sesuatu yang terasa hampa di dalam tubunya.dia membiarkan air mata jatuh satu persatu membasahi wajahnya.dia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan,dan membiarkan dirinya terisak.


***


Cindy buru-buru menaikan kaca mobilnya keatas saat rey melewati mobilnya,pria itu tidak akan tau kalau mobil itu milik cindy karena sedang emosi.


gadis itu terus menatap kekasihnya sampai dia masuk mobil.dia tidak percaya,pria yang selama ini dia fikir akan setia dan tulus mencintainya telah berhianat di depan matanya,bisa-bisanya dia melakukan semua ini di belakang cindy.


Cindy mengusap air mata yang daritadi sudah membasahi pipinya dengan tangan.dia ingin sekali turun,menampar rey lalu meminta putus padanya,tapi cara itu hanya akan menyakitkan hatinya,karena rey sudah tidak akan jadi miliknya lagi nanti.


Gadis itu mengambil hp diatas dashboard,dia mencoba memanggil rey,dia ingin lihat apa jawaban dari pria itu,kalau dia jujur mungkin cindy akan memaafkanya,setelah dia memberikan penjelasan yang logis.

__ADS_1


Hpnya berdering,di detik selanjutnya suara berat terdengar dari seberang sana.


"halo".sapa rey dengan suara bartondenya,


namun tidak seperti biasanya,suaranya sedikit serak.


Cindy melirik mobil rey yang jaraknya tidak jauh darinya.


"sayang apa kau sibuk?".


"kenapa memangnya?".jawab rey dingin.


cindy selalu di perlakukan seperti itu.


"tidak hanya ingin tanya kau ada dimana sekarang?".


Beberapa detik,dia tidak menjawab.


"sayang?".


"aku ada di kantor".


Cindy tersenyum getir,kebohongan kedua,apa selama ini rey juga sering melakukan kebohong seperti ini,diam-diam bertemu dengan jesica dan saat cindy telfon dia bilang kalau dia ada di kantor,mungkin saja,bisa jadi.


"hhmm,cat di kuku aku sudah mengelupas,


aku ingin mewarnainya lagi,apa kau bisa mengantarku?".


"aku sibuk cindy,apa kau bisa pergi sendiri?".


'sibuk?,sibuk duduk atas mobil dan tidak melakukan apa-apa?'.batinya kesal.


kebohongan ketiga.


"padahal aku ingin sekali pergi denganmu".


"maaf ya".


"yasudah aku berangkat sendiri saja,sema.....".


Rey mematikan hpnya sebelum cindy menyelesaikan kata-katanya.dia bahkan tidak mengucapkan salam yang sering mereka gunakan sebelum menutup panggilan.cindy berdecih,menggengam hpnya sangat kuat hingga hampir meremukanya.


****


"braakkk!!".


Pintu rumah mahendra terbuka lebar,cindy baru saja mendobrak pintu itu.Dia menghampiri ayah dan ibunya yang duduk di ruang tengah.


"kau sudah pulang nak?".tanya irma.tanganya sibuk memencet-mencet remot tv.


"ayah,aku ingin pertunanganku dengan rey di percepat,kalau perlu lakukan pertunanganku di hari ulang tahunku".tutur cindy.


"kenapa,kenapa kau buru-buru sekali,bukanya kau bilang pada ayah undur pertunangan kalian sampai kau lulus sekolah?".


Ya,cindy masih sekolah,kelas tiga sma,tapi sebentar lagi lulus,karena dia anak perempuan dan tidak ingin seperti kakaknya yang nikah di umur tua,ayah dan ibunya akan menikahkan cindy setelah lulus sekolah,tapi dengan alasan setelah menikah dia harus kembali melanjutkan kuliahnya.


"pokoknya aku ingin pertunangkanku diadakan sama dengan ulang tahunku!".


paksanya.


"tapi ulang tahun mu sebulan lagi".


"ya memang,ayah siapkan saja undangan pertunanganku,cincin dan semuanya.aku tidak mau tau ayah harus melakukan itu semua".


Setelah mengatakan itu cindy naik keatas tangga dengan amarah,dia menutup pintu kamarnya dengan sangat kuat sampai suaranya terdengar dari bawah.


"cindy jangan rusak pintunya!!".teriak irma.


"kenapa dengan anakmu?".tanya hendra mengerutkan dahinya.mega mengangkat bahunya tanda tidak tau,dan juga tidak mau tau.

__ADS_1


__ADS_2