
Jesica menduduki dirinya di kursi meja makan,dia menselonjorkan kakinya sambil memijat-mijatnya pelan.hari ini cukup melelahkan,sejak pagi tanganya tidak mau diam,setelah menyiapkan makanan untuk joshua,ya walau makananya tidak dimakan dan malah dimakan arimbi dan yang lainya.
setidaknya dia mencoba apa yang di perintahkan nyonya natalie.walau gagal.
agak siangan sedikit dia mencuci semua pakaian joshua,semuanya tidak terkecuali,
menyapu,ngepel,semua dia lakukan.mungkin karena dia sering melakukan di rumah bu irma,jadi semua tidak terlalu menganggetkan.
Jesica melipat kedua tanganya diatas meja,
menjadikan kedua tanganya untuk tumpuan kepala,gadis itu menidurkan kepalanya,
sesekali dia memegangi lehernya yang sedikit sakit.
Diatas meja makan sudah ada makan malam lengkap dengan jus jeruk tanpa gula kesukaan joshua.
ya,jesica tau joshua pasti akan menolak makananya,tapi setidaknya dia bisa mencicipi makananya walau hanya satu sendok,itu sudah membuatnya bahagia.jesica melirik jam diatas dinding sana.sudah hampir jam sepuluh malam,tapi joshua belum menampakan batang hidungnya sama sekali.
padahal kata arimbi dia seharusnya sudah ada dirumah jam sembilan malam,paling telat jam setengah sepuluh.
Jesica memegangi perutnya.sekarang perutnya mulai memberontak,perutnya terasa sakit.dia belum makan dari siang,dia akan makan kalau joshua sudah pulang dan makan makananya.kata ibunya tidak baik makan duluan sebelum suami makan.jadi jesica menuruti kata-kata ibunya.
"nona jesica"arimbi menepuk pelan punggung jesica.membuat jesica berjengit kaget.
Jesica meneggakan tubuhnya"iya?"
"nona jesica tidur aja,biar saya yang tungguin tuan joshua.nanti rimbi panasin makananya ya".
Sejak tadi arimbi terus merayu jesica untuk tidur saja karena sudah malam,tapi jesica terus memaksakan diri tidak mau tidur sampai joshua pulang.padahal pembantu joshua sudah tidur setengah jam yang lalu,
karena memang sudah dijadwal ini jam tidur mereka.
Jesica menggeleng"gapapa,sebentar lagi juga tuan joshua pulang".
"yaudah kalau nona jesica maunya begitu.tapi nona jesica makan dulu ya,kan tadi belum makan.nanti kalo sakit nyonya natalie pasti marah ke saya.terus gimana kalo saya di pecat,nona jesica mau?".
Jesica mengulas senyum.wanita di depanya benar-benar baik.mungkin dia orang yang paling baik diantara pembantu lain,itu membuat jesica sedikit betah tinggal dirumah yang sebenarnya seperti neraka ini.
Jesica menepuk kedua bahu arimbi pelan
"aku belum lapar,nanti kalo laper aku pasti makan,kau tenang saja ya".
arimbi mendesah pasrah,dia melirik jam dinding"tapi nanti kalo sudah melebihi jam sebelas malam nona jesica harus kembali ke kamar terus tidur ya,saya maksa".
"ummm"jesica mengetuk-etuk dagunya,
berfikir"setuju".
"yasudah saya ke kamer dulu ya nona".
Jesica mengangguk-angguk.arimbi kemudian pergi meninggalkanya sendirian di meja makan.
Jesica mengedarkan pandanganya,menatap ruangan besar yang sangat lenggang dan sunyi.
jesica menggosok-gosok lehernya,bulu kuduknya langsung meremang.dia baru menyadari rumah ini sangat sunyi setiap malam,beberapa ruangan sengaja di matikan lampunya,ruangan rahasia juga mungkin lampunya dimatikan,dia tidak bisa membayangkan berapa banyak hantu yang ada disana.
Dia tidak habis fikir kenapa rumah sebesar ini hanya di tinggali oleh satu orang,enam dengan pembantunya di bawah.bisa-bisanya pria itu membangun rumah sebesar ini hanya untuk dirinya.kenapa dia membuang uang banyak hanya untuk membuat tempat tinggal seperti istana ini.masih mending kala uangnya di bangun untuk panti dan hal yang lebih berguna lainya.orang kaya memang tidak bisa di mengerti.
***
Malam semakin larut,angin dingin menyeruak masuk kedalam mobil hitam joshua.pria itu duduk di mobilnya.beberapa menit yang lalu dia masuk kedalam parkiran tempat yang di bilamg jhony.sejam yang lalu joshua fikir jhony tidak jadi mengajaknya ke bar karena tidak mengabarinya sama sekali,dia baru saja ingin pulang sebelum pria itu mengirim lokasi tempatnya berada.
joshua harus harus menunggunya di tempat itu,karena katanya barnya sedikit melosok kedalam.jhony akan menyusul kesana.
Tapi sampai sekarang pria itu tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali.joshua melirik arlojinya.sudah hampir setengah jam dia menunggu.dia sudah mencoba menguhubing jhony beberapa kali,tapi pria itu tidak mengangkatnya.
Joshua memukul stir mobilnya kesal"dimana sih dia"dengusnya sebal.
__ADS_1
Matanya terus mencari keberadaan jhony dari dalam mobil.
"tok,tok,tok"
Seseorang mengetuk-etuk kaca jendela mobio joshua.joshua sedikit tersentak.dia menyipitkan matanya,dia tidak berani membuka kaca mobilnya takut orang yang di luar bukan jhony.karena tempatnya gelap dia jadi tidak melihat wajah orang di luarnya.
Ponselnya tiba-tiba bergetar.dia menatap layar ponselnya,dari jhony.joshua mengangkat telfonya.
"kenapa kau tidak membuka jendela mobil mu bodoh!!".
Dia menyingkirkan ponselnya dari telinga.
suara jhony membut telinganya berdenyut.dia terkekeh.
"ku kira kau maling.baiklah,baiklah akan ku buku".
"cepat"
"iya tuan,menyingkirlah dari pintu mobilku".
Jhony mematikan panggilanya.
joshua langsung membuka pintu mobilnya.
dia langsung keluar dari dalam mobil.
Jhony sudah berdiri di sampingnya.dengan jaket dan rambut penuh dengan minyak rambut.joshua mengendus,dia langsung mentup hidungnya saat aroma wangi yang menyengat menusuk hidungnya,
"kau ini pakai minya wangi sebotol ya,baunya wangi sekali".
****
Setelah berjalan cukup lama akhirnya joshua sampai di bar yang di tunjukan jhony.jhony benar tempatnya cukup jauh dari jalan raya.
dia harus menlewati beberapa lorong sempit dan gang-gang rumah warga dulu baru sampai kesini.ada ya ornag yang memabngun bar di pelosok seperti ini.
mungkin ukuranya hanya se besar dapur dan ruang tamunya,joshua tidak bohong,
tempatnya sangat sederhana,hanya ada lampu-lampu rambat tulisan masuk diatas pintunya.
Jhony mengangguk yakin,dia merangkul joshua
"ayo bro".
Jhony membuka pintu barnya"kau lebih dulu".
dia terkekeh sambil merentetkan tanganya ke samping,menyuruh joshua masuk duluan.
Betapa tercengangnya joshua melihat apa yang ada di dalam.tidak seperti yang dia lihat di luar.suara musik yang sanagt keras langsung menyambut gendang telinganya,
lampu disko berkedap-kedip membuat joshua pening diatas sana.di bawahnya beberapa orang bergoyang tidak beraturan.beberapa pasangan muda mudi malah asik berpelukan di tengah-tengah altar cukup besar.
"ayo".
jhony berjalan lebih kedalam tempat itu,joshua hanya mengikutinya seperti anak ayam.mereka melewati orang-orang yang tengah sibuk menari.
Seseorang menyenggol pundaknya cukup keras.
seorang wanita dengan gelas di tanganya tersenyum padanya.wanita menggunakan pakaian sangat minim dengan memperlihatkan pusernya menyentuh dada joshua,refleks joshua memudurkan tubuhnya.
"hey tampan,mau main berama ku?".ucapnya tidak jelas.dia mungkin terlalu banyak minum alkohol,mulutnya bau alkohol.dia mneyentuh wajah joshua,tapi pria itu buru-buru menepisnya.
"hey nita"jhony mencoba melepaskan tangan nita dari dada joshua"jangan buat seperti,kau menakutinya,kau tau".
"ah jhony sayang"wanita bernama nita itu menyentuh dada jhony"kalau begitu kenapa tidak kau saja yang bermain dengan ku hmmm?,sudah lama juga aku tidak bermain dengan mu sayang".dia mengusak-usak kepalanya di dada jhony.
Jhony tertawa kecil melihat ekspresi joshua yang terlihat jijik melihat mereka.dia mendorong tubuh nita kedepan.
__ADS_1
"tidak,kau cari pria yang lain saja.ayo shua".
Jhony meninggalkan wanota itu begitu saja.joshua menatap jijik wanita itu saat melewatinya.wanita itu terlihat menjijikan di matanya.
"apa semua wanita disini seperti itu?".tanya joshua penasaran.
"apa kau merasa jijik sekarang?"tanya jhony tanpa menatap kearahnya.
"tidak"bohong joshua.
"hey jhony!!"seseorang berteriak begitu kencang.
Joshua sedikit memiringkan tubuhnya untuk melihat siapa yang menyapa temanya.
Seorang pria mungkin seumuran denganya melambaikan tanganya kearahnya----kearah jhony.
jhony membalas lambaian tangan itu.
"siapa?".tanya joshua.
Jhony melirik joshua"kau akan mengenalnya,''
dia menarik tangan joshua kearah pria yang baru saja melambaikan tanganya.
Tempatnya ada di ujung bar.ada empat sofa merah panjang berjejer mengelilingi meja transparan di tengah-tengahnya.
"hey bro apa kabar"jhony menjabat tangan pria tesebut.
"wah aku selalu baik kawan,kau sendiri,aku tidak mendengar kabarmu seminggu ini".
Dia melirik joshua sebelum menjawab"kau tau urusan bisnis".
Pria itu tertawa mengerti ucapan jhony.lalu dia mengalihkan pandanganya pada joshua.
"oh sepertinya kita kedangan tamu".katanya.
Dia mengulurkan tanganya pada joshua.
joshua menatap tangan pria itu,lalu berganti menatap jhony.
"perkenalan".bisik jhony.
Joshua mengangguk mengerti,dia menerima uluran tangan pria itu.
"roby"
"joshua".
Joshua melepaskan tanganya.
"oh kalau begitu silahkan duduk".
Jhony langsung duduk,joshua duduk di samping jhony.
Selain mereka.ada dua orang pria juga yang duduk di sofa.sama seperti roby,ada dua oeang eanita juga disamping kanan dan samping kirinya.mereka menggelayatu pria-pria itu,mengedus aromanya dan mencumbu leher pria-pria itu.joshua bergidik ngeri.
Jhony menuangkan sebotol bir kedalam gelas."minumlah".dia menyodorkan gelasnya ke joshua.
Joshua tidak merspon,dia menatap minuman itu cukup lama.
Jhony terkekeh"tenanglah,ini hanya alkohol,kau tidak akan pingsan,paling kau akan mabuk,ini tidak akan membahayakan untuk tubuh".jelasnya.
Joshua tau.tapi dia tidak terlalu suka dengan alkohol.dia pernah meminumnya sekali saat acara kantor,dan tenggorokanya terasa terbakar,lidahnya jadi pahit.karena itu dia harus menghabiskan dua liter ar mineral untuk menghilangkan rasa pahitnya,tapi tetap saja rasa pahitnya tidak hilang.
itu pertama dan terakhir kali joshua minum alkohol,sampai saat ini dia tidak pernah mencicipinya.
"atau kau tidak bisa minum?".tanya jhony sedikit khawatir.
__ADS_1