
"jesica"panggil seseorang.
"tuan rey".kata arimbi.
gadis itu langsung berdiri dari kursinya
"silahkan duduk tuan".
"tidak usah,kau duduk saja".
"tidak apa-apa tuan,saya juga mau ke toilet".
arimbi langsung berjalan meninggalkan rey dan jesica.walau rey tidak keberatan dia ada disana tetap saja arimbi tidak mau menganggu obrolan rey dan jesica.
***
zidan memberikan uang pada penjaga kantin.dia membalikan badanya untuk kembali ke jesica dan arimbi,tapi seroang wanita tiba-tiba saja berdiri di depanya menghalangi jalanya.wanita itumerampas kantung plastik di tangan zidan,melihat apa saja yang dia beli.dan dia hanya hanya menmukan satu botol air mineral dan roti rasa strawberi.
"kau hanya membelikan makanan untuk nona jesica?".tanya arimbi.
iya,wanita yang ada di depan zidan adalah arimbi.
"terus".
"harusnya kau juga membelikan makanan untuk ku,dari pagi aku belum makan tau,aku lapar,dasar tidak peka"gerutu arimbi kesal.
zidan membalikan badanya kembali"bu,pesan mie goreng sama es teh manis,telornya setengah matang ya bu"katanya pada ibu kantin.
dia berbalik,menyingkirkan arimbi dari jalanya,
lalu berjalan kearah bangku kosong di pojokan.arimbi berjalan kearahnya.
"hey".
dia menggebrak meja di depanya,zidan hanya menatap arimbi sekilas lalu menatap kembali layar ponselnya.
"kalau ada yang ngomong dengerin dong jangan sibuk min hp".komplenya.
zidan mematikan ponselnya,menatap arimbi penuh,itu malah mmebuat jantung arimbi hampir lmmeledak karna tatapanya.dia menyesal bilang begitu.
"ke...kenapa kau pesan makanan?!".
"kau sendiri yang bilang kalau kau lapar".
"ya tapi kan aku cuma bercanda!,kenapa kau menanggapinya dengan serius!".
zidan tidak meladeni,emang susah kalau meladeni orang kaya arinbi bentuknya,semua yang di lakukan pasti salah di matanya,ornag aneh.
"pokoknya aku tidak mau tau,kau harus makan mie goreng itu,aduh".arimbi duduk di depan zidan,menunduk frustasi"percuma saja aku diet daei pagi sampai malam kalau aku makan mie goreng".
"ngapain diet,bagiku kau sudah sangat cantik begini".zidan keceplosan.
"apa?!"
"lupakan"
zidan mengalihkan pandanganya kemana saja asal jangan menatap arimbi.pipinya sedikit memerah karna perkataanya tadi,dia berharap arimbi tidak mendengar ucapanya.
__ADS_1
tidak lama kemudian mie gorengnya datang.
arimbi langsung memakanya dengan lahap seperti tidka makan berbulan-bulan,
padahal beberapa menit yang lalu dia bilang kalau dia sedang diet,memang gadis gila.
"umm,macananya enaggh bangett".kata arimbi tidak terlalu jelas karna banyak makanan di mulutnya.
zidan terkekeh kecil,dia mengusap lembut ujung bibir arimbi"kalo lagi makan jangan banyak ngomong".
tubuh arimbi membeku seketika.apa tadi zidan menyentuh bibirnya?,beneran?,bukan mimpi?.'emakk arimbi mau kawinnn'teriak arimbi dalam hati histeris.
"kalau kau ada disini,berarti nona jesica sendirian?".tanya zidan.
arimbi menggeleng"ada tuan rey disana".
pria itu kerumah sakit pasti hanya ingin memastikan kondisi jesica baik-baik saja,
tidak peduli dengan keadaan joshua.zidan tau betul fikiran pria itu.
"menurutmu tuan rey itu bagaimana?".tanya arimbi tiba-tiba.
"bagaimana apanya?".
"menurutku tuan rey adalah pria yang sangat sempurna,saking sempurnanya aku sampai tidak percaya kalau dia manusia".
zidan memutar kedua bola matanya malas,dia ingin muntah dengan pujian arimbi yang berlebihan.
"dia itu baik banget,perhatian,lembut,ganteng banget lagi kaya oppa-oppa korea,ahh aku pengen jadi istrinya".
'brakk'
"habis kan makananya,aku akan menunggumu di mobil".
zidan berjalan meninggalkan arimbi.
"hey,hey zidan,lalu bagaimana dengan makananya,siapa yang mau bayar!!".teriak arimbi.
namun pria itu tidak mendengarnya,bukan,dia hanya pura-pura tuli.
arimbi mendengus,dengan terpaksa dia menuju kasir untuk membayar.uang sisa bulananya habis hanya karna mie goreng yang pasti harganya dua kali lipat dari biasanya.
"mie goreng yang tadi berapa bu"tanya arimbi pada ibu kantin.
"oh mie goreng yang tadi,udah dibayari masnya kok mba".
eh,bayar kapan?,kok arimbi tidak tau.
"oh yaudah makasih bu".
sudah arimbi duga,zidan tidak akan setega itu denganya.rey yang terlihat sempurna dimata arimbi tidak ada apa-apanya dengan zidan yang kelewat sempurna.
***
Rey tersenyum pada jesica"tadi cindy bilang padaku joshua mengalami kecelakaan,jadi aku kesini untuk melihat kondisinya".Jelas rey,dia duduk di samping jesica"bagaimana keadaanya?".tanyanya.
"aku tidak tau,tapi aku harap dia baik-baik saja".
__ADS_1
Jesica mengalihkan pandanganya ke kaca di depanya.melihat seorang pria yang tengah terbaring lemas di dalam sana.
"semoga"jawab rey sekenanya.
Dia melirik jesica sekilas.sejak hari pertunanganya dengan cindy jesica terasa menjauh darinya,gadis itu bahkan tidak memberikan celah sedikit untuk rey agar bisa mengobrol,paling tidak menyapanya.gadis yang sekarang terasa asing bagi rey.
Rey memcingkan matanya,apa matanya yang salah liat atau memang benar.ada luka lebam di kening dan ujung bibir jesica,sepertinya luka baru.
"hey apa yang terjadi padamu?".tanya rey sedikit panik.
Alis jesica mengerut.
Rey menyentuh wajah jesica"bibir dan kening mu lebam".
Jesica buru-buru menangkis tangan rey dari wajahnya,dia menutupi ujung bibirnya yang luka"tidak papa hanya luka lama".
"apa ******** itu masih sering memukulimu?".
Jesica menggeleng"tidak,tapi kumohon padamu berhenti mengurusi rumah tangga ku dan joshua lagi.kami baik-baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan,kau paham?".
Setelah itu jesica melengeskan wajahnya dari hadapan rey.lagi-lagi dia membuat kesalahan fatal,membuat rasa benci rey akan semakin menjadi-jadi padanya.
Terdengar helaan nafas berat dari rey.dia menyelendehkan punggungnya ke punggung kursi.
guratan-guratan kecil di wajahnya memperlihatkan betapa lelah kehidupanya,dia bahkan mungkin dari kantor langsung kerumah sakit hanya untuk memastikan joshua baik-baik saja.
Menit-menit terasa begitu lama,bahkan untuk memindahkan jarum jam dari detik selanjutnya terasa begitu lama sampai dokter dari ruangan joshua keluar.jesica dan rey langusng berdiri dan berjalan kearah dokter tersebut.
"bagaimana keadaanya dok?"tanya jesica.
"luka di bagian tangan kanan dan kepalanya cukup parah.ada tulang yang retak di bagian sana,tapi tenang saja keretakanya tidak terlalu parah,beberapa hari dengan istrihat yang cukup akan mengembalikan tanganya ke sediakala".jelas dokter.
Jesica dapat bernafas lega mendengar ini.
"tapi dia mengalami koma".tambah dokter.
Raut wajah jedica berbuah menjadi panik lagi.
"tapi ibu jangan khawatir besok juga dia akan sadar".
Jesica kembali menghela nafas lega.
"apa sekarang kita bisa masuk dok?"
Dokter itu mengangguk"silahkan".
Tanpa menunggu lama jesica langsung masuk kedalam ruangan joshua.rey menyusul di belakangnya.
Tubuh joshua terbaring lesu diatas sana,
bibirnya pucat pasi,sebuah selang melingkar di hidungnya.kepala dan tangan kanannya di perban.
Jesica menyentuh jari jemari joshua yang pucat.dia hampir kehilangan pijakanya kalau rey tidak menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
"kau ingat kata dokter,dia akan baik-baik saja".
Jesica mengangguk-angguk kecil.
__ADS_1
Sudah hampir dua jam rey dan jesica menunggu joshua dengan bosan.tidak ada obrolan yang berlangsung disana sama sekali,bahkan suara deru nafas joshua bisa terdengar jelas di ruangan ini.
'kemana si arimbi dan zidan,kenapa ke kantin dan ke toiletnya lama sekali'runtuk jesica dalam hati.