
Jesica mengerjap-erjapkan matanya perlahan,dia mengangkat tanganya keatas,mengulet. pandanganya masih kabur,perutnya sedikit mual,dan kepalanya agak berat.
Jesica berada diatas kasur,masih di kamar joshua,dia yakin karena bau karena bau kamar joshua yang cukup unik,bau permen cokelat.
"oh astaga"dia terperanjat kaget.
Setengah duduk mengangkat selimut.ada sesuatu yang dingin di kepalanya,jesica meraba keningnya,seseorang baru menempelkan kompres di kening.
Bagaimana bisa dia disini,bukanya terakhir kali dia ada di kamar mandi,siapa yang memindahkanya,apa joshua?,bukanya dia sedang marah padanya.jesica mengalihkan pandanganya ke bawah.dia sudah menggunakan sweater dan celana tidurnya,
tapi tidak memakai pakaian dalam sama sekali,apa joshua juga mengantikan pakaianya?.Jesica buru-buru bergegas turun kebawah.
Jesica menuruni anak tangga,dia bisa melihat joshua di dalam dapur dari sini,bukanya hari ini dia ada rapat penting,kenapa belum bersiap-siap juga.
"t....tuan shua".
Jesica menepuk bahu joshua ragu,dia takut joshua masih marah padanya.
Joshua membalikan badanya"kau sudah bangun?".
Jesica mengangguk kecil.
"kau sudah agak mendingan?".joshua menempelkan punggung tanganya di kening jesica"masih panas".
Joshua meraih tangan jesica.itu membuat jesica tersentak.apalagi yang dia perbuat.
"t....tuan aku minta maaf,tolong jangan sakiti aku".
"siapa yang ingin menyakitimu bodoh".
Joshua menarik tangan jesica ke meja makan,dia mendudukan jesica ke salah satu kursi.
"tunggu disini,jangan kemana-mana dan jangan banyak bergerak,supnya sudah hampir matang".
"sup?"alis jesica berkerut.
"iya tunggu disini sebentar".Joshua masuk lagi kedalam dapur.
Lima menit berlalu,jesica menganyun-
ayunkan kakinya yang tidak sampai ke lantai sambil memandangi punggung joshua yang sibuk mengaduk sup di dalam dapur.
"supnya sudah matang".
Joshua berjalan kearah jesica membawa semangkuk sup hangat dan segelas air putih diatas nampan.
Aneh,kenapa joshua tiba-tiba memasakkan jesica sup,dia kira pria itu masih marah karena kemarin.entah jesica juga tidak tau apa yang membuatnya marah.
Joshua mengambil sendok dan garpu di wadah.dia menyodorkan supnya ke jesica.
"tuan tidak berangkat kerja?".tanya jesica.
"tidak".
"bukanya hari ini tuan ada rapat,kenapa tidak pergi juga?".tanya jesica lagi.
"kenapa,kau tidak suka aku dirumah?".
Jesica menggeleng cepat"bukan begitu tuan".
__ADS_1
"rapatnya di batalkan,dan berhentilah bertanya".
"baik tuan,maafkan aku".kata jesica sebelum kembali salah bicara.
Joshua terkekeh kecil,melihat makan jesica yang sangat berantakan.dia mengambil tisu di depanya,memajukan wajahnya,lalu mengusap bibir jesica yang blepotan.
"kau ini sudah berumur dua puluh tahun,tapi kenapa makanmu lebih buruk dari bocah lima tahun,bocah lima tahun saja mungkin lebih baik dari ini".cibir joshua.
"sini"dia menarik mangkuk sup di depan jesica,mengambil sendok dan garpu di tangan jesica juga.
Dia menyodorkan sendok kearah jesica"buka mulutnya".
Jesica tertawa kecil."hahaha tuan aku bukan anak kecil lagi,aku bisa makan sendiri,kau jadi seperti ibuku saja".
"menurutku kau memang bayi,bayi tidak usah sok besar.jadi cepat buka mulutmu,apa mau ku bukakan?".
Jesica membuka mulutnya lebar-lebar.
"aaaaa".
"apa tuan yang mengantikan pakain ku?".
tanya jesica memberanikan dirinya.
"bukan,gausah kegeeran".
"lalu siapa?".
"arimbi lah".
Kebetulan sekali arimbi baru pulang dari pasar melewati mereka.
"arimbi kau habis dari mana?".
"ari pasar nona".
Jesica melirik joshua.kalau bi uut abis kepasar,berarti yang memindahkannya dari kamar mandi ke kasur joshua.berarti dia juga yang menganggatikan pakaian jesica,berarti dia sudah melihat....
Wajah jesica langsung merah padam.
"memangnya kalo aku yang mengantikan pakaianmu,aku akan memperkosamu begitu,
cuih tidak akan sudi".
Kata-kata yang kesekian kalinya menancap tepat melukai hati jesica.
"cepat selesaikan makanmu,lalu kembalilah ke kamar".ujar joshua memalingkan wajahnya dari jesica.dia juga menyembuyikan pipinya yang merah.
Setelah jesica menyelesaikan makananya,
joshua mengatarnya masuk ke kamar lagi,pria itu menuntun jesica menaiki tangga seperti dirinya lansia.joshua menduduki desica di pinggiran kasur.
"tidurlah,kau akan pulih setelah tidur".
"tuan".
Jesica menarik tangan joshua.
"ya?".
__ADS_1
"apa kau bisa disini sebentar,aku tidak bisa tidur sendirian kalau demam".
Joshua tidak merespon,dan jesica tau jawaban yang akan dia berikan.tentu saja joshua tidak kau,apalagi.
"kalau tuan tidak mau juga tidak apa-apa".
"siapa yang bilang tidak mau".
Joshua duduk di samping jesica.mereka saling menatap,jesica tersenyum.joshua menyelendehkan kepala jesica ke bahunya,
dia mengusak-usak rambut jesica lembut.
"apa perlu aku cium pipimu juga agar kau bisa tidur?".Kata joshua.
"apa boleh?".
Joshua meraih kedua pipi jesica,
mendongakkan kepala jesica agar bisa melihat wajahnya.sekarang mereka saling menatap,wajah mereka hanya terpaut beberapa centi,angin saja hampir tidak bisa melewati celah itu.
Wajah jesica mungkin sudah merah padam,
jantungnya berdetak begitu kenjang,jangan bilang joshua akan menyetubuhinya lagi disaat keadanya seperti ini,kalau iya dia benar-benar tidak berperikemanusiaan.
"kau menantangku?".
"y....ya?".
Joshua tertawa melihat wajah perempuan di depanya yang sudah semerah tomat.
"belum di cium saja wajahmu sudah semerah itu,bagaimana kalau ku cium,sudah pingsan kali".ledek joshua.
"kau meragukanku,apa aku perlu tampil seksi di depanku agar kau tergoda?".tanya jesica.
"hey bicara apa kau ini!"tukas joshua kesal.
dia takut apakah jesica begini ke semua pria,
kalau iya dia akan membunuh jesica.
jesica menundukkan kepalanya merasa bersalah"maaf"
"kau boleh melakukan itu,tapi kau harus ingat ya kau hanya boleh bilang begitu di depanku,
sampai aku tau kau bilang begitu di depan pria lain,kau tau kan apa akibatnya?".joshua mengerling penuh arti.
"memangnya apa?"
"kau yakin ingin tau?".
jesica mengangguk-angguk kecil,terlihat sangat menggemaskan.
"aku akan menerkammu".
Joshua menjatuhkan tubuh jesica hingga terletang,dia menahan kedua tangan jesica yang mencoba memberontak.
"dan aku akan memakanmu"Joshua menggelitik perut jesica.
"hahahahah tuan shua hentikan hahahaha hentikan geli hahahahaha".kata jesica menggeliat-liat kegelian.
__ADS_1
"aku tidak akan melepaskanmu sampai kau bilang ampun".
"hahahaha iya,iya ampun hahahahaha".