BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
TUDUHAN


__ADS_3

Joshua mengancingi kerah lengan tanganya.dia mengeratkan dasinya keleher,mengaturnya sedemikian rupa agar telihat rapih.sekarang dia sudah snagat siap untuk pergi ke kantor,tunggu dulu,ada sesuatu yang kurang.


Joshua merogoh laci di samping ranjangnya,


mengambil sebuah kotak kecil dengan design yang sangat mewah,design kotaknya saja sangat mewah apalagi isinya.dia membuka tutup kotak itu hendak mengambil jam tangan kesukaanya.


Matanya terbelalak lebar melihat isi kotaknya yang sudah kosong.bagaimana bisa,dia selalu menaruh jamnya di kotak ini,dia tidak mungkin lupa.apa dia meninggalkanya di kantor,ah tidak dia selalu memakainya.dia hanya melepaskanya saat tidur.


Joshua membuka lacinya lagi,merogoh-rogoh siapa tau dia lupa menaruh di kotaknya dan terselip di laci,tapi tidak ada.dia juga mengecek laci kedua dan ketiga,hasilnya sama-sama nihil.


Joshua menghembuskan nafasnya panjang.bukan karena dia tidak punya jam lagi,dia punya banyak jam.hanya saja itu jam pemberian ayahnya yang paling bsrharga dan dia tidak mungkin menghilangkan barang paling berharga itu.


"arum,sarah,jesica,arimbi!!".teriak joshua dari kamarnya.


Dia berjalan keluar dari kamar,menuruni anak tangga.arum,sarah,bi uut dan jesica sudah berkumpul di bawah sana.


Mereka sudah hapal dengan semua perintah joshua.kalau dia sudah memanggil orang berarti ada masalah dengan orang itu.orang itu harus cepat-cepat menghadap joshua atau joshua akan memakinya.


"ada apa tuan joshua memangil kita?".tanya arimbi setelah joshua sampai di bawah.


Detak jantung mereka berempat berdetak begitu kencang,harap-harap cemas kenapa joshua memanggil mereka,pasti salah satunya membuat masalah,atau semuanya membuat masalah.


Joshua menyodorkan kotak jam tangan kesukaanya.


jam tangan yang papahnya beli di paris untuk kado tahun pertamanya menjabat sebagai ceo di perusahaanya dengan harga hampir seratus juta lebih.


Mata keempat wanita di depanya membelalak sempurna melihat kotak itu kosong.


"cepat mengaku padaku sekarang atau ku usir kalian dari rumahku sekarang".


Empat orang itu bergeming,mereka saling menatap satu sama lain.


"kau yang mencurinya?".tanya arum pada sarah.


"masuk kamarnya saja minta izin dulu,gimana aku mau mencurinya".jawab sarah.


"mana mungkin maling ngaku".


Joshua memutar bola matanya malas"kalau salah satu diantara kalian tidak ada yang mau mengaku.kalian boleh angkat kaki dari rumah ku sekarang".


"tuan aku tidak mencurinya,tuan bisa mempercayai aku".kata sarah.


"aku juga".sambung arum.


arimbi tidak mau menjawab,dan joshua tau pasti bukan bi uut pencurinya.dia mengakihkan pandanganya pada jesica.dia juga diam tidak mau membela diri.


"kalau kalian tidak mau mengaku aku akan mengecek kamar kalian satu-satu".ujar joshua.


Kamar pertama yang joshua gledah adalah kamar arimbi,namun joshua tidak menemukan apa-apa.


Mereka pindah untuk melacak kamar arum tapi hasil nihil,jam tangan joshua tidak ada di sana,bahkan dia sudah mencarinya di sudut manapun tapi tidak ketemu sama sekali.di kamar sarah juga,dia tidak menemukan hasil apa-apa.


Joshua mendesah pelan,setengah menyerah karena tidak ada hasil sama sekali.jesica membawa segelas air untuk joshua.


"ini tuan"dia menyodorkan airnya pada joshua.


Joshua mengambilnya lalu menenggaknya sampai habis,dia pasti lelah.


"tuan ingin ku ambilkan minum lagi?".


Joshua menggeleng cepat.dia menatap kotak jam di tanganya"harus kemana lagi aku mencarinya".gumamnya yang masih bisa di dengar empat orang itu.


"tuan maaf menyela,kamar kita semua kan sudah di cek semua dan tidak ada apa-apa.


apa perlu kita cek kamar nona jesica"dia melirik jesica sinis.

__ADS_1


"bukanya hari-hari ini nona jesica sering berada di kamar tuan?".


"apa?.tuan sungguh aku tidak mencuri jam tangan tuan,aku bahkan tidak tau jam mana yang hilang".


"halah maling mana ngaku".ujar arum.


"kau bisa diam arum,jangan menuduh sembarangan".


"kenapa kau harus takut?".tanya joshua"kalau kau bukan pencurinya harusnya kau tidak perlu takut".


Joshua berjalan ke kamar jesica,saat joshua melewati jesica dia menyenggol bahu jesica kasar.


Joshua masuk ke kamar jesica yang tidak terkunci.dia mengobrak-abrik kamar jesica,


membuka laci,gorden,tumpukan baju jesica di dalam keranjang,bahkan sampai di bawah kasur.tapi hasilnya lagi-lagi nihil,dia tidak menemukan apa-apa.


Joshua sedikit bernafas lega karena ternyata jesica tidak mencuri jamnya,kalau tidak berarti selama ini yang cindy,arum dan sarah benar kalau jesica hanya memanfaatkan momen ini untuk memilik harta joshua saja.tadinya joshua tidak peduli,sampai dia merasakan kalau perasaanya mulai berubah pada jesica.


"kau juga bukan pencurinya".


"tapi tuan,tuan belum mengecek semua mantel nona jesica".arum menunjuk tiga mantel jesica yang dia gantungkan di belakang pintu,arum benar juga.


Joshua mengambil tiga mantel itu,merogoh semua saku yang dimiliki mantel jesica.dia membuang mantelnya yang sudah di cek sembarangan.dia mengecek mantel terakhir,mantel coklat susu favorit jesica.


"oh astaga"ujar sarah menutup mulutnya yang menganga lebar dengan tangan.


Arum dan arimbi juga merespon hal yang sama.


Joshua mengayunkan jam tangan yang baru saja dia dapat dari dalam saku mantel jesica.


Semua ketakutan yang joshua takuti akhrinya terjadi juga.ucapan itu benar-benar dia saksikannya hari ini.kepercayaan yang dia bangun pada jesica runtuh seketika.marah,


sedih,kecewa bercampur menjadi satu.


"kenapa jamnya ada disitu,aku sama sekali tidak pernah memasukkan jam itu kedalam mantel ku".jelas jesica.


"iya cepat akui saja".tambah sarah.


Jesica tidak meladeni ucapan arum dan sarah.


"tuan"dia meraih tangan joshua"tuan tolong percaya padaku aku sama sekali tidak mencurinya tuan".


Joshua menghempaskan tangan jesica dari tanganya.tatapanya telihat kosong.


"tuan tolong percaya padaku.....".


"kemasi barang-barangmu dan pergilah dari rumahku sekarang".setelah mengatakan itu joshua berjalan keluar dari kamar jesica.


Tubuh jesica ambruk ke bawah,kakinya terlalu lemas hanya untuk menopang tubuhnya sendiri.


"jesica"bi uut duduk,dia menepuk punggung jesica untuk memenangkan wanita itu"bi uut tau kau tidak mencurinya,bi uut percaya padamu jesica".


"hikksss...hiksss....hiksssss".


"bener ya kata orang kalo bapanya maling ya pasti anaknya juga ikutan maling".cibir arum pedas.


"keliatanya aja polos padahal mah cuma pencitraan iyuhhh".tambah sarah.


Arimbi mendelik,menatap arum dan sarah tajam"kalian ga punya hati,jesica lagi nangis bukanya nenangin malah ngomong gitu!".kesalnya.


"oh apaan sih peduli amat sama anak maling".


"udah yu rum yuk masa kita mau disini terus sama anak maling".sarah tertawa jahat.


"iya yuk,selamat tinggal anak maling,selamat jadi orang miskin lagi".

__ADS_1


Arum dan sarah melambai-lambaikan tanganya sambil tertawa senang,kemudian berjalan meninggalkan jesica dan arimbi.


arimbi mengelus lembut rambut jesica"jangan dengarkan ucapan mereka".


"hiksss.....hiksss".


****


Jesica berjalan keluar dari kamar dengan menggeret sebuah koper hitam sedikit besar di tanganya.arum dan sarah sudah berdiri di pintu menyambut kepergian jesica.


Jesica menatap kebelakang sebelum dia benar-benar mengangkat kaki dari rumah ini.joshua berdiri di depan kamarnya di atas.jesica menghela nafas berat"selamat tinggal tuan joshua".gumamnya pelan mengusap air matanya yang menetes.


"hati-hati di jalan ya".


"jangan lupa kalau nyuri lagi ngajak-ngajak kita biar hasilnya bisa kita bagi-bagi".


Ujar arum dan sarah pedas.tapi telinga jesica sudah terbiasa mendengar ujaran-ujaran pedas itu.dia menggeret kopernya keluar dari rumah joshua.


beberapa detik kemudian arum menutup pintunya,menghilangkan jesica dari pandangan mereka.


Joshua masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang sangat kecewa.


Setelah mengantarkan jesica angkat kaki dari rumah ini arum dan sarah masuk ke kamar mereka.


sarah tidak lupa menutup pintu kamarnya.


"yess akhirnya berhasil!".


"yeye yeye akhirnya si ****** itu keluar juga".


Sorak sorai mereka merayakan kemenangan.


"akhirnya aku bisa mendapat kesempatan untuk mendekati tuan joshua,joshua akan jadi milikku selamanya!".ujar sarah sambil melompat-lompat diatas kasur kegirangan.


"ssttt"arum menaruh jari telunjuknya di depan bibir"pelankan suaramu,nanti tuan joshua dengar".


Lalu dia mengambil ponselnya diatas laci,


mencoba menghubungi cindy untuk membagi berita bahagia ini.


"ya".kata suara di seberang sana.


"nona tau kita sudah berhasil mengusir jesica dari rumah ini".


"kau bercanda?".


"kalau nona tidak percaya nona bisa cek sendiri kesini".


Terdengar suara tawa nyaring di seberang sana.


"hahaha bagus kerja bagus aku tidak salah memilih orang".


"oh tentu saja,kalau ada apa-apalagi hubungi saja kami,benarkan sarah?".


"benar nona!".teriak sarah masih saja kegirangan.


"oh ya nona jangan lupakan tentang perjanjian kita".arum mengingatkan.


"tenang saja,sebutkan saja nominal yang kau mau dan aku akan mengirimnya lewat atm mu".


"baiklah nona te.....".


"tuttt...tutt..tuttt".


Panggilanya terputus,biasa cindy selalu menutup panggilan ketika apa yang dia mau sudah di dapatkan.kalau bukan karena dia adik joshua sudah arum blokir kontaknya,

__ADS_1


apalagi kalau tau rey akan menikahnya.


padahal kalau di liat-liat lebih cantik daripada cindy.


__ADS_2