
" cocoknya jadi apaan coba kamu katakan" Satria mengurutkan keningnya menatap Intan.
melihat tatapan Satria, jantung
Intan berdetak sangat kencang dan tak karuan
Intan merasa nyaman berada di dekat Satria. tapi dia juga mencintai dion.
berada di dekat Dion juga nyaman. tetapi tidak senyaman di dekat Satria seperti ini.
Intan tidak suka Satria berdekatan dengan wanita lain selain dirinya. Entah kenapa dia tidak tahu meski hatinya hanya mencintai Dion seorang.
Bukan kah itu egois namanya. tidak mencintai tapi tidak ingin Satria didekati wanita lain.
" Kenapa dengan Jantungku. perasaan aku tidak memiliki riwayat jantung. apa aku perlu konsultasi ke rumah sakit untuk mengecek kesehatanku. bisa jadi ada masalah dengan jantung ku " batin intan menenangkan diri untuk tetap tenang.
" kamu Kenapa Intan? apa kamu sakit?" Satria sangat khawatir kepada Intan.
" aku baik-baik saja. kamu tidak perlu khawatir dengan diriku" gugup Intan terus ditatap Intens oleh Satria. Dia terlihat khawatir dengan keadaan diri nya.
__ADS_1
" Beneran aku nggak papa. hentikan tatapanmu itu aku sangat risih diperhatikan begitu. aku seperti buronan saja" bohong Intan mencoba mengalihkan pandangan Satria pada dirinya yang mampu membuat Intan menjadi lebih salting.
" kamu itu ada-ada saja. aku sangat khawatir denganmu. aku takut kamu sakit. apa salah seorang sahabat peduli pada temannya sendiri" ucap Satria memandang Intan yang berubah aneh mendengar ucapannya tadi.
Intan bingung kenapa hatinya begini mendengar perkataan Satria kalau dirinya hanya sekedar teman. bukannya semua itu benar adanya. saat ini mereka hanya berteman Lagian intan dan Dion masih tunangan. belum ada kata putus meski Intan kabur dari pernikahannya.
Intan saat ini masih belum mengetahui kalau Dion menikah dengan adik angkatnya. pikir Intan saat ia kabur acara pernikahan itu gagal. Ternyata semua berada di luar dugaannya. pernikahan tetap terjadi tanpa ada atau tidak adanya kehadiran Intan.
" tidak ada yang salah hanya saja cara tatapanmu seperti Aku ini seorang penjahat. bukan seperti seorang sahabat yang khawatir dengan temannya" sangkal Intan berbohong.
tidak mungkin ia berkata sebenarnya kepada Satria.bisa-bisa nanti Satria salah paham tentang itu semua.
" Ya sudah lupakan semuanya saja. Kamu sudah makan apa belum? " tanya Satria kepada Intan.
" ya sudah ....... Ayo kita cari tempat untuk makan" ajak Satria kepada Intan yang masih ingin mengeluh padanya.tapi di potong oleh satria cepat.
" hentikan keluhan mu itu. kita berangkat sekarang" ucap Satria dengan cepat.
" tapi......"
__ADS_1
lagi-lagi omongan Intan dipotong. siapa lagi kalau bukan Satria orangnya. di apartemen hanya ada Intan dan Satria saja. mereka berdua tinggal satu apartemen tapi di kamar yang berbeda.
Satria sangat menyayangi dan mencintai Intan. Satria tidak mau menodai Intan sebelum cintanya terbalas.
" kita berangkat sekarang" Satria langsung menarik tangan Intan. yang masih ingin bicara. tapi tidak bisa, karena Satria selalu memotong ucapannya. yang setiap dia ingin berbicara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi hari sang surya menampakkan sinarnya dengan malu-malu. seperti seseorang yang mengatakan mencintai tapi malu mengungkapkannya. Begitu juga dengan sang surya saat ini. malu-malu untuk menampakkan dirinya.
Luna sudah terbangun seperti biasanya setelah mendengar adzan subuh berkumandang. Luna tidak pernah lupa menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam. Dia sangat taat ibadahnya tidak pernah bolong kecuali tamu bulannya datang.
kini Luna bersiap untuk pergi interview. setelah sholat tadi. ponselnya dari tadi terus berdering dari pihak dia ngelamar kerja.
" Semoga pagi hari yang ceria ini menjadi awal yang baik untukku" doa Luna dengan penuh harapan.
di meja makan Dion sudah duduk mengamati pembantunya menyajikan sarapa pagi di meja. dia tidak bergairah menyentuh makanan yang disajikan pembantunya. Entah mengapa sekarang dia ingin memakan masakan Luna bukan orang lain.
Dion sendirimasih bingung dengan perubahan dirinya. baru semalam dia merasakan masakan Luna. kenapa sekarang dia ingin lagi. seperti ada sesuatu yang menarik nya lagi dan lagi
__ADS_1
Bi......di mana luna sekarang? Apa dia belum turun sejak tadi? tanya Dion menelusuri setiap sudut ruangan tidak ada tanda-tanda Luna akan muncul.
" belum tuan... dari tadi Nyonya belum keluar. Mungkin sebentar lagi. Apa perlu saya panggilkan tuan?" tawar biji untuk memanggilkan Luna.agar luna cepat turun dari kamar nya.