
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa tidak menjawab semua pertanyaan ku? kenapa menatapku seperti itu ? "ulang Dion lekat-lekat menatap mata Luna.
"kamu juga kenapa menatapku seperti itu ?" gugup Luna melempar balik pertanyaan tanpa ingin menjawab pertanyaan suami nya.
"aku bertanya terlebih dahulu kenapa tidak kamu saja yang menjawab terlebih dahulu ?" ucap dion kesal selalu saja Luna melempar balik pertanyaan tanpa ingin membalas dan menjawab pertanyaannya tadi.
apa melempar balik pertanyaan Sudah menjadi kebiasaan Luna pikir Dion kesal kepada Luna.
"Bagai mana aku tidak menatap dirimu jika tanganmu saja masih setia memegang dagu ku seperti ini " tunjuk Luna memberi arahan lewat tatapan mata nya.
sontak hal tersebut langsung membuat dion melepas kasar pegangan tangan nya di wajah Luna dengan kuat hingga Luna terpental jatuh dari ujung tepi kasur ke lantai.
"auwh sakit sekali " luna meringis kesakitan.Sakit yang luar biasa di badan nya akibat jatuh barusan.
"itu hukuman Karena diri mu sudah berani mengajukan diri ku saat aku berbicara kepada mu "kata dia bangun meninggalkan Luna menuju kamar mandi.
Luna memandang punggung Dion semakin menjauh dari pandangan nya. perlahan Luna bangun dan berdiri. dia bingung apa yang akan dilakukan sekarang.di mana baju-baju nya sekarang? di mana dia akan tidur sekarang? apakah akan sama seperti hari itu.hari pertama di mana dia masuk ke ruangan ini? dia harus tidur di lantai tanpa alas apapun dan selimut.
Luna bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang memutari pikiran nya. akhirnya Luna memutuskan untuk mengecek di lemari dion. betapa kaget nya Luna saat melihat semua pakaiannya sudah dipindahkan di lemari Dion tanpa ada barang satu pun yang ketinggalan.
"Sejak kapan dia memindahkan ini semua? Bukannya dia hari ini bekerja? apa ini semua Bibi yang melaku kan atas perintah diri nya? "gumam Luna bertanya pada diri nya sendiri yang menatap isi lemari Dion yang sekarang sudah dipenuhi dengan pakaian nya.
__ADS_1
GERTEK.......KRIEK........
terdengar pintu kamar mandi terbuka. keluarlah Dion dengan tubuh yang lebih segar dan balutan handuk yang menutupi senjata sakti nya saja dan membiarkan dada bidang nya terbuka lebar. sehingga dapat dilihat jelas oleh Luna bentuk tubuh Dion.
Luna melihat badan atletis Dion dia menelan ludah nya saking indahnya pemandangan di depan matanya itu sampai dia tidak berkedip.otot-otot berisi dion menambah kegagahan dan ketampanan menjadi berlipat ganda. otot otot yang dimiliki Dion sejak awal menjadikan dirinya lebih tampan.
"pikir apa sih kamu Luna. Ayo sadar jangan terlalu berharap dan jangan terlalu mengagumi laki-laki yang ada di hadapan mu itu.bagai mana pun kamu berusaha dia tidak akan melihat mu.dia juga tidak akan mencintai diri mu. Bahkan dia memberi perhatian pun dia sangat jijik apalagi dia harus mencintai dirimu. Ayo sadar Luna. cepat bangun dari lamunan mu jangan sampai kamu menaruh hati sama laki-laki yang status suami mu itu. dia hanya menganggap mu membantu dan itu tidak lebih bahkan kapan saja dia bisa membuang dirimu seperti sampah " batin Luna menyadarkan diri nya untuk tidak mengagumi lelaki yang ada di hadapan nya saat ini.
sakit pasti sakit. hati istri mana yang tidak terluka menerima kenyataan seumur hidup dianggap tahanan. yang sedang berada di penjara rumah suaminya.
dari awal Luna sudah sadar dan tidak menganggapnya ada atau terjadinya pernikahan itu.di mata nya pernikahan itu hanyalah sebuah sandiwara yang bisa diakhiri kapan saja.
di hati Luna merasa sakit dan sesak. sakit hati yang perih teramat dalam sehingga adanya terasa Ampek. perkataan Dian seakan-akan tidak ada penyesalan dalam hidup nya yang telah merenggut harta berharga milik Luna.
"bukan kamu saja yang menyesal.aku juga lebih menyesal dari apa yang kamu rasakan saat ini " Balas luna tidak kalah pedas nya dari ucapan yang dikeluar kan oleh Dion.
"aku bahkan lebih memilih bunuh diri daripada harus disentuh oleh lelaki seperti dirimu lagi " ucap Luna lagi'
" oh...... benar kau begitu? Serius kamu dengan ucapan mu " tanya Dian berjalan mendekat kepada Luna.
melihat langkah Dion yang mulai mendekati diri nya Luna mundur dan terus mundur ke belakang hingga sampai terjepit habis di ujung dinding tembok samping lemari.
__ADS_1
"kenapa kamu takut dengan diriku? Aku tidak akan melakukan apapun pada dirimu? bersihkan pikiran kotomi itu dari hal-hal yang buruk. jangan berlebihan memikirkan sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi lagi " untuk Dian melihat wajah Luna yang ketakutan.
" apa yang kau tahu tentang pikiranku? jangan sok seperti Paranormal yang bisa membaca pikiran orang " bantal Luna tak terima dengan ucapan Dion. meski yang dikatakan Dion adalah benar. dirinya tak mungkin mengatakan yang sesungguhnya kepada Dion. Bisa-bisa Luna nanti diajak dan dihina habis-habisan oleh Dion.
" tanpa aku bilang aku sudah bisa melihat dari wajah kamu yang berharap lebih melihat tubuhku yang indah yang berada jelas di hadapanmu "
" Terserah dirimu mau berpikir apa tentang diriku aku tidak peduli itu semua. yang perlu kamu tahu aku tidak sedih dan tidak rela untuk disentuh lagi oleh lelaki seperti dirimu. lelaki yang tidak mau mengakui kesalahannya" tegas Luna menetap tajam Dion. Seakan gugupnya mendadak hilang mendengar ajakan dan hinaan kepada dirinya.
kepergian Luna memasuki kamar mandi membuat Dion tambah mengoceh Bahkan dia merasa tak dihiraukan dan tidak dipedulikan oleh Luna.
" terasa indah saat bersamamu. terasa damai saat di sampingmu....." kedengar dering handphone Luna.
ternyata itu panggilan masuk dari Pak Amar yang sengaja Luna namakan di kontak teleponnya menjadi Pak CEO
Dion mendengar nada dering dari dalam tas kerja milik Luna. yang jadi sangat kepo. rasa penasarannya membuat dia mendekat dan membuka tas kerja Luna. ternyata nada dering itu berasal dari ponsel Luna. Dion melihat nama yang tertera di layar ponsel luna.
" Pak CEO " ucap Dian membaca tulisan di ponsel Luna.
sepengetahuan Dion Luna hanya seorang perempuan yang lulusan SMA tidak lebih. Bahkan dia pun tidak kuliah. Kenapa dia bisa bekerja di perusahaan dan sekarang atasannya adalah seorang CEO.
Setau dion luna hanya seorang perempuan lulusan SMA tidak lebih. Bahkan dia pun tidak pernah. Kenapa dia bisa bekerja di sebuah perusahaan dan sekarang atasannya seorang CEO menghubungi nya.
__ADS_1