Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
salah faham


__ADS_3

" Kenapa Mami mendadak ingin tahu tempat Luna bekerja? " Tanya balik Luna. bukan menjawab malah dia balik bertanya kepada mertuanya.


" apa salah Mami pengen tahu di mana menantu Mami bekerja saat ini? " tatapan mata Mami Sheila menatap wajah Luna.


" bukan itu maksud luna mi. Maaf Luna belum sempat memberitahu nama perusahaan tempat Luna bekerja saat ini " kata Luna tidak enak sama mertuanya.


" tidak apa-apa sayang. Mungkin kemarin kamu sedang sibuk atau lupa. Papi dan Mami juga ingin menanyakan hal ini kepada kamu. tapi selalu gagal. saat ada waktu pasti Kami lupa " ucap Mami Sheila kepada Luna.


mendengar perkataan mertuanya yang dari dulu ingin tahu di mana dia bekerja selalu saja gagal. Luna tambah tidak enak mendengar perkataan mertuanya itu. Bagaimana bisa dia melupakan semua ini hingga mertuanya menjadi penasaran.


" kenapa aku sampai lupa memberitahu kepada Mami dan Papi di mana Aku bekerja. Luna.... Luna Kenapa kamu bisa lupa. kamu sungguh telepon sekali sekarang " batin Luna.


" Iya Mi Luna minta maaf. Luna sekarang bekerja di perusahaan Edi... " ucap Luna terpotong oleh teriakan Papi mertuanya.


" mami... Mami di mana? " teriak Papi Beni memanggil mencari keberadaan sang istri.


Lagi Dan sekali lagi gagal. sebelum Luna menyelesaikan perkataannya. karena Papi Roni menghentikan dirinya dengan teriakan memangil sang istri.


" Iya Pi Mami di sini " sahut Mama Sheila kepada suaminya.


" Ya sudah nanti kita lanjutkan lagi. Mami keluar dulu nemuin Papi kamu. sana lanjutkan lagi nanti kamu terlambat kerja.tapi ingat jaga kesehatan kamu. Jangan memaksa diri jika kamu belum sehat betul. kamu bisa pulang atau Segera hubungi Mami saja. nanti biar Mami suruh sopir untuk menjemput kamu " kata Mama Sheila menasehati menantunya itu.


" Iya Mi. Luna akan jaga kesehatan " jawab Luna sambil tersenyum menanggapi omongan mertuanya.


ada perasaan bahagia Luna mendapat perhatian dari mami Sheila.dia begitu baik dan sangat perhatian sekali. dari dulu Luna tidak pernah mendapatkan kasih sayang ataupun perhatian dari kedua orang.meskipun itu hanya sedikit saja.tidak pernah Luna dapatkan.


Luna sadar kalau dirinya hanyalah anak angkat. meski mereka sudah merawat dan membesarkan luna. itu tidak membuat mereka bersimpati dan sayang pada dirinya.


" Terima kasih ya Allah di saat seperti ini masih saja ada orang yang menyayangiku " batin Luna sedih.


pernah sekali dia berpikir kalau tidak ada orang yang menyayangi dirinya. dengan suatu kebenaran kalau dia hanyalah anak angkat.tidak memiliki asal usul yang jelas. karena kedua orang tua angkatnya tidak memberikan marga keluarga pada nama belakang Luna.

__ADS_1


di situ terlihat jelas. sayang atau mereka pada Luna.


di meja makan Papi dan mami sudah menunggu kedatangan Luna untuk sarapan bersama.


" di mana Luna? Kenapa dia belum juga turun? " tanya Papi Roni kepada Mami Sheila.


" sebentar lagi juga turun Pi. tadi dia sudah siap- siap " jawab mami Sheila kepada suaminya.


" pagi pi...mi... Maaf Luna agak lama untuk turun " siapa Luna turun menghampiri kedua mertuanya dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.


" pagi juga sayang. Ayo cepat turun kita sarapan dulu " sahut kedua mertuanya dengan kompak.


mereka berdua sudah menganggap Luna sebagai anak mereka sendiri bukan menantunya. kasih sayang mereka sangat besar dan sama merata kepada Luna.


" Ayo cepat duduk.papi kamu dari tadi sudah menunggu. Apa kamu tahu papi seperti cacing kepanasan. Mami saja capek mendengar ocehan yang sama menanyakan di mana Luna. Kenapa dia belum juga turun " aduhan Mama Sheila kepada Luna.


" maaf Pi. Luna sudah membuat Papi menunggu lama. tadi Luna mendapat telepon dari teman kantor " jelas Luna beralasan yang membuat dirinya telat turun.


Melihat Luna Masih Berdiri Papi Roni mengerutkan keningnya bingung.


"kenapa kamu tidak duduk " tanya Papi Roni.


" maaf Pi..... Mi Luna tidak bisa ikut sarapan bareng.luna harus segera berangkat ke kantor.karena hari ini ada rapat penting bersama klien. jadi sekali lagi Luna mohon maaf pada Papi dan mami " ucap Luna merasa tidak enak.


" rapat? klien penting? " ucap ulang Papi Roni bingung. apa sangkut pautnya dengan Luna.


"sebenarnya apa jabatan Luna saat ini? Kenapa terdengar begitu penting? hingga harus mengurus meeting " batin Papi Roni bertanya-tanya.


" Iya Pi rapat bersama klien " jawab Luna mengiyakan pertanyaan mertuanya.


" apa sebenarnya jabatan kamu di perusahaan itu? dan Apa nama perusahaan kamu itu? " tanya Papi Roni penasaran.

__ADS_1


" sebenarnya Luna bekerja sebagai sekretaris CEO di perusahaan Edi...."


Dreettt.....drettt.....drettt.....


bunyi nada dering ponsel Luna membuat sepasang Mata suami istri saling melempar pandang. mereka tersenyum geli mendengar nada dering ponsel Luna. mereka merasa kalau Luna seperti ABG yang sedang jatuh cinta.


"apa sebegitu cintanya Luna kepada Dion sehingga nada deringnya ponsel nya seperti itu " pikir mereka.


Mereka salah paham dengan semua yang di dengar tanpa menggali informasi yang sebenarnya.


" angkat saja dulu. siapa tahu itu sangat penting ?" perintah Papi Roni menyuruh Luna untuk mengangkat telfon nya terlebih dahulu sebelum melanjutkan.


" Iya Pi. Luna mengangkat dulu teleponnya " balas Luna pergi menjauh untuk mengangkat telepon.


sepasang suami istri itu kembali tersenyum lebar.memandang kepergian Luna yang menjauh.


"pi..... Sebentar lagi kita akan punya cucu. Lihatlah Betapa bucin nya menantu kita. hingga memasang nada dering ponsel seperti seorang perempuan yang lagi jatuh cinta " ucap Mami Sheila ketawa kecil.


" iya... papi jadi yakin sebentar lagi akan ada tangis bayi di rumah ini dan kita akan dipanggil Oma dan Opa " balas Papi mengiyakan perkataan istrinya itu memang benar.


" enak aja. Mami tidak Mau dipanggil Oma. maunya dipanggil Eyang Uti. panggilan Oma terdengar sangat kebaratan di zaman seperti ini " tesnya kepada sang suami.


" ya sudah diubah saja panggilannya menjadi kakek dan nenek " tapi mengalah kepada sang istri. dia tidak mau membuat perdebatan kecil menjadi besar hanya panggilan nama saja.


" Ya sudah Oppa sama Oma saja terlihat lebih keren. Dill " kata mami Sheila dengan tersenyum lebar.


setelah mematikan sambungan telepon. Luna berjalan mendekati kedua mertuanya.


" Pi......mi Maaf Luna tidak bisa lama-lama lagi. Luna harus segera pergi karena ada masalah di kantor yang harus diselesaikan sekarang juga. nggak bisa ditunda lagi. kalau nggak akan dikerjakan oleh orang lain " jelas sunnah kepada kedua mertuanya.


" Ya sudah nggak apa-apa sayang " kata papi Roni.

__ADS_1


'" Terima kasih banyak Pi. kalau begitu Luna berangkat dulu.Assalamualaikum " salam dan pamit Luna. Luna menyalimi kedua tangan mertuanya sebelum dia pergi.


__ADS_2