
" bicarakan apa yang kamu ingin bicarakan. Aku akan mendengarkan semuanya " lembut Luna mengubah nada bicaranya tidak tega melihat raut wajah Dion.
Dian memandang wajah Luna yang memberikan kesempatan untuk dia bicara. namun kali ini natib sejarah Luna Lebih lembut dan enak didengar dari sebelumnya.
tidak ingin membuang kesempatan yang sudah diberikan oleh Luna Dion menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan keinginannya.
" Luna " Dion menggenggam lembut tangan Luna penuh cinta. jika ada alat yang bisa mengukur cinta nya Dion akan mengukur cintanya.
mendapat perlakuan dan ucapan lembut dari Dion yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya membuat hati Luna tak karu-karuan.
selama setahun menikah dengan Dion tak pernah sekalipun luna mendapatkan perlakuan dan perkataan lembut atau baik dari dion. dan kini sekali mendapatkannya rasanya aneh yang dirasakan oleh luna.
tidak mendapatkan penolakan dari genggaman tangannya dion menatap lebih dalam lagi.
" Luna Aku tidak ingin bercerai dengan dirimu. berikan aku satu kesempatan lagi. aku janji akan berubah dan mengganti luka yang dulu aku berikan kepadamu dengan kebahagiaan yang akan membuat kamu bahagia. meski tidak bisa melupakan kenangan buruk yang aku perbuat tapi setidaknya aku akan menggantinya dengan sebuah kebahagiaan yang alami " serius Dion mengelus tangan lembut.
Luna dia mematung mendengar perkataan Dion. tanpa bisa dia berkata apapun.
dion melihat tidak ada respon apapun dari perkataannya terhadap Luna menjadi ragu bercampur takut.
apa sekarang tidak ada kesempatan lagi Untukku. Dion diam membatin pasrah keputusan apa yang diberikan oleh luna dion akan terima.
"tidak usah menjawab. Aku tahu kesalahanku sangat besar bahkan susah untuk dilupakan dan dimaafkan. aku akan tanda tangan surat perjanjian kita. Aku janji tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi " janji dion melepas genggamannya pada tangan Luna.
Luna tersenyum semua ucapan dion seakan mengenai Lubuk hatinya. dari wajah terlihat Dion bersungguh-sungguh menyesali segala perbuatannya.
mungkin sekarang luna bimbang Jika dia memberi satu kesempatan pada Dion Bagaimana dengan keluarganya? apa yang harus dia Jelaskan kepada mereka? belum tentu mereka menyetujui begitu saja.
Luna berada di dua pilihan yang sama-sama membingungkan untuk memilih yang satu dan juga satunya lagi.
Berada di posisi yang tak pernah disukai adalah hal yang sangat dibenci mati oleh Luna
__ADS_1
jika diberi umpama memilih kaki atau tangan apa dia bisa pilih dari salah satunya? dua-duanya sangat penting hingga suatu untuk dipilih. tanpa tangan Bagaimana bisa makan. Kaki jika tidak ada kaki Bagaimana kita bisa berjalan.
untuk itu sekarang Luna Berada di posisi yang lemah. dia ingin memberi Dion kesempatan untuk membuktikan Apa benar perkataannya itu. jika masih saja mengulangi hal yang sama maka tidak akan ada kesempatan lainnya lagi.
Dion berdiri dari bangku dan sangat ingin melangkah pergi dari tempat yang mendadak Dian berhenti tak lanjut pergi.
" apa begini saja perjuangan kamu untuk mendapatkan diriku kembali? " tanya Luna telah membuka suara Setelah lama dia berpikir.
" Maksud kamu apa Luna? " Tanya balik Dion yang belum connect dengan maksud ucapan Luna.
" Masa sih seorang Dion Adijaya sang CEO tidak paham maksud perkataanku " Luna tidak menjawab malah melempar balik Pertanyaan pada Dion.
Dion diam dan lebih tidak mengerti maksud perkataan Luna yang semakin ke sini membingungkan dirinya saja.
Luna melihat dion bingung tak mengerti dia seperti orang bodoh akhirnya mendapatkan ide jail untuk mengerjai dirinya.
kapan lagi dia bisa mengerjai Dion sejenis sebagai balasan dari pelakunya selama ini kepada dirinya.
melihat tampang Dion seperti orang bodoh sangat menyenangkan dan terhibur untuk Luna karena selama ini dia hanya melihat tampang kejam dan menakutkan Dion yang tidak berperasaan pada dirinya.
mendengar kata kesempatan Dion tanpa pikir panjang langsung menggangguk dan menyetujui ucapan Luna.
" tantangan apapun yang kau berikan aku akan siap demi kamu. meski nyawaku sebagai taruhannya sekalipun " serius dan yakin Dion dengan perkataannya.
kata-kata Dion seakan membuat hatinya bahagia. Entah kenapa perasaan Luna senang bahkan ingin terbang bebas di langit dan berkata hari ini hatinya sedang sangat bahagia.
di posisi lain Arya yang melihat keberadaan Luna tidak ada di tempat langsung mencari dirinya.
Arya mencari Luna di ruangan kerja Amar namun tidak ditemukan keberadaannya.
" di mana Luna? Kenapa di tempat nya tidak ada " kata Arya pusing mencari Luna tidak ketemu juga.
__ADS_1
" apa kamu tidak mencarinya di ruangan Alfi? " tanya Amar yang tahu mereka persahabatan bahkan bisa dikatakan seperti adik kakak. karena keakraban mereka berdua.
jika orang luar yang tidak mengenal mereka Maka akan mengirah Luna dan alfi adalah kakak beradik saking dekat dan lengketnya mereka.
" ruangan Alfi? Emang ada urusan apa Luna datang ke sana? " tanya balik aryan yang tidak tahu.
" Alfia adalah sahabat Luna. mereka sangat dekat Siapa tahu saja Luna ada di sana " jawab Amar.
" Oh begitu ya sudah aku langsung cek ke sana saja " kata arya lalu berjalan pergi dari ruangan Amar.
amar memandang kepergian Arya langsung ikut kepikiran di mana Luna berada sekarang. Tumben jam segini tidak ada di ruangannya.
Luna tidak bisa seperti ini. Dia adalah orang yang aktif dan tidak suka meninggalkan pekerjaan di saat jam tugasnya. Lalu kenapa mendadak seperti ini kayak ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya.
amar langsung bergegas keluar dari ruangannya menyusul Arya yang berkata ingin ke ruangan Alfi.
saat tiba dan ingin masuk ke ruangan Alfi Arya keluar dari dalam.
" kok kamu sendiri? di mana Luna? Apa masih ada di dalam? " tanya Amar menautkan alisnya.
" Luna tidak ada di ruangan Alfĺi "
" Terus sekarang Luna ada di mana? "
" aku juga tidak tahu. kalau aku tahu ngapain Aku mencari dia. seperti orang kurang kerjaan saja " kata Arya yang sedikit kesal dengan pertanyaan amar yang bertanya balik kepada dirinya.
" ya sudah kita cari Luna sama-sama saja" saran Amar.
" Kita mending mencar saja biar gampang menemukan Luna kalau kita bersama akan lama menemukannya "
" Baiklah kalau begitu aku setuju dengan kamu kali ini. Sekarang kamu mau cari di bawah aku akan mencarinya di atas siapa tahu saja Luna ada urusan dengan staf marketing " kata Amar
__ADS_1
" baiklah. jika sudah menemukan Luna langsung kabari aku. sebaliknya dengan aku nantinya "
" Selamat siang pak " hormat untuk karyawan melihat kedatangan Amar berkunjung ke lantai atas. dia tidak seperti biasanya. di kamar tidak pernah berkunjung selain mengadakan rapat dadakan itu pun jadi kabari hingga sebelumnya mereka sudah siap-siap menyambut kedatangan Amar.