Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
kecemasan Luna


__ADS_3

"Luna Kamu kenapa sih. Jangan Menangis Lagi.tenang saja di sini masih ada aku. semua nya akan baik-baik saja. aku berjanji akan melindungi dirimu dari siapapun " ucap Alfi menenangkan Luna yang terlihat sangat rapuh.


hati Alfi sangat sakit melihat tangisan luna yang pilu. entah apa yang dilakukan suami nya sehingga membuat keadaan luna seperti itu.


mendengar ucapan Alfi seperti itu membuat Luna sedikit tenang dan dia langsung memeluk erat Alfi dengan isak tangis yang masih bersuara dari mulut Luna.


" Tenanglah Aku ada di sini. kau akan baik-baik saja bersama diriku. kamu jangan takut " ucap Alfi menenang kan. dia.alfi membalas pelukan Luna dengan erat.


melihat terpuruk nya Luna ada perasaan aneh di dalam hati Amar. dia melihat butiran bening yang menetes di pipi Luna.


" Ada apa dengan perasaanku. Kenapa hatiku sangat hancur melihat dia menangis seperti itu " batin Amar. dia bingung dengan hatinya sendiri.


Ini baru pertama kalinya Amar merasakan perasaan aneh seperti ini. Apakah dia sedang jatuh cinta pada staf baru nya itu. jika perasaan nya itu benar apa yang harus dia lakukan. tidak mungkin dia mencintai Luna karena dia sudah mempunyai suami.


amar tidak pernah merasakan perasaan seperti itu lagi setelah dirinya memergoki calon istri nya bercumbu dengan laki-laki lain di malam sebelum pernikahan nya yang akan diadakan di hotel yang mewah.


hingga saat itu Amar mengunci perasaan cinta dan kagum terhadap wanita lain. dia menganggap semua wanita sama saja. yang tidak pernah Setia dengan satu laki-laki. tetapi anggapan itu tidak berlaku untuk momiya.satu" nya wanita yang dia hormati.


terkadang Amar berpikir Perasaan hati lebih rumit dari urusan kantornya dan menghadapi klien yang sulit. pekerjaan kantor dapat dia selesaikan di bawah perintah nya dia sendiri. tapi tidak dengan perasaan cinta yang langsung diperintah hati tanpa bisa di otak-atik lagi.


"bubar kalian. Lanjut kan pekerjaan kalian " teriak amar kepada karyawan yang melihat adegan penuh air mata itu.


mendengar teriakan Pak Amar Luna langsung melepaskan pelukan nya dari alfi. betapa kaget nya Luna melihat banyak karyawan yang berkumpul di depan ruangan nya.

__ADS_1


luna berfikir apakah separah itu dirinya tadi hingga mengundang banyak perhatian karyawan lain. Luna malu menjadi tontonan semua karyawan.


dia tidak berani berkata apa-apa selain hanya diam. betapa malunya Luna baru tiga hari bekerja saja sudah membuat kantornya menjadi heboh sekali. dia juga tidak berani menatap wajah Amar yang melihat dirinya dan Atasannya itu terlihat cukup marah melihat kelakuan Luna saat ini.


"kamu bisa pulang lebih cepat hari ini. Tenangkan dulu pikiran dan diri kamu. untuk masalah klien besok tidak usah kamu pikirkan " ucap Amar memandang iba luna dan betapa kacau diri nya saat ini.


"tapi pak bagai mana bisa saya melepaskan tanggung jawab saya yang besar dengan begitu saja " ucap luna kepada amar.


luna tak enak hati melepas kan tanggung jawab nya begitu saja.


" Jangan pikirkan semua itu. semuanya bisa di handle oleh orang lain. kamu istirahat saja dulu. terpenting sekarang adalah kesehatan mu itu yang lebih utama " sahut amar.


" Dan satu hal lagi. besok kamu tidak usah bekerja dulu kamu istirahat saja di rumah sampai kau benar-benar puli dan sembuh. kalau kau sudah sembuh kamu boleh masuk bekerja lagi"


" tidak perlu seperti itu Pak. saya sekarang di ijinkan pulang lebih awal saja sudah merasa lebih baik untuk Besok kembali kerja lagi " balas Luna cepat meyakinkan atasannya kalau dia besok bisa bekerja dan tidak perlu harus istirahat lama-lama di rumah.


" Apa kamu sudah yakin seperti itu. kamu tidak mau libur besok " tanya Amar memastikan.


"Iya Pak saya sangat yakin. terima kasih banyak atas perhatian Bapak kepada saya " Luna bersyukur dalam keadaan seperti ini masih ada orang yang perhatian dengan dirinya.


" kamu tidak perlu berterima kasih kepada saya. ini sudah kewajiban saya sebagai atasan dengan karyawannya " ucap Amar.


" Iya Pak saya mengerti "

__ADS_1


" Ya sudah saya mau keluar dulu. kamu bersiap-siap untuk pulang " ucap Amar kepada Luna sebelum meninggalkan ruangan nya.


" apa kamu sekarang sudah lebih baikan. apa kamu perlu sesuatu? aku akan membelikan nya " tanya Alfi yang masih khawatir dengan kondisi Luna saat ini.


" kamu tenang saja. Sekarang aku sudah baik-baik saja. kamu nggak usah khawatir lagi dan aku tidak perlu apa-apa " jawab Luna meyakinkan Alfi.


di dalam taksi Luna memandang lekat jalanan. Awalnya dia ingin naik angkot tapi Alfi melarangnya dengan keras agar tidak naik angkot.


saat tiba di rumah Luna disambut oleh pembantunya.


" siang nyonya. tumben Nyonya pulang jam segini. Nyonya baik-baik saja kan " tanya pembantu tersebut.


" Siang juga Bi. Iya... badan saya sedikit tidak enak " sahut Luna dengan lembut. Membuat pekerja di rumah itu menjadi nyaman dan semakin sayang kepada Luna.


Luna tidak pernah memandang rendah ataupun memerintah sesuka hati seperti majikan yang lain yang berada di luaran sana. Hal itu membuat para pembantu dan satpamnya menjadi nyaman dan merasa betah bekerja di rumah ini. pernah terlintas di benak mereka untuk Berhenti bekerja di rumah ini. akan tetapi mereka mengurungkan niatnya setelah Luna masuk di kediaman rumah ini.


" Nyonya mau makan apa biar Bibi siapkan terlebih dahulu " kata pembantu tersebut.


" tidak usah. Bibi tidak perlu repot-repot saya bisa melakukannya sendiri. bibi dan lainnya bisa istirahat saja " ucap Luna dengan sopan. Telah sadar kalau dia bukanlah majikan di rumah itu tetapi sebagai pembantu.


kata Dion selalu terngiang-ngiang di benaknya. hal itu tidak membuatnya Lupa Diri. statusnya hanyalah seorang yang numpang di rumah itu.


Luna sudah memasuki kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya. dia tidak mau kejadian itu terulang kembali. cukup kejadian yang kemarin dan dia tidak mau hal itu terulang kembali. meski dia selalu teringat dan terus terbayang kejadian itu setiap dia memasuki kamarnya. Luna harus tetap kuat dan tegar untuk menghadapi semua masalah ini.

__ADS_1


Tubuhnya Lagi dan lagi merasa bergetar dan takut akan kejadian kemarin terulang lagi.


"luna kamu harus kuat. hadapi semuanya dengan tenang. jangan takut dan juga cemas. Kamu adalah perempuan yang kuat dan tangguh pasti bisa melewati ini semuanya " ucap Luna menguatkan dirinya sendiri. dengan kata-kata penyemangat yang dibuat nya sendiri.


__ADS_2