Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
kepintaran luna


__ADS_3

"Terima kasih banyak Pi. kalau begitu Luna berangkat dulu.Assalamualaikum " salam dan pamit Luna. Luna menyalimi kedua tangan mertuanya sebelum dia pergi.


"Waalaikumsalam " sahut kedua mertuanya bersamaan.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


kini Luna sudah berada di kantor.setelah melewati perjalanan dengan menggunakan angkutan umum. seperti biasa dia tidak malu menggunakan angkutan umum. semua mata karyawan semakin hari semakin tidak menyukai Luna. karena mereka pikir Luna sangat genit kepada pemilik perusahaan Edison.berusaha mendekati CEO dengan berbagai macam cara agar bisa dinikahi oleh pemilik kantor ini.


Tanpa mereka ketahui kalau suami Luna juga seorang CEO pemilik perusahaan Adi Jaya.


tapi sayang sekali. Luna menutup rapat identitas suaminya. Jika dia ditanya oleh karyawan yang tipu dan ingin tahu kehidupan pribadinya. sehingga banyak dari mereka berpendapat tentang suami Luna. yang nanti ujung-ujungnya Luna akan dipandang buruk oleh pendapat karyawan yang julit sekali.


namun Luna tidak peduli dengan pendapat dan pandangan buruk mereka pada dirinya. bagi Luna semua itu hak mereka untuk menilai seseorang dengan akal kecil tanpa berpikir panjang.


" Bu Luna sudah datang.ayo bu langsung saja kita ke ruangan miting " ujar salah satu rekan kerja nya dengan wajah yang ngos - ngosan.

__ADS_1


" Baiklah Pak. tapi kenapa secara mendadak mempercepat waktu pertemuan ini. bukannya satu jam lagi? " tanya Luna bingung.


" Saya sendiri juga tidak tahu Bu.Tapi Sebelumnya saya minta maaf. ini pendapat saya bukannya mau su'udzon atau yang lain nya. saya merasa ini salah satu strategi mereka untuk menilai buruk Perusahaan kita " katanya memberi pendapat kepada Luna.


" Maksud kamu menilai buruk bagaimana?apa kaitanya dengan pertemuan dipercepat?" bingung Luna mendengar penjelasan rekan kerjanya.


" maksud saya begini Bu.dengan mereka mempercepat jam pertemuan kita dengan mudah mereka menemukan celah burung di perusahaan kita. dengan begitu mereka akan menyebarluaskan berita buruk Perusahaan kita kepada perusahaan lainnya " jelas ulang secara detail. Luna menganggukkan kepalanya menandakan dia mengerti dengan penjelasan rekan kerjanya.


" Oh begitu ya " kata Luna yang sekarang sudah mengerti.


" Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan tadi " tanya Luna lagi untuk memastikan apa yang diucapkan dia itu benar.


" Ya sudah kalau itu keyakinan kamu. Mari kita tunjukkan siapa sebenar Perusahaan kita ini kepada mereka " kata Luna penuh tekad dan keyakinan.


rekan kerja Luna memandang dia dengan seksama.kini dia berpikir semua perkataan Luna tentang ucapannya.

__ADS_1


"pantas saja Pak Amar memilih lunas sebagai sekretarisnya.Ternyata semua ada pada diri Luna. kegigihan dan semangat yang begitu besar untuk menaikkan perusahaan ke puncak kejayaan. dia tidak ingin ada seorang pun yang menjatuhkan perusahaan ini kedalam kehancuran " batin rekan kerja Luna.


" Pak Amat tidak salah pilih sekretaris. ternyata Bu Luna bekerja keras, cekatan dan sangat cerdas. meski dia hanya lulusan SMA pengetahuannya di atas saya. Pasti gen orang tuanya mengalir pada dirinya. hingga sepintar ini " batinnya lagi.


Luna menyadari sejak tadi diperhatikan oleh rekan kerjanya. dia membuka suara dan berkata.


" Kenapa Bapak menatapku seperti itu. Apa ada yang salah dengan wajah saya. ataupun dengan penampilan saya saya saat ini " Luna meraba wajahnya dan juga bajunya.


" tidak ada yang salah Bu. Saya hanya kagum kepada bu luna. kalau saya boleh tahu orang tua Bu Luna itu siapa? pasti mereka sangat pintar seperti Bu Luna. hingga akan mereka sangat kuat pada diri Bu Luna " ucapnya.


mendengar pertanyaannya Luna tersenyum dengan kecut. jika dibilang pintar pasti kedua orang tua angkatnya sangatlah pintar. tapi gen mereka pasti diturunkan kepada Kak Intan Bukan dirinya.


Bagaimana bisa seorang anak angkat yang tidak ada hubungan darah bisa mewarisi gen mereka. Bukankah itu sangat lucu dan aneh.


"kenapa ibu diam?ada apa bu? " tanyanya melihat perubahan pada wajah luna.

__ADS_1


" nggak ada apa-apa pak.yang Bapak katakan itu benar. kedua orang tua saya sangatlah pintar. bahkan kepintaran mereka telah diturunkan kepada saya dan kakak saya " kata Luna.


" kalau begitu Ayo segera kita masuk. pasti mereka sudah menunggu kita " ajak luna


__ADS_2