Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
Luna akan menceraikan Dion


__ADS_3

"ibu Luna sudah menikah.jadi tidak perlu ditaksir orang lain atau suaminya akan mematahkan mata pria itu. karena tidak akan membiarkan itu terjadi "balas Amar membuat kedua orang tuanya sok bukan main.


bagaimana bisa saat pertama kali bertemu ternyata anaknya sudah menikah.bahka mereka tidak ada di hari pernikahan itu.apa pantas disebut orang tua jika tidak mengetahui apapun tentang kehidupan anaknya sendiri.


"sejak kapan kamu menikah putriku? apa sudah ada bayi di sini " tanya ibunya mengelus perut rata Luna.


" Luna mohon jangan bicarakan pernikahan Luna " protes Luna tidak suka membahas sesuatu yang dapat membuat suasana hatinya rusak.


"kenapa putriku? kita semua perlu tahu siapa suami yang sudah berani merebut hati putri cantik kami "ucap ayah Luna.


"dia bukan suami Luna. tidak ada yang merebut hati siapa di pernikahan ini "ucap Luna lantang. dia muak mengingat pernikahan yang penuh penyiksaan itu.


mereka kaget mendengar perkataan Luna.


" maksud kamu apa Luna? " tanya Amar yang kini angkat bicara bingung dan penasaran dengan ucapan yang baru dikatakan Luna.


Luna diam tak menjawab pertanyaan amar yang penasaran.


"Luna kakak bertanya pada kamu jawab jangan diam kayak begini. apa ada masalah dengan pernikahan kamu " tugas Amar menaikkan sedikit oktaf suaranya.


"putriku katakan apa ada masalah dengan pernikahanmu. ceritakan pada kakakmu dan juga ayah ibumu. kita di sini sayang. kita khawatir sama kamu " ucap lembut mengusap rambut Luna.


"yah...bu...kak Luna mohon jangan bahas ini dulu. aku tidak mau merusak kebahagiaan kita dengan masalah pernikahanku "minta Luna memohon. dia tidak ingin merusak hari pakai ini dengan membahas pernikahannya.


mereka menjadi yakin pernikahan Luna sedang ada masalah. mengiyakan perkataan Luna untuk tidak membahas lagi tentang pernikahannya. akhirnya mereka mengubah topik pembicaranya. tidak dengan Amar meski dia diam mengikuti permintaan Luna. dia menyuruh orang suruhan untuk mencari tahu siapa suami Luna dan juga semua yang terjadi.


"baiklah kalau itu mau kamu. ayo sekarang kita pulang ke rumah "aja ibunya menggandeng bahagia Putri kecilnya yang telah kembali.


"maaf Bu. untuk sekarang Luna belum bisa ikut ibu pulang dulu "kata Luna.


"kenapa putriku? " kagetnya mendengar penolakan Luna.


"Luna harus kembali ke rumah mertua Luna dulu Bu. Luna janji setelah masa laluna beres Luna akan tinggal bersama ibu, ayah dan juga kakak "janji Luna entah apa yang akan dia lakukan.

__ADS_1


mereka tidak tahu maksud dari perkataan Luna. mereka hanya mengangguk ia tanpa bertanya lebih lanjut kepada Luna.mereka yakin Luna akan menceritakan semua nya cepat atau lambat semua nya menunggu waktu yang tepat.


"baiklah jika itu kemauan kamu. tapi besok berjanjilah untuk bermain ke rumah. ibu akan merindukan putri cantik ibu "ucapnya mencium kedua pipi Putri kesayangannya.


"iya Bu. Luna janji akan main ke rumah ibu "sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v.


"ya sudah kamu pulang diantara kakakmu saja ya. ini hampir malam gak baik anak perempuan pulang sendirian " berita ayahnya tidak ingin dibantah.


"iya ayah " pasrah Luna tidak bisa menolak.


...****************...


di dalam mobil Luna dia memanah jalanan dari kaca jendela. matanya seakan menghitung setiap tempat yang dilewati dengan lekat.


kamar yang menyetir dengan situasi hening seperti tidak ada penghuni di dalamnya. dia menjadi bingung untuk membuka topik pembicaraan apa. sebab setiap dipancing jawaban Luna hanya singkat sesuai pertanyaan tanpa pembahasan pertanyaan sekedar basa-basi atau lainnya. hal tersebut membuat amar merasa pusing.


amal seperangkat kaget saat Luna mengarahkannya ke arah tempat tinggalnya


"bukannya ini alamat keluarga Adi jaya? kenapa Luna tinggal di sana? apa suami Luna Dion adi jaya? " batin Amar bertanya diam dan berpikir.


"Luna ... "panggil Amar


"iya kak ada apa " sahutnya


"apa suami kamu bernama Dion Adi jaya " tanya Amar menatap serius kepada luna.


melihat tatapan dan ucapan serius dari kakaknya Luna bingung bagaimana Amar tahu jika dari tadi dia tidak memberitahu nama suaminya. apa dia sangat terkenal di kalangan para pembisnis sehingga banyak yang mengenal bahkan kakaknya sendiri.


"dari mana kakak tahu? sejak tadi Luna tidak menyebut nama dia " balas Luna.


"jadi benar Dion adijaya suami kamu " ucap ulang Amar tidak percaya dengan semua yang dia dengar.


amar tidak bisa berpikir tenang. bagaimana bisa dunia yang luas mendadak terasa sempit. musuhnya kini menjadi adik iparnya. mendadak Amar langsung menginjak rem.

__ADS_1


sreeeg.......


"kakak kenapa berhenti? " bingung Luna melihat Amar menghentikan mobilnya yang masih jauh dengan alamatnya.


"kapan kamu menceraikan Dion? apa perlu kakak bantu siapkan pengacara untuk kamu " ucapan memberi bantuan.


"tidak perlu kak. Luna bisa urus semuanya sendiri. percaya saja sama Luna " Luna meyakinkan Amar agar mempercayai dirinya.


"oke kalau itu keputusan kamu kakak terima. tapi jika perlu bantuan jangan sungkan bilang saja pada kakak. kakak akan selalu siap membantu kamu kapan saja kamu butuhkan " kata Amar mengusap lembut rambut Luna.


"iya kak Luna akan bilang "


mobil Amar kembali melaju dengan cepat. 15 menit kemudian mobil aman memasuki kediaman adijaya. satpam segera membuka gerbang melihat nyonya Luna pada di dalam mobil tersebut.


setelah mobil tersebut masuk Luna langsung berpamitan sama amar untuk segera masuk.


"assalamualaikum "salam Luna memasuki rumahnya.


"waalaikumsalam. kamu akhirnya pulang nak "kedua mertuanya dengan kompak melihat menantu nya baru tiba.


"dari mana saja kamu sayang? kenapa baru tiba. Mama sangat mengkhawatirkan kamu. mikirin kamu belum pulang juga padahal sudah waktunya jam kantor bubar "cemasnya mami Sheila langsung mengoceh.


" maaf ma Luna tadi ada urusan mendadak. jadi lupa memberi kabar tapi sama mami "kata Luna tidak enak hati membuat mertuanya menunggu bahkan sampai khawatir.


"lain kali jangan begini lagi. kalau ada sesuatu segera kabarin biar mami sama papi nggak kepikiran kayak begini " pesannya.


"iya mi... pi sekali lagi Luna minta maaf kepada kalian.luna janji nggak bakalan ulangi lagi kayak begini " janji Luna.


Luna berjanji karena ini akan jadi janji pertama dan terakhir kalinya. niatnya sudah tekad untuk bercerai dengan Dion. dia tidak ingin mempertahankan pernikahan tanpa cinta. karena itu akan membuat dirinya semakin tersisa dan terluka.


meski mertuanya memohon keputusan Luna tidak akan goyah. 2 bulan sudah cukup menerima perlakuan dan penyiksaan Dion kepada dirinya. sekarang biarkan hidupnya bebas menikmati hidup tanpa disangkar.


berada di rumah Adi jaya Luna merasa berada di dalam sangkar burung. susah mengambil nafas untuk menghirup udara. susah bergerak karena kandangnya tak sebebas alam terbuka di luar sana.

__ADS_1


"sana mandi dulu biar tubuh kamu segar " ucap manis Sheila kepada dirinya.


"baik mi kalau begitu Luna tinggal dulu untuk bersih-bersih "


__ADS_2