
saat ini intan sudah berada di Indonesia tepatnya di kota Jakarta.
tanpa tahu malu intan datang ke kantor Dion dengan pakaian kurang bahan yang menonjolkan kedua bukit kembarnya. semua karyawan melihat intan menggeleng-geleng kepala. mereka tahu kalau intan adalah kekasih hati Dion. bahkan saat ini mereka belum tahu jika Dion sudah menikah.
intan terus berjalan tanpa permisi atau bertanya di mana Dian sekarang. Rendi yang melihat kedatangan lintasan langsung mencegah intan untuk melangkah ke dalam ruangan Dion. sesuai perintah Dion jangan ada satu orang pun yang berani mengganggu dirinya hari ini juga.
"stop mau ke mana kamu " ucap Rendi menghentikan langkah kaki intan.
"berani sekali kau menghentikanku. apa kau mau dipecat oleh Dion ini juga dari kantor ini " ancam intan menakuti Rendy.
"saya tidak takut dengan ancaman anda. karena ini perintah langsung dari pak Dion. dia tidak ingin diganggu siapapun saja untuk hari ini. jika anda ingin bertemu dengannya silakan tunggu di ruang tunggu. jika anda tidak ingin menunggu silakan Anda pergi dari sini atau Anda bisa kembali lagi besok " jelas Rendy menekan setiap kata yang diucapkannya.
"saya adalah kekasih kesayangan Dion. apapun yang dikatakan atau diperintahkan kepada kamu itu tidak berlaku untuk saya sama sekali " sombong intan ingin menerobos masuk ke dalam. tapi langsung dicegah oleh Rendy agar intan tidak masuk ke dalam ruangan Dion.
__ADS_1
"saya tidak peduli mau anda kekasihnya pak Dion atau pun selingkuhannya itu bukan urusan saya dan saya juga tidak mau tahu sama sekali. itu bukan urusan saya " Rendy tidak takut dengan ucapan intan itu.
intan terus berdebat dengan Rendy karena tidak diijinkan masuk ke dalam bahkan berulang kali intan mengancam Rendy tapi hasilnya selalu tetap sama. hal itu tidak mempan sama sekali untuk Rendy.
Dion yang baru tertidur memejamkan matanya sekarang dia harus terganggu karena keributan yang dibuat oleh intan. besar baru setengah jam dia memejamkan mata dia harus terganggu dengan suara berisik dari luar sana.
"ada apa di depan.kenapa berisik sekali " bangun Dion mengambil jasnya untuk dia kenakan lagi.
Dion melihat kedatangan wanita yang amat dia benci sekarang Dion merasa kesal rasanya saat ini juga. dia ingin melemparkan wanita jelmaan ular itu ke dalam neraka
"untuk apa lagi Dion ya kalau bukan untuk menemui kamu. kamu adalah kekasih hatiku " ucap intan berlayu manja di lengan Dion tanpa rasa malu dengan semua pasang mata yang melihat aksinya ini seperti wanita murahan saja.
"sekarang lepaskan aku bilang. cepat kau bangun dari mimpi atau kau akan terjatuh dari tempat yang tinggi. kau seperti wanita murahan " maki Dion tanpa dosa.
__ADS_1
"aku tidak mau. kenapa kamu jadi kasar seperti ini dion. bukannya kemarin kita bahagia. satu sama lain menikmati hubungan yang saling menguntungkan itu " ucap intan bohong agar semua mendengar dan berpikir hubungannya dan dia sudah sangat jauh dan dalam
"satpam ...... setan cepat ke sini " teriak Dian dengan wajah yang kini berubah merah menahan amarahnya.
"iya pak ada apa " sahut satpam dengan kuku ketakutan lihat atasannya sangat marah besar.
"usir wanita ulat ini dari sini. tandai aja wanita ini. jangan pernah biarkan minta ini menginjakkan kaki di kantor ini atau kalian semua yang akan saya pecat " ancam Dion tajam dengan wajah dingin tak tersentuh.
"baik pak segera sayang laksanakan " jawab satpam itu langsung lari paksa intan untuk keluar dari kantor ini.
"lepaskan aku. apa-apaan ini semua Dion. kenapa kamu bisa tega seperti ini kepada diriku. jangan lupakan hari itu. di mana kau menyentuh dan mengambil kesucianku" teriak intan. membuat semua karyawan yang dari tadi menonton menjadi sangat terkejut dan kaget.
"cepat usir wanita sinting ini dari sini. kalian jangan pernah percaya dengan ucapan wanita gila ini "
__ADS_1
"aku masih waras dion. yang gila itu kamu dion" teriak intan tidak kalah kerasnya dengan Dion.