Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
kenangan tentang Luna


__ADS_3

Satria masuk ke kamar intan dengan penuh pertanyaan melintasi ototnya melihat intan mengamati barangnya. jika diingat untuk saat ini intan masih ada jadwal pemotretan. meski reputasinya sudah hancur karena video yang berada di media karena ulah Dion. bagaimanapun juga pihak tersebut tidak bisa membatalkan secara sepihak kalau tidak ingin rugi besar.


"intan apa yang kamu lakukan? kenapa mengepak semua barang kamu ke koper? " tetap Satria tak digubris intan terus mau ngepak masuk semua barang-barangnya.


" intan aku bertanya kenapa kamu tidak menjawabnya " Satria menaikkan sedikit satu oktaf suaranya.


"tidak usah sok peduli kamu sama aku Satria " balas intan marah.


"maksud kamu apa? siapa yang sok peduli sama kamu? aku beneran peduli sama kamu intan " tegas Dion menatap intan menuduh dirinya asal.


Ryan kecewa sama intan kenapa bisa berubah seperti ini. pedulinya di kata sok peduli. apa kebaikannya yang dilakukan dirinya hanya dianggap palsu saja.


setelah kejadian kemarin intan berubah seperti bukan intan yang dulu dia kenal. bahkan intan yang sekarang ini tidak dikenal oleh Satria lagi.


"tidak usah menipu lagi. kebaikan dan sok peduli kamu ternyata ada udang di balik batu. kamu mengambil keuntungan di saat aku nggak sadarkan diri. tuh kan kamu juga sudah menghancurkan hubunganku bersama Dion bahkan karirku juga " marah intan meninggikan pita suaranya dari sebelumnya.


"intan aku tidak mengambil keuntungan dari ketidakberdayaan kamu. bukan kamu ingat kita sama sama tidak sadar saat itu. untuk menghancurkan hubunganmu dan Dion itu bukan aku tapi itu Dion yang tidak bisa percaya sama kamu. karirmu sendiri aku akui salah aku juga. tapi bukan sepenuhnya salah aku seorang. tapi juga salah kamu dan Dion. jadi salah kita bertiga " jelas Satria protes atas tuduhan intan menyalakan semuanya yang bukan sepenuhnya salah dirinya.


"bagaimana bukan salah kamu satu ya jelas-jelas kamu penyebab kita minum. seandainya kamu tidak memilih minum semua ini tidak akan menjadi seperti ini. sekarang lihat semua hancur tidak ada yang tersisa. karirku hancur, hubunganku sama Dion bahkan ikut hancur juga dan sekarang lebih parah Dion sangat membenciku. apa kamu puas sekarang melihat hidupku terpuruk seperti ini " maki intan terus menyalakan Satria meski kenyataannya sudah jelas bukan pria yang salah.


"intan sadar berpikirlah lebih jernih memakai otakmu. jangan menggunakan amarahmu. aku tahu untuk saat ini kamu sedang kacau dengan semua yang menimpa dirimu "


"sudahlah kamu keluar. aku tidak ingin melihat wajahmu lagi. jangan pernah menunjukkan atau menampakkan dirimu di hadapanku lagi. jika tidak ingin aku semakin membenci dirimu " ancam intan dengan tatapan tajam menatap Satria.

__ADS_1


"semua itu tidak bisa intan. aku manajer kamu bagaimana bisa kamu menyuruh aku menjauh tidak menampakkan wajahku di hadapanmu " protes Satria tidak setuju dengan permintaan intan.


"mulai hari ini tidak ada manajer lagi. silakan bagi dari ruanganku " lantang intan mengusirian yang membantu diusir tidak mendengarkan nya.


intan menimpa semua kesalahan yang terjadi kepada Satria bahkan di sini sudah jelas Satria tidak salah apa-apa.


berdua bersama intan itu bukan maunya sendiri tapi juga mau intan karena efek mabuk hingga tidak sadar dengan apa yang dia perbuat.


semua masalah menjadi besar juga karena ulah intan yang menggoda Dion. bahkan tidak tahu rencana muslihat Dian menjebak dirinya hingga kini instan dicat wanita penggoda yang melakukan hubungan ranjang dengan dua pria dalam waktu bersamaan.


tapi kenapa sekarang Satria yang disalahkan. Satria tidak habis pikir dengan jalan pikiran intan yang seenaknya saja menyalakan dirinya sepihak. kenapa tidak menyalakan Dion saja. tandanya video tersebut tidak disebar semua tidak akan seperti ini. semua akan baik-baik saja.


suasana kurang begitu menyenangkan di tengah pergolakan batin antara rindu Dan benci. Luna membenci dirinya sendiri yang tak cukup kuat membenci Dion sepenuhnya. apakah Tuhan itu sungguh adil? mengapa harus ada penderitaan, penindasan, dan ketidakadilan yang beraneka macam di muka bumi ini


orang-orang yang tidak tahu bersyukur adalah orang-orang yang memiliki kekurangan dalam hidupnya.


malam hari semua keluarga Edison dukung lengkap di ruang keluarga dengan sedikit cemilan hidangan untuk mengobrol mereka.


berbeda dengan situasi yang berada di kediaman keluarga Adi jaya.


video mengurung diri di kamar dengan terus menghubungi Luna.


"nomor yang ada tujuh sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. cobalah beberapa saat lagi " itulah yang selalu terjadi setiap kali Dion menghubungi Luna. mungkin luna sudah mengganti nomor telfon nya pikir dia.

__ADS_1


Dian berdecak kesal kenapa di saat dia mulai sadar dan ingin memperbaiki tidak ada kesempatan untuknya melakukan itu.


uring-uringan seperti orang gila sungguh membuat hari-harinya tak bersemangat setelah kepergian Luna. berulang kali pintu kamar diketuk dari luar. tetapi tak ada respon. Dion tidak mengizinkan siapapun masuk kecuali Luna.


papi Roni dan Mami Sheila sedih melihat kondisi menyedihkan yang menimpa putra tunggalnya itu.


"pi... Mami sedih melihat nasib Dion seperti ini " lirik dengan wajah sedih.


"papi juga sama seperti mami. tapi apa yang bisa kita perbuat sekarang? semua ini salah dia tidak pernah menghargai Luna. tapi tidak kebayang bagaimana berada di posisi lunas saat itu. selalu dicaci dihina dan juga disiksa tanpa belas kasihan" termenung mengingat mengandaikan jika posisi tersebut terbalik.


"iya pi pasti sangat hancur dan sakit " Mami Sheila membenarkan ucapan suaminya.


"*sekarang kita sebagai orang tua hanya bisa memberi dukungan kepada Dion agar kuat menjalin cobaan ini bahkan untuk seterus nya"


"iya mami setuju sekarang kita biarkan dia sendiri menenangkan pikirannya. mungkin dengan ini pikirannya akan segera membaik* "


setelah berkata di depan pintu kamar Dian mereka meninggalkan tempat tersebut menuju ruang makan. niat mereka mendatangi kamar Dion tidak lain mengajak makan bersama. tapi sayangnya niat mereka ditolak Dion tanpa mengucap kata-kata pun.


gini sama kan mereka berdua duduk. Suasana hari ini berbeda dengan yang mereka rasakan kemarin saat masih ada luna.


suasana hening sepi tanpa ada perbincangan seperti biasa sebelum memulai makan. memori kenangan Luna gambar terima saat duduk di bangkunya. berbincang riang meski tidak selalu tergeletak tawa. tapi hal tersebut sudah cukup membuat rumah ini berwarna dan ramai.


melihat wajah sendu istrinya papa Roni menggenggam tangan untuk untuk menghibur istrinya itu. lalu mengaktifkan kedua matanya yang artinya semakin baik-baik saja yakinlah pada yang maha kuasa.

__ADS_1


__ADS_2