Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
perpisahan Luna dengan keluarga Adi jaya


__ADS_3

"Iya nyonya. ada apa memanggil saya "sahut pembantu tersebut saat tiba di hadapan majikannya.


" kumpulkan semua pembantu di sini "perintahnya segera dikerjakan oleh pembantu tersebut.


tidak sampai 10 menit semua pembantu sudah berkumpul lengkap saja di hadapan nya dan suaminya.


Mama Sheila pertama masih diam menatap plakat sambil menghitung jumlahnya. kemarin ingatnya mengerjakan 4 pembantu. kita sekarang sudah berapa dia tidak tahu. karena anaknya kemarin sempat berbincang ingin menambah satu lagi.


setelah menghitung ada penambahan pembantu yang dulu 4 kini bertambah 3 menjadi 7. Mama Sheila langsung berbicara pada intinya niatnya mengumpulkan mereka semua di sini.


"saya mengumpulkan kalian di sini ada yang ingin saya tanyakan kepada kalian. jika salah satu dari kalian berani ketahuan berbohong silakan angkat kaki dari rumah ini "ancam nyonya Sheila sebelum memulai pertanyaan.


mendengar ancaman sebelum bertanya membuat bulu kuduk mereka berdiri menegang. mendengar ancaman seperti ini nyali siapa saja akan menciut mengecil.


"apa hubungan anak dan menantu saya baik-baik saja selama ini? " tanya Mami sheila serius memandang satu persatu pembantu nya.


"baik nyonya...... tidak baik nyonya " jawab mereka berbeda satu sama lain.


"jawaban mana yang benar kenapa tidak kompak " Mami Sheila berpikir kayaknya benar ada yang tidak beres dalam rumah tangga anak-anak mereka. jawaban mereka saja tidak kompak bahkan ini sudah menjelaskan keraguan masing- masing.


"ternyata ancaman tuan Dian kalian lebih membuat kalian patuh daripada aku. apa kalian pikir dion memiliki hak sepenuhnya?" tegas Mami Sheila.


"maaf nyonya kami mengaku salah. kami mohon jangan pecat kami " mohon mereka tunduk mengakui kesalahannya.

__ADS_1


"baiklah saya akan memaafkan kalian. sekarang ceritakan semua yang terjadi. awas jika ada satu kelewatan dari cerita kalian dan saya mendengar dari orang lain. siap-siap saja kalian pasti tahu apa yang akan terjadi " Mami Sheila lagi. dia tidak peduli dengan mereka yang bosan dengan ancaman yang bisa dilakukan majikannya. seakan itu adalah mantra mujarab.


"iya nyonya kami akan mengatakan semuanya "angguk mereka serempak. mengutus satu dari mereka bertujuh untuk mewakili menceritakan cerita yang sebenarnya.


mendengar cerita dari pembantu nya papi dan Mami kaget bahkan sangat marah sama Dion. tega-teganya main tangan sama wanita. ajaran didikan mereka untuk menjaga dan melindungi seorang wanita tidak didengar bahkan tidak diingat oleh Dion.


rasa kecewa mendalam kini dirasakan oleh orang tua Dion. mereka merasa menjadi orang tua yang gagal karena salah mendidik putranya.


menghakimi dan KDRT terhadap istri tanpa belas kasih adalah kerjaan para pengecut dan para penjahat hukumannya adalah dipenjara.


tapi ini apa sampai saat ini Luna tidak pernah melaporkan segala tindakan Dian kepada pihak yang berwajib. jika perempuan lain tidak bisa dipikirkan lagi. sudah jelas dia akan dilaporkan dan mungkin sekarang berada di dalam jeruji besi sambil menangis menyesali kesalahannya.


\# ***flash \_on*** \#


biar tidak berani membantah sekalipun membela dirinya. tatapan orang tuanya seakan ingin menerkam hidup-hidup.


"tapi mi sekarang Dion mengaku salah. Dion ingin berbagi semuanya. aku mohon jangan lakukan ini sama Dion " lirik Dion memohon.


wajah sendiri aku tak bisa berbuat apa-apa selain berkata memohon. permohonannya sekalipun tidak digubris bahkan tidak dianggap penting oleh Luna dan keluarganya.


ada sedikit rasa sakit di hati papi dan Mami melihat permohonan anaknya. semara apapun mereka bagaimanapun juga Dion adalah anak kandungnya.


"kasihan sekali kamu nak. kenapa tidak dari dulu kamu sadar. kenapa baru sekarang menyadari kesalahanmu. Mami berharap kamu bisa menemukan kebahagiaan tersendiri meski bukan bersama Luna "batin Mami sheila sedih melihat keterpurukan Dion.

__ADS_1


"Dion..... tapi tidak bisa membantu banyak. semua keputusan ada ditangan Luna. papi berharap kalian berdua bisa bersikap dewasa dalam mengambil keputusan. pernikahan bukan sekedar janji tapi juga tentang kepercayaan dan saling menjaga untuk tidak menyakiti dalam ucapan dan tangan " ucap papi beni membuka suaranya memandang Dion tertunduk menyesal.


Luna sedikit tersentuh dengan permohonan Dion. tapi dia tidak ingin goyah dengan mulut manisnya. bisa saja semua ini hanya akting semata untuk mengelabui. untuk membatalkan gugatan cerainya. setelah dibatalkan pasti akan kembali menyakitinya lagi entah lebih parah atau yang lainnya. lunas sendiri tidak mengetahui itu.


ruang keluarga ini semakin riuh dan tegang bercampur sedih. Luna yang keras pada pendirian nya. Dion memohon sedih terus memohon. hal ini seperti dua orang yang sedang beradu argumen tentang menang dan kalah.


pembantu warga Adipati pun menyaksikan situasi bercampur aduk. mereka sedih dengan keputusan ulama memilih untuk pergi. tetapi putusan ini juga yang mereka inginkan dulu.


mereka tidak tega melihat nyonya Luna terus disakiti dan disiksa. meski sabar dan terus diam jika dihina. tetap saja mereka tidak tega melihatnya. lunas selalu kalah jika fisik sudah bergerak. bagaimana juga main tangan pria akan selalu menang daripada wanita. kekuatan pria dua kali lebih besar dari kekuatan wanita.


luna tidak bisa membalas apa-apa lagi selain diam dan berjalan menyalimi tangan kedua mertuanya dengan sopan pamit untuk undur diri. lebih lama di sini tidak membuat saya yakin untuk terus tetap kuat dengan pendiriannya.


"pi...mi maaf jika selama ini menjadi menantu Luna banyak melakukan kesalahan. Luna harap ini bukan pertemuan terakhir kita "Luna tersenyum terpaksa meski senyumnya bohong. tapi dia berusaha keras agar tidak kelihatan sedih dan rapuh dengan keputusannya sendiri.


"iya sayang hati-hati jangan pernah melupakan papi dan mami. sering-seringlah bermain di sini meski hubungan kalian telah putus. bagi papi dan Mami kamu akan tetap dan akan selalu menjadi anak kami. karena kami tidak pernah menganggap kamu menantu "ucap Mami Sheila langsung menyambar memeluk Luna.


hati yang tadi berpura-pura kuat untuk Tegar kini telah jatuh rapu. Mama Sheila tidak pernah menganggap Luna seperti menantu. melainkan menganggap seperti anaknya sendiri. sebab mereka hanya memiliki seorang anak berjenis kelamin pria.


kasih sayang mereka tulus dan besar kepada Luna karena sikap dan kepribadian yang begitu sopan.


Luna membalas pelukan hangat dari mami Sheila. ternyata pelukan ini sangat memilukan. karena tetesan cairan bening juga ikut bertaburan di pelukan perpisahan.


Dion melihat kedua wanita yang disayangi nya saling berpelukan menjadi lebih teriris hatinya.

__ADS_1


papi Roni datang memberi kekuatan dengan memberi tepukan sebagai seorang pria sejati.


Dion menoleh melirik papi beni dengan wajah sedih tak semangat berkata lagi terlihat dari mata terucap hidupnya kini tidak ada artinya lagi dan hancur.


__ADS_2