Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
Dion menemui Luna


__ADS_3

15 menit kemudian ponsel Dion bergetar ada satu pesan masuk dari Maminya. dia membuka dan membaca isi pesan tersebut


" Bang Mama sudah menghubungi Luna nomornya aktif. berarti Luna tidak mengganti nomornya. tapi nomor kamu jadi blok dimasukkan di daftar hitam sehingga tidak bisa menghubungi Luna lagi "


begitulah isi pesan dari mami Sheila.


Dian membaca seksama satu persatu kata yang tertera pada layar ponsel langsung bangun menyambar kunci mobilnya. dia keluar meninggalkan Rendy sendirian di dalam ruangannya.


" hai bos kamu mau ke mana? kenapa buru-buru gitu? " tanya Rendy.


" Aku mau ke perusahaan Edison mau menemui Luna " balas Dion tanpa menoleh ke arah Rendi.


Rendy mendengar ucapan Dion menjadi sangat kaget.


" Ngapain kamu ke sana? " namun sayangnya pertanyaannya tidak direspon oleh Dion sebab Dion semakin menjauh dari posisi Rendy berada.


kita ingin Dion membuat rusuh di perusahaan orang Rendy akhirnya mengikuti Dion.


Dion melajukan mobilnya dengan keadaan sangat cepat. Dion menyalip semua kendaraan yang mengalaminya untuk segera dibuat ke perusahaan Edison.


tidak peduli betapa risiko bahayanya menyelip dia terus melakukan Meski banyak mulut mencaci maki tajam pada dirinya. bagi Dion umpatan mereka tak penting dan tak berarti untuk nya. karena sekarang hal yang lebih penting adalah menemui Luna istrinya.


kesempatan tak selalu datang kedua kalinya. dua kali hanya sebuah Anugerah Sang Kuasa yang mempercayai umatnya untuk memperbaiki yang lalu menjadi lebih baik.


Rendy melihat Dion mengendarai mobilnya dengan cepat dan dia juga menambahkan kecepatan laju mobilnya. meski menerima hal yang sama seperti Dion umpatan tajam dari sang pengendara lainnya di atas pedulikan lagi.


30 menit mengendarai dengan kecepatan full mobil Dion lebih dahulu tiba selisih 1 menit dengan mobil Rendi.


Rendy segera lari saat tiba di parkiran menyusul Dion yang sudah berada di depan pintu masuk perusahaan Edison.


Tarik nafas dalam-dalam lalu menembuskannya pelan-pelan menormalkan detak jantungnya yang hampir copot karena mengejar dia yang lari sangat kencang itu.

__ADS_1


saking tegang dengan kelakuan Dion yang menemui Luna di perusahaan Edison Rendi merelakan dirinya celaka di jalan hanya demi menyusul Dion saat itu.


Dion menoleh pada Rendy yang ternyata mengikuti dia Sampai Di Sini. ion terlihat biasa-biasa saja. berjalan mendekati resepsionis banyak karyawan bahkan bisa dikatakan semua mengenal Dion.


Dion berjalan dengan gaya coolnya. wajah dingin yang selalu dia tunjukkan di manapun berada. semua karyawan melihat kedatangan di jalan menunduk hormat dan juga takut.


resepsionis yang sudah mengetahui Dion adalah suami Ibu Luna langsung menghubungi mengabari kalau suaminya pada di sini.


Luna yang mendapat kabar jika Dion berada di sini sangat kaget. pasalnya dia belum sempat memberitahu seorangpun keluarga Adi Jaya kalau dia bekerja di perusahaan Edison. terserang bagaimana dia mengetahui keberadaannya. Luna bingung penasaran hingga memutuskan keluar menemui Dion.


semua karyawan yang bingung dengan kedatangan Dion.


" Ada urusan apa ya Pak Dion Adijaya datang ke kantor kita? apa ada urusan penting atau dia ingin bertemu Pak Amar " ucap karyawan lain.


" Kayaknya tidak deh. tadi aku dengar dari ibu Vina resepsionis Pak Dion itu suaminya Ibu Luna sekretaris CEO kita"


" Masa sih? Jadi ibu Luna bukan orang sembarangan. Terus kenapa dia mau bekerja kalau sudah kaya. apa saja yang diinginkan dalam sekejap pasti dengan mudah sesungguhnya memberikannya " kata mereka yang bingung apa alasannya hingga Luna mau bekerja dan khusus apa yang membanting tulang seperti ini.


" tanda Kamu betul daripada kita dapat masalah mending kita cari aman saja " ada yang lain membenarkan perkataannya.


" Iya kamu betul. mending kita lihat saja mumpung live dan gratis pertunjukannya "


" Selamat siang Pak kami sudah menghubungi Ibu Luna sebentar lagi dia akan datang. mohon menunggu sebentar dan bersabar " ucap resepsionis tersebut.


Dion yang baru ingin membuka suara langsung tersenyum puas Tanpa Batas mereka sudah tahu tujuannya datang ke sini.


tidak memakan banyak waktu lunas Sekarang sudah tiba dan melihat sosok pria yang akan menjadi mantan suaminya itu.


Dion melihat kedatangan Luna hari ini sangat terpana. semenjak tidak setap dengannya banyak hal yang berubah dari dirinya. berdandan dan juga penampilannya lebih fashionable.


guna merasa tidak nyaman dengan tatapan diam seperti orang kelaparan yang langsung menyandarkan dirinya.

__ADS_1


" kita bicara di luar saja" ucap Luna berjalan meninggalkan dia yang masih mematung diam di belakangnya.


Rendy melihat sahabatnya dia mematung berjalan mendekatinya dan berkata.


" hai bos jangan melamun saja. segera ikutin Luna yang berjalan mulai menjauh dari kamu " menepuk pundak Dion.


Dion yang sadar langsung berjalan menyusul lunak tanpa membalas ucapan Rendi.


" Kebiasaan kalau udah gini langsung aja ninggalin temannya " kerutup Rendy.


di luar Luna berdiri menunggu kedatangan Dion yang sangat lambat seperti keong berjalan. langkahnya sangat lambat Bagaimana mau mengikuti lomba lari jika jalannya lelet seperti itu. suku Dian orang kaya Coba kalau miskin entah apa yang akan dia lakukan.


Dian kini telah berada di hadapan Luna dengan menatap lekat wajah cantik yang sangat dirindukan dirinya selama ini.


menyesal tidak perlu ditanyakan lagi dia sangat menyesal telah menuduh tanpa bukti lunas saat itu. dia berusaha untuk memperbaiki semua meski dengan nyawa sebagai taruhannya.


Dion memandang Intens wajah cantik istrinya entah statusnya akan tetap menjadi istri atau akan berubah setelah berbincangan saat ini.


Dion penuh harap kali ini ada kesempatan untuknya memperbaiki semuanya di masa lalu.


Luna memandang balik tatapan Dion meski tak setajam yang dilakukan Dion pada dirinya.


" katakan apa yang ingin kamu katakan. aku nggak punya banyak waktu lagi. setelah itu tanda tangan surat perceraian kita dan jangan pernah menemui aku lagi "


mendengar perkataan Luna yang pada intinya dia mendadak lesu dan Kusut. wajah yang awalnya semangat berubah tak bersemangat lagi. entah karena perkataan Luna atau sudah mengetahui dirinya tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya.


Luba memperhatikan perubahan Dion mendadak hatinya juga merasa sedih dan teriris.


sempat memiliki perasaan pada dia akan membuat dirinya bimbang apa perasaan itu masih ada atau sudah hilang. Luna tak tega melihat pada Stadion hingga dirinya mengajak ion untuk duduk di sebuah Cafe samping kantor. daripada harus berdiri seperti ini yang entah kapan dia akan membuka mulutnya dan berkata.


Dian pun mengiyakan ajakan dan mengikuti Luna.

__ADS_1


kini mereka berdua telah berada di sebuah Cafe.


__ADS_2