
Rendy yang awalnya penasaran sekarang menjadi geregetan ingin segera tahu isinya. penasaran sudah mendarah daging kental di pikirannya. setelah dipanggil dan dikasih dokumen yang tidak dia ketahui isi di dalamnya itu apa.
"pembatalan surat kerja sama" kaget Rendy membaca pembukaan bagian atas yang tertulis berkas itu.
"kalau kamu sudah urus kenapa masih dikasih ke diriku? ini nama nya kamu bohongin diriku. kamu juga udah buat kerjaan aku jadi tertunda dan berantakan semua " Rendy kesal bingung apa saja yang ada di pikiran dia hingga menjengkelkan sekali.
" kenapa nggak suka dan kamu nggak mau?" tanya Dion menatap wajah kesal Rendy kepada dirinya.
Dion sama sekali tidak merasa bersalah ataupun yang lainnya. dirinya masih bersikap biasa saja. Dia kelihatan tenang sekali seperti tidak ada kesalahan yang dia perbuat.
"Iya aku nggak suka dan nggak mau " balas Rendy.
"urusan dengan aku apaan? kalau kamu nggak suka ya sudah " membuat Rendy semakin kesal.
Rendy berpikir apa atasan nya ini bodoh atau gimana.Kenapa harus nanya lagi. apa dia tidak bisa berpikir. Percuma kalau pintar di bidang pekerjaan saja tapi tidak tahu yang lainnya. itu sih namanya goblok.
kini surat pembatalan kerja sama sudah berada di kantor edison.
persamaan dengan surat pembatalan yang dikirim cari kantor Edison kepada kantor AdiJaya.
"kurang ajar sekali mereka.beraninya mereka mengirimkan surat ini .seharus nya kita yang mengirimkan surat ini bukanlah mereka" Amar malah membaca isi dokumen yang diberikan Luna kepada dirinya.
Luna melihat sendiri pak Amar marah
menjadi sangat takut. ternyata benar perkataan Alfi. Pak Amar kalau marah serem banget kayak singa lapar. bahkan mengalahkan seremnya mereka.
Dia baru menyadari saat ini masih ada Luna di ruangannya. Pak Amar membuka suara.
"kamu bisa keluar Luna. lanjutkan pekerjaanmu yang tertunda " perintah Damar mengusir Luna dari ruangannya.
__ADS_1
dia tidak ingin Luna melihat dirinya yang begitu emosi.
"Baik Pak.... kalau begitu saya pamit undur diri " tunduk luna lalu berbalik keluar kembali keruangan nya.
"huft ya ampun " luna menghembus kan nafas lega.tadi nafas nya memndadak sesak berada di dalam.entah kenapa dia sendiri tidak tau.mungkin karena efek tegang mendengar semua yang tersa baru.dia lihat dari atasan yang selalu di nilai baik.
"Berkas apa sih yang dibaca oleh Pak Amar hingga Semarah itu? apa ada kaitan nya dengan pertemuan klien tadi dengan surat pembatalan kerjasama nya? " pikir Luna bertanya pada diri nya sendiri.Dia masih terus saja menebak-nebak masalah yang dihadapi oleh Amar.
di kediaman keluarga Adi Jaya kondisi Diong sangatlah kacau. ya mengatur masalah yang terjadi di kantor kepada kedua orang tuanya.
"apalagi langkah selanjutnya yang akan kamu ambil?" tanya sang Papi ada Dion mendengar semua keluh kesah masalah perusahaan yang dipimpin oleh dia.
"Dion membatalkan semua kerjasama dengan mereka dalam bentuk apapun itu. ion tidak Sudi bekerja sama dengan perusahaan Mereka lagi" caption agar tidak tidak goyah dengan keputusannya itu.
"baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. satu yang perlu kamu ingat. mereka tidak akan rugi sama seperti kita ini. mereka perusahaan yang sangat terkenal di berbagai negara. sama seperti perusahaan kita tapi hal yang membentuk ledakan kita dengan mereka hanya satu dan harus kamu ketahui tanpa Papi beritahu lagi " kata papi Dion panjang lebar.
"Iya Tapi ingat jangan pernah melakukan sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri " papironi mengingatkan anaknya agar tidak terdapat dalam mengambil keputusan dan tindakannya itu.
Papi Roni tak ingin anak tunggalnya itu celaka meski keluarga Adi Jaya terpandang. keluarga Edison pun sama terpandang dengan mereka tidak jauh berbeda sama sekali.
mungkin jika Dion bisa memberi peringatan kepada mereka.tidak menutup kemungkinan mereka akan membalasnya.
"tenang saja. Dian bukan anak kecil seperti dulu yang selalu memaafkan apapun dengan ceroboh " sahur Dion.
"Iya Papa percaya sama kamu ""Jawab Papa Roni. menanggapi ucapan anaknya itu.
"eits tunggu dulu. dari tadi mama merasa ada yang kurang di rumah ini?" Mama Sheila mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sudut rumah. untuk mencari sesuatu yang ganjal di pikirannya.
"apa yang kurang dari rumah ini Mi? " Tanya balik Dion kepada Maminya.
__ADS_1
Mama Sheila masih diam belum menjawab apa-apa. bola matanya masih setia berkeliling ke semua sudut rumah Adi Jaya. tapi kali ini ada yang berbeda. Mam Sheila buka mencari barang yang hilang melainkan mencari sesuatu yang mengganjal di hati dan pikirannya.
" Mami cari apaan sih? di sini hanya ada kita nggak ada yang lain lagi. sudah biasa cuman kita bertiga yang ada di sini? Kenapa sekarang jadi aneh kayak begini. Mami harap ada siapa lagi di rumah ini " ucap Papa Roni bertanya bingung sama istri tercintanya.
" Papi kalau nggak tahu Lebih baik diam saja. mending gak usah ikut campur dengan dan mengganggu Mami lagi " kata Mami Sheila menyuruh suaminya untuk tidak merecoki dan mengganggu pencariannya di rumah Adi Jaya.
ting tong...... ting tong....... ping pong.....
bunyi bel bertanda ada tamu di depan rumah.
"pembantu langsung berlari membukakan pintu. Siapa yang datang jam segini tante nya pekan ini sudah sore. masih saja ada yang bertamu. Apa tamu itu dari tuan dan nyonya besar kali ya" pikir pembantunya yang heran.
" Nyonya udah pulang " ucap pembantu tersebut melihat Siapa orang yang mencet bel itu.
Iya orang tersebut adalah Luna yang baru saja pulang dari kerjanya.
"iya Bi Ini aku Luna. Assalamualaikum " sahut dan salam Luna kepada pembantunya.
"Waalaikumsalam nyonya " sahut pembantu tersebut menunduk malu. bisa-bisanya dia lupa untuk mengucapkan salam.
"Bibi kenapa? kok melihat Luna kayak melihat setan" tanya Luna melihat pembantunya menunduk malu.
"tidak apa-apa nyonya " jawab pembantunya kepada Luna.
"Ya sudah kalau begitu. Saya masuk dulu " udah Luna pamit masuk terlebih dahulu. dia ingin mengistirahatkan badannya. seharian banyak drama pekerjaan di kantornya.
"tunggu sebentar di dalam ada tuan dan....." belum kelar mengucapkan satu kata Luna sudah pergi meninggalkan pembantunya di sana.
"belum juga mengatakan Kalau tuan dan nyonya besar sudah kembali ke sini. Nyonya Muda sudah main masuk saja. ya begini nih Nyonya Luna pasti belum tahu saat ini kamarnya Sudah dipindahkan " kuman pembantu tersebut jadi bingung sendiri.
__ADS_1