Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
kekecewaan Amar


__ADS_3

" Luna ini saya. segera kamu ke ruangan saya. bawa juga berkas buat meeting hari ini " perintah Amar yang sedikit marah.


betul. orang yang mengganggu obrolan Luna dengan Alfi adalah Amar. CEO dari perusahaan sekaligus anak dari pemilik Alfa Edison. Amar menyadari kalau mereka berdua lagi asik ngobrol sehingga mereka tidak melihat jam tangan mereka masing masing


" Astaga Alfi" Luna dengan spontan memukul jidat nya. dia merasa sangat bodoh tidak menyadari kalau sudah masuk jam kerja.


" Kamu kenapa Luna? Kenapa kamu kaget seperti itu? Apa terjadi sesuatu dengan dirimu? " khawatir Amar melempar banyak pertanyaan kepada Luna.


Mendengar hal itu sontak membuat Luna mengerut kan kening nya bingung kenapa Pak Amar begitu khawatir.apa ini salah satu bentuk perhatian atasan kepada karyawan nya.


" tidak Pak. saya baik-baik saja Pak. saya sekarang akan menyiapkan bekas-bekas dan saya akan langsung


antar kan ke ruangan bapak " sahut citra


dia bingung harus berkata apa selain mengiyakan mengantar apa yang diminta oleh Amar.


" Bagus kalau begitu. Saya tunggu di ruangan saya sekarang juga " Amar menutup sambungan telepon nya.


" Haduh akhir nya lega juga " Luna menarik nafas lalu menghembuskan nya dengan pelan. Alfi perhatikan gerak-gerik Luna sebelum mengangkat telepon dan sesudah menutup telepon.


" Kamu Kenapa Luna " tanya Alfi kepada Luna.


" aku tidak menyadari kalau saat ini sudah masuk jam kerja. keasyikan ngobrol dengan dirimu jadi lupa waktu deh. Untung saja Pak Amar menghubungi diriku. Kalau dia tidak menghubungi diriku aku tidak nggak tahu gimana jadinya "


" Pak Amar menghubungi kamu ngapain"

__ADS_1


" Pak Amar minta berkas untuk pertemuan dengan klien pagi hari ini dan harus segera di antar kan keruangan nya" jawab luna.


dia mulai mencari file yang telah disiap kan kemarin sebelum pulang agar lebih mudah saat diminta mendadak seperti hari ini.


" mau aku bantu mencari nya atau mau gimana " Alfi menawar kan diri untuk membantu. dia melihat Luna belum juga menemukan file yang yang diminta oleh CEO-nya.


" nggak usah Al. kamu kerjakan pekerjaan kamu sendiri saja. bentar lagi juga bakalan ketemu. Aku tidak mau kamu terkena masalah gara-gara membantu mencari file yang dibutuhkan Pak Amar " jawab Luna yang tak ingin merepotkan Alfi. dia yakin bisa menemukan file itu sendiri tanpa bantuan dan merepotkan orang lain.


" Baiklah kalau begitu. aku keluar dulu " pamit Alfi lalu lalu berbalik badan untuk meninggalkan ruangan Luna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di rumah keluarga Adi Jaya Papi mami Dion telah tiba dan sekarang berada di meja makan. dengan perjalanan menggunakan pesawat pribadi mereka belum sempat mengisi perut dan belum makan sama sekali. sehingga saat tiba di rumah mereka menyuruh pembantunya untuk menyiapkan makanan segera juga.


papi roni dan Mama Sheila masih diam tanpa merasa ada yang ganjal pada isi rumah. entah apa yang mereka pikirkan hingga tidak mengingat Luna saat ini tidak berada di dalam rumahnya.


" Bi apa Den Dion tidak menitip pesan apa-apa sebelum dia berangkat bekerja " kata nya mami Sheila.


" tidak ada nyonya. tuan muda hanya bilang kalau hari ini nyonya dan Tuan besar akan pulang dari luar negeri " jawab pembantu tersebut.


pembantu tersebut tidak berani berkata yang sebenar nya. bisa saja hari ini terakhir bekerja di rumah keluarga Adi Jaya. Jika dia berterus terang Apa yang telah terjadi selamat tuan dan nyonya besar tidak ada di rumah itu.


di sisi lain Dion kini sedang bersiap-siap untuk menemui kliennya di sebuah Cafe. Awal nya dia ingin menyuruh Rendy untuk mewakili nya.tapi semua nya tidak jadi. bagai mana nanti jika nanti Mereka menilai perusahaan Adi Jaya tidak profesional asal melempar tanggung jawab kepada karyawan lain nya. nama perusahaan nya bisa jelek dan dia yakin kalau pemberitaan nya akan cepat beredar di kalangan para pebisnis.


perusahaan Edison bukan lah perusahaan sembarangan dan kuat. karena keluarga Edison cukuplah berpandang dan disegani seperti keluarga diri nya. jika dibanding kan dengan seluruh kekayaan Adi Jaya kekayaan keluarga Edison lebih unggul daripada kekayaan Adijaya. namun kalau berkaitan bisnis di Indo keluarga Adi Jaya di atas.

__ADS_1


" Hai sob. kamu belum berangkat " sapa Rendi menghampiri Dion yang masih belum berangkat menuju tempat dia meeting hari ini.


"hhmmmm" Dion malas berbicara.


" kamu Lagi sariawan ya sop " ucap Rendy menyindir Dion.


" kamu nggak usah bikin suasana hati aku hancur berantakan deh . kamu itu bukannya menghibur tambah membuat kesal " tegur Dion dengan kesalnya.


" Sabar kenapa sob. nggak usah ngegas kayak gitu kali. santai aja seperti di pantai slow slow slow " ucap Rendi masih dengan santai nya. tidak ada rasa takut yang terlihat dari raut wajah nya. meski Dion memasang wajah yang sangat menyeramkan.


...****************...


kini Amar sudah berada di kafe tempat mereka janjian untuk meeting. namun belum ada tanda-tanda Dion untuk datang saat ini.


Amar setia menunggu dan berpikiran positif bisa saja kalau Dion terkena macet di jalanan. Tidak ada yang tidak mungkin hal itu bisa saja terjadi. kota S terkenal dengan kemacetan nya setiap hari.


Amar datang sendiri ke cafe tempat dia untuk meeting. Mungkin kemarin jika tidak terjadi masalah saat ini Luna pasti menemani Amar untuk bertemu dengan klien nya saat ini.


20 menit pun berlalu. Amar duduk sambil ditemani dengan jus jeruk.dion belum juga datang. amar terus terusan tidak bisa berpikiran positif lagi .pikiran nya mulai kemana mana.dia berfikir kalau perusahaan Dion tidak sungguh-sungguh bekerja sama dengan perusahaan mereka.tidak menutup kemungkinan saat ini perusahaan adi jaya sedang mempermainkan mereka.


" apa mereka Pikir karena perusahaan mereka ternama di Indo bisa seenak nya sendiri kayak begini. mereka tidak hadir tanpa pemberitahuan yang lainnya" gumam Amar kesal menunggu mereka yang cukup lama.


semua itu membuang-buang waktu yang tidak ada hasil nya. jika dia tahu ujung-ujung nya akan seperti ini maka Amar tidak akan pernah datang.


Amar bangun dari kursi meninggal kan ruangan tersebut untuk kembali ke kantor nya. perasaan nya bercampur aduk antara kesal marah dan kecewa. bisa-bisa nya perusahaan mereka dipermainkan oleh perusahaan Adi Jaya. apa mereka pikir perusahaan dan kekayaan Mereka ada di atas. hingga berani mempermainkan perusahaan Edison.

__ADS_1


perusahaan Alfa Edison Baru beberapa tahun dibangun dan baru dibuka di Indo. Bukan berarti perusahaan mereka miskin hingga sangat berharap dan mengemis untuk kerjasama ataupun mengemis klien. Terutama klien dari perusahaan Adi Jaya. kini terlihat dan terpandang buruk bagi perusahaan Amar yang sudah terlanjur sangat kecewa'


__ADS_2