Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
Arya dan Amar mencari keberadaan Luna


__ADS_3

" siang juga " ramah Amar membalas sapaan mereka.


" Apa kalian di sini ada yang melihat ibu Luna "


" tidak Pak. kami tidak melihat ibu Luna seharian ini. Ibu Luna tidak datang ke ruangan ini " ucap salah satu karyawan Amar. yang tidak melihat kedatangan Luna sejak tadi.


" Oh begitu ya. Ya sudah kalian bisa melanjutkan pekerjaan kalian lagi. jika salah satu dari kalian melihat ibu Luna segera beritahu saya. beritahu dia kalau saya mencari dirinya " kata Amar Meninggalkan pesan sebelum kembali ke arah lain untuk mencari Luna.


Arya berkeliling mencari keberadaan Luna. dia juga belum menemukan sampai saat ini.


" di mana kamu Luna. Kenapa mendadak hilang seperti ini? " ucap kecil Arya. yang tak sengaja didengar karyawan lain yang sedang melintas di samping Arya.


" Pak Arya sedang mencari Ibu Luna? " tanya memastikan karyawan tersebut takut salah dengar.


" Iya aku lagi mencari Ibu Luna. Apa kau melihat keberadaan ibu Luna sekarang? "


" Iya Pak tadi Saya melihat ibu Luna. tapi sekarang saya tidak tahu di mana keberadaan mereka sekarang? "


" mereka? Maksud kamu Ibu Luna pergi dengan seseorang begitu? "


" Iya Pak tadi ibu Luna bersama suaminya Pak Dion Adijaya. tadi pak Dion datang bersama asistennya untuk menemui Ibu Luna dan sekarang mereka sedang pergi "


" apa suaminya datang ke sini? buat apa dia kemari? apa yang mereka bicarakan sebelum pergi "


" Saya kurang tahu pak Tapi saya rasa mereka sedang bertengkar. dari nada bicara Ibu Luna saat berbicara kepada suaminya tadi sangat Ketus. saya saja yang dengar jadi kasihan dengan suaminya. Kok bisa Ibu Luna Ketus bicaranya. kayak gak ada sopan satunya sama suaminya padahal Pak Dion tampan dan nilai plusnya kaya. Kalau saya jadi ibu Luna tidak mungkin bersikap seperti itu kepada suaminya " ucapan panjang lebar karyawan itu tanpa sadar sejak tadi Arya sudah menatap tajam. karena terus lancang mengatai adiknya dengan mulut kotornya itu.


" Apa kau sudah puas menyampaikan pendapatmu itu? sebelum berbicara atau berkomentar pedas tentang kehidupan orang lain Lebih baik berkaca terlebih dahulu. apa kehidupanmu sudah benar atau tidak jangan sampai nanti dikatain balik sama orang itu. kamu dikataan tidak bisa membela diri karena ucapan seseorang yang benar pada kehidupan nyatamu" Sindir balik Arya yang tidak suka adiknya dihina oleh karyawan kakaknya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arya sangat kesal dengan hinaan karyawan tersebut. ditambah mendengar kabar jika Luna bersama pria yang sudah membuat hidup Luna tersiksa selama bersama dirinya.


Arya langsung mengabari Amar jika Luna sekarang bersama Dion.

__ADS_1


mendapat kabar dari Arya Amar segera menghampiri di tempat area sekarang.


" Bagaimana bisa Luna bersama Dion? Dari mana kamu tahu? " penasaran Amar.


" dari karyawan. dia melihat Luna pergi bersama Dion. tapi pergi ke mananya dia tidak tahu. Bahkan dia sempat menghina Luna di depan ku " jengkel Arya kembali mengingat perkataan karyawan tersebut.


" kok bisa itu? emang apa yang terjadi hingga mereka mengetahui Luna? "


" aku juga kurang tahu. tapi yang jelas dia bilang Luna bersikap terus sama Dion saat menghampiri dirinya. mereka menilai jelek Luna tidak memiliki sopan santun dan lainnya " jelas Arya kepada Amar.


" Jadi begitu ya " balasan teh Amar yang berbeda dengan Arya.


" Kenapa sikap kamu santai Kayak gini? apa kamu nggak kepikiran sama Luna? Bagaimana jika Luna diapa-apain pria Brengsek itu " bingung Arya dengan sikap santai Pak panik Amar seperti dirinya.


" sudah kamu. Tenang saja Luna tidak seperti perempuan lain yang lemah selalu tunduk saat ditindas. lunas sebaliknya Semakin ditindas akan semakin berani melawan musuhnya " yakin Amar yang sedikit sudah mengetahui dan mengenal Luna meski belum sepenuhnya itu.


" Kenapa kamu bisa siapin ini kepada Luna? apa ada alasan tertentu? "


" keyakinan seseorang sudah pasti karena ada alasan tertentu. Bagaimana bisa yakin jika tidak memiliki alasan itu " balas amal lalu berjalan meninggalkan Arya sendirian.


di cafe


" Apa kamu serius dengan perkataan kamu barusan itu? " memastikan Luna sebelum berkata selanjutnya.


" Aku serius bahkan sangat serius sekali. kamu belas aja Jantungku. jika kau tidak percaya dengan diriku "


" mana ada yang seperti itu " tawa kecil Luna tidak percaya dia bisa mengatakan hal selucu itu.


lihat tawa cantik dari wajah Luna terus itu bibir dial menyudut tersenyum. dia tidak menyangka bisa melihat senyum cantik langsung dari wajah Luna. setelah menikah tidak pernah sekali Dia melihat senyuman lepas dari Luna.


hal yang selalu dilihat Dian adalah penderitaan Luna. ini dia berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan Luna dengan apapun itu dan namanya sendiri sebagai taruhannya.


" kamu sungguh sangat cantik jika tertawa lepas seperti itu. Maaf aku lama menyadari hal itu. Aku berjanji akan melindungi kamu dan selalu membuat kamu bahagia. tidak akan aku biarkan Setetes Air menetes di pipi cantikmu lagi " batin Dion berjanji penuh tekad.

__ADS_1


Luna melihat Dion terus memandang dirinya. lalu Luna berhenti tertawa.


" Ada apa kamu melihatku seperti itu? " Luna menaikkan alisnya.


" Kamu sangat cantik jika tertawa lepas seperti itu "


" Gombal banget sih kamu "


" Aku serius dengan ucapanku. kamu memang sangat cantik Jika seperti ini "


keduanya terus mene lap melempar kata gombal. hingga akhirnya kedua sama-sama terdiam karena ponsel Luna mendadak berdering. menatap nama layar ponsel yang menghubungi dirinya itu.


" Arya " ucap Luna membaca nama di layar ponselnya itu.


Dion mendengar nama pria lain yang disebut Luna mendadak menjadi kesal. mukanya marah tidak suka Luna menyebut nama pria lain di hadapannya selain dirinya.


Bagaimana bisa Luna menyebut nama benda lain di hadapan Dion. mana ada suami yang tidak kesal istrinya menyebut nama laki-laki lain di hadapannya.


dia langsung merampas ponsel Luna dan mematikan panggilan dari Arya itu. Luna yang kakek dengan tindakan Dion mendadak bingung.


" Kenapa dimatikan? " tanya Luna kepada Dion.


ada perasaan takut Bagaimana jika Arya cemas dengan tindakan Dia barusan ini.


" kamu juga kenapa menyebut nama pria lain di hadapanku " Ketus Dion.


" kamu cemburu ya sama aku? " tanya Luna memastikan melihat tindakan Dion mendadak berubah.


" Siapa juga yang cemburu. Aku hanya tidak suka istriku menyebut nama laki-laki lain di hadapanku " Banta dia menyangkal di kata dia Pencemburu.


" Oh begitu ya"


tidak berselang lama ponsel lunak kembali berdering masih sama orang yang menghubungi dirinya adalah Arya. Dion kesal ponsel Luna tidak berhenti berdering. Luna langsung bangun menjauh dari Dion untuk mengangkat pengganti teleponnya itu.

__ADS_1


belum sempat Luna mengucap salam di ujung sana sudah terdengar ocehan emak-emak kos-kosan yang menagih bulanannya.


__ADS_2