Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
kembalinya Dion dari Paris


__ADS_3

Rendy sudah bersiap-siap sejak tadi. hanya saja Dian belum keluar dari kamarnya bolak-balik tidak jelas seperti menunggu sembako yang akan dibuka. Rendy mengumpat serapah kepada Dion. selalu saja dia mengaret urusan waktu.


25 menit kemudian dia keluar dan menghampiri Yudha yang setia menunggu di depan pintu seperti seorang bodyguard.


" apakah kamu sudah siap? " lirik Dion menatap Rendy.


"belum sama sekali "singkat Rendy jutek.


"kenapa belum siap?" dion mengurut kan kening nya menandakan bingung.


Rendy tidak menjawab semua pertanyaan Dion. dia memilih berjalan meninggalkan dianya bingung sendiri. biar kapok si jam karet itu.


"hei kenapa kamu pergi. kau belum menjawab pertanyaanku" teriaknya kesal.ucapannya dianggap angin lewat saja.


Rendy sengaja melakukan itu biar dia dapat merasakan kesal seperti dirinya berjam-jam menunggu dirinya. cara pembalasannya berbeda jika Dion melakukan dengan menyuruhnya menunggu. membalas dengan tidak menjawab pertanyaan Dion setelah diberi pancingan penasaran.


ini Dian dan Rendy telah berada di dalam chat pribadi milik keluarga Adi jaya. Rendy sejak semalam masuk ke kamar Dian ingin membicarakan sesuatu yang penting. tapi dirinya tidak ingat dengan hal yang akan dibicarakan itu. sehingga dia batal untuk berbicara. dan kini juga hal tersebut kembali terulang lagi. Rendy kembali tidak ingat dengan apa yang ingin dibicarakan dengan Dion. dia kembali lepas saat kesal menunggu Dian tadi.


Rendy mengutuk kesal otaknya. kenapa bisa pikun di usia muda ini. Dion menoleh terdiamnya Rendy tak seperti biasanya. dia membuka suara.


"apa ada yang kamu pikirkan ren? "


"*iya. tapi aku lupa apa itu "


" kamu lupa*? " pulang Dion menatap ane bingung maksud Yuda tadi. bagaimana dia bisa lupa.


di kediaman Adi jaya lunas sudah bergabung bersama papi dan mami menyantap sarapan pagi bersama seperti biasa di hari sebelumnya hanya ketika tanpa kehadiran Dion.

__ADS_1


"sayang jangan dulu pergi tunggu sampai dia tiba di rumah ini. mami mohon sekali ini saja turuti permintaan kecil dari papi dan mami" ucapnya penuh harapan.


Luna tidak tega menolak permintaan kecil ini. jika dipikirkan tidak ada salah nya menunggu sampai Dion tiba di rumah. bukankah lebih baik jika langsung memberi surat gugatan cerai kepada orangnya tanpa lewat perantara.


"baiklah Luna akan menunggu sampai Dion tiba. tapi jangan meminta lebih dari ini karena Luna tidak bisa mengabulkannya lagi "kata Luna yang diangguki paham kedua mertuanya.


Luna segera mengabari keluarganya untuk tidak menyusul. karena dia akan sedikit lama berada di sini. menunggu kembalinya Dian pasti memakan waktu. cara Paris ke Indonesia kota Jakarta membutuhkan waktu waktu 16 jam lebih jika menggunakan pesawat umum. tapi kalau menggunakan chat pribadi entah berapa luna sendiri tidak tahu.


setelah selesai menyantap sarapan pagi mereka berpindah duduk bersama di ruang keluarga. untuk mengisi sisa waktu bersama Luna sebelum dia pergi. entah kapan akan seperti ini lagi tidak ada yang tahu. mungkin tidak akan pernah lagi.


"luna " panggil mami Sheila memandang arah Luna.


" Ya mi ada apa "sahut Luna menoleh.


"apa kamu sudah tahu berita mengenai kakak kamu? " mami sheila kembali teringat berita yang viral di media dan televisi.


"berita apa ya? Mama tahu di mana keberadaan kakak sekarang? kenapa tidak memberitahu Luna? " Luna menyerbu dengan tumpukan pertanyaan tanpa titik komah.


"maksud Mami media? televisi? itu apa? kenapa berkaitan dengan kak intan? apa kakak sudah menjadi artis sesuai impian dan cita-citanya " Luna sangat mengingat jelas impian terbesar intan adalah menjadi modal dan bekerja di dunia entertain.


entah kenapa memiliki cita-cita itu lunas sendiri tidak tahu. tapi dia selalu mendukung apa saja yang dilakukan intan. meski sebaliknya intan tidak pernah mendukung setiap hal yang dilakukannya di luaran sana.


"bukan itu sayang. tapi yang lain. apa kamu seharian kemarin nggak pegang ponsel hingga tidak melihat berita viral yang beredar di media massa. sudah sangat laku di dunia media. terutama bagian reporter yang meliputi awal berita ini " Mama Sheila yakin sambil mengotak-atik ponsel menjadi video viral tersebut untuk ditunjukkan kepada Luna.


saat video ditemukan Mama Sheila segera memberikannya kepada Luna. betapa shock dan kagetnya Luna melihat video ranjang kakak angkatnya tersebut bersama Satria sahabat dekat kakaknya sendiri sejak sd.


"ini kan kak intan dan kak Satria" kaget Luna menunjukkan gambar tersebut.

__ADS_1


"kenapa mereka bisa bersama? apa kak intan kabur bersama kak Satria? " batin luna. dia bingung menatap lekat dengan semua terasa mimpi mengetahui berita memalukan ini.


Luna kembali terdiam merenung mengingat foto semalam yang dia dapat dari nomor tak dikenal. gambar ruangan dinding ini dan yang dikirim sama. apa setelah melakukan ini intan melakukan lagi bersama Dion. tubuh pria tersebut tubuhnya sangat mirip sama Dion. apa benar semua yang dipikir Luna kali ini.


Luna tidak menghubungi semua perkataan dan pertanyaan mertuanya. pikirannya mengajak dia untuk memecahkan sendiri pertanyaan yang dibuat.


"Luna kamu kenapa "Mami Sheila membuka suara melihat Luna dia memangku tangan diletakkan di ujung kening seperti orang yang sedang berpikir keras.


tidak mendapat balasan dari Luna manusia lah kembali menyadarkan nya. tapi kali ini menyentuh pundaknya. Luna kaget karena saat ini dia sedang melamun.


"apa yang kamu pikirkan? kenapa Mami aja bicara diam saja. jangan banyak memikirkan kakakmu itu. dia saja tidak pernah memikirkan kamu. untuk apa kamu membuang waktu dan pikiran memikirkan orang yang jelas-jelas tidak peduli sama kamu "jelasnya menasehati Luna.


Luna Dian bingung harus berkata apa. yang jelas saat ini perkataan maminya salah total. dia bukan memikirkan intan melainkan pria yang berada di ranjang kedua bersama intan setelah Satria.


entah kenapa mereka perasaan Luna merasa sakit seperti teriris dengan dugaannya sendiri.


"kenapa dengan perasaanku ini. kenapa mendadak seperti ini. sadaluna hari ini gugatan pengadilan akan tiba. buang jauh-jauh perasaan apapun yang ada. pria seperti dia tidak pantas untuk mendapatkan cinta atau lainnya tanda putih " batin Luna menyakitkan dirinya sendiri.


mereka masih setia berada di ruangan keluarga ditemani bulan dari pembantunya atas perintah Mama Sheila.


jam sudah menunjukkan pukul 16. 15 WIB.


saat Luna ingin bangun terdengar suara salam dari seseorang yang begitu familiar di telinga mereka terutama di rumah ini.


"assalamualaikum "


"waalaikumsalam " jawab serempak.

__ADS_1


Luna menatap Dion dari ujung rambut hingga bahwa membuat dia teringat video viral pria bersama intan dan juga foto tersebut.


terus dipandang Luna berjalan mendekati luna tanpa perduli tatapan kedua orang tuanya kepada dirinya.


__ADS_2