
" jawab Luna jangan diam saja. Apa alasannya dia belum menandatangani nya juga. apa ada masalah yang terjadi hingga dia menolak untuk bercerai denganmu? " Bapak ayahnya memandang curiga pada Luna.
"tiiidak yah.itu yah" gugup Luna harus berkata apa kepada ayahnya.
" itu apa putriku"
Luna bingung dan cemas bercampur takut jika memberitahu semua bisa para bahkan besar masalahnya.
" Ayah tenang saja biarkan Luna mengurus semua akan beres " yakin Luna menenangkan ayahnya maka tidak menambah para masalahnya jika ada campur tangannya.
" dengan kata Luna Biarkan saja Luna mengurus semuanya sendiri. jika tidak bisa Nona pasti akan meminta bantuan kepada kita. Siapa lagi yang akan meminta tolong Selain Kita keluarganya sendiri " ucap Amar diangguki setuju oleh Arya.
Luna menarik nafas lega mendapat pembelaan dari kakak-kakaknya.
" syukur ada kakak kalau tidak bohonganku atau kejujuran yang akan aku berikan kepada mereka " batin Luna.
" Ya sudah kalau begitu Ayah setuju. lu semua Kalau bisa sebelum berangkat suratnya sudah harus ditanda tangani oleh suamimu " Tita ayahnya tanpa meminta jawaban dari Luna atau lainnya.
" iya ya. Luna akan mengurusnya secepat mungkin" jawab Luna terpaksa mengiyakan.
" kalau begitu Luna ke atas dulu mau ganti pakaian. sudah lengket sejak dari tadi " bangun Luna meninggalkan mereka semua di ruang keluarga.
memandang ke perkena mendadak ruangan tersebut menjadi sepi. Ayah nya merasa bersalah karena sudah bersikap keras kepada putrinya Tapi semua apa dayanya yang dia lakukan semacam toko kebahagiaan Luna bukan untuk dirinya sendiri. dia ingin melihat anaknya bahagia dengan cara keras.
" maafkan ayah putriku. semua ayah lakukan demi kebahagiaan kamu. Ayah tidak ingin kamu menderita lagi. sekarang waktunya kamu bahagia. tidak akan ada seorangpun yang dapat membuat kamu sedih karena Ayah tidak akan memberikan Itu semua terjadi " batin ayahnya sedih memandang kepergian lunas semakin menjauh.
ibunya memegang pundak suaminya memberi kekuatan. dia tahu saat ini hati suaminya sedang rapuh dan sedih karena sudah bersikap keras kepada putri semata wayangnya.
berbeda dengan Amar menyala Artikan perilaku ayahnya yang tegas kepada Luna.
" yah...Kenapa bersikap seperti itu kepada Luna " tanya Amar kepada ayahnya.
" sikap yang mana? " Tanya balik ayahnya.
__ADS_1
" sikap yang tadi kenapa menatap Ayah berkata seperti itu kepada Luna. Bukannya itu seperti memaksa Luna. Ayah aku mengetahui semuanya bahkan Luna sudah besar sekuat tenaga tapi itu yang selalu menunda perceraian mereka. biarkan aku dan Luna yang menangani ini ayah tidak usah kepikiran. tidak akan aku Biarkan Dia mendekati Luna bahkan sejengkal pun" ucap Amar berjanji kepada ayahnya.
" aku juga akan membantu Luna dia juga adikku bukan hanya adikmu saja " protes Arya tidak terima mendengar perkataan Amar.
di kamar Luna langsung menjatuhkan diri kita harus saat tiba di kamarnya.
" Kenapa semua menjadi lebih rumit dengan apa yang ada di pikiran Dion" gumam Luna cemas.
Luna mengambil telepon genggamnya mencari kotak seseorang dan segera menghubunginya.
" halo" ucap Luna pada orang di seberang sana.
setelah puas berbincang guna mematikan sambungan teleponnya dan melempar ke sembarang arah.
" semoga semuanya cepat beres " Fatin Luna lalu bangun dan menuju kamar mandi.
30 menit kemudian Luna keluar dengan keadaan tubuh lebih segar dan fresh dan sebelumnya. Luna duduk memandang wajahnya di pantulan cermin meja rias. wajahnya kini berubah lebih cerah dari sebelumnya mesti Tidak seperti biasanya. karena saat ini pikiran dan hatinya sedang tidak baik-baik saja.
mengingat kejadian yang baru terjadi secara bersamaan membuat dirinya semakin Bimbang.
Pengacara
" Sore Bu maaf pelayan kita tidak ingin menandatangani surat gugatan cerai ibu. apa yang harus saya perbuat Bu "
Luna membaca notifikasi pesan dari pengacara yang menulis bercerainya. orang yang dihubungi Luna tadi adalah pengacara.setelah mendengar penegasan ayahnya sebelum berangkat semua harus selesai. dia langsung bertindak sebelum semua diambil alih ayahnya.
membaca notifikasi tersebut Luna cemas sampai kapan dia akan terus keras kepala seperti ini. dia tidak ingin tapi dengan minyak kena imbas dari keras kepalanya yang perbuat oleh Dion.
" apa aku harus menemuinya sekali lagi?" gumam Luna menatap lekat ponselnya.
...****************...
Setelah tiba di Intan tidak langsung balik ke rumahnya dia memilih tinggal di apartemen yang dibelinya.
__ADS_1
jika dipikir kembali ke rumah adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk diterima lagi Setelah apa yang diperbuat tempo hari sangat kecil untuk orang tuanya memaafkan setelah membuat mereka malu meski sudah mendapat pengantin pengganti.
Luna duduk di atas kasur dengan tangan tidak tenang terus memotong Atik ponselnya. Intan tersenyum membaca sesuatu dari ponselnya. senyum terpancar bahagia entah bacaan Apa yang dibaca hingga mengukir senyum cantik beribu teka-teki Bagi siapapun yang melihat senyuman tersebut.
Intan bangun menyambar cepat kunci mobilnya yang baru dibeli setelah diusir paksa oleh satpam sialan perusahaan Dion tadi. dalam perjalanan Intan tidak melepas senyum cantik dari wajahnya.
setelah 15 menit melajukan mobilnya kini instan tiba di sebuah Cafe bernama yang sering dikunjungi pejabat-pejabat penting kelas atas.
" selamat sore bu "
" Iya Selamat sore juga" singkat Intan langsung duduk tanpa basa-basi lagi.
" Bagaimana dengan apa yang saya suruh apa semuanya sudah Kau Dapatkan" tanya Intan memandang orang yang ditemuinya sekarang.
" semuanya sudah saya dapatkan sesuai perintah itu Intan" balasnya menyerahkan sebuah amplop panjang kepada Intan.
Intan menerima dan langsung membuka tapi perasaannya dengan hasil pencarian yang dia minta.
" ini" ucap Intan tidak melanjutkan perkataannya setelah melihat gambar tersebut. Intan kaget dan langsung menatap orang tersebut meminta penjelasannya.
" jadi begini Bu gambar di dalam adalah istri dari pria yang diminta Ibu untuk diselidiki" jelasnya seketika membuat Intan mematung tidak menyangka pengantin pengganti dari kekasihnya adalah Luna adik angkatnya sendiri.
pikiran Intan kembali Teringat saat di mana Dion berkata istrinya jauh lebih baik darinya jadi orang yang dimaksud Dion saat itu adalah Luna. Bagaimana semua ini bisa terjadi kini semua menjadi pertanyaan untuk Intan yang terus memutar otaknya.
" apakah memiliki informasi lain selain gambar ini?" tanya Intan penasaran.
" ada Bu " jawabnya lalu mengambil sebuah flash disk dan memberikan kepada Intan.
" di sana terekam jelas semua yang terjadi" Ucap orang suruhan Intan lagi.
" bagus kerja yang memuaskan" kata Intan membuka tas mengambil amplop dan memberikan kepada orang tersebut.
" Terima kasih Bu selamat bekerja sama dengan Anda" Ucap orang tersebut.
__ADS_1
sepeninggalan orang tersebut Intan juga ikut pergi. dalam mengemudi mobil Intan kepikiran dengan apa yang dilihat dan diketahuinya tadi.