Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
disakitin bukan berarti menyerah


__ADS_3

Mendengar ketukan pintu yang berbunyi. luna langsung menghapus air matanya. dia tidak ingin ada yang melihat.biarkan saja dia melewati semua ini sendirian.tanpa ada yang tahu tentang kehidupan nya. dia tidak mau dikasihani kalau tahu orang tentang kehidupannya.


"nyonya sudah waktu nya untuk makan" kata bibi melihat mata luna sembam sehabis menangis.


" ya sudah,bibik duluan saja.nanti saya akan menyusul" balas Luna yang ingin mencuci mukanya dulu.


" kalau begitu saya ke bawah duluan" ucap bibi meninggalkan Luna dan Luna pun masuk ke dalam kamarnya.


" di mana Luna" tanya Dion kepada bibi yang turun sendirian tanpa Luna.


" Nyonya sebentar lagi menyusul tuan" ucap Bibi menunduk takut.


" ya sudah, boleh kamu kembali bekerja" perintah Dion kepada bibi yang masih menunggu kedatangan luna.


" Apa yang dia lakukan di dalam. Kenapa dia lama sekali untuk turun. dia merencanakan sesuatu untuk balas dendam untukku.awas saja kau,jika rencana mu terbukti benar.kau akan menerima balasan.berkali lipat dari diriku. perempuan Kampung seperti dirimu tidak mengenal kata jerah, kamu salah pilih lawan" ucap Dion.


Dion masih setia menunggu kedatangan Luna yang belum terlihat keberadaannya. Papi dan maminya sudah kembali ke luar negeri. semenjak memberi kekuasaan penuh perusahaan kepada Dion. Papi dan maminya memilih menghabiskan masa tuanya di Jepang.


semakin lama menunggu Dion semakin kesal pada Luna karena sampai sekarang dia belum juga datang.


" Luna ke mana kamu' teriak Dion penuh emosi.


Teriakan dion sampai ke telinga Luna yang sedang memakai baju dan bedakan.terlihat penampilannya lebih segar.

__ADS_1


bedak Luna di mata Dion adalah sampah namun tidak hal nya dengan Luna,bedak yang dia pakai nya adalah bedak yang termahal di dibelinya.


" apa yang akan dia lakukan padaku kali ini. Apa dia tidak bosan berteriak dan menyakiti diriku " keluh Luna yang menyelesaikan bedaknya itu.


" Apa yang kamu lakukan di dalam sana.


*Apa kamu sedang merencanakan sesuatu untuk membalas dendam kepadaku. sebaiknya kamu hentikan rq


Rencana jahat itu. sebelum kamu ketahuan. Karena aku akan menjadi hari-hari buruk yang selalu kau kenang seumur hidup dirimu* " ucap dion mengancam Luna baru datang ke tempat makan.


" Puaskah dirimu berpikiran buruk terhadap diri ku.asal kamu bahagia dan senang. Aku ikhlas meski buruk di matamu tidak ada baiknya" ucap Luna.


Dion terus mengoceh dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa henti. Sudah malas dengan Dion karena menuduh dirinya yang jelek tanpa henti dan tidak ada barang bukti.


Luna bukan perempuan murahan yang membalas perbuatan jahat orang dengan kejahatan. karena itu bukan sifat Luna yang membalas semua kejahatan orang. kejahatan harus dibalas dengan kebaikan atau kasih sayang itulah prinsip Luna.


Luna punya prinsip yang harus dipegang Teguh karena kejahatan tidak akan menang Kalau dibalas dengan kejahatan. walaupun kejahatan itu menyakitkan untuk dia menerimanya.


" Apa hal itu saja yang ada di pikiranmu. Apakah tidak ada sesuatu yang lain. sedikit saja tidak lebih pikirkan yang lain. aku bingung padamu, Kapan kamu bisa berpikir baik tentangku. aku bukanlah seorang perempuan yang seperti di pikiranmu. karena itu tidak mungkin terjadi dan tidak akan terjadi " tegas luna memperingati Dion agar tidak berpikiran buruk lagi terhadap dirinya.


" kamu memang pandai berbicara sampai-sampai Papi dan mami percaya dengan kata-katamu. Aku jadi penasaran, apa kamu sebelumnya pernah menjadi artis drama hingga pintar sekali membuat orang-orang percaya dengan mulut manismu itu. tapi kayaknya tidak ada. aku jadi ragu mana mungkin ada tim yang mau menjadikan kamu sebagai artisnya. model kayak dirimu pantesnya menjadi pengemis bukan menjadi artis" hinaan Dion yang memandang rendah Luna.


" ya kamu memang benar, aku tidak pantas untuk menjadi seorang artis. karena aku tidak pandai untuk bersandiwara atau pandai untuk berpendapat jelek terhadap orang lain. karena hal itu semua dibenci oleh Allah. karena menuduh orang tanpa bukti itu tempatnya neraka jahanam bukan di surganya Allah" Luna membalik hinaan Dion dengan tepat sasaran.

__ADS_1


"dasar kamu ya....."


"kenapa? Apa kau mau meyiksa ku lagi?silakan, aku sudah siap dengan siksaan kamu. tapi jangan harap aku akan takut dengan dirimu. karena itu tidak akan mungkin terjadi. Karena diriku tidak sama dengan perempuan yang di luar sana" ucap Luna yang segera memotong omongan Dion yang akan marah.


Prokkk.....prokkk.....prokkk


" sekarang kamu semakin berani saja. setelah apa yang aku perbuat ku kira kamu akan takut. ternyata aku salah besar. kamu memang pantas disebut dengan wanita ular. Lagi dan lagi Dion menghina Luna tanpa berpikir dulu.


Dion merasa yang dihadapinya sekarang bukan perempuan yang lemah. bukan seperti perempuan di luaran sana yang akan takut jika disakiti terus menerus. Dion semakin yakin kalau Luna perempuan yang sangat berbahaya. dia tidak akan takut bahaya dari perbuatan apa yang dilakukan saat ini.


Lagi dan lagi dia menatap Luna dengan kebencian. Dion menggenggam kedua tangannya Ingin rasanya dia membunuh luna saat ini juga.dia ingin luna menemui ajalnya untuk bertanggung jawab atas perbuatan jahatnya yang sudah dia dilakukan terhadap dirinya dan intan.


" Terserah kamu mau berpikiran apa tentang diriku. Ada apa Kamu memanggilku. jika hanya ingin menghinaku, Maaf aku tidak punya waktu untuk meladeni dirimu" Luna masih setia berdiri tanpa ingin duduk di samping Dion.


" tidak ada waktu katamu. kamu harus sadar diri di sini kamu hanya menumpang. kamu jangan bermimpi untuk menjadi ratu atau nyonya di rumah ini. karena itu semua tidak akan terjadi" tegas Dion menatap Luna dengan tajam.


" kamu hanya istri status saja. jadi jangan bermimpi mendapatkan uang bulanan dari diriku" sambung ucapan Dion.


" kamu tenang saja. Aku tidak akan meminta uang kamu sepeserpun dari dirimu. aku sadar siaplah diri mu ini dan Siapalah diriku ini. meskipun kamu tidak menganggapku sebagai istrimu. tapi aku akan tetap menghormati dan menghargai dirimu selayaknya istri menghargai suaminya" tutur Luna. bukan membuat Dion terharu malah menambah muak dan benci terhadap Luna yang dianggapnya sedang bersandiwara.


" kata-kata yang indah untuk didengarkan. Aku jadi terharu Kamu adalah istri yang baik. aku sangat beruntung memiliki istri seperti dirimu" ucap dion memuji Luna meskipun hatinya merasa sangat jijik.


Luna terdiam mendengar perkataan Dion. dia Mencoba mencerna perkataan apa yang didengar itu sebuah mimpi atau nyata. jika ini memang benar nyata. apa Iya setelah mendengar ucapan nya. tapi tidak ada salahnya mempercayai dirinya siapa tahu dia sudah berubah.

__ADS_1


__ADS_2