
Mereka hanya membutuhkan Luna hanya untuk membantu ekonomi keluarga mereka. Luna hanya bisa menuruti semuanya. bagaimanapun mereka sudah berjasa telah membesarkan dan merawatnya. meski tidak ada kasih sayang untuk Luna.
" Selamat pagi Pak....Bu" siapa Luna kepada semua orang sebelum dia masuk ke kantor. semua karyawan menatap Luna dengan sinisnya. mereka merasa bahwa Luna tidak pantas untuk bekerja di perusahaan ini.
tidak satu pun balasan dari sapaan luna tadi. tetapi hal itu tidak membuat Luna sedih. tapi dia sadar Siapa lah dirinya.
" Selamat pagi Luna" sapa Alfi yang baru saja tiba di kantor.
" Selamat pagi juga Alfi.baru tiba kamu?"
tanya Luna kepada Alfi.
" Iya aku baru nyampe nih. kamu juga baru nyampe? " Alfi menautkan ketua alisnya sambil tersenyum.
" Iya Ini aku baru nyampe " jawab Luna sambil tersenyum.
" Luna Kenapa mata kamu kok bengkak? apa kamu semalam menangis? tanya Alfi yang baru sadar kalau mata Luna bengkak.
" tidak Tidak apa-apa kok. kemarin aku mengiris bawang tidak sengaja terkena mataku jadi menangis. akhirnya jadi begini deh " jawab Luna berbohong kepada Alfi..
" owh Jadi begitu ya ceritanya. Aku kira kamu menangis " Alfi mengangguk percaya. dia tidak curiga dengan alasan Luna. karena dia baru mengenal Luna dan belum dekat dengan dirinya.
" ya sudah sekarang kita masuk ke dalam yuk " ajak Luna kepada Alvi.
di ruang kerja Luna disibukkan dengan tumpukan berkas-berkas yang ia harus kerjakan hari ini juga. bahkan tidak ada waktu Luna mengingat kejadian kemarin yang telah menimpa dirinya itu.
sekilas kejadian kemarin Luna lupakan Karena tumpukan pekerjaannya. entah setelah selesai pekerjaannya apakah dia masih bisa melupakannya. Luna berharap dia bisa melupakan kejadian itu. Luna tidak ingin mengingat hal itu dan kembali bersedih lagi.
di ruang kerja Luna terus saja mengotak-atik laptop yang berada di depan mejanya.ada beberapa file dokumen yang harus ia kirim hari ini ke ceo-nya.
waktu istirahat kantor Iya lewati meskipun perutnya sudah kelaparan. perutnya meminta jatah untuk segera dia isi. Luna tidak menghiraukan perutnya karena waktunya sudah sangat mepet. Berapa jam lagi harus segera dikirim.
Alfi sudah berulang kali mengajak Luna untuk makan. Tetapi dia selalu menolak dengan alasan nanggung waktu nya sudah sangat mepet sekali. ini adalah hari pertama bekerja untuk dia. Luna tidak mau mengecewakan perusahaan dan atasannya.
__ADS_1
Luna tidak mau dianggap tidak punya tanggung jawab di hari pertamanya dia bekerja. Bagaimana kalau ini adalah uji coba yang harus dihadapi dan dilakukan oleh Luna. untuk mengetahui seberapa dirinya serius untuk bekerja di perusahaan ini.
ketukan pintu kembali terdengar.
tok......tok......tok.....tok
" ya masuk" ucap Luna tanpa menoleh.
matanya dan tantangannya masih fokus pada layar laptopnya dan juga jarinya yang mungil itu lincah mengetik keyboard laptopnya.
" Luna Ayo kamu makan dulu. Nanti kamu sakit loh dek. jangan terlalu memposir kerjaanmu" ucap Alfi dengan dia membawakan kontak nasi yang berisi makanan.
orang yang mengetuk pintu dari tadi itu adalah Alfi. berulang kali dia mengajak makan selalu dia tolak. akhirnya dia berpikir untuk membawakan makanan untuk Luna. meski baru tiga hari mengenal Luna dia sudah merasa nyaman. mungkin karena kepribadian Luna yang apa adanya yang menunjukkan jati dirinya tanpa ditutupi.
" nanggung Alfi bentar lagi juga selesai " ucap Luna masih sama tanpa menoleh ke Alfi.
" Ya sudah aku kasih waktu kamu 10 menit. dalam waktu tersebut kamu belum selesai ? Sorry aku akan matiin laptop kamu " ancam Alfi serius.
uang bisa dicari kapan saja. tetapi tidak dengan kesehatan. Alfi bukan seorang yang memaksakan dirinya. Jika dia lapar dia akan meninggalkan semua pekerjaannya meski itu sangat penting atau yang lainnya dia tidak peduli.
belum sampai 10 menit pekerjaan Luna sudah selesai. dia juga sudah mengirim langsung file ke CEO perusahaan ini.
" hebat banget kamu Luna. belum 10 menit kamu sudah menyelesaikan semuanya" Puji Alfi mengagumi kecerdasannya luna. meski dia hanya lulusan SMA. Pengetahuannya di atas lulusan sarjana.
" Hebat Apaan sih. namanya juga profesional kerja jadi harus tepat waktu" sahut luna. dia senang dengan pujian Alfi.
" profesional kerja sih Iya boleh-boleh saja. tapi ini sudah kelebihan waktu" ucap Alfi. yang mana ucapannya membuat bingung Luna yang tidak mengerti akan ucapannya itu.
" Ya sudah lupakan saja. Mending kita makan saja dulu. Aku sudah lapar banget nih. aku sudah pesan dua kotak makanan. satunya untuk aku dan satu lagi untuk kamu" ucap Alfi. dia sadar kalau luna bingung. terlihat jelas dari raut wajahnya.
" Terima kasih banyak Alfi. ini semua berapa harganya?" tanya Luna. menerima makanan itu dan ingin membayar makanan yang diberikan oleh Alfi.
" Maksud kamu harga makanannya itu" tanya Alfi balik sambil menunjuk nasi kotak itu.
__ADS_1
"iya. harganya berapa" ucap luna sambil membuka dompetnya. mengembalikan uang pada alfi. yang sudah dipakai untuk membeli nasi kotak yang dimakannya barusan.
" Ini apaan Luna? " bingung alfi bertanya pada Luna. dengan sodoran uang yang diberikan Luna kepada dirinya.
" bayar nasi kotak ini " tunjuk Luna sambil menangkap nasi kotaknya yang sudah diterima dari tangan Alfi.
" ngapain kamu bayar Luna. Aku ikhlas memberikan makanan ini untuk dirimu. kamu kayak sama siapa saja deh " Alfi menggelengkan kepala mendengar perkataan Luna.
" tapi aku nggak enak sama kamu. makan gratis terus Alfi. aku bayar saja ya makanan kamu " pinta Luna masih tetap menolak pemberian dari Alfi.
" Ya sudah gini aja. Anggap saja Hari ini aku mentraktir dirimu dan besok giliran kamu traktir aku. gimana kamu setuju nggak? " tanya Alfi memberi penawaran kepada Luna.
" Oke kalau begitu aku sangat setuju dengan ide kamu. kalau begini kan kita sama-sama enak. sama-sama tidak ada yang dirugikan " ucap Luna kepada Alfi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari ini Dion bekerja dengan suasana hati yang sangat kacau. entah kenapa itu hanya dirinya yang tahu. semua meeting penting di serahkan kepada asistennya untuk menghandle semua pekerjaannya.
saat ini dia tidak bersemangat untuk melakukan apapun itu. kepalanya terasa pusing saat ingin bangun tidur tadi. terdengar suara ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk.
Dion pun segera mengangkat telepon itu.
" halo... ada apa Mama menghubungi diriku? " tanpa basa-basi dia langsung bertanya kepada mamanya.
" anak kurang ajar kamu. orang tua telepon bukannya tanya kabar atau basa-basi gimana gitu. ini malah ditanya ada apa. kamu mau menjadi anak yang durhaka apa?" ucap Mama sheila memarahi Dion.
saat ini dia sangat tidak bersemangat menerima telepon. kalau itu bukan orang tuanya sudah pasti dia akan mematikan sambungan teleponnya tersebut.
" Maksud kamu Mama ini mengganggu waktu kerja kamu apa? "
" Mama tidak pernah mengganggu kok. hanya saja sekarang Dion harus ketemu dengan klien. teleponnya nanti kita lanjutkan setelah dion ketemu klien ya mah " bohong dion kepada mamanya. sejujurnya dia ingin istirahat dan dia tidak mau diganggu.
" Ya sudah kalau begitu. selesaikan pekerjaanmu terlebih dahulu. satu jam lagi Mama akan menghubungi kamu lagi" ucap Mama Dion kepada dirinya.
__ADS_1
Setelah semua telepon dia terus meletakkan ponselnya di meja kerjanya. agar tidak ada yang mengganggu waktu istirahatnya yang tertunda akibat telepon dari mamanya itu.