
Hari ini adalah hari terakhir Dion berada di kota Paris.besok dia akan kembali ke Indonesia.Dion berencana membeli oleh-oleh sebelum dia kembali ke Indo. dia akan membeli oleh-oleh untuk Papi dan maminya.sudah tentu Luna juga di belikan.kalau tidak pasti mami dan Papanya akan curiga.
Dion sudah tidak memikirkan Intan lagi. Karena dia sudah mempunyai rencana sendiri untuk menemui Intan.dia ingin membuktikan Apakah benar perkataan yang dikatakan oleh orang suruh hanya itu.
entah Jika semua itu benar Apakah Dion bisa memaafkan dia atau tidak.hanya Dion yang bisa menentukan dan memutuskan untuk memaafkan Intan atau tidak.
Kadang orang sedang jatuh cinta bisa memaafkan semua kesalahan Sebesar apapun itu.entah bagaimana dengan perselingkuhan apa bisa dion memaafkan semua itu.
Dion beranjak bangun dari tempat duduk meeting.namun dia tidak jadi untuk pergi karena ponselnya berdering.
" Ada kabar apa tentang Intan? Apa kamu sudah mendapatkan berita terbaru keberadaan Intan kini? " tanya Dion kepada suruhannya.
" sudah Pak. nona Intan sekarang berada di kota Paris.hari ini dia ada pemotretan. mereka memakai jasa nona Intan untuk mempromosikan baju dari desainer terkenal manca negara " jelasnya kepada Dion.Dia mendapat sumber informasi dari orang terdekat Intan bekerja saat ini.
" di kota Paris? Di mana letak lokasinya Intan berada saat ini? " tanya Dion tidak sabar.dia ingin segera menemui Intan sekarang juga.
setelah mengetahui lokasi keberadaan Intan yang ada di kota Paris. dia tidak ingin menunggu ataupun membuang waktu Dion segera menemui Intan. Saya hanya ingin memastikan apa yang telah didengarnya.
ruang meeting menjadi saksi bisu. betapa Dion ingin bertemu dengan Intan kekasih hatinya saat ini.jika ada alat pengukur cepet Apa rasa tidak sadarnya Dion saat ini akan diuji.Dion seperti anak kecil yang mengetahui Di mana keberadaan tempat menjual permen kesukaannya.
asisten pribadi Dion menatap bingung perubahan atasannya mendadak bahagia.dia mengurut kan dan kening nya menanda kan kebingungan nya.
" Ada apa dengan CEO itu. Kenapa dia aneh seperti ini? Apa dia habis menang undian hingga wajahnya sangat senang. tapi apa Iya orang kaya seperti dia masih bisa menang undian " batinnya sambil menggeleng-gelengkan kepala merasa aneh dengan sikap Atasannya itu.
__ADS_1
" dasar CEO gila. tidak ada angin atau hujan dia senyum-senyum sendiri hanya mendapatkan telepon saja " batinnya lagi.
" Kenapa kau melihatku seperti itu? apa mau matamu ku congkel. ya sekalian gak bisa melihat " ujar Dion mengaget kan Rendy.
Rendy mendengar ancaman Dion yang sangat menakutkan hingga bulu kuduknya merinding.
" tega banget kau Bos. kalau aku buta siapa yang akan menjadi asisten kamu? zaman sekarang susah cari asisten yang setia dan sabar dengan semua sikap semena-mena dan seenaknya kamu menyuruh. kamu seperti orang yang tidak punya hati dan perasaan " kata Rendy tanpa sadar membicarakan keburukan Dion.
" Maksud kamu orang tak punya perasaan? jadi kamu bilang nggak ada yang mau bocah di perusahaan milikku. Ya sudah Sekarang mari kita buktikan. kamu bisa kirim surat pengunduran diri dan saya akan Mencari Pengganti secepatnya " ucap Dion menantang dan itu terdengar sangat serius dengan ucapannya.
" Sorry bos Jangan dianggap serius aku hanya bercanda saja. jangan begitu tega dengan diriku.dimana Aku harus bekerja dengan gaji yang besar seperti ini selain di perusahaan kamu " balas Rendy dengan memasang wajah yang sangat memelas.
" kalau begitu jangan berani mengataiku jika tidak mau ditendang dari perusahaan ini " kata dia sambil melangkah meninggalkan Rendy terdiam mematung mendengar dan melihat kepergian Dion.
" aku mendengar semua perkataan kamu " kata Dian berhenti dan berbalik badan menatap tajam Yudha.
hal tersebut sontak membuat Rendy menelan ludahnya dan ketakutan. Bagaimana bisa suaranya masih terdengar oleh Dion. dia sudah mengkondisikan suaranya dengan volume yang sangat kecil.
" maaf Bos. Silakan Lanjutkan perjalananmu. Bukannya ada hal yang penting yang ingin kamu kerjakan " ucap Rendi mengalihkan pembicaraan.
" awas aja aku mendengar perkataan seperti itu lagi.Dalam hitungan detik itu juga riwayatmu akan tamat " ancaman lalu kembali berjalan.
" itu kan sudah dibilang pasti ancamannya itu lagi itu lagi " ucap Rendy pasrah dengan kehidupannya.
__ADS_1
...****************...
Dion kini sudah berada di dalam mobil. dia melaju dengan kecepatan sedang. dia sedang menuju letak lokasi keberadaan Intan saat ini.
dua bulan tidak bertemu dengan Intan membuat Dion tidak sabaran.kini waktu telah mempertemukan mereka berdua. dia tidak ingin membuang-buang waktu. dia berencana menikah dengan Intan saat ini juga.agar tidak ada seorangpun yang dapat memisahkan mereka berdua.
Dion tidak peduli kalau kedua orang tuanya marah semua Tindakan yang diambil karena keputusan nya sudah final tidak bisa diganggu gugat lagi.
setelah menikah Dion akan menceraikan Luna saat dirinya tiba di Indonesia.dia juga akan menjelaskan semua yang terjadi selama ini dengan rumah tangganya kepada Papi dan mami nya. bahwa yang mereka lihat selama ini kita seperti apa yang terjadi dalam dunia nyata.
sudah cukup terus bersandiwara seperti tidak terjadi apa-apa dalam rumah tangga mereka hanya demi orang tuanya saja.ini saatnya Dia berkata yang sebenarnya.meski dia tahu Bagaimana reaksi Papinya. maminya pasti akan marah besar mengetahui kebenaran rumah tangganya.
" Maafkan Dion jika mengecewakan Papi dan mami. semua ini Dion lakukan agar Papi dan Mami segera mempunyai cucu. yang tidak Sudi memiliki anak dari perempuan yang tidak Dion cintai " ucap Dion sambil mengemudikan mobilnya.
45 menit melewati perjalanan yang cukup jauh ke lokasi Intan saat ini. senyuman di wajah Dion tidak pudar dari bibir nya.senyuman mengembang terus Setia tanpa Sedetik pun hilang.
" Bersabarlah Sayang Sebentar lagi kita akan bertemu dan tidak akan berpisah lagi " ucap Dion lagi tidak berhenti untuk berkata. tanpa berpikir apa yang akan terjadi Setelah dia bertemu dengan Intan.
ini mobilnya telah terparkir rapi dijajaran basement. Dian keluar dari dalam mobil dengan setelan jas yang sangat rapi. banyak mata wanita mendadak melihat dion. ke tampan nya seakan menghipnotis para perempuan.
Luna juga mengiyakan ketampanan Dion. namun sangat disayangkan kelakuan tidak mencerminkan ketampanan yang dia miliki.
dia tidak peduli dengan tatapan wanita gila menatap dirinya. Dion terus melangkahkan kakinya hingga tiba di depan resepsionis.
__ADS_1
" Saya ingin bertemu dengan Intan " ucap Dion kepada resepsionis.