Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
perdebatan antara Dion dan Rendi


__ADS_3

"Baru di acam saja sudah kabur. dari tadi ke mana aja Bu? apa harus dibongkar dahulu rahasianya baru bisa pergi " ucap Alfi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sambil melihat karyawan tersebut berlari seperti seorang yang dikejar-kejar setan.


" sudah sudah Alfi. kamu semestinya tidak boleh ngomong seperti itu. Wajar saja mereka berpikir kayak gitu. aku dan kalian semua itu berbeda. kalian semua lulusan sarjana sedangkan aku hanya lulusan SMA saja" ucap Luna tak enak hati membuat kekacauan karena keberadaannya.


" Lupakan semua itu Luna. jangan kamu pikirkan. dia pantas untuk mendapatkan pelajaran seperti itu. suka Seenaknya saja menghina dan merendahkan karyawan lain dengan mulut comberannya itu. aku dari dulu Aku sudah ingin membungkam mulutnya Yang sombong itu. tapi aku belum menemukan waktu yang tepat. saat inilah waktu yang bagus membuat dirinya terdiam untuk selamanya" sahut Alfi sambil tersenyum dengan bahagianya.


akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu Alfi datang juga. tidak perlu bersusah-susah payah mencari masalah dengan dirinya. sekarang dia lah yang datang mencari masalah denganku.


...****************...


suasana hati Dion dari awal sudah kacau sekarang semakin kacau karena omelan Mama Sheila yang sudah dibohongi oleh anaknya yaitu Dion.


Rendy pasrah jika nanti nantinya dirinya juga terkena amukan oleh Dion. belum juga Rendy mengeluarkan kata-kata pembelaannya tetapi Dion sudah memaki-maki dirinya.


" Dasar bodoh kamu. Kenapa kamu kasih tahu Mamaku. kan jadi begini ujung-ujungnya nanti. Kapan sih kamu itu pintar. sehari saja melakukan hal yang menggunakan pikiran kamu. capek aku melihat kebodohan dirimu yang gak pintar - pintar " maki Dion kepada Rendy.


" ya Salah kamu sendiri Sob.Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sedang membohongi Mama Sheila. lagi pula itu bukanlah salahku sepenuh nya. tapi itu salah kamu semua" protes Rendy kepada Dion Untuk membela dirinya.


" berani kamu protes kepadaku dan menyalakan diriku" tentang Dion kepada Rendy.


" ya berani lah. Emang kenapa kalau nggak berani. emang ini semua salah kamu. apa sekarang merempar semua kesalahan kepadaku " balas Rendy tanpa ada rasa takut.


" Oh jadi begitu. berarti kamu sudah tidak mau bekerja di sini lagi. sekarang silakan membuat surat pengunduran diri kamu dengan terhormat " ucap Dion membuat Rendi Diam seribu bahasa.


Bagaimana bisa Rendy berani melawan Dion kalau dia sudah mendengar kata kata sakti itu dari mulut dion.


" Iya iya aku yang salah. kamu memang Maha Benar. mana ada seorang Dion Adijaya berbuat kesalahan atau pun mengakui kesalahannya. semua yang dilakukan selalu benar. Jika dia dibantah akan keluar kata saktinya dari mulut indahnya" balas Rendy sedikit menyindir Dion.

__ADS_1


" masih berani kamu menyindir" tanya Dion dengan tatapan tajamnya. seakan ingin menelan hidup-hidup Rendy.


" Ya Allah gitu aja sensitif banget. kalau tidak benar kenapa kamu harus marah " gumam Rendy yang masih bisa didengar oleh Dion.


" Oh jadi begitu ya" sahut Dion dengan nada lembut.


perasaan Rendy tidak enak. dia merasa akan terjadi sesuatu setelah ini.


PLAAAAkkkkkk


sebuah dokumen telah dilemparkan Dion ke wajah Rendy. Dion begitu santai melihat Rendy yang kesakitan akibat ulahnya itu.


" kejam kamu sob. kenapa kamu nggak bilang-bilang kalau mau ngelempar. aku kan bisa siap-siap" ucap Rendy.


" kenapa aku harus kasih apa-apa. Tanya balik Dion kepada Rendy.


" sudah sana keluar. siapkan mobil sekarang juga. Aku mau balik ke rumah saja. suasana hatiku tidak nyaman bernama-lama di sini "" perintah Dion kepada Rendy.


" Siap Pak Dion " hormat Rendy bercanda sebelum dia meninggalkan ruangan Dion.


"hmmmm... cepetan keluar dan sebelah siapkan " balas Dion.


setelah kepergian Rendy. Dion kembali melamun mengingat adegan panas dengan Luna.hal itu membuat Dion Junior menjadi berdiri dan keras.


"huuffft kurang ajar. Kenapa hanya memikirkan saja sudah membuat milikku menjadi berdiri. apa yang terjadi dengan diriku. Jangan sampai aku menginginkan itu lagi " gumam Dion.


dia memijit kepalanya yang merasa pusing.ketika dia kembali mengingat adegan panas bersama Luna.

__ADS_1


" ini tak boleh terjadi. aku tidak boleh bergantung kepada wanita murahan itu. bisa besar kepala kalau dia tahu semuanya " ucap Dion memperingati dirinya sendiri.


" Pak Dion Adipati yang terhormat mobilnya sudah siap di depan " ucap Rendy mengagetkan Dion.


" ya Allah........ kamu nggak bisa apa sebelum masuk kamu mengucap salam atau mengetuk pintu terlebih dahulu" kaget Dion sambil mengelus dada nya. Jika dia memiliki penyakit jantung sudah dipastikan akan kambuh saat itu juga.


" Salah kamu sendiri ngapain kamu ngelamun " kalau Rendy dengan sewotnya.


" Siapa juga yang melamun.aku lagi mikirin klein penting yang kita yang dari cina yang akan membuka kantor baru di Indonesia" ngeles Dion malu jika harus berkata jujur. bisa-bisa dia ditertawai habis-habisan oleh Rendi.


" Oh jadi begitu. Emangnya apa yang kamu pikirkan. bukannya besok kita akan ada meeting dengan perusahaan Alfa Edison ya kan " tanya Rendi yang percaya akan kebohongan yang diucapkan oleh Dion.


" Iya besok kita ada meeting dengan perusahaan Alfa Edison pukul 10.00 pagi di cafe Blue Angel " jawab Dion lalu dia bangun dari kursinya.


" urus kantor ini. jangan sampai kamu menghubungiku kalau tidak ada yang penting. Posisi mu dipertaruhkan di sini" ancam Dion kepada Rendi lalu dia meninggalkan ruangannya.


" dasar mau menang sendiri dan Seenaknya saja. mentang-mentang kantor ini milik keluarganya asal memberi perintah saja. Untung saja aku membutuhkan pekerjaan ini kalau tidak aku sudah keluar dari perusahaan ini " gerutu Rendy yang melihat kepergian Dion dari ruangan nya.


di perjalanan pulang jalanan sungguh sangatlah macet dan padat oleh pengendara sepeda motor. itu membuat Dion semakin kesal.


" kenapa sih aku harus terjebak dalam kemacetan ini. Apa perlu aku membeli jalan pribadi Cukup aku saja yang melewatinya. tanpa harus menunggu seperti orang bodoh dan tidak mempunyai kerjaan lain" klakson Dion membuat situasi yang panas menjadi sangat panas.


" hai Emangnya ada apa di depan? Kok tidak berjalan sama sekali " teriakan Dion Setelah dia membuka kaca mobilnya.


" di depan ada tabrakan Pak. mobilnya berada di tengah-tengah jalan dan korbannya juga tewas terpental ke samping mobilnya " ucap pengendara yang berada di depan mobil Dion.


1 jam sudah dia menunggu di dalam mobil seperti orang bodoh. membuat kepala Dion semakin pusing saja. terik matahari siang menyinari seluruh kota B dengan terik matahari yang cukup panas.

__ADS_1


" akhirnya tiba juga di rumah. setelah terjebak kemacetan yang cukup lama " raga Dion menghela nafas yang panjang dan dia masuk ke dalam rumahnya


__ADS_2