Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
kagum dengan kecantikan Luna


__ADS_3

"sob...... Sampai Kapan kamu akan seperti ini. bagaimana dia mau membuatkan makanan untukmu. Kalau kamu ngatain masakannya tidak enak. coba kamu pikirkan pakai logika kamu. Mana ada cewek yang mau memasak jika masakannya saja dihina dan dibilang tak enak. Jadi untuk apa Masak jika nanti ujung-ujungnya sama dikatain dan dihina lagi" ucap Rendy kepada Dion.


" Apakah seperti itu" Bagaimana kamu bisa tahu? " katanya Dion kepada Rendy.


"sob... Semua orang juga bakalan tahu. hanya dengan mendengar mendengarkan ceritamu itu. ayo latihan titik-titik Ayolah Dion..... sadar jangan bodoh kayak gitu" ledek Rendy kepada Dion.


" Apakah kamu sudah bosan bekerja di sini ?" tanya Dion kepada rendy.dia masih menatap tajam kepada Rendy.


" Sorry sob ... aku masih membutuhkan pekerjaan ini. Untuk modal pernikahanku nanti"


" makanya jangan jangan sekali-kali kamu menghina atau mengejek diriku. Kalau kamu masih ingin bekerja di tempat ini" ucap Dian kepada Rendy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Setelah tiba di rumah, Luna segera masuk kamarnya dan langsung membersihkan dirinya. badannya terasa lengket seharian bekerja. ternyata bekerja di kantoran sangatlah melelahkan.


" ya Allah..... ternyata jadi sekretaris banyak sekali tugasnya. tapi lumayan sih dengan gajinya yang besar. hitung-hitung setengah gajiannya bisa ditabung" gumam Luna sambil membersihkan sisa make up nya yang ada di wajahnya.


saat ingin masuk ke kamar mandi atau seseorang yang menggedor-gedor kamarnya. saat lunak ingin membukanya ternyata pintunya sudah terbuka duluan.


" Apa yang kau lakukan di sini katanya? Kenapa lama sekali membukakan pintunya? apa Kamu budek ya" marah Dion sejak tadi mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan. hingga ia harus membuka pintunya.


" gengsi hanya memperburuk situasi karena harga diri yang besar selalu diutamakan" Lamunan lunak Di saat dia mengocok taruhan.


" woi... kenapa kamu malah ngelamun? Apakah kamu mendengar kan apa yang aku katakan katanya" tanya Dion kepada Luna.


" Emang kamu siapa? beraninya kamu memerintah diriku titik kamu di sini itu hanya numpang tempat tinggal. jadi fisika Plaza wajarnya" lanjut Dion menatap sini kepada Luna.

__ADS_1


" ya aku sadar bahkan sangat sadar sekali. siapa diriku di rumah ini" jawab Luna.


" ya bagus kalau begitu. aku tidak perlu bersusah payah terus Mengingatkan dirimu" senyum mengejek Dion kepada Luna.


" apa ada yang ingin kamu ucapkan selain ini. jika tidak ada Bisakah kau untuk keluar. Aku ingin mandi "ucap Luna yang sudah malas berlama-lama dengan Dion. bahkan Dia tidak takut untuk mengusir Dion dari dalam kamarnya.


" Kenapa kamu mengusir aku. kalau kamu ingin mandi ya silakan mandi saja. Ini rumah saya, Jadi bebas ingin melakukan apapun saja terserah diriku" kalau diam tak terima diusir dari kamar Luna.


Dion melihat Luna dengan Tatapan yang tajam. dirinya dapat melihat jelas wajah Luna yang tidak menggunakan make up nya. wajahnya terlihat lebih cantik natural tanpa menggunakan make up yang menghiasi wajahnya.


" perempuan murahan itu tanpa make up cantik juga. Kenapa bbm-nya merah merona terlihat lebih seksi seperti itu" Batin dion berkejolak.


dion bingung kenapa dengan dirinya. dia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya saat sadar dari lamunannya. karena dia bingung dengan keadaan yang mendadak berubah saat ini.

__ADS_1


__ADS_2