
Luna kamu harus kuat. hadapi semuanya dengan tenang. jangan takut dan juga cemas. Kamu adalah perempuan yang kuat dan tangguh pasti bisa melewati ini semuanya " ucap Luna menguatkan dirinya sendiri. dengan kata-kata penyemangat yang dibuat nya sendiri.
Setelah dia merasa cukup tenang. Luna langsung melepaskan tasnya dan menghapus make up-nya sebelum dia mandi.kali ini dia tidak mendapat kan gangguan dari dion. entah kemana pergi nya orang itu. luna tidak peduli lagi. hari ini dia sudah lelah dengan tumpukan dokumen yang dia kerjakan Sejak pagi.
Luna hanya ingin ketenangan sehari saja untuk melepas semua beban yang berada di benaknya. entah itu bisa terwujud atau tidak. Luna hanya bisa berharap dan berdoa agar semuanya bisa terkabul.
setelah merendam dirinya di bak mandi selama 1 jam dia merasa lebih baik. Luna keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.
" akhirnya kepalaku terasa ringan lagi " legah luna. dia merentangkan kedua tangannya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" mending Aku istirahat dulu. seharian berhadapan dengan tumpukan dokumen sangatlah membosankan" gumam Luna lalu memejamkan matanya.
5 menit kemudian Luna sudah berada di alam mimpi.dia tidak memikirkan masalah dan beban fikiran nya.
...****************...
berbeda dengan Amar yang berada di kantor nya. dirinya termenung akan kejadian tadi siang di kursi kebesarannya.
" mencintai seseorang lagi seperti ini rasanya. apa yang harus aku lakukan " gumam Amar.
setelah amar keluar dari ruangan Luna, dia langsung meminta CV lamaran kerja Luna tempo hari.setelah dia menerima cv luna, amar membaca data luna dengan detail.betapa kagetnya Amar setelah tahu kalau Luna sudah menikah. berarti dia sudah mempunyai suami.
amar mulai berpikir Kenapa Luna menangis histeris seperti itu. Hal apa yang terjadi dengan pernikahan nya. hingga membuat dirinya ketakutan. hingga dia mengatakan Aku mohon jangan lakukan. perkataan Luna terus terngiang-ngiang di benar Amar.pasal nya kayak sebuah teka teki.
amar pun memencet tombol telfon yang berada di meja kerja nya dan dia pun berkata dengan salah satu karyawan nya.
"panggilkan alfi sekarang juga. suruh dia keruangan saya" perintah Pak Amar kepada bawahannya.
setelah amar mematikan sambungan telfon nya. 1 menit kemudian terdengar ketukan pintu dari luar ruang kerjanya.
__ADS_1
"ya masuk saja" perintah Amar kepada yang mengetuk pintu.
lalu Pak Amar mempersilahkan Alfi untuk duduk dan setelah Alfi duduk Pak Amar pun mulai bertanya kepada dirinya.
" Apakah kau sudah mengenal lama Luna "
" tidak Pak. saya baru mengenal Luna sejak dia bekerja di sini " jawab Alfi kepada Amar.
"kalau memang kamu baru berteman dengan Luna, Kenapa kamu begitu akrab dengan dirinya. seperti sudah saling mengenal sejak lama" tanya Amar bingung. kenapa baru saja mengenal sudah seperti sudah lama mengenal.
" Oh itu ya pak.semua karena luna orang nya cepat tanggap. dia mudah berbaur dan enak diajak ngobrol. jadi tidak sulit bagi orang-orang baru untuk akrab dengan Luna" jelas alfi tanpa melebih - lebih kan atau mengurang - ngurangi tentang luna.
" Oh jadi seperti itu. Apa kamu mengetahui yang barusan terjadi kepada Luna " tanya Amar lagi penasaran.
hal itu malah membuat Alfi semakin bingung. Ada apa dengan Atasan nya itu.kenapa sebegitu khawatir nya pak amar kepada luna. yang jelas-jelas Luna bukan siapa-siapa nya.
dia menyadari kalau bawahan nya itu mulai curiga dengan pertanyaan yang berlebihan itu. yang jelas dia bukan siapa siapa dari luna.pasti membuat alfi merasa curiga.
" Iya Pak saya mengerti. saya tidak punya fikiran seperti itu. jadi bapak tidak perlu menjelas kan pajang lebar dengan saya" balas alfi.
yang mana seketika membuat Amar jadi salah tingkah.pada dasar nya alfi tidak lah bertanya.tapi malahan Amar menjelas kan nya sendiri.
"saya hanya ingin menjelas kan saja. Takut nya perhatian saya ini di Salah artikan" ucap Amar lagi berusaha untuk tenang.
"iya pak. kalau ini Benar juga nggak apa-apa. Anda kan CEO di sini bebas melakukan apa saja " balas Alfi.
dia rasanya ingin sekali tertawa. melihat wajah Atasan nya itu salah tingkah.
" bebas Maksud kamu apa ya" tanya Amar sambil mengerutkan keningnya binggung maksud dari alfi.
__ADS_1
" Itu loh pak maksud saya " bingung Alfi harus menjelaskan bagaimana.
"Maksud nya kamu apa?" desak Pak Amar tegas membuat bulu kudu Alfi merinding.
" gini lho Pak maksud saya. bapak bisa menjelaskan apapun itu atau tidak menjelaskan "ucap alfi cepat. dengan hati yang was-was dia takut salah ngomong.
" Oh begitu ya " jawab Amar dengan singkat.
"apa masih ada yang ingin bapak sampaikan dan tanyakaan. Jika tidak ada yang ingin bapak sampaikan lagi saya ingin melanjut kan pekerjaan ku "
kata Alfi mberani kan diri bertanya.
dia sudah tidak kuat jika berlama-lama berada di ruangan itu.bisa bisa oksigen nya habis jalau dia terus di introgasi.
" tidak ada lagi. kamu bisa keluar dan lanjutkan pekerjaan mu " perintah amar kepada alfi.
alfi mendengar ucapan itu merasa senang.dia tidak ingin membuang waktu lagi untuk berlari kabur.
bukan nya dia kebelet ataunapapun itu. Alfi sudah kehabisan nafas kalau berlama lama berada di dalam. pasal nya dia seperti pencuri yang ketahuan mengambil barang seseorang.
"haaduhh.....lama lama di dalam bisa mati aku. Kenapa Pak Amar seram sekali kalau sedang introgasi seseorang. Kenapa dia begitu kepo dengan urusan Luna. apa Pak Amar ada hati kepada Luna. kalau bener gimana ya. masa iya Pak Amar jadi pembinor" bingung Alfi bertanya kepada dirinya sendiri.
kini di benaknya memiliki banyak pertanyaan yang terus memutari otaknya. langkah kakinya terasa lambat untuk berjalan.saking seriusnya dia mencari jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan sendiri.
...****************...
tanpa terasa dion sudah tidur selama 6 masih. Matanya masih enggan untuk dibuka.dia merasa baru mulai tidur. dion masih setia memeluk bantal gulingnya dia tidak mau melepaskan mereka berdua. lelah fisik dan pikiran nya membuat dia ingin istirahat sejenak untuk melupakan semua yang telah terjadi hari ini.
dion berharap setelah dia bangun dari tidurnya,semua yang terjadi selama 2 hari kemarin hanya mimpi buruk saja. namun sayangnya semua itu adalah kenyataan setelah diri nya membuka mata.
__ADS_1
" Kenapa harus terjadi kepada kehidupanku bukan kepada yang lain saja" sadar Dion mengcak-ngacak rambutnya dengan frustasi.