Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
nafsu Dion


__ADS_3

dia merasa dirinya dihina atas perlakuan Luna itu. tidak seorang pun boleh menghindar dari dirinya.


Ceklekkkkk.....!


terdengar suara pintu terbuka. keluarlah Luna dengan handuk di atas lutut yang dililitkan ke tubuhnya yang putih mulus dan cantik itu.


Dion melongo melihat Luna yang mengenakan handuk saja. ada Gejolak dalam tubuh untuk menyerang Luna. tapi dia menepisnya dengan kuat-kuat. jangan sampai dirinya menyentuh Luna. karena dia hanya ingin miliknya menjadi seutuhnya untuk Intan.


Luna yang baru sadar kalau masih ada Dion di dalam kamarnya. Dia sangat kaget saat Dion masih di situ. dipikirnya Dion sudah pergi dari kamarnya.


" Sedang apa kau ada di sini? tolong keluarlah aku ingin berganti baju" usir Luna hukum melihat tatapan Dion terus menatap Intens pada dirinya yang menggunakan handuk saja.


Dion tidak menjawab perkataan. dia berdiri mendekati Luna. Hal itu membuat Luna menjadi takut.


" Jangan Kau mendekat. jika selangkah lagi Kau mendekat aku akan....?


" kau akan melakukan apa? kamu takut. bukankah kita ini pasangan suami istri. jadi kita bebas melakukan apa saja. bahkan apa yang sudah menjadi hak ku" ucap Dion cepat memotong ucapan Luna.tubuhnya gemetaran melihat ion terhadap sangat dekat di depannya saat ini.


mendengar perkataan Dion barusan Luna semakin takut. dia tidak ingin memberikan sesuatu yang dijaganya selama ini. meski Dion kini sudah menjadi suaminya.

__ADS_1


" Apa yang kamu lakukan. saya mohon menjauhi dari diriku" perintah Luna kepada Dion. dia menghembuskan nafas dengan sangatlah berat. dirinya takut dengan sikap Dion saat ini. Dian juga dapat merasakan hembus nafas dan Citra karena jarak mereka saat ini sangatlah dekat"


" jika aku tidak mau apa yang akan kamu lakukan? kamu bilang yang menggoda saya. Bukankah sebagai pria normal akan tergoda dengan tubuhmu yang mulus itu" tentu Dion pada lengan polos Lina. Dia masih menggunakan handuk setengah tubuhnya.


tubuh Luna seketika sama dinding dengan sentuhan diam seperti arus listrik yang menyengat ke seluruh tubuhnya.


" Apa maksud kamu" tanya Luna belum bisa berpikir jernih dengan perasaan tak karu-karuan.


" kamu serius tidak mengerti? atau kamu hanya berpura-pura bodoh saja "


" saya beneran tidak mengerti apa maksud kamu. jadi menjauhi aku ingin mengganti bajuku "


" jika aku tidak mau apa yang akan kamu lakukan?" senyum dia penuh misteri Semata yang membuat lunak takut Dian akan nekat melakukan hubungan suami istri.


" beneran kah itu. jika begitu ayo buktikan. sekarang apa omonganmu itu benar" Dion balik menantang Luna


" Maksud kamu bagaimana" Dion langsung mencium bibir Luna dengan bibirnya. Dion mencium bibir Luna dengan sangat rakus. Hal itu sontak membuat Luna sangat terkejut sekali. First kiss-nya diambil oleh lelaki yang arogan dan tidak punya hati. Luna terus memberontak memukul-mukul dada Dion dengan kedua tangannya.


Dion memperdalam ciumannya dengan kasar tanpa kelembutan sama sekali. Hal itu membuat Luna menangis kesakitan. pukulan Luna ditahan oleh Dion dengan cara mencengkram balik tangan lunak dengan sangat kuat. Sehingga suhunya tidak bisa memberontak selain menerima perlakuan kasar Dion. Dion menggigit rongga dalam mulut Luna.

__ADS_1


air mata Luna berjatuhan di pipinya. sunnah merasa telah dinodai. meski Dion sekarang berstatus suaminya. tetapi Luna sangatlah membenci dirinya. tidak ada cinta di antara mereka. melainkan hanya dendam yang besar.


Dion merasakan ada tetesan air mata yang jatuh. Dia segera melepaskan cengkramannya dan melangkah menjauh dari Luna.


" itu akibat kamu berani menantang diriku. aku bisa melakukan lebih dari ini jika kamu mau. karena kita ini pasangan suami istri " ucap Dion memandang Luna masih menangis dengan histeris.


" Berhentilah menangis karena Air Mata Buaya itu tidaklah mempan. Aku tidak akan pernah kasihan pada dirimu. Bukankah kamu senang aku melakukan hal itu kepada dirimu? asal kamu tahu ya! di luaran sana banyak perempuan yang ingin aku gagahi. Sama halnya seperti dirimu. tapi saya menolak mereka semuanya" sombong Dion membanggakan dirinya sendiri.


dia muak melihat sandiwara Luna sekolah dia yang tertindas dan teraniaya.


" kamu pikir aku salah satu perempuan di luaran sana? Kamu salah besar Dion. aku bukanlah mereka yang tergila-gila dengan dirimu. karena aku berbanding terbalik dengan mereka. aku sangatlah membenci dirimu" balas Luna dengan air mata yang masih menetes. dia menatap Dion dengan penuh kebencian.


" Benarkah kamu sangat membenciku?" tanya Dion dengan dramatis seolah-olah dirinya terkejut.


" Tapi sayangnya saya tidak peduli. mau kamu membenciku atau tidak itu tidak ngefek sama sekali pada diriku" senyum mengecek Dion.


" kamu memang lelaki yang sangat bejat yang pernah aku kenal dan temui. Aku sangat membenci dirimu. kenapa kamu masih hidup sampai sekarang. Kenapa kamu tidak mati saja" teriak Luna marah dengan tangisan semakin menjadi-jadi.


" Apa kamu mau tahu arti kata bejat yang sesungguhnya itu? " senyum miring Dion menautkan alisnya dan mendekati Luna.

__ADS_1


entah kenapa mendengarkan ucapan Luna Dian menjadi tertantang. Dion ingin menunjukkan arti ucapan Luna tersebut, seketika Luna menjadi takut karena dia sudah salah mengatakan hal itu. Bagaimana jika Dion benar-benar melakukan hal itu. pikirannya terus berpikir dan merasakan ketakutannya. saat Luna ingin kabur Tangannya sudah ditarik cepat oleh Dion.


" Kamu mau pergi ke mana? Bukannya kamu ingin tahu arti kata bijak yang sesungguhnya? " Dion mendekati Luna dengan tangan yang sudah menahan Luna yang ingin kabur dari tadi. dia pun langsung menarik tubuh Luna ke dalam dekapannya.


__ADS_2