
Luna hanya tersenyum tanpa membalas pujian Bapak tersebut. Karena semua itu tidaklah benar sama sekali. tak ada kata-kata beruntung bagi keduanya meski itu dari lunak ataupun dari Dion. yang ada hanyalah sebuah penyiksaan penghinaan dan penderitaan. yang selalu Luna rasakan bersama Dion
" kamu bisa berkata apapun mengenai diriku. karena itu hak kamu dalam menilai seseorang. tapi pintar-pintarlah dalam mengendalikan mulutmu itu. terkadang ucapanmu akan membuatmu menyesal kemudian hari.
kesempatan kedua memang selalu ada. namun semuanya kembali kepada orang yang kamu sakitin titik mau memaafkan dirimu kembali atau tidak lah mau memaafkanmu. mau kembali pada dirimu yang kasar atau memilih pergi dari sisimu" batin Luna sambil melamun.
saat ini Luna mulai bekerja di perusahaan Alfa Edison. setelah melihat hasil wawancara mereka pun puas dengan jawaban Luna yang sangat bagus.mengalahkan pelamar lain yang bermodalkan ijazah S1 mereka.
Luna bahagia akhirnya dia diterima bekerja perusahaan Alfa Edison. satu hal yang membuat Luna tidak menyangka bahwa dirinya diterima bekerja. dia diterima di posisi tinggi di mana seharusnya posisi itu diduduki dengan orang-orang yang memiliki wawasan yang sangat luas. bukan seperti dirinya hanya lulusan SMA yang wawasannya sangatlah sedikit.
" Bapak serius dengan apa yang Bapak ucapkan tadi. saya ini cuma lulusan SMA? Bagaimana bisa saya menjadi sekretaris CEO? Bukannya itu tidak pantas ya pak" jawab Luna.
__ADS_1
" kamu jangan khawatir. nilai dirimu sangatlah bagus dibandingkan pelamar-plamar yang lainnya. meski Kamu lulusan SMA tapi otakmu sejajar dengan mereka-mereka Yang lulusan sarjana S1. jadi Jangan pikirkan itu semuanya" ucapan Pak Manager.
" baiklah jika itu keputusan bapak. saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak sudah mau menerima saya bekerja di sini" jawab Luna dengan bahagia.
Luna tidak menyangka hanya lulusan SMA saja bisa menjadi sekretaris CEO di perusahaan ini. rasa syukur dan terima kasih dipanjatkan kepada yang kuasa atas apa yang didapat hari ini ridho dan rezeki yang tak terduga.
sekarang Luna sudah berada di dalam ruangannya. yang akan dia tempati menjadi sekretaris saat ini. dia menelusuri setiap sudut ruangan nya. Luna terus dibuat kagum dengan ruangan interiornya dan desainnya dari luar negeri. yang biasa dia lihat dari nya dari TV.
" tidak ada Bu. semuanya sudah pas dan saya nyaman di ruangan ini. Ibu tidak perlu khawatir kepada saya" jawab luna. bukan hanya nyaman saja, tetapi sangat nyaman.
" Baguslah kalau begitu. kalau begitu saya permisi dulu. Jika ada yang Mbak butuhkan, Segera hubungi saya saja" kata staf tersebut.
__ADS_1
" Baiklah Bu. panggil saya Luna saja. dilihat dari segi usia kita tidak terlalu beda jauh umurnya"
" Iya Luna. kamu juga bisa panggil saya alfi" jawab Alfi.
"Baiklah Alfi. saya ucapkan banyak terima kasih kepada kepada dirimu " ucap Luna dengan tulus kepada Alfi sebelum dia meninggalkan ruangan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berbeda hanya dengan Luna dan berbeda juga dengan Dion. saat ini dirinya sangatlah kesal setelah kejadian tadi pagi. Luna menolak mentah-mentah perintahnya yang ingin makanan yang dimasak oleh Luna.
Entah kenapa dia ketagihan dengan masakan Luna. Padahal dia baru pertama kali memakan masakan yang dibuat oleh Luna. ya tidak bisa melupakan rasa makanan yang dibuat oleh Luna.
__ADS_1
" dasar wanita murahan. kau sudah menghancurkan nafsu makanku pagi ini" ucap Dion yang marah. dia melemparkan semua berkas-berkas yang ada di meja