Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
terpuruknya Luna


__ADS_3

" siang tuan. Anda mau makan apa. biar Bibi Siapkan sekarang juga" tanda hormat membantu itu menunduk kan tubuh nya.


" tidak usah bi. saya mau istirahat saja di kamar.jika nanti ada yang mencari saya bilang saja kalau saya tidak mau diganggu hari ini " perintah Dion kepada pembantunya sebelum dia melangkah pergi.


" Oh ya satu lagi bi. Apakah Luna sudah pulang " tanya Dion menghentikan langkah kakinya.


" belum pulang tuan. biasanya Nyonya Luna pulang dari kantor jam lima sore " jawab pembantu tersebut.


" Baiklah kalau begitu" ucap Dion berlalu pergi menaiki tangga.


di kamarnya Dion langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk miliknya tanpa membuka setelan jas yang dia kenakan saat ini.


...****************...


Luna duduk termenung di meja kerjanya. pikiran dan ingatannya kembali mengingat pertemuan awal dirinya dengan Amar.


" Ya Allah apakah aku jatuh cinta kepada Pak Amar. Kenapa aku terus memikir kan dia. kenapa aku merasa sangat nyaman berada di dekat dia"batin luna.


" Luna kamu sadar Luna. kamu dengan Pak amar itu bagaikan langit dan bumi. Kamu tidak akan mungkin bersatu dengan nya. buang jauh-jauh pikiran itu dari kepalamu. berhenti mengharap kan sesuatu yang tidak mungkin Kau Gapai " kata luna menyadar kan dirinya sendiri. memukul-mukul kepala nya sendiri.


" Luna Kenapa kamu memukul-mukul Kepala kamu sendiri. Apa kamu sedang sakit " tanya Alfi khawatir yang melihat luna memukul kepala nya.


" Iya nih. rasanya kepalaku terasa sangat berat.maka nya aku memijit sebentar kepalaku sebelum melanjutkan mengerjakan file untuk besok " ucap Luna sedikit berbohong kepada Alfi.


" file untuk besok. bukan nya semua file laporan sudah kamu kerjakan tadi.terus file apa lagi? " bingung alfi yang belum tau.

__ADS_1


" Oh ya aku lupa belum memberitahu kamu. tadi aku dipanggil oleh Pak Amar. dia memintaku untuk menghandle semua klien yang ingin mengaju kan kerjasama dengan perusahaan kita. Awal nya aku sudah menolak permintaan Pak Amar. tapi dia memaksaku. mau tak mau aku harus menerima permintaan Pak Amar. zaman sekarang susah mencari pekerjaan. Aku tidak mau dipecat gara-gara aku menolak ini semua itu " jelas Luna tentang pertemuannya dengan CEO nya di rungan nya.


" Wow kamu hebat Luna. baru pertama kali Pak Pak Amar secara langsung memaksa seseorang untuk mengikuti kemauan nya kepada karyawan perempuan. biasanya pak amar tidak seperti itu " kata alfi degan semangat.


" apa pak amar suka sama kamu " kata alfi lagi.mengagetkan luna sedari tadi yang mendengar kan perkataan alfi.


" kamu itu apaan sih fi. nggak ada cowok yang mau sama aku.suami ku saja membenci diri ku. bahkan dia tidak mau menafkahi kebutuhan hidup ku. bagaimana dengan orang lain " ucap Luna yang tidak sadar mengata kan masalah suami nya.


"apa kamu sudah menikah?"alfi kaget mendengar pernyataan luna barusan.


sejak awal mengenal Luna dia belun tau status luna yang sebenar nya. Bukannya tidak penting untuk diketahui oleh Alfi


saat itu. Karena dia pikir saat itu Luna masih single dan belum menikah. karena dia masih muda dan cantik dan sepantaran dengan diri nya


namun pikirannya ternyata salah.luna ternyata sudah menikah. bahkan suaminya sangat membenci Luna. dia tidak Sudi menafkahi bulanannya Luna. sehingga dia harus bekerja membanting tulang seperti ini.


" Emang kenapa suami kamu sangat membenci dirimu. Bahkan dia tidak mau memberimu nafkah. Bukannya itu sudah kewajiban dirinya untuk memberi istrinya uang bulanan. apa Kalian juga belum melakukan malam pengantin baru " tanya Alfi sambil memicingkan kedua alisnya kepada Luna.


Luna merasa terpojokkan dengan pertanyaan sahabatnya itu.


memang malam pertama tidak dia lakukan di saat malam pesta pernikahan mereka. Tapi kemarin mereka sudah melakukan nya.dion melakukan itu semua dengan paksaan dan tanpa kelembutan sama sekali. itu pun dion hanya beralasan sebagai pelajaran agar luna tidak semena - terhadap diri nya.


hal itu terukir jelas di benak luna. kehormatan yang dijaga dia susah payah telah direnggut paksa dan kasar oleh lelaki brengsek seperti Dion. meski lelaki yang merenggut kehormatan nya itu sekarang berstatus menjadi suami sah nya.


dia merasa dirinya telah ternodai karena lelaki tersebut tidaklah mencintai dirinya. yang hanya di hatinya dan pikiran nya hanyalah sebuah kebencian dan dendam yang sangat teramat mendalam kepada Luna.

__ADS_1


melihat Luna diam melamun sambil sedih Alfi yakin ada sesuatu yang tidak beres terhadap pemikiran pemikiran luna dengan suami nya itu.


" Kenapa kamu sedih Luna. ayo ceritakan saja semuanya kepadaku. Kita kan sudah berteman. jadi jangan sungkan atau malu untuk cerita dengan diriku " ucapan Alfi sambil memegang tangan Luna Untuk menyakinkan diri nya.


Luna masih saja diam sambil melamun. dibenaknya dia kembali teringat dan tengiang-ngiang saat dia menangis memohon kepada Dian Untuk menghentikan aksi brutalnya itu.


Entah kenapa itu. Apa yang akan terjadi membuat Luna merasa takut. keringat dingin bercucuran membasahi wajah Luna. dia nampak gelisah dan tanpa sadar dia menangis dengan histerys nya.


luna takut kejadian kemarin malam yang dilakukan oleh dion akan terulang lagi. betapa kasar dan brutalnya yang dilakukan Dion dalam hubungan intimnya kepada Luna.


Alfi yang melihat Luna sedang menangis menjadi panik. tidak tahu apa yang terjadi pada Luna.apakah begitu dalam luka nya sehingga luna menangis.


" Luna Kamu ini kenapa? kamu jangan membuat aku takut seperti ini " Alfi panik dan dia tidak tega melihat Luna yang menangis tersedu-sendu.


tangisan Luna yang tadinya pelan sekarang menjadi meraung-raung sehingga membuat semua karyawan berkumpul mencari tahu apa yang terjadi kepada Luna sebenar nya.


kini Luna menjadi pusat perhatian semua karyawan termasuk juga Pak Amar. dia merasa terganggu dengan Isak tangisan yang menyakitkan telinga nya.


Luna tidak tahu kalau dirinya menjadi pusat perhatian semua karyawan. karena saat ini Luna menangis dengan kedua lututnya yang ditekuk. dengan arah pandangan nya ke bawah di lantai ubin.


" Aku mohon jangan lakukan ini semua padaku. hikss.... hiks... hiksss " tangis Luna sedikit pelan tapi Terdengar sangat pilu.


semua karyawan, bahkan Alfi dan juga Pak Amar menjadi kasihan dan ibah kepada Luna.


Apa yang sebenar nya terjadi kepada Luna. sehingga Luna menangis sepilu dan sesedih itu. itulah yang menjadi pertanyaan di benak semua karyawan yang melihat Luna menangis tersedu-sendu.

__ADS_1


" Luna Kamu kenapa sih. Jangan Menangis Lagi.tenang saja di sini masih ada aku. semuanya akan baik-baik saja. aku berjanji akan melindungi dirimu dari siapapun " ucap Alfi menenangkan Luna yang terlihat sangat rapuh.


__ADS_2